KBC Akan Monitor Program Pemerintah Kota Bandung

Jumat, 06 September 2013 | 13.09

(SJO, BANDUNG) Komunitas Bandung Cerdas (KBC) menilai perlu adanya pengawasan atas program pemerintah daerah Kota Bandung yang harus harus dilakukan secara bersama-sama, hal itu tertuang dalam agenda Halal bil Halal KBC dengan 100 perwakilan Ormas-LSM, Mahasiswa se-Bandung di Rumah Makan Ponyo, Jalan Malabar No.80, kota Bandung, Kamis (05/09/2013) siang.

“Pengawasan program pemerintah daerah harus dilakukan secara bersama-sama, apalagi bila ada temuan yang mengindikasikan menyimpang dan itu akan menjadi titik perhatian dari Komunitas Bandung Cerdas kedepan” ujar Doddy Supriadi Ketua Umum KBC usai halal bil halal kepada Seputarjabar.com.

Pengawasan juga dapat dimulai dengan informasi yang dapat disampaikan langsung baik berupa sosialisasi oleh Dinas terkait sebagai SKPD dan sebaliknya masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan informasi yang akurat terkait program pemerintah yang sedang berjalan.

“Masyarakat berhak mendapatkan informasi terkait program pemerintah daerah, tentunya dengan melibatkan SKPD terkait, sehingga program pemerintah dapat berjalan dengan baik” papar mantan ketua Perhimpunan Mahasiswa Bandung (PMB) periode 1997-2002 ini..

KBC juga berkomitmen akan menyikapi temuan-temuan terkait penyimpangan dalam beberapa program pemerintah kota Bandung. “Sebagai bentuk komitmen bersama KBC tidak segan untuk ikut memonitoring bila ada indikasi yang sarat penyimpangan” pungkasnya.

Doddy juga berharap pada Walikota Bandung terpilih untuk menjalankan program yang sudah direncanakan, tentunya dengan skala prioritas, seperti monorail yang rencananya akan dibangun di kota bandung dirinya sangat setuju apalagi jika diimbangi dengan pemerataan di sektor lain.

“Saya sangat mendukung rencana pembangunan monorail di kota bandung, selain menjadikan roda ekonomi berjalan, sektor lain juga akan tumbuh. Tapi tetap pemkot juga jangan membangun monorail hanya untuk pencitraan, sekali lagi sektor lainnya seperti pendidikan, sosial harus diperhatikan” harapnya seraya menepis dugaan bila pertemuan ini dikaitkan dengan situasi politik jelang 2014 yang cenderung tebar pesona. (Don)

Walikota Bandung Dada Rosada Resmi Jadi Tersangka Kasus Suap Bansos

Sabtu, 29 Juni 2013 | 21.16

(SJO, JAKARTA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ahirnya menetapkan Wali Kota Bandung Dada Rosada sebagai tersangka kasus suap hakim terkait vonis perkara bantuan social (bansos). Surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama Dada sudah ditandatangani ketua KPK Abraham Samad pada Jumat (28/6/2013).

Nama Dada kerap disebut terlibat dalam dugaan penyuapan terhadap hakim Pengadilan Negeri Bandung, Setyabudi Tedjocahyono. Dada diduga sebagai otak pemberian suap kepada hakim ini, terkait pengurusan perkara dugaan korupsi bantuan sosial di Pemkot Bandung yang kasusnya ditangani PN Tipikor Bandung.

Kasus ini melibatkan orang dekat Dada, yakni Toto Hutagalung, pria bernama Asep yang merupakan suruhan Toto, dan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) Kota Bandung Hery Nurhayat. Diduga, uang yang digunakan untuk menyuap Setyabudi berasal dari patungan sejumlah kepala dinas di Pemkot Bandung.

Mantan Sekretaris Daerah Kota Bandung Edi Siswadi beberapa waktu lalu mengaku diperintah Dada untuk mengumpulkan uang yang akan diberikan kepada Setyabudi. Terkait kasus ini, KPK sudah lebih dari delapan kali memeriksa Dada. KPK juga telah menggeledah kediaman pribadi maupun rumah dinas Dada, serta ruang kerja Dada di kantor Pemkot Bandung.

Sebelumnya,   Kamis (27/6/2013),  Dada Rosada menjalani pemeriksaan kedelapan di KPK). Ketika itu, Dada segera masuk ke dalam ruang steril KPK, tanpa mau menjawab pertanyaan wartawan.  Pada perkara ini, selain kasus suap hakim Setyabudi Tedjocahyono, KPK juga sudah membuka penyelidikan baru. Sementara pada kasus suapnya, KPK juga tengah mengembangkan ke penerima dan pemberi lain. (r21)

KPK Berencana Bidik Dada Rosada dari Kasus Lain

Jumat, 14 Juni 2013 | 15.36

(SJO, JAKARTA) - KPK berencana membidik Wali kota Bandung Dada Rosada dengan kasus lain, karena hingga kini KPK belum menemukan bukti keterlibatan Dada dalam kasus suap Wakil Ketua (Waka) Pengadilan Negeri (PN) Bandung Setyabudi Tedjocahyono.

Hal itu diketahui dari keterangan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di kantornya, Jala HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/6).

