Fuad Bawazier Nilai Wiranto sebagai Capres Gurem

Kamis, 29 Agustus 2013 | 06.08

(SJO, JAKARTA) - Partai Hanura telah menetapkan Wiranto-Hary Tanoesoedibjo yang diusung sebagai calon presiden dan wakil presiden pada pemilu 2014. Penetapan tersebut masih mendapat tentangan dari internal Hanura.

Ketua DPP Partai Hanura Fuad Bawazier meragukan pasangan tersebut dapat dilirik oleh publik. Ia menjelaskan bahwa pencalonan presiden terbagi dalam tiga bagian.

"Ada papan atas, tengah dan gurem," kata Fuad di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (28/8/2013).

Lalu pasangan tersebut masuk dalam klasifikasi yang mana?

Fuad menjelaskan pasangan yang diusung Partai Hanura masuk dalam golongan gurem. "Yang gurem Wiranto, Rhoma Irama dan lain-lain, banyak," ujarnya.

Menurut Mantan Menteri Keuangan itu, papan atas calon presiden diisi oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto. Sementara papan tengah diisi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie.

"Yang pasar gurem pada tahu dirilah, jangan buang-buang energi," tuturnya.

Untuk itu, Fuad pernah menyarankan agar Wiranto membatalkan niatnya menjadi calon presiden. "Iya, jadi hanya kayak lelucon, buang-buang energi saja, mestinya tahu dirilah," ungkapnya.

Fuad malah menilai logis bila terdapat wacana duet Jusuf Kalla dengan Jokowi pada Pemilu 2014.

"Saya kira logis, siapa saja ingin, Jokowi kan lagi di atas, jadi ingin duet sama Jokowi," tutur Fuad.(r21)

Pendaftaran Calon Anggota KPU Jabar Dibuka 27 Juli

Rabu, 24 Juli 2013 | 22.19

(SJO, BANDUNG) - Tim seleksi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat membuka pendaftaran calon anggota KPU Jawa Barat periode 2013-2018 mengingat masa kerja  KPU Jabar  sudah berakhir sejak September 2013.

Ketua Tim Seleksi Calon Anggota KPU Jawa Barat Abdul Aziz menyebutkan pendaftaran dibukai mulai 27 Juli hingga 5 September 2013 di Kantor KPU Jabar Jalan Garut Bandung. Formulir pendaftaran dapat diunduh di website http://www.kpu.jabarprov.go.id atau email ke sekretariat@jabarprov.go.id.

Beberapa persyaratan untuk mendaftar di antaranya, bukan anggota partai politik, tidak terlibat kasus pidana, dan siap menjalankan tugas dengan jujur, profesional dan penuh integritas.

Ia menjelaskan, siapapun yang mendaftar akan mengikuti berbagai seleksi adminitrasi, tertulis, kesehatan, psikologi dan wawancara.
Selanjutnya, semua pendaftar akan disaring menjadi 20 orang calon.Nama-nama 20 orang pendaftar ini akan diumumkan di media massa sehingga masyarakat bisa ikut menanggapi rekam jejak calon.

Setelah itu, dari 20 orang itu akan diseleksi kembali menjadi tinggal 10 orang calon. “Nah 10 orang ini akan kami serahkan ke KPU pusat.Jadi KPU pusat yang akan memilih lima dari 10 yang kita ajukan. KPU
Pusat yang memilih Ketia dan komisioner KPU Jabar nantnya,” kata Abdul. (rls)

Aceng Fikri Lolos DCS DPD Jabar

Sabtu, 06 Juli 2013 | 22.09

(SJO, BANDUNG) - Mantan Bupati Garut Aceng HM Fikri masuk dalam Daftar Calon Sementara (DCS) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Jawa Barat, dari 36 calon yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat.

"Ke-36 kandidat itu belum tentu lolos karena akan diserahkan dulu ke KPU pusat untuk diverifikasi, nanti kita serahkan berkasnya pada 8 Juli," kata Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat, Jalan Garut, Kota Bandung, Jumat (5/7/2013).

Aceng harus bersaing dengan nama-nama beken lainnya jika ingin lolos dan terdaftar dalam daftar calon tetap (DCT) calon anggota DPD asal Jawa Barat.

Menurut Yayat, terhitung hari Jumat (5/7/2013), pihaknya mempersilahkan kepada masyarakat jika ingin mengadukan atau menyampaikan keberatannya terhadap calon anggota DPD yang telah masuk dalam DCS.

 Berikut calon anggota DPD asal Jabar yang dinyatakan lolos dalam DCS :
1. Aceng HM Fikri
2. Asep Syaripudin
3. Asril Das
4. Ayi Hambali
5. TB. Dasep
6. Deni Jasmara
7. Deni Saepul Hayat
8. Djumono
9. Elang Raja Luqman. Zulkarnaen
10. Ella Girikomala
11. Eman Suryaman
12. Eni Sumarni
13. Euis Atikah
14. Gunawan Undang
15. Hasan Zainal Abidin
16. Husni Mubarok
17. Julianda Barus
18. Edi Parmadi
19. Moh. Athoillah Musrjid
20. Muhammad Hafidz
21. Nace Permana
22. Nazar Haris
23. Nu'man Abdul Hakim
24. Odik Sodikin
25. Oni Suwarman
26. Ratu Raja Arimbi Nurtina
27. Rudi Harsa Tanaya
28. Rukman Heryana
29. Suhaeli
30. Suharna Surapranata
31. Syarif Bastaman
32. Syifa Hananta
33. Tri Wuryantoro
34. Unang Margana
35. Uu Rukmana
36. Yos Faisal Husni. (r22)

Empat Parpol Adukan KPU ke Bawaslu karena Gugurkan Sejumlah Bacaleg

Rabu, 26 Juni 2013 | 02.16

(SJO, BANDUNG) – Empat partai politik mengajukan gugatan ke Badan Pengawas Pemilu dengan lembaga yang teradu adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU). Gugatan diajukan lantaran 4 parpol yang terdiri dari Partai Gerindra, PPP, PAN, dan Partai Hanura tersebut kehilangan sejumlah daerah pemilihan di daftar calon sementara (DCS).

