Pasangan Bima-Usmar Ungguli Pilwalkot Bogor Versi Hitung Cepat

Senin, 16 September 2013 | 22.28

(SJO, BOGOR) - Kubu pasangan Bima Arya-Usmar Hariman meminta agar Komisi Pemilihan Umum dan Panitia Pengawas Pemilu Kota Bogor, Jawa Barat, menjaga netralitas di dalam penghitungan suara pemilihan kepala daerah di wilayah itu. Hal ini lantaran adanya penundaan penghitungan di tingkat kelurahan.

“Kita berikan warning ke KPU serta Panwaslu agar benar-benar menjaga netralitas hitung suara yang sebenarnya,” kata Ketua Harian Komite Pemenangan Pemilu Nasional Partai Amanat Nasional (KPPN PAN) Putra Jaya Husin seperti dikutip dari Antara, Minggu (15/9).

Putra mengemukakan hal itu terkait penundaan penghitungan hasil Pilkada Kota Bogor di tingkat kelurahan yang dinilai rawan terjadi kecurangan. “Jangan ada manipulasi maupun pemindahan suara. Siapa pun yang menang itu yang dikehendaki warga,” tambah Putra.

Menurut Putra, pihaknya akan terus melakukan pengawalan terhadap surat suara, tabulasi, serta penelitian surat suara C1 di Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan KPU.

Berdasarkan hitung cepat yang dilakukan pihaknya, kata Putra, pasangan Bima Arya-Usmar Hariman mengungguli pasangan petahana Achmad Ru’yat-Aim Halim Permana. Demikian juga dengan hitung cepat versi Charta Politika Indonesia dan lembaga survei lainnya.

Bima Arya-Usmar Hariman yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mendulang 35 persen suara, unggul dari pasangan petahana Achmad Ru’yat-Aim Halim Permana yang diusung PKS, PPP, dan Hanura.

“Kalau hitungan kami, quick count, dan C1 lebih banyak suaranya, tidak mungkin pasangan lain lebih banyak. Tapi nanti konsep pembuktiannya di KPU. Tidak mungkin C1 yang dipegang pasangan lain dengan milik kami beda,” kata Putra.

Menurut dia, warga Kota Bogor menginginkan perubahan. Hal itu terbukti dari hasil hitung cepat perolehan suara. “Kalau incumbent berhasil, harusnya selisih 15-20 persen suaranya. Karena di mana-mana kalau incumbent berhasil kinerjanya, selisihnya jauh,” kata dia.

Sementara itu, pengamat politik Universitas Juanda Bogor Dedi Irawan mengatakan penundaan pleno KPUD Kota Bogor di tingkat kelurahan berpotensi dimanfaatkan pihak tertentu untuk menaikkan dan menurunkan perolehan suara calon tertentu.

“Penundaan ini rawan praktik manipulasi perolehan suara. ‘Blank spot’ ini bisa menimbulkan konflik jika dimanfaatkan pihak tertentu yang mau mengacaukan Pilkada Bogor, karena calon yang didukungnya kalah,” katanya. [bgr]

Pasangan Rachmat Yasin-Nurhayanti Menang Pilbup Bogor Versi Hitung Cepat

Senin, 09 September 2013 | 03.51

(SJO, BOGOR) - Pasangan Rachmat Yasin dan Nurhayanti berdasarkan hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menang telak dengan 64,68 persen suara pemilihan kepala daerah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu.

"Seperti yang pernah diprediksikan bahwa Rachmat Yasin akan unggul dalam pilkada Kabupaten Bogor. Dari hari hitung cepat, pasangan nomor urut 3 ini unggul 64,68 persen," kata Peneliti LSI, Ade Mulyana.

Berdasarkan hasil hitungan cepat LSI dan Cira Komunikasi, pasangan RY-Nurhayanti mendominasi jumlah suara, disusul pasangan nomor urut 1 yakni Gunawan Hasan-Muhammad Akri Falaq sebesar 19,46 persen, selanjutnya pasangan Karyawan Faturachman-Adrian Aria Kusuma dengan jumlah suara 9,86 persen, dan tempat terakhit pasangan nomor urut 2 yakni Alex Sandi Ridwan-Hengky Tarnando sebesar 6,00 persen.

Menurut Ade, hitung cepat yang dilakukan pihaknya menggunakan metode "multistage random sampling" dengan jumlah sampel tempat pemungutan suara sebanyak 260 TPS dari total TPS yang ada 7.716.

