15 Balon Bupati Garut Jalur Perseorangan Tak Penuhi Batas Minimal Dukungan

Senin, 03 Juni 2013 | 18.53

(SJO, GARUT)) - Sebanyak 15 calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang berasal dari jalur perseorangan tidak memenuhi batas dukungan minimal sebanyak 3 persen dari jumlah penduduk Garut 2,9 juta jiwa atau 89.783 dukungan. Akibatnya, mereka pun dicoret.

"Hasil verifikasi administrasi dan faktual tidak ada yang mencapai batas dukungan," ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Garut, Aja Rowikarim, Senin, 3 Juni 2013.

Menurut dia, dari 15 pasangan, hanya terdapat empat pasangan calon yang berkas dukungannya mencapai angka di atas 40 ribu orang. Dari empat itu, hanya satu pasangan calon yang angkanya mencapai 70 ribu. Sedangkan sisanya hanya meraih dukungan rata-rata sebanyak 30 ribu, bahkan ada yang hanya 10 ribu dukungan.

Meski begitu, Aja enggan untuk menyebutkan pasangan calon tersebut. Dia mengaku saat ini komisi pemilihan tengah mengumpulkan hasil verifikasi dari tingkat kecamatan. Berkas pasangan calon itu akan diumumkan setelah komisi pemilihan menggelar rapat pleno rekapitulasi dukungan pada 8 Juni mendatang. "Bila mau daftar tanggal 10 Juni nanti, pasangan tersebut harus melengkapi kekurangannya sebanyak dua kali lipat," ujarnya.

Aja menilai kurangnya berkas dukungan itu karena hampir 60 persen berkas dukungan itu tidak bisa diverifikasi secara faktual. Ditambah lagi para calon tidak lolos verifikasi administrasi. Kondisi itu disebabkan karena keberadaan pendukung pada berkas tersebut tidak jelas.

Berdasarkan hasil verifikasi, banyak ditemukan berkas dukungan ganda. Dalam salah satu pasangan calon terdapat banyak fotokopi KTP satu nama. Sedangkan KTP ganda lainnya, yakni satu KTP terdapat di beberapa calon. Kondisi ini hampir terjadi di setiap daerah, seperti di Kecamatan Tarogong Kaler, Malangbong, Kersamanah, Bayongbong, dan Cibatu.

Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Garut, Saepuloh, mengatakan selama proses verifikasi calon perseorangan, pihaknya banyak menemukan dan menerima laporan pidana pemilu yang dilakukan pasangan calon persorangan. Tindak pidana itu, yakni berkas dukungan fiktif seperti tanda tangan dukungan palsu, kartu keluarga, dan kartu tanda penduduk palsu.

Perbuatan pasangan calon tersebut bisa dijerat dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggaran Pemilihan Umum. "Dalam waktu dekat ini kita akan bawa kasus tersebut ke Gakumdu (penegakan hukum terpadu) untuk diproses. Kalau terbukti pidana, maka pihak kepolisian yang akan memprosesnya," ujarnya.

Seperti diketahui, bakal calon bupati dan wakil bupati dari jalur perseorangan ini diramaikan dari kalangan selebritis, yakni penyayi era tahun 1990-an, Deddy Dores, dan vokalis Setia band, Charly Van Houten. Pesta demokrasi ini rencananya akan digelar pada 8 September mendatang dengan jumlah pemilih sekitar 1,8 juta jiwa. (tpo)

SJO, GARUT

Charli Setia Band 'Nyalon" Wakil Bupati Garut

Kamis, 09 Mei 2013 | 19.15

(SJO, GARUT) - Semakin banyak artis yang mencoba masuk dunia politik. Kali ini Deddy Dores dan Charly Setia Band mencalonkan sebagai wakil bupati (wabup) Garut dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang akan digelar pada 8 September 2013.

Menurut Ketua KPU) Garut, Aja Rowikarim mengatakan, pasangan calon yang berdampingan dengan Deddy Dores dan Charly sudah mendaftarkan diri dan menyerahkan berkas dukungan masyarakat berupa foto copy kartu tanda penduduk (KTP) ke KPU.

Deddy Dores mendampingi Dedi Suryadi calon Bupati Garut dari jalur perseorangan yang menyerahkan berkas dukungan sebanyak 120 ribu lembar KTP.  Sedangkan Charly mendampingi Muhtarom calon Bupati Garut dari jalur perseorangan, yang sudah menyerahkan berkas dukungan ke KPU sebanyak 156.503 lembar KTP.