Untuk di Jawa Barat, PPP kehilangan Dapil Jawa Barat II ,Partai Gerindra di Dapil Jawa Barat IX, Partai Hanura di Dapil Jawa Barat II, serta PKPI di Dapil Jawa Barat V. KPU mencoret seluruh caleg Partai Hanura di Dapil Jawa Barat II karena tak memenuhi keterwakilan 30 persen caleg perempuan.

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Hanura Yuddi Chrisnandi menyayangkan KPU yang tidak melakukan komunikasi kepada Hanura. Yuddi berharap dalam proses di Bawaslu dihadirkan juga perwakilan dari partai-partai politik yang juga memiliki masalah serupa. Sehingga alasan-alasan yang dikemukakan itu berada pada jalur-jalur konstitusi.

KPU mencoret seluruh caleg Partai Hanura di Dapil Jawa Barat II karena salah menempatkan caleg perempuan di nomor urut. KPU menyampaikan maaf karena pencoretan itu dilakukan pada hari Daftar Caleg Sementara diumumkan.

PPP memastikan telah mendaftarkan berkas sengketa Pemilu ke Bawaslu, terkait keputusan KPU yang mencoret seluruh calon angggota legislatif mereka untuk DPR RI di daerah pemilihan Jawa Barat 2 dan Jawa Tengah 3.

Menurut Ketua Badan Pemenangan Pemilu PPP, Fernita Darwis, langkah tersebut dilakukan karena PPP menduga KPU telah melewati batas kewenangannya. Yaknim mencoret sejumlah bakal calon anggota legislatif yang dinyatakan memenuhi syarat, hanya karena alasan di dapil tersebut penempatan nomor urut bacaleg tidak sesuai aturan. Yaitu pada setiap tiga caleg harus terdapat seorang caleg perempuan.

Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi), Jeiry Sumampow, menilai pengajuan sengketa pemilu tersebut merupakan momentum tepat bagi Bawaslu mengambil peran yang tegas.

Terkait gugatan tersebut Komisioner KPU Ida Budhiati, mengatakan, pihaknya akan mengikuti proses penyelesaian sengketa pemilu tersebut, serta menjalankan dan mematuhi rekomendasi Bawaslu. (r21)

Jelang Pemilihan Walikota Bandung, Dukungan kepada Ridwan Kamil Semakin Menguat

Kamis, 20 Juni 2013 | 16.37

(SJO,  BANDUNG) – Posisi Ridwan Kamil semakin menguat menjelang Pemilihan Walikota Bandung periode 2013-2018, pada  23 Juni 2013. Dukungan kepada kandidat nomor urut 4 yang berpasangan dengan Oded M. Danial itu terus mengalir dari berbagai kalangan.

Tokoh Jawa Barat Solihin GP dan Partai NasDem Jawa Barat dan Kota Bandung secara resmi mendukung Ridwan Kamil sebagai calon Wali Kota Bandung. Dukungan disampaikan di DPW Partai NasDem Jawa Barat, Jalan Cipaganti, Kota Bandung, Rabu (19/6).

Ridwan didukung karena dianggap bisa mewakili perubahan di Kota Bandung dan satu visi dengan Partai NasDem. Solihin GP atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mang Ihin, menilai bahwa Ridwan merupakan sosok restorasi yang akan membawa Kota Bandung ke arah yang lebih baik.

Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, juga memberikan dukungan kepada Ridwan Kamil, karena melihat kualitas kepemimpinan, prestasi, dan keahlian Ridwan yang terbukti diakui secara nasional dan internasional.

Ridwan selama ini diketahui berprofesi sebagai seorang arsitek lokal namun berkelas dunia. Hasil karyanya terbentang mulai dari Jakarta hingga Uni Emirat Arab. Di antaranya Marina Bay Waterfront Master Plan di Singapura, Suktohai Urban Resort Master Plan di Bangkok dan Ras Al Kaimah Waterfront Master di Qatar-UEA.

Di Tanah Air, karyanya terlihat lewat tangan dinginnya mampu menghasilkan bangunan Superblok Rasuna Epicentrum di Kuningan seluas 12 hektar.

"Bukan itu saja, kami (Gerindra) juga menilai Ridwan menunjukan kualitas sebagai pemimpin yang amanah terhadap rakyat dan menjunjung nilai-nilai ideal. Jadi kami yakin Ridwan Kamil mampu memimpin Bandung menjadi kota juara dan kota idaman warga," kata Hashim, di Jakarta, Rabu (19/6).

Dukungan lain datang dari Ketua Lembaga Umar Bin Khatab, Hudaya Prawira, yang menyatakan siap total mendukung Ridwan Kamil. "Setiap hari ada pendukung setia saya yang SMS, mereka tanya harus pilih siapa. Saya meminta mereka dukung Ridwan Kamil menjadi wali kota," ungkap Hudaya dalam jumpa pers yang digelar di Bale Kambang, Jalan Bungursari, Rabu (19/6/2013).

Menurut Hudaya, saat ini Bandung butuh sosok juara. "Saya percaya Ridwan sosok yang memiliki visi menjadikan Bandung seperti yang kita impikan. Serta memiliki misi untuk mewujudkan social welfare. Saya mengetahui Ridwan sebagai visioner yang menghasilkan karya-karya profesional seperti Mesjid Merapi, Museum Tsunami, Sekolah Anti Gempa dan lainnya," ucap Hudaya.