Kata dia, sudah ada usulan dari penyidik agar pemeriksaan terhadap Dada dikembangkan ke kasus lain yang terkait dengan kasus suap Waka PN Bandung, dan statusnya ditingkatkan ke penyidikan. Sebab, dalam kasus penyuapan itu, Dada tidak ikut tertangkap tangan, dan belum ditemukan bukti adanya keterkaitan antara dia dengan para tersangka kasus itu.

Seperti diketahui, kasus suap Waka PN Bandung menjerat empat tersangka. Selain sang Waka PN sendiri, tersangka lain kasus ini adalah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendapatan Daerah Pemkot Bandung Herry Nurhayat, pengusaha bernama Toto Hutagalung, dan karyawan Toto yang bernama Asep Triana. (smo)

Tarif Sampah di Kota Bandung Naik Mulai Awal Mei 2013

Jumat, 26 April 2013 | 02.17

(SJO, BANDUNG) – Warga Bandung mesti bersiap merogoh kocek lebih dalam. Pasalnya, selain pemerintah pusat nakal menaikan harga BBM, Pemkot Bandung juga berencana memberlakukan tariff baru retribusi sampai mulai awal Mei 2013.

Menurut Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung Cece Iskandar,  tarif iuran sampah naik dua hingga empat kali lipat, sesuai dengan Peraturan walikota nomor 316 tahun 2013.

"Tarif untuk rumah tangga mulai Rp 3ribu sampai Rp 20ribu per bulan,”  kata Cece kepada para wartawan, Kamis (25/4/2013).

Tarif untuk golongan komersial juga naik menjadi Rp. 60.000 per m3, non komersial 50.000 per m3, sedangkan sosial 45.000 per m3.

Pedagang sektor informal akan dikenakan Rp1.000 per hari. Sedangkan kendaraan umum angkutan kota dan taksi Rp1.000 per hari, minibus atau nonbus Rp3.000 per hari, bus umum Rp5.000 per hari, dan bus pariwisata Rp10.000 per hari.

Cece menjelaskan, kenaikan tersebut merupakan pertama kalinya sejak tahun 2002. Diharapkan, dengan kenaikan tersebut dapat meningkatkan jasa kebersihan yang senilai Rp 15 miliar pertahun mejadi Rp20 miliar per tahun. (don)

Pameran Foto KAA 1955 Meriahkan HUT Kota Bandung

(SJO, BANDUNG) – Pameran foto bersejarah Konferensi Asia Afrika tahun 1955 akan turut menandai pengingatan Hari Ulang Tahun Kota Bandung ke-203. Menurut Wakil Walikota Bandung, Ayi Vivananda, pameran akan berlangsung di Balai Kota.

Foto-foto yang dipamerkan mengandung nilai sejarah dan dapat menambah pengetahuan masyarakat, terutama bagi kalangan pelajar dan generasi muda kota Bandung.

“Diantaranya, karya fotografer senior Inen Rusnan (76) selaku saksi sejarah KAA 1955,” ujar Wakil Walikota Bandung Ayi Vivananda saat berkunjung ke rumah Inen Rusnan.

Ayi mengungkapkan kekagumannya atas karya-karya foto Inen yang memiliki nilai sejarah cukup tinggi. Diantaranya foto saat Konferensi Asia-Afrika tahun 1955, peletakan batu pertama Kampus UNPAD oleh Presiden RI Soekarno dan kunjungan Perdana Menteri Inggris Margareth Thatcher.

Selain itu juga ada foto-foto peletakan batu pertama hingga peresmian Kolam Renang Karang Setra dan masih banyak dokumentasi foto lainnya yang sampai saat ini tersimpan.

“Foto sejarah ini harus dipamerkan agar masyarakat Bandung mengetahui bahwa kota Bandung sejak dulu sudah cukup terkenal dan sering dijadikan tempat kegiatan baik skala Nasional maupun internasional,” ujar Ayi.

Pameran foto dalam rangkaian peringatan HUT kota Bandung ke 203, akan menampilkan foto-foto peristiwa penting jaman dulu yang dikolaborasikan dengan sekarang. (R02)

Komunitas Backsilmove Nyalakan Lilin Simbol Selamatkan Hutan

Sabtu, 23 Maret 2013 | 13.20


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) – Dalam acara puncak ORATORIUM BABAKAN SILIWANGI “The Arct Journey Of Silence For Saving Our forest” METAFORA (Mime Time and Forest action Day) pada tanggal 22 Maret 2013, yang kali ini acara di gelar di Cikapayang tepatnya di bawah flyover Pasopati. Jum’at (22/03/2013) malam.

Kali ini komunitas Backsilmove berkolaborasi dengan beberapa komunitas, ada 10 komunitas yang terlibat pada acara puncak ini dengan menampilkan seni lukis, seni tari, pantomime, music, dan teater. Komunitas yang terlibat diantaranya : Teater Nusantara 32, Mixi, Imajimimetheatre Indonesia, Teater Tjerobong Paberik, Teater Dupa, Semut Hitam, juga menampilkan Astina Big Band, Ruang Temu, Wajiwa dan tentunya komunitas Backsilmove.

Berkumpulnya komunitas – komunitas ini dan berkolaborasi dengan satu tujuan yaitu menolak Hutan Kota Babakan Siliwangi di jadikan sebagai tempat komersil, dan mengajak masyarakat untuk peduli dan ikut menjaga serta melestarikan akan kebeadaan Hutan Kota Babakan Siliwangi.