"Hingga hari ini (Kamis) sudah ada 11 pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Garut dari jalur perseorangan yang menyerahkan berkas kepada kami KPU," kata Aja jepada para wartawan, Kamis (9/5/13)

Aja menjelaskan, batas minimal dukungan untuk calon perseorangan adalah 89.783  atau sekitar 3 persen.
Berkas dukungan pasangan calon perseorangan akan diverifikasi terlebih dahulu untuk memeriksa kebenaran administrasi dengan mendatangi langsung masyarakat yang tercatat dalam dukungan itu.
"Batas penyerahan berkas dukungan sampai 10 Mei, selanjutnya kami lakukan verifikasi keabsahan data itu," katanya.

Pasangan calon perseorangan yang sudah mendaftar ke KPU Garut yakni pasangan Dedi-Deddy Dores, Yamin-Dadan, Dede Kusdinar-Endang Suryana, Nurdin-Irwan, Dikdik Darmika-Iwan Ridwan, Deden Suparman-Yana Sofyana, Yaya Sumarya-Apjat Nataatmadja, Uus Kudus-Abdul Rohman, Sirojulmunir-Iwan Suwarsa, Asep Badruzzaman-Tutang Wirachman dan pasangan Muhtarom-Charly. (R22/Ali )

Jabar Darurat Bencana Hingga Medio April

Rabu, 10 April 2013 | 13.01

(SJO, GARUT) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menetapkan siaga darurat bencana hingga 16 April 2013. Kebijakan itu dilakukan menyusul tingginya curah hujan di wilayah Jawa Barat.

"Potensi bencana yang mengepung daerahnya, yakni banjir, longsor, dan banjir bandang," kata  Kepala BPBD Jawa Barat, Udjwalaprana Sigit, di Pos Pengamatan Gunung Guntur, Garut, Selasa, 9 April 2013.

Menurut dia, daerah yang memiliki risiko bencana paling tinggi berada di wilayah Priangan Timur, yakni Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis. Potensi bencana yang ditimbulkan di antaranya, banjir bandang, longsor, gempa bumi, gunung meletus, dan tsunami.

Jika bencana terjadi, pihaknya telah menyiapkan berbagai upaya, di antaranya menyiapkan sarana dan prasarana tanggap darurat serta sumber daya manusia yang siap diterjunkan ke lapangan untuk membantu korban bencana.

Selain itu, BPBD terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di daerah rawan bencana. "Upaya itu kami lakukan untuk mencegah terjadinya korban jiwa," ujar Sigit.

Adapun logistik yang disiapkan adalah  beras sebanyak 500 ton dan dana on call sebesar Rp 100 miliar. "Kami harap jangan ada pengungsi yang sakit, apalagi sampai kelaparan di pengungsian," ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut, Zatzat Munazat, mengatakan  telah melakukan berbagai sosialisasi tanggap darurat kepada warga yang tinggal di daerah rawan bencana. "Kami harap masyarakat tidak panik, apalagi dengan kondisi seperti Gunung Guntur saat ini. Kami harap warga mengikuti arahan kami," ujarnya. (tpo)

Hanura Coret Aceng Fikri dari Daftar Caleg

Senin, 08 April 2013 | 23.58

(SJO, GARUT) – Bekas Bupati Garut Aceng Fikri dicoret dari daftar bakal calon legislatif Partai Hanura. Pencoretan dilakukan Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, atas dasar aspirasi dan masukan dari masyarakat.

Menurut Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Hanura, Yuddy Chrisnandi, Hanura menghindari mendaftarkan bacaleg yang kontroversial bahkan cenderung dinilai kontraproduktif oleh masyarakat. Sehingga mereka tak segan didrop dari daftar DCS.

“Desakan publik yang begitu luas memberikan respons tidak positif terhadap pencalonan Aceng, Hanura tidak ingin mencalonkan orang yang kontroversial," kata Yuddy.

Menurut Yuddy, Hanura menerima Aceng masuk partai untuk dibina sebagai kader, namun belum dapat dimajukan menjadi caleg dalam Daftar Calon Legislatif Sementara (DCS) periode ini.