Posisi Ridwan Kamil sebagai kandidat walikota Bandung paling popular juga tampak dari hasil survei Pusat Penelitian Kebijakan Publik dan Kewilayahan, Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Unpad. Kandidat nomor urut 4 ini menduduki peringkat tertinggi, yakni 31,5 persen.
Di posisi kedua, disusul oleh Ayi Vivananda-Nani Suryani sebesar 31,5 persen. Posisi ketiga, Edi Siswadi-Erwan Setiawan sebesar 24,7 persen, Iswara-Asep Dedi Ruyadi sebesar 6,5 persen, Bambang Setiadi-Alex Tahsin 1,5 persen, Budi Setiawan-Rizal Firdaus 0,8 persen, Wahyudin-Toni Apriliani 0,7 persen, Wawan Dewanta-Sayoga 0,4 persen dan yang belum menentukan pilihan 1,5 persen.

Menurut Kepala Puslitbang Kebijakan Publik dan Kewilayahan LPPM Universitas Padjadjaran, Dede Mariana, dari sisi elektabilitas, pasangan calon wali kota/wakil wali kota Ridwan Kamil-Oded M Danial masih tetap unggul dengan perolehan sebesar 30,4 persen, sedangkan pasangan Ayi-Nani hanya memperoleh 26,7 persen. 

Hasil polling Seputar Jabar Online juga menunjukan tingginya pemilih kepada Ridwan Kamil-Oded M Danial dibandingkan pasangan Ayi-Nani sebagai pasangan kandidat dari jalur parpol. Ridwan Kamil-Oded M Danial mendapat dukungan 26 persen, sedangkan Ayi-Nani 15%. Sementara dari jalur perseorangan, kandidat paling popular adalah pasangan Budi Setiawan-Rizal Firdaus dengan perolehan 43 persen.

Pikada Kota Bandung dijadwalkan digelar 23 Juni 2013 di 4.119 TPS, sedangkan jumlah pemilih berdasarkan rekapitulasi terakhir sebanyak 1.658.808 hak pilih. Pilwako kali ini diikuti 8 pasangan calon. (r22/don/dbs)

Ulama se Jawa Barat Minta Gubernur Jabar Tepati Janji

Kamis, 13 Juni 2013 | 16.59

(SJO, BANDUNG) Seratusan perwakilan Ulama se Jawa Barat (Jabar) berunjuk rasa di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Nomor 57, Bandung, Rabu (12/6/2013) Siang.

Dalam tuntutannya para ulama yang diwakili Alhabib Fahmi bin Salim ingin menegur secara langsung Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) atas janji-janjinya semasa kampanye.

“Pertama wahai Gubernur agar lebih amanah lagi dalam memimpin Jawa Barat kedepan, Kedua ingat janji-janji bapak semasa kampanye yang lalu” ujar Habib Fahmi dihadapan para santri.

Mereka hanya mengutamakan kepentingan partainya saja bukan memikirkan umat, bahkan kaum Ahli Sunnah Wal Jama’ah sering tersingkirkan.

“Kepentingan partai saja yang diutamakan, kami merasa kaum Ahli Sunnah Wal Jama’ah selalu disingkirkan atau tidak diperhatikan” jelas Fahmi dengan suara khasnya.

Aher sering mengumbar janji akan membantu pembangunan atau perbaikan Madrasah, Masjid dan Pesantren tapi mana buktinya.

“Dalam kampanyenya di berbagai daerah Heryawan sering umbar janji akan bantu pembangunan Madrasah, Masjid, dan Pesantren tapi mana buktinya” ungkapnya pada wartawan.

Kedatangannya bersama ratusan santri bukan untuk bersilahturahmi, tetapi menegur, jadi jangan sampai dipolitisir.

“Kami datang bukan untuk bersilahturahmi, tapi menegur, ingat jangan dipolitisir” pungkasnya.

Ratusan santri dan kyai sepuh ini datang dari beberapa pesantren terkemuka di wilayah priangan timur, Ciamis, Tasikmalaya dan Garut.(Don)

Bupati Bandung Barat Terpilih Dilantik 17 Juli

Selasa, 04 Juni 2013 | 23.31

(SJO, BANDUNG BARAT) – Pelantikan pasangan bupati dan wakil bupati Bandung Barat terpilih, Abubakar-Yayat T Soemitra, dijadwalkan akan digelar pada 17 Juli 2013. Pasangan calon nomor urut 5 ini dinyatakan sebagai pemenang dalam Pemilukada Kabupaten Bandung Barat, dengan perolehan 387.901 suara atau sekitar 49,99 persen.

Ketua KPU KBB, Asep Mamat, mengatakan pihaknya telah menyampaikan hasil penetapan bupati dan wakil bupati KBB terpilih kepada semua pihak yang berkepentingan khususnya kepada gubernur dan DPRD Jabar serta bupati dan DPRD KBB terkait pasangan calon terpilih.

Menurut Asep, KPU telah menunggu berbagai pihak yang merasa tidak puas atau keberatan atas perolehan suara dan hasil pemilukada KBB untuk mengajukan gugatan ke MK. "Hingga batas waktu terakhir (Rabu,29 Mei) untuk pengajuan gugatan ke Mahkamah Konstitusi, ternyata tidak ada pihak yang mengajukan gugatan," katanya.

Asep menambahkan, setelah menetapkan serta menyerahkan hasil pemilukada KBB kepada mendagri melalui gubernur, agenda selanjutnya yakni melantik pasangan terpilih sebagai bupati dan wakil bupati KBB periode 2013-2018. Pelantikan direncanakan akan dilakukan oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Berdasarkan hasil rekapitulasi suara di 16 kecamatan yang ditetapkan pada Jumat (24/5) lalu, pasangan Abubakar-Yayat T Soemitra memperoleh suara sebanyak 387.901 pemilih. Diikuti pasangan nomor urut 4, Erni R Ernawan-Samsul Ma'arif  yang mengantongi 152.229 suara.  Posisi ketiga adalah pasangan Aep Nurdin-Kosasih, dengan perolehan 102.581 suara.