Untuk kali ini acara di mulai dengan penyalaan lilin yang berjumlah 80 lilin dengan membentuk pohon yang melambangkan hutan, lalu seluruh komunitas berkumpul dengan membentuk sebuah lingkaran. Kolaborasi ini sangatlah unik, karena dari berbagai macam komunitas dan aliran, mereka berbaur menjadi satu melakukan aksi dalam waktu yang bersamaan menyuarakan isi hati mereka dengan cara yang berbeda – beda.

Menurut kang Alfiyanto dari komunitas seni tari Wajiwa dan salah satu dosen di STSI Bandung, Hutan Kota Babakan Siliwangi tidak seharusnya di jadikan sebagai tempat komersil, tetapi biarkanlah hutan apa adanya karena hutan Kota Babakan Siliwangi ini telah di tetapkan oleh PBB dan di resmikan langsung oleh Wakil Presiden Bapak. Budiono.

Dalam pementasan seni tari ini, menggunakan Tali sebagai symbol dari keterbatasan hutan, kawat duri yang melambangkan kepedihan dari hutan, dan dari inti dari jalan cerita seni tari ini menurut kang Alfiyanto, apabila hutan ini bisa menjerit, pastilah dia sudah menjerit, apabila hutan ini bisa menangis, pastilah dia sudah menangis, apabila hutan ini bisa berbicara, maka dia akan mengatakan jagalah aku, jangan rusak aku, Kita butuh alam, dan alam pun membutuhkan kita untuk menjaga dan melestarikannya. ( sayahandi )

Pyrate Punx Datangkan Band Amrik Ramaikan Baksil


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) – Bertepatan dengan “World Forest Day” yang jatuh pada tanggal 21 maret 2013, komunitas Pyrate Punx menggelar acara di Sanggar Olah dan Seni Babakan Siliwangi. Kamis (21/03/2013) malam

Acara ini di gelar dalam rangka penolakan akan dibangunnya babakan siliwangi sebagai tempat komersil dengan melakukan kegiatan di babakan siliwangi yang menggelar acara musik. Kali ini komunitas Pyrate Punx mendatangkan band asal Amerika TRAGEDY dengan genre Modern Hardcore Punk

Kali ini pembukaan band asal amerika ini di buka odengan kesenian sunda yaitu kacapi  di iringi lantunan dari sinden yang begitu merdu. Setelah itu baru lah band yang dinanti – nanti oleh para penonton yang telah memadati Sanggar Olah dan Seni Babakan Siliwangi, band asal amerika Tragedy.

Penonton sangat antusias dengan band asal amerika ini dengan bergoyang bersama dan ada juga yang melakukan pogo. Walaupun di tengah jalan ada sedikit kendala karena listriknya padam, tp acara tetap berjalan dengan tertib. ( sayahandi )

KMBB Tolak Laporan Pertanggungjawaban Walikota Dada Rosada

Kamis, 21 Maret 2013 | 19.09

(SJO, BANDUNG) - Koalisi Masyarakat Bandung Bermartabat (KMBB) berunjuk rasa menolak Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) dan Laporan Pertanggungjawan (LPJ) Wali Kota Bandung Dada Rosada. Mereka menilai Wali Kota Bandung gagal dalam menyelesaikan berbagai persoalan Kota Bandung. Unjuk rasa digelar di halaman Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis (21/3/13).

Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat Dadan Ramdan, dalam orasinya mengatakan sudah 10 tahun tak ada perubahan postif di kota Bandung. Berbagai persoalan yang membelit Kota Bandung mengancam keselamatan warganya. "Sengketa lahan tak kunjung selesai, resapan air terus berkurang resapan air, banjir masih saja terjadi,” katanya.

Wahyu Widianto selaku koordinator aksi melalui rilis KMBB menuturkan, Wali Kota Bandung tidak membawa perubahan masyarakat dan lingkungan hidup lebih baik sebagaimana yang dimandatkan dalam RPJMD Kota Bandung 2009-2013.

"Bahkan, kita menilai Dada Rosada gagal menjalankan mandat kebijakan visi dan misi dalam RPJMD Kota Bandung 2009-2013. Hal itu, tutur Wahyu, bisa diperiksa dari kenyataan di lapangan. "Selama 10 tahun berkuasa beragam masalah akibat salah urus kebijakan Walikota Bandung itu terjadi”
Menurut penilaian KMBB, selama Dada menjadi Walikota, ada belasan persoalan yang tidak terselesaikan, diantaranya.

1. Alih fungsi kawasan semakin masif oleh pembangunan hutan beton (hotel, apartemen, mall, sarana komersil lainnya) semakin masif. Selama lima tahun sedikitnya 104 jenis bangunan komersil dibangun di kawasan konservasi, resapan, lindung, sempadan jalan dan sungai.

2. Gedung-gedung cagar budaya berubah fungsi menjadi sarana komersil, tidak terawatt dan terlantarkan.

3. Pembangunan hutan beton dan sarana pembangunan fisik lainnya menimbulkan konflik sosial di masyarakat seperti di Rancabentang, Bangbayang, Batununggal, Sukajadi, Punclut, Dago, Griya Cempaka Arum dan lain-lain. Bahkan konflik sosial di masyarakat berujung pada kriminalisasi (sedikitnya 9 orang warga kota Bandung sudah dikriminalisasi).

