Gubernur Ahmad Heryawan Mudik Hari Kedua Lebaran

Kamis, 08 Agustus 2013 | 08.05

(SJO, BANDUNG) – Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan keluarga, merencanakan mudik di hari kedua lebaran. Menurut Ahmad Heryawan, dirinya dan keluarga akan solah Idul Fitri di Gasibu, lalu hari kedua akan mudik ke Sukabumi dan hari ketiganya ke Bekasi. Hal itu diungkapka Ahmad Heryawan saat buka bersama awak media Sabtu (3/8/13) malam.

“Hari pertama biasa, Saya solat Idul Fitri di Gasibu, lalu bersilturahmi dengan jajaran Pemprov Jabar dan tokoh masyarakat, kemudian hari keduanya pulang kampung ke Sukabumi, dan hari ketiganya ke Bekasi, kampungnya Ibu” ujar Heryawan.

Ketika ditanya tentang persiapan mudik dan kebiasaan di kampung halaman saat lebaran, Ahmad Heryawan menjawab biasa-biasa saja.

“Gak ada yang istimewa biasa-biasa saja sama seperti yang lain. Kumpul-kumpul, makan, ngobrol bagi-bagi uang lima ribuan..kaya gitu aja” katanya.

Termasuk juga soal makanan, Ahmad Heryawan mengaku tidak memiliki makanan favorit apapun saat lebaran. Menurutnya, makanan seadanya saja yang disediakan keluarga. (r22)

Gubernur Resmikan Kolam Renang Prestasi

Selasa, 09 Juli 2013 | 19.56

(SJO, BANDUNG) - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan meresmikan penggunaan Kolam Prestasi milik KONI Jabar di kawasan GOR Pajajaran Bandung, Sabtu (6/7).Kolam Prestasi tersebut dibangun guna memacu prestasi para atlet dalam menghadapi PON XIX/2016 di Jabar.

Gubernur mengungkapkan Sarana dan prasarana latihan para atlet memang jadi kewajiban pemerintah daerah untuk menyediakannya. "Kalau di PON 18 tahun 2012 di  Riau lalu kita bisa meraih 22 emas dari cabang renang sekaligus memecahkan rekor perolehan medali emas PON, berarti dengan keberadaan kolam renang ini diharapkan jumlah emasnya bisa meningkat drastis. Kalau perlu, sapu bersih," tandasnya.

Heryawan mengungkapkan, keberadaan kolam ini jelas harus lebih memacu prestasi atlet disamping untuk memperkuat kedudukan Jawa Barat sebagai gudang atlet berprestasi, sumbangsih Jawa Barat terhadap cabang renang nasional atau di kejuaraan internasional  diharapkan dapat ditingkatkan.

"Mudah-mudahan sebelum 2016 Pemprov bisa membangun kolam renang sebagai tempat latihan sekaligus venue   untuk PON 2016 mendatang," tegasnya.

"Insya Allah jika renang bisa meningkatkan prestasi, yang diikuti dengan prestasi cabang olahraga lainnya, kita akan menjadi juara umum di PON 2016. Tak boleh lagi ada cabor yang tak peroleh emas. Tak bisa lagi cabor main-main dengan target ini. Ayo rebut semua medali, atau sebanyak-banyaknya. 2016 adalah harga diri kita, tak ada target lain selain juara umum," tegas Heryawan  yang disambut tepuk riuh hadirin.

Sementara Wakil Ketua Umum III KONI Jabar, Ahmad Syaefudin, dalam laporannya  mengungkapkan, keberadaan kolam ini akan semakin mengukuhkan KONI Jabar sebagai lumbung utama atlet renang nasional.

"Ini berangkat dari hasil PON di Riau lalu, ketika atlet-atlet renang kita mampu mendulang 22 emas dari 32 emas yang tersedia," katanya.

Ia menjelaskan, pembangunan Kolam Prestasi ini memakan waktu 10 bulan kurang 6 hari, dengan menelan biaya Rp 8.000.150.000. Jumlah biaya ini diperkirakan hanya 60% dari harga standar pembangunan bertaraf internasional.

Ukuran kolam renang ini adalah dengan panjang 50,03 meter dan lebar 19 meter. Kedalamannya antara 1,6 m sampai 3 meter. Spesifikasi air adalah 7,6 tpm, dg kadar clorin 1,6 ppm.

Sebelum menutup sambutannya,  Gubernur Heryawan, meminta KONI untuk melakukan evaluasi serta langkah-langkah kongkrit dalam menjaga atlet-atlet berprestasi Jabar  dari upaya"pembajakan" pihak lain.(Mmt)

Gubernur Ahmad Heryawan Terima Penghargaan "Si Kompak Award 2013"

Rabu, 19 Juni 2013 | 23.12

(SJO, JAKARTA) - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan kembali menerima penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri, yakni "Si Kompak Award 2013". Penghargaan diserahkan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan Tahun Anggaran 2013 di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (18/6) pagi.