Selanjutnya, pasangan Djamu Kertabudi-Agus Yasmin menempati posisi keempat dengan jumlah perolehan suara 89. 934. Sedangkan  posisi paling bontot diduduki pasangan calon independen Panji Tirtayasa-Kusna Sunardi,  dengan perolehan 22. 915 suara. (r22)

15 Balon Bupati Garut Jalur Perseorangan Tak Penuhi Batas Minimal Dukungan

Senin, 03 Juni 2013 | 18.53

(SJO, GARUT)) - Sebanyak 15 calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang berasal dari jalur perseorangan tidak memenuhi batas dukungan minimal sebanyak 3 persen dari jumlah penduduk Garut 2,9 juta jiwa atau 89.783 dukungan. Akibatnya, mereka pun dicoret.

"Hasil verifikasi administrasi dan faktual tidak ada yang mencapai batas dukungan," ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Garut, Aja Rowikarim, Senin, 3 Juni 2013.

Menurut dia, dari 15 pasangan, hanya terdapat empat pasangan calon yang berkas dukungannya mencapai angka di atas 40 ribu orang. Dari empat itu, hanya satu pasangan calon yang angkanya mencapai 70 ribu. Sedangkan sisanya hanya meraih dukungan rata-rata sebanyak 30 ribu, bahkan ada yang hanya 10 ribu dukungan.

Meski begitu, Aja enggan untuk menyebutkan pasangan calon tersebut. Dia mengaku saat ini komisi pemilihan tengah mengumpulkan hasil verifikasi dari tingkat kecamatan. Berkas pasangan calon itu akan diumumkan setelah komisi pemilihan menggelar rapat pleno rekapitulasi dukungan pada 8 Juni mendatang. "Bila mau daftar tanggal 10 Juni nanti, pasangan tersebut harus melengkapi kekurangannya sebanyak dua kali lipat," ujarnya.

Aja menilai kurangnya berkas dukungan itu karena hampir 60 persen berkas dukungan itu tidak bisa diverifikasi secara faktual. Ditambah lagi para calon tidak lolos verifikasi administrasi. Kondisi itu disebabkan karena keberadaan pendukung pada berkas tersebut tidak jelas.

Berdasarkan hasil verifikasi, banyak ditemukan berkas dukungan ganda. Dalam salah satu pasangan calon terdapat banyak fotokopi KTP satu nama. Sedangkan KTP ganda lainnya, yakni satu KTP terdapat di beberapa calon. Kondisi ini hampir terjadi di setiap daerah, seperti di Kecamatan Tarogong Kaler, Malangbong, Kersamanah, Bayongbong, dan Cibatu.

Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Garut, Saepuloh, mengatakan selama proses verifikasi calon perseorangan, pihaknya banyak menemukan dan menerima laporan pidana pemilu yang dilakukan pasangan calon persorangan. Tindak pidana itu, yakni berkas dukungan fiktif seperti tanda tangan dukungan palsu, kartu keluarga, dan kartu tanda penduduk palsu.

Perbuatan pasangan calon tersebut bisa dijerat dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggaran Pemilihan Umum. "Dalam waktu dekat ini kita akan bawa kasus tersebut ke Gakumdu (penegakan hukum terpadu) untuk diproses. Kalau terbukti pidana, maka pihak kepolisian yang akan memprosesnya," ujarnya.

Seperti diketahui, bakal calon bupati dan wakil bupati dari jalur perseorangan ini diramaikan dari kalangan selebritis, yakni penyayi era tahun 1990-an, Deddy Dores, dan vokalis Setia band, Charly Van Houten. Pesta demokrasi ini rencananya akan digelar pada 8 September mendatang dengan jumlah pemilih sekitar 1,8 juta jiwa. (tpo)

SJO, GARUT

Akri Patrio dan Hengky Tornando Nyalon Wakil Bupati Bogor

(SJO, BOGOR) - Dua artis, Akri Patrio dan Hengky Tornando, bakal bersaing mempebutkan posisi Wakil Bupati Bogor dalam Pemilukada Bupati Bogor yang digelar September 2013. Kedua artis itu maju lewat jalur independen.

Akri maju berpasangan dengan Gunawan Hasan, sedangkan Hengky Tornando dengan Alex Sandi Ridwan. Kedua pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati itu sudah mendaftarkan diri ke KPUD Kabupaten Bogor.
Sementara itu, dari jalur Partai Politik, kedua calon incumbent yaitu H Rachmat Yasin dan Karyawan Faturahman maju lewat parpolnya masing-masing.

Rachmat Yasin (RY) yang berpasangan dengan Sekda Kabupaten Bogor Nuhyanti didukung koalisi 9 Parpol yaitu PPP, Demokrat, Golkar, PKS, Nasdem, Hanura, PKPI, PAN, PKB dan 12 parpol nonparlemen lainnya.

Sedangkan Karyawan Faturahman (Karfat) yang menggandeng Adrian Arya Kusuman didukung PDIP dan PBB. Dengan demikian, sudah empat pasangan yang memastikan diri maju dalam Pemilukada Bupati Bogor.
"Hingga hari ini (Kamis), yang merupakan hari terakhir pendaftaran peserta Pilkada Bupati Bogor 8 September mendatang, dipastikan hanya 4 pasangan bakal calon yang mendaftar," ujar Ketua KPUD Kabupaten Bogor, Achmad Fauzi kepada wartawan, Kamis (30/5).

Menurutnya, empat pasangan calon yang nanti bertarung, masing-masing berasal dari unsur Parpol dua pasang calon dan dua dari jalur independen."Empat pasang calon tersebut akan kita verifikasi dan kita tetapkan pada tanggal 14 Juni. Kemudian 15 Juni, digelar pengundian nomor urut," kata Achmad Fauzi.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 9 parpol koalisi yang mengusung calon incumbent Rachmat Yasin (RY) yang berpasangan dengan Nurhayanti,Sekda Kabupaten Bogor. Pasangan tersebut mendaftar pada 26 Mei lalu.