4. Banjir semakin meluas ditemukan sekitar 80an titik genangan banjir di Kota Bandung, jalan-jalan berubah menjadi sungai dan mata air semakin berkurang, Cikapundung masih tercemar dll

5. Kemacetan yang belum terselesaikan, penataan PKL yang buruk dan kesemrawutan ruang kota Bandung dan masalah sosial lainnya.

6. Tata kelola PDAM yang buruk, hasil investigasi membuktikan sekitar 130 Milyar per tahun kerugian negara yang dialami, sekitar 5000 titik pengambilan air tanah yang bermasalah.

7. Ruang terbuka hijau yang disediakan hanya mencapai 7 % dari total wilayah kota Bandung sekitar 17.000 Ha, bahkan terjadi manipulasi jumlah luasan RTH Kota Bandung serta wilayah KBU Kota Bandung yang beralih fungsi menjadi kawasan komersil. Artinya target dalam RPJMD Kota Bandung sampai tahun 2013 mencapai 16% RTH tidak tercapai.

8. Sekitar Rp 66,5 Milyar Dana Bansos dikorupsi selain pengelolaan /pemborosan dana hibah di tahun 2012 sekitar 400an Milyar yang buruk.

9. Pengelolaan sampah yang buruk serta pembangunan PLTSa yang akan menambah beban pencemaran udara kota Bandung.

10. Akses warga atas informasi beragam informasi kebijakan yang masih tertutup.

11. Pengendalian dan pengawasan perijinan pembangunan yang lemah

12. Budaya premanisme yang semakin meluas dan masif dan laim-lain.

13. Nasib guru honorer yang belum terperhatikan dan masih mengalami diskriminasi dan masalah-masalah sektor lainnya

"Beragam kasus dan masalah yang dipaparkan diatas menunjukan fakta bahwa Bandung Hijau, Cerdas, Makmur, Sehat, Berprestasi, Kota Seni Budaya, Agamis serta pelaksanaan reformasi birokrasi yang menjadi agenda prioritas dalam RPJMD tidak tercapai dan gagal," ujar Koordinator Aksi dan Kampanye Walhi Jabar, Wahyu Widianto kepada para wartawan. (R02)

Pemkot Bandung Gratiskan Raskin

Kamis, 07 Maret 2013 | 15.34

(SEPUTAR JABAR COM, BANDUNG) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggratiskan raskin bagi 62.255 Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) dengan alokasi dana Rp28 miliar. “Dengan digratiskannya program raskin tersebut, diharapkan tidak akan lagi muncul keluhan mengenai program ini,” ujar Wali Kota Dada Rosada, kemarin.

Meskipun gratis, kata dia, namun mutu beras, timbangan dan kecepatan dalam pendistribusiannya tetap diperhatikan termasuk pengawasan dan laporan langsung dari warga.

Dada menjelaskan untuk menjaga ketahanan pangan di Kota Bandung, Pemkot telah memiliki sekitar 30 hektar (ha) sawah abadi, dari target yang dicanangkan sekitar 100 ha. “Kita upayakan sisanya masih di Kota Bandung, tetapi kalau tidak memungkinkan bisa di luar Kota Bandung juga,” ujarnya.

Untuk, 2013 Pemkot Bandung, telah mencadangkan 40 ha untuk pembebasan RTH yang akan difungsikan sebagai sawah abadi. Sementara itu menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung Dedy Mulya, ketersediaan pangan di Kota Bandung masih menggantungkan diri ke daerah luar Kota Bandung. Di antaranya 96,61 persen dari luar Kota Bandung, dan hanya 3,39 persen berasal dari produksi sendiri. “Penyediaan pangan melalui sendiri terkendala keterbatasan lahan, anomali iklim dan bencana banjir,” ujar Dedy.

Untuk mengatasi ketersediaang pangan tersebut, Pemkot Bandung pun telah berupaya mengatasi kendala tersebut, dengan kebijakan seperti pengadaan lahan sawah abadi, lumbung pangan daerah, Bawaku Pangan pendamping raskin, percepatan aneka ragam konsumsi pangan, urban farming, pengawasan mutu pangan, dan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pelatihan dan pemberian bantuan sarana produksi pertanian. (R02/tbt)

Berat Joli Sampai 200 Kilogram

Minggu, 03 Maret 2013 | 08.35


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Arak-arakan 70 Joli, Barongsai, Liong, dan tokoh wawayangan sunda juga terlihat memeriahkan acara.

 Joli sebuah replika kendaraan untuk mengarak dewa, joli yang berbahan dasar kayu merah dengan ornament ukiran, memiliki makna tersendiri bagi pengaraknya.

Joli tertua berada di Vihara Sam Po Kong Semarang konon usianya capai 400 tahun, perawatannya juga bisa capai puluhan juta rupiah, bahkan dengan menggunakan air emas.

Dengan berat variatif mulai dari 200 - 400 kilogram ini tidak membuat orang- orang yang menandunya kecapaian, dengan bergantian  mereka tetap semangat, dengan diiringi tabuhan musik tradisional tionghoa.

“Lumayan berat mas ini sekitar 200 kilo, gantian nandunya, seharusnya 8 orang, tumpuan terberat ada di tengah dan belakang, menurut kepercayaan kami dengan menandu Joli akan membawa hoki (keberuntungan) bagi kami” jelas Chingcing warga majalengka peserta arak-arakan Joli, di Jalan Cibadak, Bandung, Sabtu (2/3/2013).

