Setelak Akil Mochatr Ditangkap, Banyak Calon Kepala Daerah Berkicau

Senin, 14 Oktober 2013 | 16.55

(SJO, JAKARTA) - Pascapenangkapan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) nonaktif Akil Mochtar terkait suap sengketa pilkada, satu per satu calon kepala daerah yang kecewa karena merasa dirugikan saat bersengketa di MK "berkicau".

Setelah Rieke Diah Pitaloka alias Oneng mengaku diminta Rp 20 miliar oleh oknum yang bisa memuluskan kemenangan di sengketa Pilkada Jabar, calon Bupati Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Atmari, dan beberapa calon pimpinan daerah atau pihak lainnya juga berkicau.

Atmari juga melaporkan kejanggalan dalam pengambilan putusan di MK atas sengketa Pilkada Tanah Laut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), akhir pekan lalu.

Sengketa Pilkada Tanah Laut (Tala) sesungguhnya sudah diputus MK pada 30 Mei lalu. Artinya, tak ada lagi upaya yang bisa untuk "menganulir" putusan MK. Hanya saja, Atmari merasa ada kejanggalan dalam putusan MK yang menguatkan kemenangan pasangan Bambang Alamsyah-Sukamta tersebut.

Dalam laporannya, Atmari menyebutkan, sebagai pemohon, pihaknya sudah menghadirkan 23 jenis barang bukti untuk membuktikan adanya kecurangan yang sifatnya terstruktur, sistematis, dan masif dalam Pilkada Tanah Laut. Namun, upaya Atmari tak memberi hasil sebagaimana diharapkan. MK tidak mempertimbangkan alat bukti tentang kecurangan Pilkada Tala. "Patut diduga ada penyuapan dalam proses pembuatan putusan itu," kata Atmari di Jakarta, kemarin.

Pria yang berpasangan dengan M Nur itu menjelaskan, anaknya pernah didatangi oleh orang yang mengaku utusan MK ketika sengketa Pemilukada Tala masih dalam proses persidangan. Tak hanya itu, orang yang mengaku utusan MK itu juga mengklaim dekat dengan Akil Mochtar.

Tudingan suap juga "dikicaukan" terkait Pilgub Bali. Namun mantan Ketua Tim Pemenangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta (Pasti-Kerta), Made Mudarta membantah telah menyuap Ketua MK nonaktif Akil Mochtar, sebesar Rp 80 miliar hingga Rp 200 miliar.

Menurut Mudarta, tudingan suap pada Pilgub Bali tidak berdasar sama sekali. Meski begitu, ia memastikan, tim pemenangan pasangan Pasti-Kerta tidak akan menempuh langkah-langkah hukum terkait tudingan suap itu. Sebab, ia tahu betul jika partai koalisi yang mengusung paket Pasti-Kerta tidak memiliki uang sebanyak Rp 80-200 miliar seperti yang dituduhkan.

Mudarta mengatakan, Pilgub Bali sudah diputuskan MK. Keputusan itu, sudah yang paling adil untuk rakyat Bali. Mantan Ketua MK Mahfud MD mengatakan, putusan MK yang memenangkan Bupati Gunung Mas Hambit Bintih dalam sengketa Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah, padahal bupatinya telah ditangkap KPK bersama Ketua MK Akil Mochtar akibat suap Rp 3 miliar, itu sudah konsekuensi.

"Ini adalah risiko yang diterima MK akibat peristiwa suap Akil Mochtar," kata Mahfud di Jakarta, kemarin.

Mahfud mengatakan, keraguan berbagai kalangan atas putusan MK adalah hal biasa. Momentum penangkapan Akil juga bisa dimanfaatkan oleh para pihak yang selama ini kalah sengketa. "Sekalipun putusan MK benar, ada yang mengatakan keputusannya dimanipulasi. Bahkan ada orang yang ikut pilkada tahun 2007 mengatakan pernah diminta suap oleh MK. Padahal tahun 2007 MK belum menyidangkan pilkada," kata Mahfud.