Di hari yang sama pasangan cabup independen Gunawan Hasan (mantan anggota DPRD Kabupaten Bogor) dan Akri Patrio (artis) juga mendaftarkan diri. Sedangkan Alex Sandi Ridwan (mantan Kepala Desa Sentul) yang berpasangan dengan Hengky Tornando (artis) baru mendaftar Rabu (29/5/2013).(tbn/ant/r22))

Gagal Loloskan Ikut Pemilu, Pengurus Partai Buruh Dipecat

Sabtu, 01 Juni 2013 | 16.43

(SJO, JAKARTA) - Partai Buruh, salah satu partai yang gagal menjadi peserta pemilu 2014, memecat Sony Pujisasono  sebagai Ketua Umum dan Markus W. Tiwow selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Buruh. Ketua Majelis  Pertimbangan Pusat (MPP), selaku Pendiri Partai Buruh, DR. Muchtar Pakpahan, SH memandatkan Ketua Umum Partai Buruh di Jawa Barat kepada P. Charly Samosir, SE, Sekretaris Jenderal Budiyono, SH dan Bendahara Umum M Simanungkalit.

Pemecatan Ketum dan Sekjen Partai Buruh tersebut berdasarkan Surat Keputusan Majelis Pertimbangan Pusat nomor 01/IST/V/2013 tertanggal 20 Mei 2013 tentang Pemecatan  Ketua Umum Sonny Pudjisasono, SH, MM dan Sekretaris Jenderal Marcus  W. Tiwow. Surat itu pula menegaskan pengangkatan Plt. DPP untuk mempertanggungjawabkan kegagalan  tersebut. Demikian dikatakan Sekjen Partai Buruh, Budiyono dalam  rilis yang dilansir Jum’at (31/5/2013).

Dikatakan, selain gagal menghantarkan Partai Buruh menjadi peserta pemilu 2014, Sony Pujisasono  sebagai Ketua Umum dan Markus W.  Tiwow Sekretaris Jenderal ( Sekjen) juga dinilai  melanggar  Anggaran Dasar(AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART). Bahkan, Sony dan Markus dinilai sudah tidak menjalankan amanat Kongres III Partai Buruh untuk menjadi Pesrta Pemilu 2014, dengan melakukan  pergantian pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di Tingkat Propinsi  semena-mena tanpa ada rapat pleno dan tidak sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam AD/ART.

Alasan lainnya, Sony dan Markus dalam mengeluarkan rekomendasi mendukung dan mengusung Pilkada. Padahal. pengajuan rekomendasi ini tidak pernah diketahui oleh pengurus DPP. Alhasil, situasi ini sering menimbulkan masalah. Hal yang tidak kalah pentingnya bahwa kedua orang ini telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya  dengan : TBL/387/II/2012/PMJ/Dit Reskrimum tertanggal 03 Februari 2012  tentang perkara dugaan penipuan. Akibat dugaan penipuan itu, kerugian disebut mencapai Rp.1 Milyar.

MPP/ Pendiri juga menuntut Sony dan Markus untuk mempertanggungjawabkan semua adminstrasi dan keuangan partai. Apabila kedua orang tersebut tidak dapat memberikan pertanggungjawaban, khususnya masalah keuangan , tidak tertutup kemungkinan akan diselesaikan lewat jalur hukum.

Selama dua periode Partai Buruh dipimpin tokoh buruh nasional Muchtar Pakpahan dengan perjuangan keras selalu peserta Pemilu, yakni Tahun 2004 dan Tahun 2009. Begitu ia melepas tampuk kepemimpinan Partai Buruh kepada Sonny Pujisasono dan Marcus W Tiow, Partai Buruh kandas tidak menjadi peserta Pemilu.

Pengurus DPP, DPD, DPC dan Kader Partai Buruh sangat prihatin dan kecewa Partai Buruh tidak menjadi peserta Pemilu.

Selasa 28 Mei 2013 DPP Partai Buruh sudah menyampaikan Surat pemberitahuan  secara resmi pemecatan Sony Pujisasono dan Markus W Tiwow ke KPU   dan Departemen Hukum dan HAM. (lin)

Diliana Ermaningtias Gantikan Susno Jadi Caleg PBB

Rabu, 22 Mei 2013 | 00.27

(SJO, JAKARTA) - Putri kandung Susno Duadji, Diliana Ermaningtias menjadi pengganti ayahnya sebagai bakal calon anggota legislatif (Caleg) Partai Bulan Bintang (PBB) untuk Dapil Jabar. Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, BM Wibowo, Susno sebagai ayah kandungnya sudah memberikan restunya kepada Diliana.

 “Mbak Ana (panggilan Diliana) merupakan kandidat favorit pengganti Susno,”  ujar Wibowo.

Diliana Ermaningtias langsung ditempatkan menjadi salah satu bakal calon anggota legislatif perempuan di Partai Bulan Bintang (PBB) yang mendapat nomor urut 1. "Anna merupakan caleg perempuan kedelapan yang ditempatkan pada nomor urut teratas," katanya.

Wibowo mengungkapkan alasan partainya memilih Anna sebagai bakal caleg lantaran Anna dianggap mempunyai potensi untuk terjun ke dunia politik. "Anna masih muda, potensial. Dia juga punya pengalaman wiraswasta, cukup intelek. Saya yakin dia bisa berpolitik dengan baik karena sudah memiliki trah politik dari sananya," ucap Wibowo.

Selain mengusung Diliana Ermaningtias,  PBB juga mengusung istri Antasari Azhar,  Ida Laksmiwati. Pengusungan istri Antasari Azhar itu dilakukan setelah PBB bertemu dengan pihak keluarga Antasari.

Dipilihnya Ida, karena adanya simbol perlawanan ketidakadilan di keluarga Antasari.