Sampel dipilih dan tersebar secara profesional berdasarkan jumlah pemilih. Dan dipilih secara acak di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

Hasil hitung cepat tersebut diambil setelah data masuk mencapai 99,23 persen dengan tingkat kesalahan (margn error) sekitar 1 persen. Adapun tingkat partisipasi pemilihan sebesar 60,38 persen.

"Pasangan incumbent ini bisa dipastian menjadi pemenang dalam pilkada Kabupaten Bogor. Tapi tentunya hasil resmi ada pada rekapitulasi KPUD Kabupaten Bogor," kata Ade.

Sementara itu, Arman salam menyebutkan, kemenangan RY dalam pilkada Kabupaten Bogor sudah bisa diprediksi sebelumnya, saat LSI melakukan survei pemilihan.

"Sebelum pilkada dimulai, pasangan 'incumbent' ini sudah jauh mengungguli tiga kandidat lainnya. Dan dari survei terakhir per Agustus 2013" RY tetap berada di urutan pertama," kata Arman.

Menurut Arman, kemenangan RY dilihat sari tren selama ini dukungan terhadap politisi PPP itu selalu konsisten. Selain itu, kepuasan terhadap kinerja kepemimpinan RY di periode sebelumnya dinilai berhasil sehingga memberikan tingkat kepuasan yang tinggi di masyarakat.

"Dari segi penilaian kepribadian, RY pun lebih disukai," ujarnya.

Arman menambahkan, meski hasil resmi perhitungan menunggu rekapitulasi KPUD Kabupaten Bogor, Namun, dari pengalaman LSI melakukan hitung cepat sebanyak 203 kali di
seluruh Indonesia, hasilnya tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan perhitungan akhir KPUD.

"Hasil hitung cepat LSI hanya selisih kurang lebih 1 persen," katanya.

Direktur Riset LSI, Arman Salam, menambahkan golput dalam pilbup kali ini mencapai 40 persen. Arman menilai ini ironis karena jumlahnya sekitar 1,2 juta orang 3 juta pemilih.

''Banyak alasan yang menimbulkan golput mulai dari jenuh dengan politik hingga pragmatisme (politik uang),'' kata Arman.

Angka itu juga lebih besar dari prediksi LSI yang hanya 35 persen. 40 persen bisa jadi merupakan gabungan masa mengambang dengan pemilih yang sudah punya pilihan namun batal memilih karena berbagai faktor.

Selain karena masalah teknis, tren gollut saat ini juga golput poitik. Pemilih tidak memilih karena tidak sesuai sengan pandangan politik pemilih.

Namun, jika dibanding 5 tahun lalu, golput kali ini lebih rendah. ''Tentu ini dipengaruhi banyak hal termasuk perubahan dinamika politik,'' kata peneliti LSI, Ade Maulana.

Isu sprindik Rahmat Yasin juga tidak berpengaruh. LSI menilai saling serang pasti akan dilakukab kubu lawan.

Kampanye negatif akan berpengaruh jika dilakukan secara masif. Tapi karena pemberitaan yang tidak semua warga bisa mengakses, dukungan terhadap pasangan calon yang diserang tidak berkurang.

Dalam hasil survei yang dikeluarkan LSI sebelumnya, pasangan Rahmat Yasin-Nurhayanti sudah lebih populer dan diminati untuk kembali memimpin. Kinerja keduanya juga dinilai cukup memuaskan warga.

Sementara kubu Karyawan Faturachman-Adrian A Kusuma yang dalam survei sempat unggul diposisi ke dua, merosot ke posisi ke empat. LSI memilai ini juga merujuk pada tingkat preferensi pemilih dan kinerja tim sukses hingga hari H pencoblosan.(tim)

Pemilihan Bupati Bogor Minim Sosialisasi

Senin, 02 September 2013 | 12.39


(SJO, BOGOR) - Calon Bupati Bogor, Jawa Barat, Karyawan Faturachman yang akrab dipanggil Karfat mengaku kecewa dan menyesalkan minimnya sosialisasi pelaksanaan pemilihan kepala daerah di wilayah Kabupaten Bogor.

"Masyarakat yang ada di pelosok desa tidak tahu adanya Pilkada, bahkan mereka tidak tahu siapa saja pasangan calon yang akan menjadi bupati nantinya," kata Karfat saat ditemui usai menghadiri kampanye di Lapangan Ciampea, Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea, Minggu (1/9).