Oleh karena itu, Mahfud MD merasa perlu membuka Posko untuk menampung maraknya laporan dari berbagai elemen masyarakat atas putusan MK, terutama terkait perkara sengketa Pilkada. "Ini penting karena masyarakat yang tidak puas atas keputusan MK tak tahu harus mengadu ke mana," katanya.

Posko ini hanya melayani dua jenis pengaduan saja, yakni terkait etika hakim MK dan dugaan suap hakim MK atas putusan-putusannya. "Jika mencakup korupsi atau penyuapan, maka kami akan beri konsultasi dan melanjutkan ke KPK, Kejaksaan dan Kepolisian. Tapi dengan syarat tentu harus ada bukti indikasi awal," katanya.

Sedangkan kasus menyangkut pelanggaran etika hakim, keputusan tidak profesional, pihaknya akan melakukan eksaminasi. "Terkait pelanggaran etika, kami akan sampaikan ke majelis etik. Sudah ada dua pengaduan, tapi belum bisa saya katakan detilnya," kata Mahfud.

Ketua Majelis Kehormatan Hakim Konstitusi (MKHK) MK Harjono menyatakan tidak masalah kalau calon gubernur, bupati atau wali kota yang merasa dipermainkan hakim-hakim MK buka-bukaan, termasuk Rieke dan Atmari. "Nggak apa-apa dibuka semua," ujar Harjono. (r21/sk))

Selayang Pandang Karier Calon Kapolri Sutarman

Rabu, 09 Oktober 2013 | 10.36

(SJO, JAKARTA) - Komisaris Jenderal Sutarman diperkirakan bakal mulus menduduki kursi empuk Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Sebab, jabatan orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu membutuhkan sosok yang humanis, tegas, profesional, dan mampu membenahi internal Polri.

Perjalanan karier jenderal kelahiran Sukoharjo, 5 Okotober 1957, ini dinilai sudah memenuhi syarat itu. Terlebih menjelang Pemilu 2014 bakal terjadi kegaduhan politik dan euforia massa yang sangat berpotensi mengganggu kamtibmas.

Sosok Sutarman yang tidak kontroversial dianggap dapat menciptakan suasana kondusif. Itu sebabnya, visi dan misi Kepala Badan Reserse Kriminal Polri yang hendak menjalani fit and proper test di DPR sebelum 25 Oktober 2013 ini ditunggu-tunggu seluruh masyarakat.

Rekam jejak Sutarman juga dinilai meyakinkan. Lulusan Akpol 1981 ini mengawali kariernya sebagai perwira Staf Lantas Polres Bandung Polda Jabar 1982. Jabatan komando yang pertama dipegangnya sebagai Kapolsek Dayeuh Polres Bandung.

Setelah bertugas di Bandung, suami Elly Sutarman ini berkali-kali menduduki jabatan strategis. Ia pernah menjabat Kapolsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat (1989), Kapolsek Penjaringan, Jakarta Utara (1991), Kapolres Lombok Timur Polda NTB (1996), dan Kapolres Bekasi (1999).

Jabatan tak kalah penting saat ia menjabat ajudan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (2000-2001). Sejak itu, karier perwira berzodiak Cancer ini terus melejit. Tercatat beberapa kali ia menduduki jabatan strategis, yakni Kapoltabes Palembang, Kapolwiltabes Surabaya, dan Direskrim Polda Jatim.

Yang menarik, Sutarman tiga kali menggantikan Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo di jabatan strategis, yakni saat menjabat Kepala Selapa Polri (2008), Kapolda Jawa Barat (2010), dan Kapolda Metro Jaya (2011). (dbs)

KSAU Janji Tindak Tegas Aparat Terlibat Penembakan

Selasa, 08 Oktober 2013 | 03.58

(SJO, JAKARTA) - Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Ida Bagus Putu Dunia, menegaskan, ia akan menindak tegas anggotanya yang terlibat dalam kasus penembakan di sebuah rumah kos di Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (6/10).