Setelah pawai kirab para dewa yang diarak dengan Joli  dibawa kembali ke dalam vihara, setelah itu acara ditutup dengan sembahyang sebagai wujud rasa terima kasih kepada sang pencipta.(Don)


Kirab Budaya Cap Goh Meh 2013 dibuka Walikota Bandung


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Walikota Bandung Dada Rosada buka acara Kirab Budaya Cap Goh Meh 2013, dengan naik delman Dada pimpin arak-arakan pawai, acara dimulai sejak siang pukul 15.00 Wib ini mengambil rute pawai Jalan Cibadak-Jenderal Soedirman-Pasir Kaliki dan masuk ke dalam pertokoan Paskal Hyper Square, kemudian keluar lewat belakang menuju Jalan Gardu Jati dan kembali ke Jalan Cibadak.

Pawai yang terdiri dari arak-arakan 70 Joli, Barongsai, Liong, sampai tokoh wawayangan sunda juga terlihat memeriahkan acara.

Ada yang unik dalam acara ini yaitu Joli sebuah replika kendaraan untuk mengarak dewa, joli berbahan dasar kayu merah dengan ornament ukiran, memiliki makna tersendiri bagi pengaraknya, dengan berat variatif mulai dari 200 - 400 kilogram ini tidak membuat orang- orang yang menandunya kecapaian, dengan bergantian  mereka tetap semangat dengan diiringi tabuhan musik tradisional tonghoa.

Panitia penyelenggara juga berharap dalam perayaan kali ini akan semakin mempererat tali persaudaraan bagi seluruh masyarakat nusantara “Semoga dengan semangat Pluralisme, acara ini dapat meningkatkan rasa persaudaraan bagi seluruh masyarakat Bandung, Jawa Barat dan nusantara” jelas Andreas Sutanto kepada wartawan di Vihara Dharma Ramsi, Jalan Cibadak, Bandung, Sabtu (2/3/2013) malam.

Antusiasme peserta selalu naik setiap tahunnya, pada tahun pertama Kirab Budaya hanya 30 peserta yang mengikuti acara, di tahun ketiga pelaksanaan saat ini sekitar ribuan peserta  dari setiap daerah turut memeriahkan acara pesta rakyat ini.

“Tahun pertama masih 30 orang peserta, sekarang lebih banyak lagi. Acara juga berjalan baik tidak ada laporan insiden kecelakaan atau lainnya, hanya sedikit macet saja” terang Indra Kusnadi Ketua Pelaksana Cap Goh Meh 2013.

Pihaknya juga berterima kasih kepada masyarakat Kota Bandung atas partisipasinya dalam membantu terlaksananya penyelenggaraan kirab budaya kali ini.

“Kami berterima kasih kepada warga masyarakat Kota Bandung yang jalannya terganggu atau macet, dan  partisipasinya sehingga acara ini dapat berjalan dengan lancar, Wayahna jalan macet kalau acara ingin rame” sambung Indra lagi.

Muhtadin pengendara yang melintas di Jalan Jenderal Soedirman walau harus bemacet-macet tetap merasa terhibur dengan pawai kirab budaya “Acaranya bagus mantap, sedikit macet tapi wajar, nyaman, saya sama keluarga terhibur”.

Dalam penyelenggara kirab ini terbilang aman dan terkendali, tidak ada laporan terkait gangguan keamanan “Untuk segi keamanan dan ketertiban relative aman terkendali, masyarakat pun cukup mengerti dengan adanya kirab budaya ini, hanya di beberapa titik laju kendaraan sedikit tersendat “ jelas AKP Iis petugas Satlantas yang memantau di Jalan Jenderal Soedirman.


Pawai kirab budaya diakhiri dengan mengarak Joli yang membawa para Dewa untuk kembali ke dalam vihara, setelah itu acara ditutup dengan sembahyang sebagai wujud rasa terima kasih kepada sang pencipta.(Don)

Puncak Cap Goh Meh 2013, Pawai Barongsay Hiasi Kota Bandung

Jumat, 01 Maret 2013 | 17.19


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Kirab budaya Barongsay hiasi Kota Bandung dalam acara perayaan “Cap Goh Meh”, Vihara Dharma Ramsi sebagai penyelenggara perayaan telah menyebar 3000 undangan untuk meriahkan acara puncak 15 hari setelah Imlek 2564 ini.

“Seharusnya acara diselenggarakan tanggal 24 Februari 2013 yang lalu, tapi karena bertepatan dengan pelaksanaan Pilgub Jabar minggu lalu, akhirnya baru dapat diselenggarakan besok, kita mengundang se pulau jawa, atau sekitar 3000 undangan” jelas Andreas Sutanto, humas penyelenggara Kirab Budaya kepada seputarjabar.com, di Vihara Dharma Ramsi, Jalan Cibadak, Bandung, Jum’at (1/3/2013) Siang.

Sebagai salah satu budaya nusantara yang juga milik seluruh masyarakat nusantara, kirab ini juga penting sebagai upaya pelestarian budaya.

 “Kita ingin ada suatu kesatuan atau kekompakan antara keturunan tonghoa dengan warga pribumi, karena itu sudah menjadi budaya nusantara, bukan hanya milik warga tionghoa tapi ini milik seluruh warga
masyarakat”

Acara yang juga sudah menjadi agenda rutin tahunan ini juga mendapat dukungan dari Pemkot Bandung dalam penyelenggaraannya, Vihara Dharma Ramsi berpartisipasi dalam mensukseskan acara yang menjadi program pemerintah kota.