Ketua DPC PDI-P Kabupaten Bogor itu mengatakan, selama melakukan kampanye dirinya menemukan fakta bahwa masyarakat di wilayah tertentu banyak yang tidak tahu dengan pasangan calon bupati yang ikut dalam pilkada.

Diceritakannya, pada saat melakukan kampanye di wilayah Bogor Timur tepatnya di Ranca Bungur, dia harus memancing warga dengan dooprize berupa uang bagi yang bisa menjawab siapa pasangan calon bupati yang maju dalam pilkada.

Tidak hanya di Ranca Bungur, Karfat juga menemukan desa lainnya yang masyarakat tidak mengetahui siapa calon bupati yang akan dipilihnya nanti.

"Saya sempat mengamuk karena kesalnya di Tanjung Sari, masyarakat tidak ada yang tahu siapa pasangan calon bupatinya," kata pria yang jadi tersangka peredaran video porno politikus PDI Perjuangan ini.

Karfat mengatakan, selama masa kampanye yang dilakukannya justru mensosialisasikan pilkada kepada masyarakat dengan memberitahukan siapa saja pasangan calon bupati yang akan tampil dalam pemilihan.

"Saya bahkan menyediakan uang doorprize bagi yang bisa menjawab siapa pasangan nomor 1, nomor 2, nomor 3, dan nomor 4 mereka (masyarakat) tahu karena saat itu saya berkampanye disana, jadi bisa menjawab. Siapa yang bisa menjawab saya langsung kasih uang dan itu disaksikan oleh Panwaslu dan anggota Polsek setempat," kata mantan Wakil Bupati Bogor ini.

Karfat menyebutkan, pihaknya tidak ingin berprasangka buruk dengan kinerja penyelenggara Pemilu di Kabupaten Bogor.

Namun, lanjut dia, melihat kondisi di lapangan banyaknya masyarakat awam yang tidak mengetahui akan pasangan calon sebagai bentuk minimnya sosialisasi.

Masa kampanye pilkada Kabupaten Bogor telah memasuki hari ke 10, pasangan calon memiliki sisa waktu empat hari untuk mengkampanyekan dirinya kepada masyarakat.

Pilkada Kabupaten Bogor diikuti empat pasangan calon yang terdiri dari dua pasangan independen dan dua pasangan partai politik yakni Gunawan Hasan-Muhammad Akri dan Alex Sandi-Hengky Tarnado. Sedangkan dari partai politik Rachmat Yasin-Nurhayanti dan Karyawan Faturachman-Adrian Arya Kusuma.

Untuk hari pemilihan atau pencoblosan dilaksanakan pada tanggal 8 September mendatang. KPU Kabupaten Bogor telah menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam pemilihan 8 September nanti sebanyak 3.196.200 orang. Untuk jumlah TPS sebanyak 7.716 yang tersebar di 40 kecamatan. (kbg)

Inilah Nomor Urut Calon Bupati Bogor

Rabu, 17 Juli 2013 | 00.34

(SJO, BOGOR) - Empat pasang calon Bupati dan Wakil Bupati Bogor yang akan bertarung dalam Pemilu Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Bogor September 2013 mendatang sudah mendapatkan nomor urut masing-masing.

Dalam rapat pleno yang digelar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bogor, Senin (15/7/2013) sore di Gedung Tegar Beriman, Komplek Pemda Kabupaten Bogor.

Pengambilan nomor urut juga disaksikan oleh KPU) Provinsi Jawa Barat, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bogor, serta unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Bogor.

Dalam pengundian nomor urut, pasangan independen Gunawan dan Akrie mendapatkan nomor urut 1, pasangan Calon Alex dan Hengky Tornando mendapatkan nomor urut 2, dan pasangan incumbent H Rachmat Yasin yang berpasangan dengan Hj Nurhayanti mendapatkan nomor urut 3, sedangkan pasangan H Karyawan Faturachman dan Adrian mendapat nomor urut 4.

"Ini adalah rapat pleno yang terjadi dalam sejarah pemilu indonesia, bagi saya kreativitas KPU Kabupaten Bogor luar biasa, padahal kalau kita melihat beban kerjanya sangat luar biasa tapi di tengah kesibukan KPU Kabupaten Bogor masih mampu membuat suatu kreativitas rapat pleno lesehan seperti ini," Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat dalam sambutannya.