Piagam penghargaan tersebut bernomor: 411.31/314/SJ, yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri per tanggal 14 Juni 2013. Kementerian Dalam Negeri menilai Provinsi Jawa Barat layak mendapat apresiasi itu karena berhasil dari sisi aspek kemitraan dan kerja sama. Tidak tanggung-tanggung, Gubernur Jawa Barat berhasil menyabet peringkat nasional untuk dua kategori sekaligus, yakni sebagai pembina terbaik nasional PNPM Mandiri Perdesaan kategori badan kerja sama antardesa (BKAD) aspek kemitraan dan kerja sama serta kategori perencanaan pembangunan desa (PPD) aspek partisipasi masyarakat.

Penghargaan tersebut merupakan ke-108 yang diterima Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sejak tahun 2008, hingga memasuki masa jabatan periode keduanya 2013-2018. Menurutnya, apresiasi pemerintah pusat itu merupakan bentuk pengakuan terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat beserta seluruh elemen. (r21/rls)

Aceng Terima Pemberhentian Sebagai Bupati Garut

Senin, 25 Februari 2013 | 14.37


(SEPUTAR JABAR COM, BANDUNG) – Bupati Garut non aktif H.M Aceng Fikri memenuhi panggilan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, di Gedung Sate, Jalan Dipenogoro nomor 78, Bandung, Senin (25/2/2013) siang.

Kedatangan Aceng untuk menerima surat pemberhentian dirinya, berdasarkan Keputusan Presiden yang telah diteken oleh Soesila Bambang Yudhoyono. Surat tersebut langsung diserahkan oleh Gubernur Jabar kepada Aceng Fikri.

Pemberhentian Aceng Fikri sebagai Bupati Garut terkait kasus pernikahan siri dengan Fany Octora. Kasus tersebut sempat heboh dan menjadi topik pemberitaan di berbagai media, karena Aceng kemudian menceraikan istri sirinya empat hari setelah menikah, melalui pesan singkat alias SMS.  Perbuatan tersebut dianggap melanggar Undang-undang Perkawinan Nomo 1 Tahun 1974.

Surat Keputusan Presiden tentang Pemberhentian Aceng Fikri sebagai Bupati Garut bernomor: 17/P/20/II/2013. Aceng menyatakan ikhlas menerima putusan tersebut. “Saya menerima keputusan Bapak Presiden. Saya akan kembali ke masyarakat untuk mengabdi membangun Garut,” katanya.

Selain menyerahkan surat pemberhentian Aceng, Gubernur Jabar juga meminta DPRD Garut segera menggelar siding paripurna untuk melantik Wakil Bupati Garut Agus Hamdani, menggantikan posisi Aceng Fikri. (don)

Gubernur Jabar Resmikan Pembangunan BICC

Kamis, 21 Februari 2013 | 15.33

(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meresmikan dimulainya pembangunan Bandung International Convention Centre (BICC).  Bangunan yang terletak di samping Lapangan Gasibu ini diproyeksikan akan menjadi legenda, seperti Gedung Sate dan Savoy Homann.

“Dengan ini saya resmikan dimulainya pembangunan BICC,” ucap Heryawan dalam akhir sambutan Ground Breaking (peletakan batu pertama) pembangunan BICC, di Bandung, Kamis (21/2/2013).

Gedung yang direncanakan akan selesai dibangun dalam 18 bulan ini diyakini akan menjadi bangunan yang melegenda, seperti halnya Gedung  Sate dan Savoy Homann. “Dua bangunan itu melegenda karena dua hal, pertama bangunannya kokoh, dan kedua arsitekturnya indah,” jelas Heryawan.

Dengan berprinsip pada dua hal itu, pembangunan BICC yang juga menyatu dengan hotel, yang nantinya diberi nama Pullman Hotel, ini akan melengkapi bangunan fenomenal Bandung lainnya. “Itu sejak awal saya syaratkan agar bangunan ini memenuhi dua unsur tadi, kokoh dan indah,” tandas gubernur yang akrab disapa Aher ini.

Pembangunan gedung pusat konvensi ini sebenarnya sudah dilaksanakan sejak 1997. Namun tidak dilanjutkan karena terjadi krisis ekonomi dan pergantian pemimpin nasional.

Gedung yang akan berdiri diatas tanah seluas 10 ribu meter persegi ini akan menelan biaya Rp 945 miliar. Dengan 14 lantai dan 2 lantai basement, total luas bangunannya menjadi 81.382 meter persegi.

BICC akan memiliki ruang pertemuan seluas 2.300 meter persegi.  “Berkapasitas 5.000 orang,” jelas Teguh Satria, Direktur Utama PT Tritunggal Lestari Makmur (TLM), selaku pengembang BICC dalam sambutannya.

Selain itu di bangun hotel dengan kapasitas 330 kamar bintang lima, dua unit amphitheater, ruang-ruang rapat, restoran, dan parkir dua lantai. “Selain itu kita akan bangun terowongan yang menghubungkan are parkir basement dengan area parkir Gedung sate,” jelas Teguh.