“Ini juga sudah menjadi agenda rutin disini kita juga berpartisipasi mensukseskan acara yang menjadi
program pemerintah, apalagi kota bandung sebagai sebagai kota agamis dan kota seni budaya” tambahnya.

Rencananya besok istri almarhum mantan Presiden RI Abdurachaman Wahid (Gus Dur), Shinta Nuriyah Wahid akan menghadiri acara perayaan Cap Goh Meh ini.

“Rencana ibu Shinta Nuriyah Wahid akan hadir besok, kami juga menunggu konfirmasi kehadiran bapak Haji Jusuf Kalla mantan Wakil Presiden RI” tukasnya.

Sekitar 1,5 juta orang akan memadati acara ini, Satlantas Polrestabes Bandung juga akan melakukan buka tutup jalan secara situasional.(Don/Sayah Andi)

Telkom Persembahkan Akses Wifi Gratis di Tiap Sekolah se Kota Bandung

Selasa, 26 Februari 2013 | 10.05

(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG)  “Bandung Cloud of Knowledge” program yang baru di Launching ini adalah program Telkom Indonesia bekerjasama dengan ITB dan Disdik Kota Bandung, launching yang berlangsung di Resto De Palm, Jalan Sumbawa, Bandung, Senin (25/2/2013) Sore.

Melalui akses Wifi yang akan disebar di 100 ribu sekolah, khusus bandung 1500 sekolah. Lewat sharing pengetahuan berbasis Database terpusat, nantinya Bandung Cloud of Knowledge, akan berbagi pengetahuan antara siswa, guru, dosen dan masyarakat umum berbasis komputasi awan dimana data base dapat diakses masyarakat secara gratis.

Direktur Enterprise &Wholesale Telkom Muhamad Awaludin menyatakan untuk mendukung program itu, Telkom akan me wifi kan sekolah-sekolah di Kota Bandung. "Total dibangun di 100 ribu sekolah. Untuk Kota Bandung saja disiapkan 1500 sekolah sampai April 2013," sambungnya.

Dana sebesar 20 miliar guna penggelaran jaringan wifi digelontorkan untuk mewujudkan Kota Bandung sebagai Smart City.

Peluncuran program ini akan dilakukan pada 2 Mei 2013. Sekaligus peluncuran platform Goesmart 2.0 yakni program jejaring sosial pendidikan yang menghubungkan siswa, guru, dosen untuk berbagi informasi terkait pendidikan.

Selain mengandalkan feature-feature yang lebih memungkinkan kolaborasi yang lebih mudah dan baik, termasuk Knowledge Store, halaman sekolah, antarmuka laboratorium virtual dan game pendidikan.Ditergetkan akan dinggah lebih dari 1000 materi/konten digital dalam tahun 2013 ini yang dapat dipelajari secara gratis dan on line.(Sayah Andi)

Walikota Bandung Dada Rosada Launching E-Ktp

Selasa, 12 Februari 2013 | 12.41


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Walikota Bandung Dada Rosada Msi pagi tadi membuka Launching pembagian E-Ktp, bertempat di Kantor Kecamatan Bandung Kidul, Jalan Batununggal No.3, Kota Bandung, Selasa (12/2/2013).

Acara launching ini dimeriahkan pagelaran atraksi seni bela diri menebas kelapa muda dengan golok, yang didalamnya ada enam Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik. Salah satu E-Ktp adalah milik Walikota Dada Rosada Msi.

Sebanyak 2,1 Juta yang harus harus memiliki E-Ktp, baru 1,2 juta jiwa yang sudah terekam di database “Jumlah penduduk Kota Bandung per 5 Februari 2013 mencapai 2,8 juta jiwa” ujar Meivy Kepala Dinas Penduduk dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Bagi warga Kota Bandung yang ingin menukarkan KTP lama dengan E-Ktp dapat mendatangi kantor kelurahan dimana bertempat tinggal, dengan syarat membawa KTP lama.

Menurut data Disdukcapil sebanyak 800 jiwa masyarakat Kota Bandung belum terekam e-KTP.   Mulai Hari ini secara bertahap E-Ktp akan di distribusikan ke 30 kecamatan dan kelurahan se-kota bandung.(Bob)

Penanganan Kebersihan Tergantung Klasifikasi

Kamis, 07 Februari 2013 | 06.03


Tidak adanya perhatian dari pemerintah dalam pengelolaan sampah, terlihat tumpukan sampah di Kawasan Hutan Kota Dunia Babakan Siliwangi. (Sayah Andi)


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Kurangnya perhatian Pemerintah Kota Bandung dalam penanganan kebersihan di Kawasan Babakan Siliwangi Kota Bandung harus menjadi perhatian serius, Sebelumnya Kawasan Babakan Siliwangi (Baksil) tekah ditetapkan sebagai Hutan Kota Dunia pada penyelenggaraan Tunza International Children & Youth Confrence On the Environment 2011 beberapa tahun lalu.

“Penanganan kebersihan di baksil biasanya tergantung dari objek (Klasifikasi) sampahnya milik siapa, jika sampah berasal dari sentra bisnis ya ada hitung-hitungannya” jelas Ateng Humas Dinas Kebersihan saat dikonfirmasi seputarjabar.com, di Kantor Dinas Kebersihan, Jalan Surapati-Cicaheum, Rabu (6/2/2013) Siang.