Yuddy menambahkan, Hanura membuka tahapan pendaftaran bacaleg untuk anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, Kabupaten atau Kota, terhitung 9 sampai 22 April 2013, sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum No 6 Tahun 2013. DCS alan diserahkan ke KPU sebelum 22 April 2014,  terdiri 560 nama bakal calon, termasuk 30 persen keterwakilan perempuan. (R01)

Aceng Salam Pacantel Bareng Seniman Bandung

Selasa, 26 Februari 2013 | 10.43


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Usai menerima surat pemberhentian dirinya sebagai Bupati Garut, HM Fikri atau Aceng yang sudah tidak angkuh lagi, berjalan meninggalkan Gedung Sate, Jalan Diponegoro N0.78, Bandung, Senin (25/2/2013) Siang.

Aceng mantan Bupati Garut ini terpaksa harus lengser akibat tersandung kasus nikah sirinya dengan gadis yang dinikahinya kemudian diceraikan 4 hari kemudian. Permasalahan ini sempat membuat heboh jagad dunia maya.

Dengan memperlihatkan senyum tanpa malu-malu, Aceng berjalan kaki kearah luar pintu pagar untuk menghampiri para seniman yaitu Komunitas Pacantel, yang tediri dari beberapa orang seniman, yang sudah berkumpul di halaman depan Gedung Sate.

Kordinator Komunitas Pacantel Man Jasad menyambut Aceng Fikri dalam aksi yang menarik perhatian wartawan ini.

"Kami memberikan apresiasi kepada Aceng fikri yang secara legowo menerima pemberhentian dari presiden. Kami ingin Garut, Jabar dan Indonesia damai," tuturnya.

Man Jasad mewakili rekan seniman lainnya kemudian menghadiahi Aceng dengan lukisan karikatur yang dibingkai kaca berukuran sekitar 40 x60 cm.

Karikatur itu bergambar Aceng sedang duduk dikursi kayu sambil menggendong Domba Garut. Bertuliskan Damailah Garut.

Dia menambahkan setelah berhenti menjadi bupati, maka Aceng akan kembali ke keluarga besar dan akan melakukan banyak pekerjaan.(Sayah Andi)

Aceng Terima Pemberhentian Sebagai Bupati Garut

Senin, 25 Februari 2013 | 14.37


(SEPUTAR JABAR COM, BANDUNG) – Bupati Garut non aktif H.M Aceng Fikri memenuhi panggilan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, di Gedung Sate, Jalan Dipenogoro nomor 78, Bandung, Senin (25/2/2013) siang.

Kedatangan Aceng untuk menerima surat pemberhentian dirinya, berdasarkan Keputusan Presiden yang telah diteken oleh Soesila Bambang Yudhoyono. Surat tersebut langsung diserahkan oleh Gubernur Jabar kepada Aceng Fikri.

Pemberhentian Aceng Fikri sebagai Bupati Garut terkait kasus pernikahan siri dengan Fany Octora. Kasus tersebut sempat heboh dan menjadi topik pemberitaan di berbagai media, karena Aceng kemudian menceraikan istri sirinya empat hari setelah menikah, melalui pesan singkat alias SMS.  Perbuatan tersebut dianggap melanggar Undang-undang Perkawinan Nomo 1 Tahun 1974.

Surat Keputusan Presiden tentang Pemberhentian Aceng Fikri sebagai Bupati Garut bernomor: 17/P/20/II/2013. Aceng menyatakan ikhlas menerima putusan tersebut. “Saya menerima keputusan Bapak Presiden. Saya akan kembali ke masyarakat untuk mengabdi membangun Garut,” katanya.

Selain menyerahkan surat pemberhentian Aceng, Gubernur Jabar juga meminta DPRD Garut segera menggelar siding paripurna untuk melantik Wakil Bupati Garut Agus Hamdani, menggantikan posisi Aceng Fikri. (don)

Pemberhentian Bupati Garut Aceng Fikri Sudah Final

Kamis, 21 Februari 2013 | 17.46

(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) – Aceng Fikri tinggal menghitung hari lengser dari jabatan sebagai bupati Garut. Surat pemberhentiannya sudah diteken Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, dan diserahkan ke Kementrian Dalam Negeri.  Selanjutnya akan dikirim ke Gubernur Jawa Barat untuk ditindaklanjuti.

Menurut Mendagri Gamawan Fauzi, putusan Mahkamah Agung yang menjadi dasar DPRD untuk mengajukan permintaan pemakzulan Aceng kepada presiden bersifat final. Karena itu, tak perlu lagi ada dinamika politik seperti demonstrasi.