Wibowo menjelaskan latar belakang Ida bergabung dengan PBB. Ia mengungkapkan Antasari hingga kini terus melakukan perlawanan terhadap kasus yang menjeratnya.

Perjuangan tersebut, kata Wibowo, membutuhkan kendaraan politik. "Partai lain juga menawari tapi sepakatnya dengan PBB. istrinya sepakat dan cocok dengan PBB," ujarnya. (R21)

Peringatan KAA Momentum Dorong Kemerdekaan Palestina

Selasa, 23 April 2013 | 23.19


(SJO, BANDUNG) - Peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke 58 tahun yang berlangsung pada 18 hingga 24 April di Bandung, Jawa Barat, menjadi momentum untuk menggalang dukungan bangsa-bangsa di dua benua tersebut untuk mendorong kemerdekaan Palestina.

Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Wardana mengatakan, Konferensi Asia Afrika pada 1955 merupakan fakta sejarah yang telah meletakkan satu pondasi bagi suatu sistem dunia yang lebih damai dan berkeadilan. Namun pada kenyataannya saat ini masih banyak negara Asia Afrika yang belum sejahtera, ujarnya.

Salah satu negara yang akan terus diperjuangkan oleh negara-negara Asia Afrika adalah Palestina, yang hingga kini belum mendapatkan kemerdekaan, ujar Wardana. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan berbagai bidang kepada 10 ribu warga Palestina, untuk memberi bekal saat mereka merdeka.

“Kita masih tetap terus harus berjuang untuk memperjuangkan kondisi yang ada di Palestina. Intinya sekarang Indonesia selalu mencoba untuk memberikan dorongan bagi pengembangan Palestina. Bahwa selama lima tahun ini kita ingin melatih, mempersiapkan sekitar 10.000 warga Palestina untuk melalui program-program pelatihan yang kita siapkan,” ujar Wardana.

Wardana menambahkan, dalam upaya mendorong kemerdekaan Palestina tersebut, Indonesia mendapat jatah untuk melatih seribu warga Palestina. Pelatihan yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia berupa pelatihan ekonomi, pendidikan, infrastruktur, tata kelola pemerintahan, dan pelatihan lainnya.

“Selama ini kita sudah melatih lebih dari 914 orang (warga) Palestina, dari targetnya pada tahun kemarin ada seribu (orang),” ujarnya.

Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Meh Dahwi dalam pidatonya mengungkapkan, upaya untuk mendorong pembebasan Palestina telah muncul sejak peringatan Konferensi Asia Afrika pada 2008 lalu. Hingga kini upaya tersebut masih dilakukan oleh negara-negara di kawasan Asia Afrika, ujarnya.

Salah satu kemajuan status Palestina yang diupayakan oleh Indonesia yaitu pengakuan PBB pada Palestina sebagai negara obsever atau pengamat non-negara. Ia juga mengucapkan terima kasih atas bantuan berbagai negara, salah satunya Indonesia, dalam memberikan pelatihan bagi para warganya.

“Apa yang dapat kita capai untuk meraih kemerdekaan? Fakta bahwa kita dapat bertemu di Konferensi ini menunjukkan komitmen Asia Afrika untuk mendorong kemerdekaan Palestina,” ujarnya.

Inti dari peringatan Konferensi Asia Afrika adalah untuk memelihara dan menjaga semangat solidaritas serta kemitraan sesama negara anggota. Dasa Sila Bandung yang merupakan hasil dari Konferensi Asia Afrika 1955, nilai-nilainya dianggap masih relevan untuk diterapkan pada kondisi masa kini. Salah satunya adalah membebaskan dunia dari segala bentuk penjajahan dan menciptakan perdamaian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dunia. (voa)

Masing-masing Parpol Daftarkan 50 Caleg ke KPU

Senin, 22 April 2013 | 23.35

(SJO, BANDUNG) - Hampir sebagian besar partai politik (Parpol) memilih untuk menyerahkan Daftar Caleg Sementara (DCS) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, menjelang penutupan pendaftaran.
Dari total sekitar 12 Parpol yang diperbolehkan maju, hanya 3 parpol yang mendaftar sebelum hari terakhir. Yakni, PKS, PDI Perjuangan dan Demokrat. Padahal, pendaftaran dibuka sejak 9 April hingga 22 April 2013.

"Memang, sebagian besar parpol serahkan DCS pada hari terakhir, tapi enggak apa sih asal jangan lewat dari batas waktu yang ditentukan," ujar
Menurut Ketua Pokja Pencalonan KPU Jabar Ahmad Heri,  fenomena parpol mendaftar pada hari terakhir sudah biasa terjadi. Sebab, proses penetapan DCS di internal partai biasanya membutuhkan waktu cukup lama. Penetapan, DCS di internal partai tidak semudah yang dibayangkan. Sebab, penepatan Caleg tersebut kerap menimbulkan gejolak yang berujung konflik.

Heri mencontohkan, proses pendaftaran yang berujung konflik adalah penyerahan DCS dari Hanura Jabar. Ketika itu, DPC Hanura Kota Bandung sempat menolak DCS yang diserahkan KPU. Kondisi tersebut, merupakan bagian dari dinamika partai dan biasa terjadi. Namun demikian, hal itu tidak dibenarkan.

Walaupun Parpol banyak yang daftar pada hari terakhir, kata Heri, KPU tidak akan kerepotan. Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan salah satunya dengan membuat enam tim penerima pendaftaran. Masing-masing tim bekerja melayani dua partai.

Sementara itu di KPU Kota Bandung  semua parpol peserta Pemilu mendaftarkan caleg dengan jumlah yang sama, yaitu 50 orang. Gerindra jadi parpol terakhir yang menyerahkan daftar caleg sementara (DCS).