Sebelumnya Pemerintah provinsi Jawa Barat telah memberikan bantuan untuk sektor kebersihan kepada Pemerintah Kota Bandung, ”Memang bantuan ada dari provinsi, tapi belum ada realisasinya sampai saat ini” tegasnya.

Saat ditanya tindakan yang akan dilakukan perihal banyaknya sampah di Baksil “Nanti kita akan kirim tim untuk melihat. Kita akan chek darimana asal sampah tersebut, secepatnya akan kami angkut” janjinya.

Banyaknya sampah mengundang reaksi dari beberapa kelompok non organisasi, mereka melakukan bersih-bersih di kawasan Baksil, hasilnya mencengangkan hampir 6 kantung plastik sampah berukuran besar terkumpulkan, dalam jarak yang relatif dekat.

Gregg wisatawan Mancanegara asal Swiss mengungkapkan rasa prihatinnya “Sayang sekali banyak sampah disini dan tidak ada tempat sampah”

Penetapan World City Forest untuk Baksil seharusnya menjadi kebanggaan untuk pemerintah, selain menjadi paru-paru yang menjaga kualitas udara Kota Bandung dari polusi, dalam sehari oksigen yang dihasilkan Hutan Kota ini mampu mensuplai udara bersih bagi 15.000 jiwa penduduk kota.(Don/Sayah Andi)

Parodi "Kabayan Jadi Presiden" Kado Untuk Politisi

Selasa, 05 Februari 2013 | 23.10


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Lewat pentas teater komedi berjudul “Kabayan Jadi Presiden” seniman jawa barat gambarkan situasi politik yang sedang menghangat, dalam Jumpa Pers di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) Jalan Viaduck, Bandung, Senin (4/2) Siang.

Lakon yang akan pentas di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung pada Kamis 7 Februari 2013, pukul 20.00 wib, parodi ini diperankan oleh aktor senior Didi Petet, seniman Tisna Sanjaya (pembawa acara Kabayan Nyintreuk), dan Oni SOS atau ibing masa kini.

Ada pesan yang ingin disampaikan dalam parodi ini yaitu tentang perilaku politikus yang semakin kabur dari keinginan rakyat bahkan cenderung mementingkan diri sendiri.

Beberapa artis ibu kota turut meriahkan pentas ini, mulai dari Peggy Melati Sukma, Joe P-Project, Aa Jimy, juga didukung tim kreatif Butet Kertarajasa, Rumah Musik Harry Roesli (RMHR), dan Karinding Attack.

Selain itu sosok Kabayan yang akan ditampilkan memiliki karakter yang berbeda dari yang dikenal oleh masyarakat pada umumnya, sosok kabayan disini justru cerdas, pintar, dan kritisi serta di idam-idamkan oleh masyarakat.

Bagi pembaca yang berminat, parodi ini bisa menjadi resensi hiburan cerdas, dengan harga tiket yang relatif menengah untuk suguhan yang luar biasa, harga mulai, 100 Ribu, 200 Ribu, dan 300 Ribu.(Sayah Andi)

Pemerintah Kota Bandung Harus Perhatikan Kebersihan di Kawasan Babakan Siliwangi

(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Selepas di tetapkannya Kawasan Babakan Siliwangi (Baksil) sebagai Hutan Kota Dunia pada penyelenggaraan Tunza International Children & Youth Confrence On the Environment 2011 lalu, kini pemeliharaan kebersihan di seputar areal Baksil terlihat tidak terperhatikan oleh pemerintah, banyaknya tumpukan sampah di beberapa titik.

Banyaknya sampah mengundang reaksi dari beberapa kelompok non organisasi, mereka melakukan bersih-bersih di kawasan Baksil, hasilnya mencengangkan hampir 6 kantung plastik sampah berukuran besar terkumpulkan, dalam jarak yang relatif dekat.

Sampah-sampah yang menumpuk seharusnya diangkut, sehingga kebersihannya tetap terjaga sesuai dengan ikon Baksil sebagai Hutan Kota Dunia.

Penetapan World City Forest Baksil menjadi paru-paru yang menjaga kualitas udara Kota Bandung dari polusi, dalam sehari oksigen yang dihasilkan Hutan Kota ini mampu mensuplai bagi 15.000 jiwa.

Setiap minggunya selalu diadakan kegiatan untuk menarik kepedulian dari warga Kota Bandung, mulai dari bersih-bersih, pemutaran Film Layar Tancap.(Sayah Andi)

Walikota Bandung Serahkan Aset Gasibu Kepada Pemprov Jabar

Kamis, 24 Januari 2013 | 07.31


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Wali Kota Bandung Dada Rosada hibahkan sejumlah aset Pemerintah Kota (Pemkot) kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar)
Aset tanah Pemkot Bandung yang dihibahkan ke Pemprov Jabar diantaranya adalah lapang Gasibu seluas 2.180 meter persegi di Jalan Diponegoro.

"Selama ini lapang Gasibu dikelola Pemkot Bandung dan mulai hari ini diserahkan ke Pemprov Jabar," jelas Dada Rosada Walikota Bandung usai serah terima hibah lahan di Ruang Tengah Plaza Balai Kota  Bandung, Selasa (22/1).