“ Tapi kalau mau gugat ke PTUN silakan aja," kata Gamawan kepada wartawan  di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Kamis (21/2/2013).

Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha membenarkan surat pemberhentian  sudah diteken SBY, yakni Keputusan Presiden Nomor 17/P Tahun 2013 tentang Pengesahan Pemberhentian Bupati Garut Aceng Fikri.

Sementara itu, sampai Kamis (21/2/2013) Gubernur Jawa Barat mengatakan belum menerima surat pemberhentian Aceng Fikri tersebut. Namun,  Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri sudah memangudang  Sekda Provinsi Jawa Barat untuk menmgambil Keppres tersebut.

“Kalau sudah ada suratnya akan segera ditindaklanjuti sesuai prosedur,” kata Ahmad Heryawan, di sela acara pencanangan pembangunan Bandung International Convention Center, Kamis siang. (don)

Rani DIcky Chandra Dampingi Aher Senam di Garut

Minggu, 17 Februari 2013 | 11.56

(SEPUTAR JABAR COM, GARUT) - Rani Permata, istri artis Diky Chandra --mantan Wakil Bupati Garut, berada di tengah sekitar 2.000 warga yang melakukan senam sehat bersama Calon Gubernur (Cagub) Jawa Barat Ahmad Heryawan di Lapangan Kerkhoff, Kabupaten Garut, pada Minggu (17/2).

Ahmad Heryawan atau Aher tiba di Kerkhoff, lapangan olahraga Garut, sekitar pukul 07:00 WIB. Sebelum bergabung dengan warga di tengah lapangan sepakbola, Aher ditemani Rani Permata menyapa masyarakat yang tinggal dan berdagang di sekitar Kerkhoff.

Selain berdialog ringan, Cagub petahana tersebut dikerubuti warga --khususnya kaum remaja putri dan ibu-ibu-- yang hendak berfoto bareng. Aher yang dikenal sangat baik oleh warga Garut sebagai Gubernur Jabar melayani satu per satu sesi foto.

Berada di tengah peserta senam sehat, Cagub Aher bersama Rani Diky Chandra sigap bergerak senam Gangnam Style yang musik pengiringnya diganti dengan lagu dukungan kepada pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar..

Usai bersenam, Aher menyampaikan, sebagian besar urang Garut adalah sosok yang tangguh dalam berwirausaha, khususnya yang merantau. Kalangan pengusaha kreatiflah yang berperan besar membangun ekonomi Kota Dodol.

"Di daerah lain tidak ada sebutan 'asli Ciamis' atau 'asli Indramayu', namun kita hanya mengenal istilah 'asli Garut'. Mereka ini adalah orang-orang tangguh," papar Aher.

Usai menggelar senam bersama warga Garut, Heryawan menuju Kabupaten Tasikmalaya untuk mengikuti kampanye rapat umum. (rls)

Khawatir Jemput Paksa Bupati Garut HM Aceng Fikri Akhirnya Penuhi Panggilan Penyidik Polda Jabar

Selasa, 11 Desember 2012 | 00.32


(SJO, BANDUNG ) Bupati Garut HM Aceng Fikri akhirnya penuhi panggilan Penyidik Polisi Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar). Aceng mengenakan kemeja putih dan peci datang bersama pengawal dan pengacaranya.

Aceng yang diduga melakukan pemerasan dan penipuan mendapatkan 26 pertanyaan dari penyidik.

Pemeriksaan yang dijalani sampai sembilan jam sempat mengkonfrontir Aceng dengan Pelapor Asep Kurnia Jaya.

“Saya sudah datang semua sudah saya beberkan, kalian tinggal tanya saja” ujar Aceng kepada wartawan di Mapolda Jabar jalan Soekarno Hatta, Senin (10/12) sore.

Dalam hal ini Aceng masih berstatus sebagai saksi, Polisi juga masih terus akan mendalami kasus ini termasuk memanggil beberapa orang sebagai saksi.

Menurut sumber  yang tidak mau disebutkan namanya, sekembali dari Rumah Sakit Aceng langsung berangkat ke Polda Jabar, ada kekhawatiran dari pihak Aceng polisi akan lakukan jemput paksa.(Don)

Diberdayakan oleh Blogger.