Sementara itu Ketua KPUD Kabupaten Bogor Ahmad Fauzi berharap keamanan di Kabupaten Bogor berlangsung kondusif selama berlangsungnya Pemilukada.

"Hari ini kita tetapkan nomor urut para calon bupati dan wakil Bupati Bogor. Ini adalah salah satu yang paling bersejarah di Kabupaten Bogor. Mari kita jaga kondisi yang kondusif ini hingga semua agenda pemilu di Kabupaten Bogor selesai dengan sukses tanpa ekses," katanya.(kbg)

Nasdem Jabar Dukung Atin Supriatin di Pilbup Subang

Selasa, 16 Juli 2013 | 01.14

(SJO, SUBANG) - Partai Nasdem Jawa Barat mendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Subang dari jalur independen, Atin Supriatin dan Ambu Nina Nurhayati.

"Partai Nasdem lebih ke support karena secara formal belum bisa jadi peserta pemilu. Selain itu, kebetulan keduanya keluarga besar Partai Nasdem," kata Ketua DPW Nasdem Jawa Barat, Eka Santosa, ketika ditemui di sela acara buka bersama kader Nasdem Jabar di Subang, Minggu (14/7/2013) malam.

Eka mengatakan pasangan calon Atin dan Nina dalam Pilkada Subang, dinilai sangat menarik. Pasalnya keduanya berasal dari kader Partai Nasdem sendiri. "Dan ini peristiwa sejarah di Indonesia, pasangan calon perempuan maju sebagai bupati dan wakil bupati," kata Eka.

Atin dan Ambu Nina, sebelum menjadi kader Nasdem, tercatat sebagai kader PDIP Subang. Atin sebagai sekretaris DPC PDIP Subang dan Ambu Nina sebagai istri dari mantan Bupati Subang Eep Hidayat, yang juga sebagai Ketua DPC PDIP Subang.

Sementara PDIP, pada Pilkada Subang mencalonkan Ojang Sohandi yang berkoalisi dengan Imas Aryumningsih dari Partai Golkar.

Disinggung migrasi besar-besaran kader PDIP Subang ke Partai Nasdem dalam ajang Pilkada Subang September mendatang, Pemilu Legislatif serta Pilpres 2014, Eka menilai hal itu sangat wajar. "Wajar, kan keduanya berangkat dari keluarga yang sama (PDIP). Termasuk juga saya," ujar Eka.

Eka juga menilai pindahnya Atin dan Ambu Nina ke Nasdem, bukan hal yang tidak mungkin terjadi. "Ya tentu bisa dan enggak jadi masalah, toh, PDIP dan Nasdem kan bersaudara. Di PDIP ada Megawati di Partai Nasdem ada bu Rachmawati. Bagi-bagi suara sesama saudara ya enggak masalah toh," ujar Eka.(r22)

Koalisi Golkar-PDIP-PPP Usung Sajiwa di Pilbup CIamis 2013

Senin, 01 Juli 2013 | 13.39

(SJO, CIAMIS) – Koalisi Partai Golkar, PDIP dan PPP mengusung pasangan H. Iing Syam Arifin- Jeje Wiradinata sebagai Calon Bupati-Wakil Bupati Ciamis. Deklarasi pengusungan dilakukan di Taman Raflesia, Ciamis, Minggu (30/6/13).

Pasangan berjargon “Sajiwa” ini dipastikan mengikuti Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Ciamis yang akan digelar pada 22 September 2013.

Saat deklarasi hadir ratusan pendukung yang diusung 3 parpol besar ini. Juga tampak hadir pengurus DPD Partai Golkar, pengurus DPC PDI Perjuangan, pengurus DPC PPP,  anggota DPRD Kabupaten, Provinsi, dan hadir pula anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Puti Guntur Soekarno Putri.