"Sampai saat ini, laporan yang saya terima, pelaku melarikan diri dan ada indikasi anggota TNI AU terlibat. Jadi, masih dalam penyelidikan," kata KSAU usai acara pembukaan Latihan Puncak Angkasa Yudha 2013 di Skadron 2 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (7/10).

Disampaikan, secara institusi TNI AU tidak akan menutupi jika benar ada anggotanya yang terlibat. Tindakan tegas akan langsung diterapkan jika nantinya ada bukti keterlibatan anggota TNI AU.

"Akan kami tindak sesuai penegakan hukum dan aturan TNI AU," tegas Kasau.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI SB Supriyadi, menyatakan, TNI AU sudah membentuk dua tim untuk melakukan pengejaran terhadap oknum anggota TNI AU yang terlibat kasus penembakan.

"Tim berasal dari POM TNI AU dan Lanud Sulaiman, Bandung," kata Supriyadi.

Pengejaran terhadap anggotanya itu, menjadi tugas dari TNI AU lantaran yang bersangkutan mungkin saja mendapatkan perlindungan dari rekannya yang lain.

Sebelumnya, seorang penghuni kos-kosan di Gang Narpan RT04 RW04, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Jabar, bernama Handi, warga Babakan Cibuntu, ditemukan tewas akibat terkena luka tembak di bagian belakang kepala, leher, dan pelipis kiri.

Kejadian penembakan berlangsung sekitar subuh, di rumah kos milik Siti Rohaeti di Gang Narpan RT04 RW04 Leuwi Anyar Utara Kota Bandung. Waktu itu ada warga lapor mendengar letusan senjata di kosan Ibu Siti sekitar pukul 04.00 WIB

Ketika petugas tiba di lokasi kejadian mendapati korban sudah meninggal di atas tempat tidur dengan luka tembak.

Selain Handi atau Ele yang tewas di kosan tersebut, pelaku juga menembak dua korban lainnya yang juga teman Handi yakni, Ade serta Mumung, alias Supriatna.

Korban tewas sudah dibawa ke Rumah Sakit Immanuel. Dua orang lagi ditemukan selamat namun kondisinya kritis. Sampai saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih mendalam dalam kejadian tersebut.(r21)

Tangkuban Parahu Meletus Tiga Kali

(SJO, BANDUNG) - Pos Pengamat Gunung Tangkuban Parahu di Provinsi Jawa Barat (Jabar) mencatat terjadi tiga letusan pada Senin, pertama pukul 07.02 WIB, kedua pukul 12.46 WIB dan ketiga 14.23 WIB.

PVMBG pada Sabtu (5/10) menaikkan status gunung tersebut dari normal ke waspada.

"Benar untuk hari ini ada tiga kali letusan yang terjadi. Namun letusan yang terbesar itu terjadi tadi pagi atau letusan pertama," kata petugas di Pos Pengamat Tangkuban Parahu Ilham Mardikayanta, Senin (7/10).

Durasi letusan pertama, ia mengungkapkan, berlangsung sekira 16 menit dengan tremor 50 milimeter dan semburan abunya pun cukup tinggi yakni mencapai 350 meter.

"Sementara untuk letusan yang kedua dan ketiga hari ini jauh lebih kecil dari letusan tadi pagi atau yang pertama. Begitu juga dengan semburan abu yang keluar. Lalu yang ketiga letusan itu keluar dari area yang sama di Kawah Ratu," kata Ilham.

Menurut dia, letusan terjadi pada dua hari sebelumnya secara berturut-turut yaitu pada Sabtu (5/10) dan Minggu (6/10). "Dari tiga hari itu, letusan terbesar terjadi pada Sabtu kemarin," katanya.

Hingga saat ini, lanjut dia, kawasan Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu masih ditutup untuk umum.