Kerjasam antara PT TLM dengan pemerintah provinsi Jabar dengan pola Build Operate Transfer (BOT). “Ini maknanya tanah milik pemprov, kita yang bangun dan operasikan, setelah 30 tahun bangunan akan kita serahkan ke pemprov, menjadi milik pemprov Jabar,” jelas Teguh.

“Jadi pemprov tidak keluar sepeser pun untuk pembangunan, hanya menyediakan lahan. Selain setelah 30 tahun dapat gedung, pemprov pun akan mendapat uang kompensasi yang dibayarkan tiap tahun, total kompensasi selama 30 tahun sekira Rp 61 miliar,” timpal Heryawan.

Selain diyakini akan menjadi gedung legenda BICC diarapkan mampu mendongkrak perekonomian Jabar. Selain akan memudahkan para UKM dan kalangan industri untuk mempromosikan produknya, BICC juga mampu menyerap tenaga kerja yang besar. “Mudah-mudah bisa membantu mengurangi angka pengangguran, yah kalau jumlahnya bisa ribuan tenaga kerja yang bisa diserap,” jelas Heryawan. (don)

Gubernur Jabar Kukuhkan Satgas DAS Citarum

Rabu, 06 Februari 2013 | 21.16


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan mengajak seluruh komponen untuk bersama-sama perbaiki kualitas Sungai Citarum, disela Pengukuhan Satuan Tugas Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum Periode 2013-2018, Serta Pencanangan Program Citarum Bersih 2018, di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro No.22, Bandung, Rabu (6/2) Pagi.

“Jabar memiliki 16 DAS utama, dari Empat aliran sungai saat ini citarum yang paling menderita dan memprihatinkan,  Citarum milik kita bersama mari kita bekerja sama untuk mentuntaskan semuanya” ujar Heryawan dihadapan Satgas yang baru dikukuhkan.

Permasalahan citarum terletak mulai dari hulu ke hilir, beberapa faktor menjadi penyebab buruknya kualitas air, sedimentasi dan rusaknya ekologi sungai diakibatkan rendahnya kesadaran masyarakat.

“Permasalahan di hulu ketika peternak membuang kotoran ternak ke sungai ini menjadi masalah, harus ada langkah sadar bagaimana agar kotoran ternak dimanfaatkan menjadi biogas dan peternak tidak lagi membuang kotoran ternaknya ke sungai  caranya berikan alat instalasi sehingga kotoran itu bermanfaat menjadi bahan bakar, ataupun tenaga listrik” imbuhnya.

Ketika permasalahan sampai ke hilir dimana limbah pabrik yang tidak di olah terlebih dahulu. tetapi dibuang langsung ke sungai, sehingga memperburuk kondisi sungai.

Kedepannya Pemerintah Provinsi Jabar akan melibatkan para stakeholder untuk mengambil keputusan bersama-sama untuk memperbaiki kualitas sungai citarum.

“Saya akan meminta kepada para stakeholder untuk membuat komitmen bersama-sama menangulangi apa yang terjadi saat ini di sungai citarum, kita minta semua bertanggung jawab, sehingga kedepannya akan lebih serius lagi” tegasnya.

Sungai citarum mengairi areal sawah seluas 30.000 Hektare, pembangkit listrik yang mampu menghasilkan 1400 Mega Watt (MW) memasok penerangan untuk separuh Jawa dan Bali, juga mengaliri air baku untuk DKI Jakarta, dan sebagai pengendali banjir bagi Kabupaten Karawang dan Bekasi.

Satgas DAS Citarum ini diketuai H Eka Santosa, dan para tokoh peduli lingkungan lainnya yaitu Acil Bimbo.(Don)

Aher Kemudikan Truk Pengangkut Raskin

Selasa, 05 Februari 2013 | 00.27

(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengemudikan Truk pengangkut Raskin 2013, usai Launching di Gedung Sate, Jalan Diponegoro No.22, Bandung, Senin (4/1)Siang.

Sebelumnya Aher melepas secara simbolis dengan menggunting pita dan memecahkan kendi ke truk pengangkut raskin.

Sebanyak 26 Kabupaten/Kota akan menerima distribusi Raskin untuk Rumah Tangga Sasaran di tiap-tiap daerah.

Pada tahun 2013 ini Jabar mengalami penurunan sebesar 16 persen untuk permintaan Raskin.(Don)




Gubernur Jabar Berikan Penghargaan Raskin Kepada Daerah


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berikan Raskin Award Pelaksanaan Program Raskin 2012, kepada perwakilan dari tiap daerah, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro No.22, Bandung, Senin (4/2) Siang.

Pemberian award tersebut atas prestasi masing-masing daerah dalam inovasi pengelolaan raskin, seperti Kota Bandung dan Kabupaten Ciamis.

“Kota Bandung dari harga Rp.1.600/Kg, masyarakat hanya harus membayar Rp.1.000 saja, 600 rupiah ditanggung pemerintah” ujarnya.