Calon Bupati Ciamis yang diusung Partai Golkar, H. Iing Syam Arifin, menuturkan, sudah hampir 31 tahun dirinya mengabdi untuk Ciamis sebagai birokrat. “Dengan begitu, dengan pencalonannya ini saya komitmen akan berusaha membangun Ciamis ke arah yang lebih baik,” ujarnya dalam pidato politiknya, saat deklarasi. (rcm)

Bupati Bandung Barat Terpilih Dilantik 17 Juli

Selasa, 04 Juni 2013 | 23.31

(SJO, BANDUNG BARAT) – Pelantikan pasangan bupati dan wakil bupati Bandung Barat terpilih, Abubakar-Yayat T Soemitra, dijadwalkan akan digelar pada 17 Juli 2013. Pasangan calon nomor urut 5 ini dinyatakan sebagai pemenang dalam Pemilukada Kabupaten Bandung Barat, dengan perolehan 387.901 suara atau sekitar 49,99 persen.

Ketua KPU KBB, Asep Mamat, mengatakan pihaknya telah menyampaikan hasil penetapan bupati dan wakil bupati KBB terpilih kepada semua pihak yang berkepentingan khususnya kepada gubernur dan DPRD Jabar serta bupati dan DPRD KBB terkait pasangan calon terpilih.

Menurut Asep, KPU telah menunggu berbagai pihak yang merasa tidak puas atau keberatan atas perolehan suara dan hasil pemilukada KBB untuk mengajukan gugatan ke MK. "Hingga batas waktu terakhir (Rabu,29 Mei) untuk pengajuan gugatan ke Mahkamah Konstitusi, ternyata tidak ada pihak yang mengajukan gugatan," katanya.

Asep menambahkan, setelah menetapkan serta menyerahkan hasil pemilukada KBB kepada mendagri melalui gubernur, agenda selanjutnya yakni melantik pasangan terpilih sebagai bupati dan wakil bupati KBB periode 2013-2018. Pelantikan direncanakan akan dilakukan oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Berdasarkan hasil rekapitulasi suara di 16 kecamatan yang ditetapkan pada Jumat (24/5) lalu, pasangan Abubakar-Yayat T Soemitra memperoleh suara sebanyak 387.901 pemilih. Diikuti pasangan nomor urut 4, Erni R Ernawan-Samsul Ma'arif  yang mengantongi 152.229 suara.  Posisi ketiga adalah pasangan Aep Nurdin-Kosasih, dengan perolehan 102.581 suara.

Selanjutnya, pasangan Djamu Kertabudi-Agus Yasmin menempati posisi keempat dengan jumlah perolehan suara 89. 934. Sedangkan  posisi paling bontot diduduki pasangan calon independen Panji Tirtayasa-Kusna Sunardi,  dengan perolehan 22. 915 suara. (r22)

15 Balon Bupati Garut Jalur Perseorangan Tak Penuhi Batas Minimal Dukungan

Senin, 03 Juni 2013 | 18.53

(SJO, GARUT)) - Sebanyak 15 calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang berasal dari jalur perseorangan tidak memenuhi batas dukungan minimal sebanyak 3 persen dari jumlah penduduk Garut 2,9 juta jiwa atau 89.783 dukungan. Akibatnya, mereka pun dicoret.

"Hasil verifikasi administrasi dan faktual tidak ada yang mencapai batas dukungan," ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Garut, Aja Rowikarim, Senin, 3 Juni 2013.

Menurut dia, dari 15 pasangan, hanya terdapat empat pasangan calon yang berkas dukungannya mencapai angka di atas 40 ribu orang. Dari empat itu, hanya satu pasangan calon yang angkanya mencapai 70 ribu. Sedangkan sisanya hanya meraih dukungan rata-rata sebanyak 30 ribu, bahkan ada yang hanya 10 ribu dukungan.

Meski begitu, Aja enggan untuk menyebutkan pasangan calon tersebut. Dia mengaku saat ini komisi pemilihan tengah mengumpulkan hasil verifikasi dari tingkat kecamatan. Berkas pasangan calon itu akan diumumkan setelah komisi pemilihan menggelar rapat pleno rekapitulasi dukungan pada 8 Juni mendatang. "Bila mau daftar tanggal 10 Juni nanti, pasangan tersebut harus melengkapi kekurangannya sebanyak dua kali lipat," ujarnya.

Aja menilai kurangnya berkas dukungan itu karena hampir 60 persen berkas dukungan itu tidak bisa diverifikasi secara faktual. Ditambah lagi para calon tidak lolos verifikasi administrasi. Kondisi itu disebabkan karena keberadaan pendukung pada berkas tersebut tidak jelas.