Sementara itu, Ketua Tim Tanggap Darurat Letusan Gunung Tangkuban Parahu Hetty Triastuty menambahkan kandungan SO2 atau sulfur dioksida di sekitar gunung tersebut, terutama di area Kawah Ratu, melebihi ambang batas normal setelah terjadi letusan.

"Dari hasil pengukuran yang dilakukan oleh tim, SO2 di sekitar Kawah Ratu 10,1 ppm. Itu sudah di atas ambang batas normal yang hanya 2 ppm," ujar Hetty Triastuty.

Dikatakan dia, angka tersebut adalah hasil pengukuran yang dilakukan pada Sabtu (5/10) sementara kemarin dan hari ini belum dilakukan pengukuran karena letusan terus terjadi dan dinilai berbahaya bagi petugas. [ant]

Gunung Tangkuban Parahu Berstatus Waspada

Minggu, 06 Oktober 2013 | 23.10

(SJO, BANDUNG) -Berdasarkan berita yang direlease website www.vsi.esdm.go.id dari hasil pengamatan kegempaan, visual sekitar kawah serta analisis data maka terhitung tanggal 5 Oktober 2013 pukul 06:30 WIB status kegiatan G.Tangkubanperahu dinaikkan dari Normal (Levell,) menjadi Waspada (Level ll).

Sehubungan dengan peningkatan status tersebut, maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan meningkatkan pemantauan secara intensif guna melakukan evaluasi kegiatan G. Tangkubanperahu dan dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Status kegiatan G. Tangkubanperahu akan diturunkan/dinaikkan jika terjadi penurunan/ peningkatan aktivitas vulkanik.

Sehubungan dengan status kegiatan G. Tangkubanperahu Waspada, maka direkomendasikan sebagai berikut di bawah ini.

a. Masyarakat di sekitar G. Tangkubanperahu dan pengujung / wisatawan / pendaki tidak
mendekati kawah yang ada di puncak G. Tangkubanperahu dalam radius 1,5 km dari kawah aktif.

b. Masyarakat di sekitar G. Tangkubanperahu diharap tenang, beraktivitas seperti biasa, tidak
terpancing isu-isu tentang letusan G. Tangkubanperahu, tetap memperhatikan perkembangan kegiatan G. Tangkubanperahu yang dikeluarkan oleh BPBD setempat dan
selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat.

c. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah
Provinsi Jawa Barat (BPBD Provinsi Jabar) dan BPBD Kabupaten Bandung Barat sefta
BPBD Kabupaten Subang.

d. Agar BPBD Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang senantiasa berkoordinasi
dengan Pos Pengamatan G. Tangkubanperahu di Desa Cikole, Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung. (don)

SBY Sahkan Proyek Monorel Bandung Raya

Jumat, 04 Oktober 2013 | 03.27

(SJO, JAKARTA) -- Presiden Republik Indonesia Soesilo Bambang Yudhoyono menyatakan kehadiran Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping di Jakarta merupakan wujud penguatan kerjasama ekonomi antara dua negara. Hal itu disampaikannya saat acara Indonesia-China Business Luncheon, di Hotel Shangrilla Jakarta, Kamis (3/10) siang.

Pada kesempatan istimewa itu, dilakukan penandatanganan 23 perjanjian kerjasama. Diantaranya Proyek Monorel Metropolitan Bandung Raya yang  ditandai penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara perusahaan Indonesia dan China di hadapan Presiden kedua negara.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang juga  menghadiri Indonesia - China Business luncheon itu turut menyaksikan penandatanganan momen bersejarah itu. Menurutnya dengan sudah ditandatangani MoA itu semakin memperkuat kerjasama pelekasanaan pembangunan proyek monorel Bandung Raya. "Insya Allah, ground breaking pemasangan tiang pancang dilaksanakan Juli 2014,"ujarnya.