Sedangkan Ciamis, “Bupatinya mengumpulkan orang-orang terkaya untuk membayarkan raskin, sehingga Raskin dapat dibagikan secara gratis kepada masyarakat Rumah Tangga Sasaran (RTS)”.

Selain itu Heryawan mengucapkan rasa syukurnya karena jumlah penerima Raskin di Jawa Barat relatif menurun sekitar 16 persen untuk 2013 ini.

“Turun 16 persen, itu tandanya ekonomi masyarakat semakin membaik” jelasnya kepada wartawan.
Selain itu secara simbolis Gubernur melepas keberangkatan 6 Truk pengangkut Raskin yang akan di distribusikan ke daerah-daerah.

Sebanyak 26 Kabupaten/Kota akan menerima distribusi Raskin, lonjakan tertinggi RTS terjadi di Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi.

Adapun hadiah yang diberikan kepada perwakilan daerah yang dianggap berprestasi, adalah berupa 1 Unit komputer (Pc), monitor, dan printer.(Don)

Penerima Raskin di Jabar Turun 16 Persen

Senin, 04 Februari 2013 | 21.42


Aher membantu memanggul Beras Raskin dalam acara Launching Raskin 2013 di Gedung Sate, Jalan Diponegoro No.22, Bandung, Senin (4/2) Siang.(Don)

(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam Launching Raskin 2013, menyebutkan data penerima Raskin di Jabar turun, penurunan ini berarti  penduduk miskin semakin berkurang.

“Penurunan yang berarti bahwa penduduk miskinnya turun, jadi justru semakin turun semakin bagus. Rumah Tangga Sasaran (RTS) semakin berkurang berarti ekonomi semakin baik” ujar Gubernur kepada wartawan, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro No.22, Bandung, Senin (4/2) Siang.

Penerima Raskin di jabar sendiri mengalami penurunan sesuai verifikasi terhadap RTS penerima Raskin.

“Penurunan ini baik, turun sekitar 16 persen penerima raskin, tinggal di lapangan supaya tidak ada gejolak. Tentunya ada verifikasi diantara para penerima yang berhak sehingga tepat sasaran” ujarnya.

Penerima Raskin 2013 di jawa barat mengalami penurunan, pada tahun 2012 sebesar 3.114.036 RTS, sekarang menjadi 2.615.790 RTS.

Untuk tahun ini terjadi lonjakan RTS yang signifikan di Kabupaten Sukabumi  181.719 dan Kabupaten Cianjur 211.066.(Don/Sayah Andi)

Gubernur Jabar Launching Dana Wakaf

(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG)--Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan Launching dana wakaf. Penyerahan dana wakaf secara simbolis berlangsung dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW, di Masjid Gedung Pusat Dakwah Islam (Pusdai), Jalan Dipenogoro, Bandung, Senin (4/2) pagi.

Gubernur sempat memberikan tausyiah arti cinta pada diri manusia sesungguhnya dihadapan ribuan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar).

"Cinta sesungguhnya adalah cinta kepada Allah SWT, melebihi segalanya, maka didalam diri kita sesungguhnya telah tertanam sehingga menjadi keimanan" jelasnya.

Heryawan kemudian membuka secara resmi Launching Wakaf di ikuti seluruh Pejabat Pemprov Jabar dan PNS.

Penyerahan wakaf dilakukan secara simbolis berupa pemberian uang tunai sebesar Rp.10.000.000,- kepada Ketua Badan Wakaf Pemprov Jabar.

Pada acara yang sama, sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Jabar juga menyusul menyerahkan wakaf dengan jumlah bervariasi. 

Tampak hadfir dalam acar tersebut Kasdam III/Siliwangi Brigjend TNI Sudirman Kadir, Prof DR Tutty Alawiyyah pemimpin ponpes Assyafiah, dan ketua Badan Wakaf Prov Jawa Barat.(don)


Pemprov Jabar 2013 Alokasikan 1 Triliun di Jabar Selatan

Sabtu, 02 Februari 2013 | 13.42


Foto : Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melepas keberangkatan Touring Bandung - Pangandaran Bikers Disabilitas/Penyandang cacat dan Biker Brotherhood. Tampak Gubernur Jabar, Yanuar Ketua Bikers Disabilitas bersama rombongan, di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandar Dinata, Bandung, Sabtu (2/2) Pagi.(Don)



(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Pemerintah Provinsi Jawa Barat alokasikan 1 Triliun di 2013 ini khusus untuk Jabar Selatan,  yaitu untuk peningkatan jalan mulai dari Pangandaran sampai Pelabuhan Ratu.

“Tahun ini untuk pengembangan jabar selatan anggaran diturunkan sebesar 1 Triliun khusus untuk perbaikan infrastruktur jalan mulai dari Pangandaran sampai dengan Pelabuhan Ratu” jelas Gubernur Jabar Ahmad Heryawan usai melepas keberangkatan peserta Touring Disability Custom (Penyandang Cacat) dan Brotherhood, di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandar Dinata, Bandung, Sabtu (2/2) Pagi.