Pada pemilu legislatif 2014, sebanyak 12 parpol akan berebut kursi di dewan. Ke-12 parpol itu adalah PKS, PBB, PAN, Demokrat, Golkar, PDIP, PKPI, PKB, Nasdem, PPP, Hanura, dan Gerindra. (R02)

Susno Duadji Nyaleg untuk Dapil Jabar

Selasa, 16 April 2013 | 13.34


(SJO, JAKARTA) - Kader Partai Bulan Bintang (PBB) Susno Duadji mengajukan diri sebagai calon legislatif (Caleg) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang. Mantan Kabareksrim itu pun rencananyan akan di tempatkan daerah pemilihan (Dapil) Jawa Barat.

Sekjen PBB, BM Wibowo mengatakan alasan PBB menempatkan Susno di Jawa Barat dikarenakan dirinya pernah menjabat sebagai Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Jawa Barat.

"Pak Susno mengajukan jadi nyaleg dari Dapil Jawa Barat," kata Wibowo di Jakarta, Senin (15/4/2013).

Ia juga menjelaskan, ditempatkannya mantan Jenderal Polisi Bintang Tiga itu di Jawa Barat, karena Susno diketahui juga sempat kasus yang menyeretnya ada di daerah Jawa Barat. Hal tersebut diharapkan dapat menunjukkan kepada masyarakat Jawa Barat tentang kebenaran kasusnya.

"Kemudian, kasus beliau kan juga di Jawa Barat. Jadi, beliau ingin menunjukan bahwasanya kasus beliau itu tidak benar kepada masyarakat," tegasnya.

Lebih lanjut ketika ditanya mengenai kesiapan Susno dalam pencalegan, apakah sudah menemui para konsitenya di Jawa Barat, Wibowo menjawab belum.

"Belum, masih tahap mendaftar & melengkapi berkas sebagai persyaratan dalam DCS," katanya. (R01)

Hanura Coret Aceng Fikri dari Daftar Caleg

Senin, 08 April 2013 | 23.58

(SJO, GARUT) – Bekas Bupati Garut Aceng Fikri dicoret dari daftar bakal calon legislatif Partai Hanura. Pencoretan dilakukan Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, atas dasar aspirasi dan masukan dari masyarakat.

Menurut Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Hanura, Yuddy Chrisnandi, Hanura menghindari mendaftarkan bacaleg yang kontroversial bahkan cenderung dinilai kontraproduktif oleh masyarakat. Sehingga mereka tak segan didrop dari daftar DCS.

“Desakan publik yang begitu luas memberikan respons tidak positif terhadap pencalonan Aceng, Hanura tidak ingin mencalonkan orang yang kontroversial," kata Yuddy.

Menurut Yuddy, Hanura menerima Aceng masuk partai untuk dibina sebagai kader, namun belum dapat dimajukan menjadi caleg dalam Daftar Calon Legislatif Sementara (DCS) periode ini.

Yuddy menambahkan, Hanura membuka tahapan pendaftaran bacaleg untuk anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, Kabupaten atau Kota, terhitung 9 sampai 22 April 2013, sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum No 6 Tahun 2013. DCS alan diserahkan ke KPU sebelum 22 April 2014,  terdiri 560 nama bakal calon, termasuk 30 persen keterwakilan perempuan. (R01)

Anas Urbaningrum Mundur Sebagai Ketua Umum Partai Demokrat

Sabtu, 23 Februari 2013 | 18.08


(SEPUTAR JABAR COM, JAKARTA) - Anas Urbaningrum secara resmi menyatakan mundur sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Pengunduran dirinya disampaikan dalam keterangan pers di kantor Dewan Pmpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat di Jakarta, Sabtu (23/2/2013) siang.

Sikap Anas tersebut terkait penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia juga dilarang bepergian ke luar negeri.

Menurut Anas, mundurnya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat bukanlah akhir dari segalanya. Namun sebaliknya, baru merupakan langkah awal untuk membuktikan kepada sejarah tentang eksistensi Partai Demokrat.

“Sekarang saya menjadi manusia merdeka,” kata Anas yang disambut aplaus para pendukungnya.

Menurut Anas, ppengunduran dirinya bukan sekedar soal jabatan atau posisi, tetapi soal standar etik. "Standar etik pribadi saya itu alhamdulillah cocok dengan pakta integritas yang diterapkan di partai demokrat. Standar etik pribadi saya adalah mengatakan, kalau saya punya status hukum sebagai tersangka, maka saya akan berhenti sebagai ketua umum partai demokrat," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Eksekutif DPP Partai Demokrat M Rahmat menyatakan akan mengundurkan diri dari jabatannya, sebagai bentuk loyalitas kepada Anas Urbaningrum. Sikapnya itu, kata Rahmat, didukung penuh oleh para senior di partai. Bahkan sejumlah pengurus senior pun dikabarkan akan ikut mengundurkan diri dari kepengurusan Partai Demokrat.

Pengunduran diri Anas Urbaningrum merupakan kelanjutan dari program bersih-bersih Partai Demokrat. Berawal dari pengambil-alihan kendali partai ke Majelis Tinggi yang dipimpin Soesilo Bambang Yudhoyono. Meskipun secara de jure Anas waktu itu masih Ketua Umum, tetapi de facto kekuasaan ada di tangan SBY.

Sinyal bahwa Anas bakal lengser dari pucuk pimpinan Partai Demokrat dengan jelas diisyaratkan SBY selaku Ketua Majelis tinggi yang meminta Anas untuk konsentrasi menghadapi masalah hukum yang sedang ditangani KPK. (R02)

KPU Kota Bandung Jaring Cawalkot Jalur Perseorangan

Rabu, 06 Februari 2013 | 21.57


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung pagi tadi selenggarakan sosialisasi penjaringan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota dari jalur perseorangan, bertempat di  Aula KPU Kota Bandung, Jalan Soekarno Hatta No.260, Rabu (6/2) Pagi.