Berdasarkan hasil verifikasi, banyak ditemukan berkas dukungan ganda. Dalam salah satu pasangan calon terdapat banyak fotokopi KTP satu nama. Sedangkan KTP ganda lainnya, yakni satu KTP terdapat di beberapa calon. Kondisi ini hampir terjadi di setiap daerah, seperti di Kecamatan Tarogong Kaler, Malangbong, Kersamanah, Bayongbong, dan Cibatu.

Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Garut, Saepuloh, mengatakan selama proses verifikasi calon perseorangan, pihaknya banyak menemukan dan menerima laporan pidana pemilu yang dilakukan pasangan calon persorangan. Tindak pidana itu, yakni berkas dukungan fiktif seperti tanda tangan dukungan palsu, kartu keluarga, dan kartu tanda penduduk palsu.

Perbuatan pasangan calon tersebut bisa dijerat dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggaran Pemilihan Umum. "Dalam waktu dekat ini kita akan bawa kasus tersebut ke Gakumdu (penegakan hukum terpadu) untuk diproses. Kalau terbukti pidana, maka pihak kepolisian yang akan memprosesnya," ujarnya.

Seperti diketahui, bakal calon bupati dan wakil bupati dari jalur perseorangan ini diramaikan dari kalangan selebritis, yakni penyayi era tahun 1990-an, Deddy Dores, dan vokalis Setia band, Charly Van Houten. Pesta demokrasi ini rencananya akan digelar pada 8 September mendatang dengan jumlah pemilih sekitar 1,8 juta jiwa. (tpo)

SJO, GARUT

Akri Patrio dan Hengky Tornando Nyalon Wakil Bupati Bogor

(SJO, BOGOR) - Dua artis, Akri Patrio dan Hengky Tornando, bakal bersaing mempebutkan posisi Wakil Bupati Bogor dalam Pemilukada Bupati Bogor yang digelar September 2013. Kedua artis itu maju lewat jalur independen.

Akri maju berpasangan dengan Gunawan Hasan, sedangkan Hengky Tornando dengan Alex Sandi Ridwan. Kedua pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati itu sudah mendaftarkan diri ke KPUD Kabupaten Bogor.
Sementara itu, dari jalur Partai Politik, kedua calon incumbent yaitu H Rachmat Yasin dan Karyawan Faturahman maju lewat parpolnya masing-masing.

Rachmat Yasin (RY) yang berpasangan dengan Sekda Kabupaten Bogor Nuhyanti didukung koalisi 9 Parpol yaitu PPP, Demokrat, Golkar, PKS, Nasdem, Hanura, PKPI, PAN, PKB dan 12 parpol nonparlemen lainnya.

Sedangkan Karyawan Faturahman (Karfat) yang menggandeng Adrian Arya Kusuman didukung PDIP dan PBB. Dengan demikian, sudah empat pasangan yang memastikan diri maju dalam Pemilukada Bupati Bogor.
"Hingga hari ini (Kamis), yang merupakan hari terakhir pendaftaran peserta Pilkada Bupati Bogor 8 September mendatang, dipastikan hanya 4 pasangan bakal calon yang mendaftar," ujar Ketua KPUD Kabupaten Bogor, Achmad Fauzi kepada wartawan, Kamis (30/5).

Menurutnya, empat pasangan calon yang nanti bertarung, masing-masing berasal dari unsur Parpol dua pasang calon dan dua dari jalur independen."Empat pasang calon tersebut akan kita verifikasi dan kita tetapkan pada tanggal 14 Juni. Kemudian 15 Juni, digelar pengundian nomor urut," kata Achmad Fauzi.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 9 parpol koalisi yang mengusung calon incumbent Rachmat Yasin (RY) yang berpasangan dengan Nurhayanti,Sekda Kabupaten Bogor. Pasangan tersebut mendaftar pada 26 Mei lalu.

Di hari yang sama pasangan cabup independen Gunawan Hasan (mantan anggota DPRD Kabupaten Bogor) dan Akri Patrio (artis) juga mendaftarkan diri. Sedangkan Alex Sandi Ridwan (mantan Kepala Desa Sentul) yang berpasangan dengan Hengky Tornando (artis) baru mendaftar Rabu (29/5/2013).(tbn/ant/r22))

Charli Setia Band 'Nyalon" Wakil Bupati Garut

Kamis, 09 Mei 2013 | 19.15

(SJO, GARUT) - Semakin banyak artis yang mencoba masuk dunia politik. Kali ini Deddy Dores dan Charly Setia Band mencalonkan sebagai wakil bupati (wabup) Garut dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang akan digelar pada 8 September 2013.