Selain itu pihaknya tingkatkan pembangunan Jabar Selatan untuk menunjang Jabar Selatan sebagai tujuan wisata andalan.

 “Pariwisata nanti akan dibidik dimulai ditata dengan baik, segalanya sudah baik, secara  automaticly /secara otomatis ini akan membuat investor bergairah, dengan infrastruktur jalan yang baik, investor akan masuk” ujarnya.

Bila kedepannya investor belum masuk, Pemprov akan mendahului guna meningkatkan gairah ekonomi di jabar selatan.

“ Apabila investor tidak masuk, pemerintah akan  menjadi pelopor mendahului, Insya allah kawasan selatan itu masih virgin sangat eksotik dan indah, tinggal pengelolaan tentunya semuanya bergantung pada infrastruktur”

Jabar selatan itu memiliki meindahan yang luar biasa sehingga pihaknya yakin akan menarik bagi investor untuk datang.

 “Pantai di jabar selatan memiliki hamparan pasir putih terbentang dan terpanjang di indonesia, jadi kita akan kembangkan dan sudah menjadi agenda nasional”.(Don)

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan Lepas Peserta Touring Penyandang Cacat


Foto : Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melepas keberangkatan Touring Bandung - Pangandaran Bikers Disabilitas/Penyandang cacat dan Biker Brotherhood. Tampak Gubernur Jabar, Yanuar Ketua Bikers Disabilitas, dan Musisi youtube Bona Paputungan. Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandar Dinata, Bandung, Sabtu (2/2) Pagi.(Don)


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melepas keberangkatan 100 an Bikers Disability Custom dan Brotherhood, rencananya para Bikers ini akan Touring berkendara Bandung- Pangandaran untuk melakukan Sosialisasi Surat Izin Mengemudi (SIM) D bagi penyandang cacat, di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandar Dinata, Bandung, Sabtu (2/12) Pagi.

“Saya berpesan kepada teman-teman semua agar selalu berhati-hati selama diperjalanan dan mematuhi peraturan lalu lintas” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperhatikan penyandang cacat sebagai bagian dari masyarakat yang sama-sama memiliki hak.

“Kita memperhatikan mereka masyarakat disabilitas, sesederhana apapun acaranya saya selalu menyempatkan diri untuk menghadiri, sehingga mereka akan merasa terwakili, selain itu juga dalam perda kita tuangkan”

Salah satu wujud atensi pemerintah terhadap kalangan disabilitas adalah dengan mencantumkan Perda tetntang fasilitas khusus untuk penyandang cacat.

“Ada Peraturan Daerah (Perda) Nomor  10 Tahun 2006 tentang keberpihakan kita terhadap disabilitas, sehingga dalam bangunan baru, sekolah baru, ruang publik baru, pasar baru, harus ada fasilitas yang dikhususkan untuk melayani disabilitas ini” jelas Aher kepada seputarjabar.com.

Dalam pengajuan IMB sudah dicantumkan mengenai salah satu syarat  adalah memperhatikan para penyandang cacat/disabilitas.

“Dalam Izin Membangun Bangunan (IMB) kia sudah dicantumkan sebagai salah satu syarat, seluruhnya sudah mulai dilakukan di tiap daerah, contoh di hotel-hotel, semoga saja nantinya bisa merata, sehingga penyandang cacat bisa mendapatkan pelayanan khusus yang menunjang”

Yanuar ketua Bikers Disability Custom berterima kasih atas perhatian Pemerintah khususnya terhada penyandang cacat.

“Kami berterima kasih atas perhatian pemerintah selama ini kepada penyandang cacat”.(Don)

Luthfie Hasan Isaaq Jadi Tersangka, Tidak Pengaruhi Kredibilitas Aher


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Calon Gubernur (Cagub) Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan, kasus Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) yang kini berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tidak berpengaruh hingga arena Pilgub Jabar 2013. Kasus hukum LHI sendiri sama sekali tidak berkaitan dengan Heryawan, selaku Cagub maupun Gubernur.

Cagub Heryawan menandaskan keyakinannya itu saat ditanya wartawan usai membuka Pasanggiri Seni Ibing Penca Silat yang digelar DPP Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) dan Disparbud Jabar di Bandung, pada Jumat (1/2).

"InsyaAllah tidak ada pengaruhnya.Silakah KPK menuntaskannya.Kasus di Jakarta itu tidak ada kaitannya dengan saya; tidak ada kaitannya dengan Jabar," tegas Heryawan.

Sejumlah pihak memprediksi kasus hukum LHI mempengaruhi posisi Cagub Heryawan yang diusung PKS.

Namun, Aher menampik kalkulasi ini karena dirinya sama sekali tidak ada kaitannya dengan kasus yang tengah diusut KPK.