"KPU Kota Bandung mengundang kepada seluruh warga Kota Bandung yang berminat mencalonkan diri dalam Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Bandung 2013" jelas Apipudin S.Si Ketua KPU.

Dalam undangan ini KPU Kota Bandung membahas Mekanisme Pencalonan Pilwalkot Bandung 2013 dari jalur perseorangan, hali ini dilakukan sebagai langkah awal sebelum mengumumkan mulainya penyerahan dukungan Cawalkot dan wawalkot  yang akan dimulai pada tanggal 10-14 Februari 2013.

"KPU Kota Bandung berharap agar seluruh elemen masyarakat di Kota Bandung dapat turut berpartisipasi aktif dalam mensukseskan setiap Tahapan, Program, dan Jadwal Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota, demi  terwujudnya suasana yang kondusif, aman, damai, tertib, dan lancar bagi penyelenggaraan Pilwalkot Bandung nanti" ujarnya.(Sayah Andi)

Ratusan Buruh Demo Gedung Sate Tolak Outsourching


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi  Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro No.22, Bandung, Rabu (6/2) Siang.

Buruh menuntut dihapusnya sistem kerja Outsourching dan upah murah, karena menurut mereka seringnya terjadi tindak kesewenangan dari perusahaan terhadap para pekerja.

Para buruh juga menolak Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) dan Gas, karena dengan dinaikannya TDL, dikhawatirkan kebutuhan hidup meningkat, dan banyaknya perusahaan industri yang gulung tikar.

Unjuk rasa dengan orasi yang dilakukan dari atas atap mobil dan di iringi musik jalanan, semakin membuat para pengunjuk rasa bersemangat walau dibawah terik matahari.(Don/Sayah Andi)

Gubernur Jabar Kukuhkan Satgas DAS Citarum


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan mengajak seluruh komponen untuk bersama-sama perbaiki kualitas Sungai Citarum, disela Pengukuhan Satuan Tugas Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum Periode 2013-2018, Serta Pencanangan Program Citarum Bersih 2018, di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro No.22, Bandung, Rabu (6/2) Pagi.

“Jabar memiliki 16 DAS utama, dari Empat aliran sungai saat ini citarum yang paling menderita dan memprihatinkan,  Citarum milik kita bersama mari kita bekerja sama untuk mentuntaskan semuanya” ujar Heryawan dihadapan Satgas yang baru dikukuhkan.

Permasalahan citarum terletak mulai dari hulu ke hilir, beberapa faktor menjadi penyebab buruknya kualitas air, sedimentasi dan rusaknya ekologi sungai diakibatkan rendahnya kesadaran masyarakat.

“Permasalahan di hulu ketika peternak membuang kotoran ternak ke sungai ini menjadi masalah, harus ada langkah sadar bagaimana agar kotoran ternak dimanfaatkan menjadi biogas dan peternak tidak lagi membuang kotoran ternaknya ke sungai  caranya berikan alat instalasi sehingga kotoran itu bermanfaat menjadi bahan bakar, ataupun tenaga listrik” imbuhnya.

Ketika permasalahan sampai ke hilir dimana limbah pabrik yang tidak di olah terlebih dahulu. tetapi dibuang langsung ke sungai, sehingga memperburuk kondisi sungai.

Kedepannya Pemerintah Provinsi Jabar akan melibatkan para stakeholder untuk mengambil keputusan bersama-sama untuk memperbaiki kualitas sungai citarum.

“Saya akan meminta kepada para stakeholder untuk membuat komitmen bersama-sama menangulangi apa yang terjadi saat ini di sungai citarum, kita minta semua bertanggung jawab, sehingga kedepannya akan lebih serius lagi” tegasnya.

Sungai citarum mengairi areal sawah seluas 30.000 Hektare, pembangkit listrik yang mampu menghasilkan 1400 Mega Watt (MW) memasok penerangan untuk separuh Jawa dan Bali, juga mengaliri air baku untuk DKI Jakarta, dan sebagai pengendali banjir bagi Kabupaten Karawang dan Bekasi.

Satgas DAS Citarum ini diketuai H Eka Santosa, dan para tokoh peduli lingkungan lainnya yaitu Acil Bimbo.(Don)

Aher Bermodal Prestasi Selama 5 Tahun Memimpin Jabar


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Ahmad Heryawan (Aher) bermodalkan prestasi memimpin Jawa Barat selama 5 tahun dan rekam jejak yang baik, dirinya siap tarung di Pilgub Jabar 2013 , usai Komitmen Berintegritas Pilkada Jabar 2013 di Gedung Sate, Jalan Diponegoro No.22, Bandung, Selasa (5/2) Sore.

“Seringkali seorang ahmad heryawan tidak dikenal oleh masyarakat, tapi saat saya terjun atau blusukan ke masyarakat ceritakan bagaimana rekam jejak kita di masyarakat, perbaikan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan, akhirnya mereka mengerti ini hasil kerja provinsi, Gubernur bersama perangkatnya” jelasnya kepada wartawan.

Aher pasangan nomor urut 4 (Empat) akan jadikan masa pemerintahan sebelumnya sebagai rujukan pengabdian kedepan lebih baik.

“Saya punya modal tentu saja 5 tahun yang lalu untuk modal dasar pengabdian saya, akan dijadikan rujukan untuk lima tahun yang akan datang, nanti saya akan ceritakan apa yang sudah saya lakukan 5 tahun yang lalu untuk rujukan lima tahun kedepan”

Cagub yang diusung koalisi PKS dengan PPP, PBB, dan Hanura ini tidak akan sungkan untuk jemput bola datang ke masyarakat memaparkan keberhasilan program yang lalu.

“Saya akan minta bantu mereka (Masyarakat) untuk membantu saya agar dapat melanjutkan, untuk lebih baik lagi lima tahun kedepan, maka bantulah saya agar lima tahun kedepan lebih baik, bantu saya untuk melanjutkan.(Don/Sayah Andi)

Diberdayakan oleh Blogger.