"Penandatanganan Memorandum of Agreement, sudah menjadi perjanjian kerjasama. Penandatangannya dilakukan di hadapan Presiden karena masuk kategori proyek nasional. Dengan kondisi seperti itu semakin memperkokoh pelaksanaan proyek," tegas Heryawan usai acara yang berlangsung cukup meriah dan diakhiri dengan makan siang bersama Presiden kedua negara..

Seperti yang diketahui bersama, Proyek Monorel Bandung Raya sepenuhnya dibiaya dan dilaksanakan oleh swasta. Dari Indonesia PT Sarana Infrastruktur Indonesia dan PT Jasa sarana --dinaungi PT Panghegar Group. Pihak swasta China yakni China National Machinery Import & Export Corporation (CMC), salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) China.

Lingkup kerjasama PT Panghegar Group dan CMC mencakup pembuatan perencanaan induk dan pelaksanaan sistem transportasi massal (Mass Rapid Transit, MRT) terintegrasi jangka panjang di kawasan Bandung Raya khususnya, dan Jabar secara umum. Heryawan menjelaskan, pembangunan monorel di Kota Bandung dan beberapa kabupaten di sekitarnya (Bandung Raya) merupakan proyek awal yang tengah bergulir.

Sementara Presiden Direktur PT Panghegar Group Cecep Rukmana menyatakan, Proyek Monorel Metropolitan Bandung Raya sejalan dengan semangat kerjasama yang digelar dalam KTT APEC di Bali. "Forum APEC memang memberi ruang besar kepada dunia usaha dalam pembangunan ekonomi global," tuturnya.

Cecep menambahkan, kerjasama PT Panghegar Group dan CMC berjalan lancar. Diawali Joint Operation Agreement di Jakarta pada Agustus 2012, Letter of Intent di Beijing (Juni 2013), lalu MoU di Bandung (Juli 2013), dan kini sudah  MoA. Proyek Monorel ini ungkap Cecep, menelan investasi sekitar Rp 18 triliun, yang sepenuhnya berasal dari CMC. Pembangunan dibagi lima fase yang diperkirakan tahun 2025. (tim)

Sutarman Siap Jadi Kapolri

Minggu, 29 September 2013 | 08.11

(SJO, JAKARTA) - Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Sutarman mengatakan siap menjadi Kepala Polri jika diberi kepercayaan oleh pimpinan. Dia juga akan berupaya membuat program untuk pembenahan Polri dan melaksanakan tugas-tugas Polri di tengah masyarakat.

”Kalau pimpinan memercayakan, kita harus siap melaksanakan tugas,” kata Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komisaris Jenderal Sutarman, di Jakarta, Jumat (27/9/2013).

Sutarman mengatakan, ia belum mendapat pemberitahuan resmi terkait dengan usulan dirinya menjadi calon Kapolri.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengajukan Sutarman sebagai calon tunggal Kapolri ke DPR. Dengan demikian, hampir dipastikan dalam beberapa bulan ke depan, ia akan dilantik menjadi Kapolri baru.

”Presiden telah menerima usulan nama dari Kapolri Jenderal Timur Pradopo dan telah mempertimbangkan masukan dari Komisi Kepolisian Nasional. Proses itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara dan Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2011 tentang Komisi Kepolisian Nasional. Usulan resmi dari Presiden sudah dikirimkan ke DPR,” kata Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha, kemarin.

Kabar pencalonan Sutarman disambut hangat anggota DPR dari Komisi III. Sinyal positif, antara lain datang dari Sarifudin Sudding (Fraksi Partai Hanura) dan Ahmad Yani (Fraksi Partai Persatuan Pembangunan).

”Sutarman mungkin dipilih karena rekam jejak kuat sebagai mantan Kapolda Jawa Barat, mantan Kapolda Metro Jaya, dan mantan Kabareskrim,” kata Sudding.