Menurut Ketua KPU) Garut, Aja Rowikarim mengatakan, pasangan calon yang berdampingan dengan Deddy Dores dan Charly sudah mendaftarkan diri dan menyerahkan berkas dukungan masyarakat berupa foto copy kartu tanda penduduk (KTP) ke KPU.

Deddy Dores mendampingi Dedi Suryadi calon Bupati Garut dari jalur perseorangan yang menyerahkan berkas dukungan sebanyak 120 ribu lembar KTP.  Sedangkan Charly mendampingi Muhtarom calon Bupati Garut dari jalur perseorangan, yang sudah menyerahkan berkas dukungan ke KPU sebanyak 156.503 lembar KTP.

"Hingga hari ini (Kamis) sudah ada 11 pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Garut dari jalur perseorangan yang menyerahkan berkas kepada kami KPU," kata Aja jepada para wartawan, Kamis (9/5/13)

Aja menjelaskan, batas minimal dukungan untuk calon perseorangan adalah 89.783  atau sekitar 3 persen.
Berkas dukungan pasangan calon perseorangan akan diverifikasi terlebih dahulu untuk memeriksa kebenaran administrasi dengan mendatangi langsung masyarakat yang tercatat dalam dukungan itu.
"Batas penyerahan berkas dukungan sampai 10 Mei, selanjutnya kami lakukan verifikasi keabsahan data itu," katanya.

Pasangan calon perseorangan yang sudah mendaftar ke KPU Garut yakni pasangan Dedi-Deddy Dores, Yamin-Dadan, Dede Kusdinar-Endang Suryana, Nurdin-Irwan, Dikdik Darmika-Iwan Ridwan, Deden Suparman-Yana Sofyana, Yaya Sumarya-Apjat Nataatmadja, Uus Kudus-Abdul Rohman, Sirojulmunir-Iwan Suwarsa, Asep Badruzzaman-Tutang Wirachman dan pasangan Muhtarom-Charly. (R22/Ali )

Kampanye Pilbup Bandung Barat Berlangsung 14 Hari

Rabu, 24 April 2013 | 22.42

(SJO, BANDUNG) - Pelaksanaan kampanye pemilihan bupati Bandung Barat akan berlangsung pada 2-15 Mei dan digelar di lima zona sesuai dengan daerah pemilihan (dapil) di Bandung Barat. Jadwal tersebut ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat, Rabu (24/4/2013). Rapat penetapan jadwal kampanye dihadiri semua tim pemenangan pasangan calon, kepolisian, TNI, dan instansi pemerintah terkait.

Kampanye akan berlangsung selama 14 hari dari pukul 6.00 WIB-18.00 WIB. Sedangkan lima zona yang ditetapkan yaitu Kecamatan Padalarang, Ngamprah, Saguling (Dapil 1), Batujajar, Cililin, Cihampelas (Dapil 2), Cipongkor, Rongga, Sindangkerta, Gununghalu (Dapil 3), Cipatat, Cikalongwetan, Cipeundeuy (Dapil 4), dan Cisarua, Parongpong, Lembang (Dapil 5).

Pada hari pertama kampanye tanggal 2 Mei, setiap pasangan calon akan menyampaikan visi dan misinya dalam rapat paripurna DPRD di Hotel Masion Pine, Kota Baru Parahyangan. Acara dilanjutkan kampanye damai secara bersama-sama dengan rute Kota Baru Parahyangan-Jalan Raya Padalarang dan berakhir di Jalan Cihaliwung untuk memasang alat peraga kampanye.

Mulai tanggal 3-15 Mei, masing-masing pasangan calon akan melakukan kampanye di tempat yang telah ditentukan. KPU berharap setiap pasangan calon melakukan kampanye secara aman dan tertib dan mengendalikan massanya untuk tidak bertindak anarkistis.

KPU Kabupaten Bandung Barat juga mengagendakan debat terbuka untuk para pasangan calon yang akan berlangsung pada tanggal 7, 12, dan 15 Mei. Debat kandidat akan disiarkan di stasiun televisi local, dan menghadirkan panelis dari perguruan tinggi sekitar Kabupaten Bandung Barat, serta pakar di bidang ekonomi, politik, hukum, dan lingkungan hidup. (R04)
Diberdayakan oleh Blogger.