Selain itu, kata Aher lagi, Pilgub Jabar 2013 adalah arena pertarungan sosok ketimbang partai. Sebagian besar warga menjatuhkan pilihannya bukan karena partai pengusungnya, melainkan berdasar kredibilitas dan integritas, serta kapabilitas sang calon pemimpin.

Kondisi ini pula yang terjadi pada Pilgub DKI Jakarta beberpa bulan lalu, yang dimenangi PDIP Joko Widodo alias Jokowi.

"Tidak akan mengurangi ektabilitas yang ada. Popularitas juga begitu. Semua normal-normal saja," tegas Aher.(Pris)

Dana Bantuan Desa Jangan di Politisasi


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG)  Adanya penolakan dari beberapa kelompok mengenai rencana pencairan Dana Bantuan Desa (DBD) yang sudah di anggarkan melalui Alokasi Anggaran Pembangunan Belanja Daerah (APBD), membuat heran Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Sangat mengherankan bila politisi maupun kelompok organisasi tertentu mendesak Pemprov menunda pencairan bantuan untuk masyarakat desa.

Hal itu diutarakan Aher panggilan akrab Gubernur, menanggapi pertanyaan wartawan usai menyampaikan pembekalan kewirausahaan kepada sekitar 800 mahasiswa Politeknik LP3I Bandung di Kota Bandung, pada Jumat (1/2). Acara ini dihadiri para dosen dan Direktur Politeknik LP3I Bandung.

DBD 2013 senilai Rp 100 ribu/desa. Dana ini dikelola pemerintah desa secara mandiri untuk peruntukan sesuai kebutuhan warga desa masing-masing. Jumlah desa di Jabar: 5.304.

"Kita harus menghormati aspirasi desa-desa. Tanya (warga) desa, apa mereka ingin dilambatkan atau disegerakan (pencairan DBD). Kok, ada yang menuntut dicairkan April atau bahkan lebih lama," ujar Aher.

Aher mengatakan, pencairan DBD pada dasarnya tidak dipatok pada waktu tertentu. Namun, program ini berdasar tahun anggaran, mulai Januari hingga Februari. Namun, dalam tata kelola pemerintahan, semakin cepat pelaksanaan program hasilnya pun lebih cepat dinikmati masyarakat.

Diungkapkan, proses administrasi dari pemerintah desa  untuk pencairan DBD kini tengah bergulir. Bagi desa yang sudah memenuhi prosedur administrasi, maka bantuan Rp 100 juta langsung dicairkan. Sementara yang belum atau terlambat memenuhi persyaratan administrasi, maka pencairan menjadi tertunda atau molor.
"Januari belum ada yg dicairkan karena prosesnya belum rampung. Mungkin pada Februari, ada sebagian kecil. Pada Maret lebih banyak. Jadi (bagi yang berpikiran negatif dana untuk kepentingan Pilgub) tidak usah terlalu khawatir," tutur Aher, menyinggung sejumlah pihak yang mempolitisasi program resmi ini.(Sayah Andi)

Gubernur Resmikan Tiga Ruas Jalan di Jabar Selatan

Kamis, 31 Januari 2013 | 22.02

(SEPUTARJABAR.COM, KAB.BANDUNG) Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meresmikan penggunaan tiga ruas jalan di wilayah Jabar Selatan. Total dana yang dihabisakan untuk pembangunan tiga jalan itu senilai Rp 232 miliar.

Tiga ruas jalan itu adalah Pangalengan-BTS Bandung/Garut (Cukul)-Talegong; ruas kedua paket peningkatan jalan Cikajang-Pameungpeuk, dan ruas ketiga paket peningkatan jalan dan penggantian jembatan pada ruas Talegong-Cisewu-Rancabuaya.

"Mudah-mudahan pergerakan orang dan barang jadi lebih lancar, sehingga ekonomi lebih terpacu, dan masyarakat lebih makmur," jelas Heryawan dalam sambutan acara peresmian jalan di depan kantor Desa Pangalengab, Kabupaten Bandung, Kamis (31/1).

Pengerjaan jalan Pangalengan-Talegong sepanjang 21,7 kilometer, termasuk pembuatan jalan baru sepanjang 3,9 kilometer. Total biaya untuk ruas ini sebesar Rp 89,5 miliar.

Untuk peningkatan ruas jalan Cikajang-Pameungpeuk yang ditangani sepanjang 24,9 kilometer dari keseluruhan panjang 59,5 kilometer. Biaya yang dihabiskan sebesar Rp 52, 9 miliar.

Sedangkan untuk jalan Talegong-Rancabuaya peningkatan jalan sepanjang 36,4 kilometer, termasuk juga penggantian jembatan. Ruas ini menelan biaya Rp 89,7 miliar.

Ketiga jalan itu merupakan jalur strategis poros tengah Jawa Barat bagian Selatan. "Jalur wisata di kawasan selatan akan lebih mudah terjangkau, juga bisa mendorong menghidupkan dunia usaha, yang akan membuka lapangan kerja," jelas gubernur yang akrab disapa Aher ini.

