Puncak Cap Goh Meh 2013, Pawai Barongsay Hiasi Kota Bandung

Jumat, 01 Maret 2013 | 17.19


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Kirab budaya Barongsay hiasi Kota Bandung dalam acara perayaan “Cap Goh Meh”, Vihara Dharma Ramsi sebagai penyelenggara perayaan telah menyebar 3000 undangan untuk meriahkan acara puncak 15 hari setelah Imlek 2564 ini.

“Seharusnya acara diselenggarakan tanggal 24 Februari 2013 yang lalu, tapi karena bertepatan dengan pelaksanaan Pilgub Jabar minggu lalu, akhirnya baru dapat diselenggarakan besok, kita mengundang se pulau jawa, atau sekitar 3000 undangan” jelas Andreas Sutanto, humas penyelenggara Kirab Budaya kepada seputarjabar.com, di Vihara Dharma Ramsi, Jalan Cibadak, Bandung, Jum’at (1/3/2013) Siang.

Sebagai salah satu budaya nusantara yang juga milik seluruh masyarakat nusantara, kirab ini juga penting sebagai upaya pelestarian budaya.

 “Kita ingin ada suatu kesatuan atau kekompakan antara keturunan tonghoa dengan warga pribumi, karena itu sudah menjadi budaya nusantara, bukan hanya milik warga tionghoa tapi ini milik seluruh warga
masyarakat”

Acara yang juga sudah menjadi agenda rutin tahunan ini juga mendapat dukungan dari Pemkot Bandung dalam penyelenggaraannya, Vihara Dharma Ramsi berpartisipasi dalam mensukseskan acara yang menjadi program pemerintah kota.

“Ini juga sudah menjadi agenda rutin disini kita juga berpartisipasi mensukseskan acara yang menjadi
program pemerintah, apalagi kota bandung sebagai sebagai kota agamis dan kota seni budaya” tambahnya.

Rencananya besok istri almarhum mantan Presiden RI Abdurachaman Wahid (Gus Dur), Shinta Nuriyah Wahid akan menghadiri acara perayaan Cap Goh Meh ini.

“Rencana ibu Shinta Nuriyah Wahid akan hadir besok, kami juga menunggu konfirmasi kehadiran bapak Haji Jusuf Kalla mantan Wakil Presiden RI” tukasnya.

Sekitar 1,5 juta orang akan memadati acara ini, Satlantas Polrestabes Bandung juga akan melakukan buka tutup jalan secara situasional.(Don/Sayah Andi)

Sendy Dede Yusuf Kunjungi Pengolahan Makanan Ringan Tanjungsari

Jumat, 11 Januari 2013 | 22.12


(SEPUTARJABAR.COM, SUMEDANG) Sendy Dede Yusuf istri Wagub Jabar Dede Yusuf meninjau kegiatan pengolahan makanan ringan, dalam kunjungannya ke Cijambu, Kecamatan Tanjungsari, Sumedang, Kamis (10/1).

Sentra pengolahan makanan ringan makaroni, baso goreng milik Uyu ini dapat menyerap tenaga kerja sampai dengan 80 orang.

Tentu saja ini membuat kagum Sendy Dede Yusuf, sambil berdialog dengan ibu-ibu yang sedang membungkus makanan kecil.

“Saya kagum melihat banyak orang yang tengah membuat makanan ringan dalam menopang kehidupan masyarakat di sekitarnya,”ujar Sendy.

Dalam sehari ibu-ibu ini mendapatkan penghasilan berkisar Rp.20 ribu per hari dari hasil membungkus saja, tentu ini merupakan kegiatan yang positif Usaha Kecil Menengah.

“Harus ada perhatian pemerintah terhadap usaha kecil yang dapat menyerap tenaga masyarakat, bayangkan saja tingkat pengangguran cukup tinggi, hal ini diakibatkan pemerintah tidak dapat membuka lapangan pekerjaan“ Jelas Dadeng aktivis sosial.(Sayah Andi)

Dinas Sosial Kota Bandung Razia Gembel dan Pengemis

Sabtu, 15 Desember 2012 | 18.40


(SJO, BANDUNG) Dinas Sosial bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung menggelar razia terhadap Gembel Pengemis (Gepeng).

Sebanyak 38 orang gembel dan pengemis, 3 wanita tuna susila (WTS), dan 14 anggota komunitas silver terjaring razia yang dilakukan oleh aparat gabungan.

Mereka yang kedapatan sedang beroperasi  langsung dibawa oleh aparat  gabungan, dari hasil pantauan seputarjabar online sekitar 36 personil gabungan diturunkan meyusuri kelima titik mulai jalan Djunjunan sampai jalan Cikapayang di Kota Bandung.

"Untuk komunitas silver kami kembalikan lagi, pengumpulan dana seperti ini kan tidak diperbolehkan khan ini mengganggu, yang punya izin saja tidak diperbolehkan meminta sumbangan di pinggir jalan " ucap Kasie Tuna Sosial Dinas Sosial Kota Bandung Tjutju Suarna, Sabtu (15/12) soremelalui telepon seluler kepada seputarjabar.com.

“Untuk Panti ini akhir tahun mereka tidak menerima, sementara Permasalahan yang signifikan adalah kendala  tempat penampungan, sementara Pemerintah Kota Bandung tidak punya sarana dan prasarana tempat penampungan tetap saja akan menghadapi kendala. Tapi kalu ada penampungan nanti sudah selesai dan bisa menampung ratusan orang” ujarnya.

Kebanyakan Gepeng ini berasal dari luar Kota Bandung, kabupaten bandung, dan luar jawa barat.

Selanjutnya sebagian dari gepeng yang terjaring razia sore tadi sekarang dalam perjalanan untuk ditampung dan diberikan pelatihan sebelum dikembalikan ke masyarakat.(Don)

Diberdayakan oleh Blogger.