Ketegasan, keberanian, dan pengalaman menjadi Kapolda di Jabar dan Metro Jaya, menurut Yani, ada pada diri Sutarman. ”Komisi III pernah menolak calon Kapolri sebelumnya. Namun, untuk Sutarman, saya rasa, dia cukup bagus,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Alvon K Palma meminta anggota DPR untuk menginvestigasi Sutarman. ”Yang paling penting adalah DPR mau menguji Sutarman dengan teliti,” kata Alvon. (r21)

Ahli Forensi Mun'im Idris Meninggal karena Kanker Pankreas

Sabtu, 28 September 2013 | 08.57

(SJO, JAKARTA) - Pakar forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Abdul Mun'im Idris, meninggal dunia pada usia 66 tahun, Jumat (27/9/2013) dini hari.. Jenazah almarhum dimakamkan di Pemakaman Menteng Pulo, Jakarta Pusat, selepas salat jumat, setelah disalatkan di Masjid Arief Rahman Hakim di Kompleks Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba.

Almarhum Mun'im Idries meninggal dunia karena menderita kanker pankreas. Ia mengembuskan napas terakhirnya di ruang perawatan intensif (ICU) RSCM, Jumat (27/9/2013) sekitar pukul 02.30 WIB.

"Sebelumnya, kami pikir sakit kuning aja," kata istri almarhum, Kiswati. Menurut Kiswati, kepastian bahwa sakit yang diderita Mun'im adalah kanker pankreas baru diketahui pada 7 September 2013.

Sebelumnya, saat Mun'im menjalani perawatan intensif sejak 7 September itu, keluarga masih mengira Mun'im hanya terkena Hepatitis C. Menurut Kiswati, almarhum baru pada Selasa (24/9/2013) menjalani operasi untuk kankernya itu.

Riwayat panjang dokter yang menamatkan pendidikan kedokteran umumnya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 1971 ini tercatat rapi dalam blog pribadinya di http://abdulmunimidries.blogspot.com.

Beragam kasus forensik besar pernah ditangani Mun'im Idris. Dia merupakan salah satu dokter yang turun menyelidiki kematian Presiden Soekarno, aktivis Munir, dan aktivis buruh Marsinah.

Terkait kasus kriminal, peran Mun'im Idris sudah tak terkatakan. Di antara kasus besar yang dia tangani adalah pembunuhan artis cantik era 1980-an, Ditje Budimulyono, hingga kasus sodomi massal yang dilakukan oleh Robot Gedhek. (r21/bokir)

Gubernur Heryawan Resmikan Pabrik Semen Jawa

Jumat, 27 September 2013 | 22.32

(SJO, SUKABUMI) - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bersama Duta Besar (Dubes) Thailand Paskorn Siriyaphan dan Bupati Sukabumi Sukmawijaya meresmikan pabrik PT Semen Jawa, Jl Pelabuhan 2 KM II Kecamatan Gunung Guruh Kabupaten Sukabumi, Jumat (27/9) pagi. Hadir dalam acara itu jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Sukabumi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sukabumi, direksi PT Semen Jawa dan para tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Heryawan bersama Dubes Thailand, Bupati Sukabumi dan Presiden Direktur PT Semen Jawa Kajohndet Sangsuban menandatangani prasasti dan menekan tombol sirine menandai dimulainya pembangunan pabrik semen. Rencananya pada tahap awal produksinya pada kuartal ketiga tahun 2015 mampu menghasilkan 1,8 juta ton/tahun. Adapun total investasi yang ditanamkan mencapai US$ 356 juta atau setara dengan Rp 3,4 triliun.

Dalam sambutannya, Heryawan menyampaikan apresiasi atas investasi SCG asal Thailand bersama PT Triputra Arya dan PT Semen Sukabumi Industri membangun pabrik semen pertama di kawasan Jampang Tengah, Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi. Posisinya yang strategis, hanya berjarak 95 kilometer dari Bandung Barat dan 130 kilometer selatan Jakarta.