Tahap berikutnya setelah peresmian, menurut Aher, adalah pembangunan marka dan penerangan jalan. Dua hal ini sudah diprogramkan pada tahun ini.

Aher berharap agar jalan baru ini bisa dijaga bersama oleh masyarakat. "Pengguna harus sadar, warga bantu ingatkan, dan petugas harus tegas, kalau ada muatan kendaraan yang melebihi tonase yang diperbolehkan. Biar jalannya awet," jelasnya.

Untuk pembangunan jalan provinsi sendiri saat ini sesuai data kerusakan dialokasikan 40 persen anggaran ke selatan, tengah dan utara masing-masing 30 persen. "Kita bagi rata, tapi tetap sesuai kebutuhan alokasinya, utara juga jalan provinsi sudah bagus," ujarnya.

Saat ini kemantapan jalan provinsi sudah mencapai 97,5 persen. Tahun ini Aher menargetkan sudah mantap 100 persen. "Sehingga nanti anggaran yang ada bisa dialokasikan membantu jalan kabupaten atau kota yang rusak," jelasnya. (red01)

Jabar Paling Siap Jadi Percontohan Pemberantasan Korupsi

(SEPUTARJABAR.COM, SUBANG)  Soal sistem pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi, Pemprov Jawa Barat berada di barisan terdepan. Jabar bahkan bertekad menjadi provinsi paling siap menjadi proyek percontohan bagi pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menandaskan hal itu saat ditanya wartawan usai bersilaturahim dengan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Subang, Jabar, pada Rabu (30/1).

"Selama ini, saya sangat semangat membawa Jabar sebagai provinsi paling siap menjadi proyek percontohan oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan lembaga resmi lain," tegas Aher, sapaan akrab Heryawan.

Aher menambahkan, setelah mendalami upaya Pemprov mencegah tindak pidana korupsi di berbagai lini, KPK lalu menjadikan Jabar sebagai provinsi percontohan. "Saya sangat siap untuk hal ini," tandas Aher lagi.

Ditambahkan, soal penindakan tindak korupsi tentu menjadi domain KPK, Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan. Sementara pemerintah daerah, kata Gubernur Heryawan, berkewajiban melakukan berbagai upaya untuk mencegah tindak pidana yang menyengsarakan rakyat ini.

Khusus di Jabar, ungkap Aher, pihaknya melakukan empat hal. Pertama, senantiasa berusaha meningkatkan moralitas aparatnya. Kedua, menciptakan sistem pemerintahan yang menutup peluang terjadinya penyimpangan --khususnya korupsi.

Ketiga, jelas Aher, Pemprov terus berusaha meningkatkan kesejahteraan pegawainya. "Keempat adalah bila ditemukan aparat yang masih melakukan korupsi, maka yang bersangkutan diserahkan kepada mekanisme hukum. Tidak akan ada perlindungan dari Gubernur," tegas Heryawan.

Menjawab wartawan soal sistem yang telah dibangun buat mencegah korupsi, Aher menjelaskan penerapan tender proyek pembangunan secara online atau elektronik sebagai salah satu contoh. Sistem ini telah berjalan sejak 2009, sebelum genap setahun Heryawan menjabat Gubernur.

"Jawa Barat adalah satu-satunya provinsi yang menerapkan tender proyek secara penuh, mulai yg terkecil sampai terbesar, sejak 2009. Dan, karena hasilnya positif, Jabar mendapat penghargaan tender elektronik empat tahun berturut-turut tanpa lawan," papar Aher.

Memang, kata Heryawan lagi, walaupun berbagai usaha pencegahan dilakukan, masih tetap saja adA penyimpangan. Namun, terbukti bahwa tindak korupsi dimaksud dapat ditekan.

"Semoga ke depan kita semakin baik. Saya berharap masyarakat mendukung upaya kita melawan korupsi," tutur Aher. (red01)

Gubernur Pastikan Gratis Sekolah Tingkat SLTA Mulai Juli 2013

Rabu, 30 Januari 2013 | 17.51

(SEPUTARJABAR.COM, SUBANG)  Para orang tua yang memiliki anak yang akan atau tengah duduk di bangku Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) --SMA/SMK/MA-- di Jawa Barat patut bergembira. Betapa tidak, mulai Juli 2013 atau awal tahun ajaran 2013/2014, siswa SLTA dibebaskan dari biaya.

Bantuan serupa untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) lebih awal digelar. Sejak dilaksanakan mulai 2009 hingga sekarang, pembebasan biaya pendidikan buat murid SD dan pelajar SLTP telah mencakup seluruh anak didik di sekolah negeri maupun swasta.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengungkapkan, program kerja pendidikan itu di acara peresmian pemanfaatan Ruang Kelas Baru (RKB) di Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah, Desa Sagalaherang, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, Jabar, pada Rabu (30/1).

"Siswa SLTA mulai Juli 2013 bebas biaya. Ini bukan pernyataan sosialisasi, apalagi kampanye. Ini program Pemprov yang siap dijalankan. Jadi, bantuan pendidikan buat siswa ini sama sekali bukan janji buta," tandas Aher, sapaan Ahmad Heryawan.