Selain berupa aset di Gasibu, Pemkot Bandung menyerahkan aset Masjid Raya Jawa Barat di Alun-alun Kota Bandung, GOR Saparua di Jalan Saparua,  Kantor Dikominfo Provinsi Jawa Barat di Jalan Tamansari.

Total keseluruhan jumlah hibah Pemkot Bandung ke Pemprov Jabar berpatok kepada Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) mencapai sekitar Rp 237,761 miliar.(Don)



Polrestabes Bandung Uji Coba 4 in 1 di Gerbang Tol Pasteur

Jumat, 18 Januari 2013 | 20.49


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Satlantas Polrestabes Bandung mulai hari ini sosialisasikan 4 in 1 (Four in One) di Gerbang pintu Tol Pasteur, Bandung, Jum’at (18/1) Sore.

Sosialisasi ini dilakukan Satlantas Polrestabes Bandung untuk memecah konsentrasi kemacetan di kota bandung, terutama di Gerbang Tol Pasteur.

“Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari sosialisasi ini, kami melakukan uji coba di gerbang tol ini, dengan membagikan Leaflet kepada pengemudi yang memasuki gerbang tol Pasteur” ujar AKBP Yully Kurniawan SIK, Kasatlantas Polrestabes Bandung kepada seputarjabar.com.

Gerbang tol pasteur menjadi pintu masuk dari luar, jakarta ke kota bandung terutama saat akhir pekan.

“Berdasarkan analisa situasi setiap akhir pekan, volume kendaraan yang masuk melalui gerbang pintu tol pasteur meningkat atau padat, jadi kita harapkan dengan adanya sosialisasi ini akan berkurang”

Sasarannya adalah kendaraan yang keluar dari gerbang pintu tol pasteur, dan bila terjadi kelancaran berarti uji coba ini berhasil.

“ini adalah gerbang pertama masuk kota bandung, dari gerbang awal di jakarta arah ke bandung sudah dituliskan pengumuman board di pasteur diberlakukan 4 in 1, kita  bisa tahu ada pengurangan atau tidaknya, sehingga pengendara mengetahui” jelas Kasatlantas.

Dalam uji coba dan sosialisasi ini Satlantas Polrestabes Bandung akan memberikan teguran simpati kepada pengemudi.

Tamtam warga bandung yang tinggal di jakarta yang akan kembali ke kota bandung mengatakan program seperti ini mubazir.

“Jarak jalan di bandung khan relatif pendek, solusi bukan seperti ini, harusnya armada kendaraan dibuat nyaman, jadi orang-orang akan tertarik untuk menggunakan angkutan daripada mobil pribadi, bukan pemberlakuan seperti ini, mubazir”

Setiap akhir pekannya gerbang pintu tol dan jalan pasteur kota bandung selalu menjadi  titik kemacetan, karena meningkatnya volume kendaraan dari luar Kota Bandung.(Don)

Edi Siswadi Apresiasi Dukungan Maju di Pilwalkot Bandung 2013

Minggu, 13 Januari 2013 | 07.28

(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Edi’siswadi Fans Club (E’sis FC)  menggelar deklarasi untuk mendukung Edi Siswadi untuk maju dalam Pilwalkot Bandung 2013 nanti,  E’sis yang diketuai Aminudin ini mengakomodir masyarakat Kota Bandung yang ingin mendukung Edi Siswadi, bertempat di Jalan Asia Afrika, Bandung, Sabtu (12/1) malam.

Menanggapi banyaknya dukungan dari berbagai elemen yang ditujukan kepada dirinya, Edi Siswadi memberikan apresiasinya.

“Hari ini saya diundang berbagai komunitas. Saya merasa tersanjung ini apresiasi, atas prakarasa inisiatif mereka, Tumbuh dari bawah keinginan-keinginan untuk mengusung saya untuk bandung yang lebih baik lagi ke depan” Ujar Edi Siswadi yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung kepada seputarjabar.com.

Mengenai slogan yang akan digunakannya nanti E’sis mengatakan akan memakai Untuk Bandung Lebih Baik dan Memahami Keinginan Rakyat.

“Untuk Bandung Lebih Baik dan Memahami Rakyat,  jadi untuk bandung lebih baik harus tahu keinginan rakyat” Ungkapnya.

Mengenai kendaraan politik dan pasangan calon yang akan digunakan dan mendampinginya saat maju di Pilwalkot Bandung 2013 nanti, E’sis mengatakan sedang berproses.

“Untuk perahu sedang berproses lah insya allah pada saatnya ada kekuatan partai yang akan mengusung dan untuk pasangan calon wakil sendiri belum terpikirlah tapi insya allah sudah ada”

Medio Maret  2012 lalu Bandung Media Citra (BMC) yang digawangi Zaenal Muttaqien mengadakan riset survey untuk dijadikan Polling berdasarkan angka Popularitas. Dalam hasil survey versi BMC nama Edi Siswadi menempati urutan teratas, disusul Ayi Vivananda, Asep Deddy Ruyadi, dan AA Tarmana.

“Hasil riset ini melihat angka popularitas dari masing-masing figur, yang mana lebih dikenal. Metode yang digunakan simple” ujar Zaenal Muttaqien.

Pentingnya sosialisasi KPU Kota Bandung kepada masyarakat menjadi peran penting untuk menekan angka Golput.(Don)


Diberdayakan oleh Blogger.