Diutarakan, mulai Juli mendatang, Pemprov bersama Pemerintah Pusat akan menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Khsususnya SLTA, seorang siswa akan mendapat bantuan pendidikan sebesar Rp 1,2 juta/tahun.

Aher menambahkan, pembebasan biaya buat siswa SLTA pada tahun pertama pelaksanaan memang belum mencakup 100 persen. Namun, Gubernur Heryawan menjamin program dimaksud segera dinikmati sebagian besar siswa SLTA.

Gubernur penerima penghargaan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ini menjelaskan, program pembebasan biaya sekolah untuk siswa SLTA bagian dari progam Pendidikan Menengah Universal (PMU). Melalui program PMU, putra-putri Jabar beberapa tahun mendatang seluruhnya mengenyam pendidikan minimal SLTA.

"Melalui program pendidikan basic minimal ini, kualitas generasi muda Jabar di tahun-tahun mendatang semakin unggul," tegas Aher lagi. (red02)

Pengemudi Ojeg Sumringah, Gubernur Jabar Naik Ojeg

Selasa, 29 Januari 2013 | 17.19


Foto Istimewa : Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan Mengendarai Ojeg menuju Kantor PBNU di Jalan Salemba, Jakarta Pusat, Senin (28/1).


(SEPUTARJABAR.COM, JAKARTA) Hindari kemacetan ibukota Jakarta Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, mengendarai ojek ketika melakukan kunjungan kerja di Jakarta, Senin (28/1).

Naik ojek dilakukan Aher panggilan akrab Gubernur Jabar ketika akan melakukan kunjungan ke kantor Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), Jalan Salemba, Jakarta Pusat. Seusai mengikuti Rapat Kerja (Raker) Penyerahan DP4 Pemilu 2014, dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Untuk menembus kemacetan dari Jakarta Convention Center (JCC) Aher memilih ojek sebagai solusi untuk mengejar waktu, karena rencananya selepas Raker Aher berencana bertemu dengan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj beserta pengurus inti.

Tanpa tawar menawar dengan naiki ojeg, Aher tersenyum dan tanpa rasa canggung langsung berangkat menembus kemacetan Jakarta.(Boy)

Pendidikan diantara Empat Pilar Program Pemprov Jabar

Sabtu, 26 Januari 2013 | 16.53


(SEPUTARJABAR, KAB.BOGOR) Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan fokuskan strategi membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul kedalam empat fokus garapan. Strategi SDM dimaksud khusus dimanifestasikan untuk kalangan generasi muda Jabar.

Hal itu dikemukakan ketika Heryawan menghadiri Maulid Agung Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Darussolihin, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jabar, Sabtu (26/1).

"Bicara bagaimana masa depan Jabar berarti kita membahas bagaimana generasi muda sekarang. Bila program buat kaum muda tepat, maka kita akan memiliki SDM unggul yang akan mengawal Jabar nantinya," papar Gubernur Heryawan.

Pemprov menetapkan empat pilar bagi pembinaan generasi muda. Pertama, kaum muda Jabar wajib cerdas. Kondisi ini dibutuhkan untuk menjawab tantangan masa depan Jabar.

"Karena pilar pertama itu, Pemprov menempatkan pendidikan sebagai program prioritas pertama," kata Aher.

Kedua, generasi muda harus disiapkan kesehatannya sejak dini. Untuk ini, Pemprov membangun Puskesmas rawat inap minimum satu di setiap kecamatan. Selain itu, kegiatan Posyandu diintensifkan.

Ketiga, kata Gubernur Heryawan, generasi muda diarahkan agar menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Hal ini ditujukan agar kaum muda memiliki daya saing yang kuat.

Keempat, pembinaan keagamaan sejak dini agar generasi muda berakhlak baik, di samping menjunjung prinsip profesionalitas. "Jabar cemerlang ke depan hanya dapat kita raih bila generasi muda khususnya, bertaqwa kepada Allah SWT," tegas Aher.

Hadir pula di acara maulid Bupati Bogor Rachmat Yasin dan mubalighah Tuti Alawiyah, serta pengasuh Pesantren Darussolihin KH Muhammad Saleh.(Dabes)

Kang Aher Makan Siang di Rumah Makan Padang Pasar ITC

Jumat, 25 Januari 2013 | 20.21


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Seusai mengunjungi pedagang Pasar ITC Kebon Kalapa, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dikerubuti pengunjung Pasar ITC Kebon Kalapa, yang meminta dirinya untuk foto bersama, di ITC Kebon Kalapa, Jum’at (25/1) Siang.

Setelah diminta foto bersama pengunjung pasar, Kang Aher panggilan akrab Gubernur, melanjutkan makan siang bersama di Rumah Makan Padang masih disekitar Pasar ITC Kebon Kalapa.(Sayah Andi)

Diberdayakan oleh Blogger.