Lebih lanjut Heryawan berharap dalam 2 tahun, pabrik semen dapat mulai berproduksi. Dengan berjalannya produksi semen akan semakin memperkuat ketersediaan produk semen di tanah air, khususnya di Jawa Barat. Tentu hadirnya PT Semen Jawa menambah pabrik semen di kawasan Jawa Barat. "Kini tambah lagi, jadi akan ada 3 pabrik semen di Jawa Barat," ujarnya.

Kontribusi pabrik semen sangat penting dalam proses pembangunan. Apalagi kebutuhan semen dalam negeri cukup tinggi sekitar 55 juta ton/tahun. Sebagian sudah mampu dipenuhi oleh pabrik semen dalam negeri. Begitupun, kehadiran pabrik semen harus berdampak positif dan sinergis dengan lingkungan dan masyarakat sekitar. "Manfaat kehadiran pabrik harus nyata bagi masyarakat sekitar," tegasnya.

Sementara Sukmawijaya rencana pembangunan pabrik semen ini sudah berlangsung sejak 9 tahun lalu. Pembangunan pabrik semen ini tentu akan menyerap banyak pekerja, khususnya dari masyarakat sekitar. Dan kelak ada 400 orang pegawai terserap dalam operasionalisasi pabrik. "Tentu secara umum, eksistensi pabrik ini akan berdampak kemajuan di kawasan Kabupaten Sukabumi," ujarnya.

Tentu lanjut Sukmawijaya, proses awal rencana pembangunannya banyak sejumlah tantangan. Khususnya terkait dengan dampak lingkungan yang dapat mencemari kawasan sekitar. Namun dugaan itu mampu dijawab karena ternyata pihak pembangun menjamin akan menekan dampak teresebut seminimal mungkin. "Kita akan buktikan bahwa teknologi penyaring emisi dan pengurang panas dapat menekan dampak polusinya," ungkapnya.(skb)

Keliling Dunia Bersepeda Kumpulkan Dana untuk Aksi Sosial

Kamis, 26 September 2013 | 23.01

BANDUNG-Berbagai cara dilakukan orang untuk mencari dan mengumpulkan dana, dengan tujuan untuk membantu anak-anak kurang mampu di dunia, khususnya di Indonesia.

Seperti halnya yang dilakukan, Jose Guillermo Yepes, warga negara Spanyol, yang dengan sepedanya berkeliling dunia sejak tahun 2007 dan sudah menempuh jarak 37.000 Kilometer.

Dia menghimbau kepada seluruh masyarakat dunia untuk mendermakan dananya untuk anak-anak yang membutuhkan, terutama anak SOS Children Villages yang tersebar di seluruh dunia, dengan cara 1 kilometer yang dia tempuh 1 Euro buat anak-anak.

Pada kesempatan kedua kalinya dia mengunjungi Indonesia dan melakukan perjalanan sejak tanggal 21 Agustus 2013 sekitar 2.500 KM mulai dari Maumere Flores, Bali, Jogjakarta, Semarang dan Finish di Bandung, dengan harapan per 1 kilometer mendapatkan donasi 10.000 rupiah.

“Ini yang kedua kali saya lakukan, yang kedua ini saya ke Indonesia. Saya bangga bisa keliling dunia dan finis di Bandung,” ujarnya.

Jose berharap, apa yang dilakukannya dapat membantu anak-anak kurang mampu di seluruh dunia khususnya yang ada di Jabar.

“Selain materi, bantuan yang diberikan kepada anak-anak berupa pelatihan kepada anak-anak,” ucap Jose, kepada www.jabarprov.go.id.

Sementara itu, Corporate Fundraising Asistant SOS Children’s Villages Indonesia, Putri Kemala Sari mengatakan, jumlah anak-anak kurang mampu di Indonesia yang tergabung dalam SOS Children’s Villages Indonesia mencapai 1300 anak. (w22)

Askes akan Tambah 3.000 Karyawan untuk Program BPJS

(SJO, BANDUNG) - PT Askes (Persero) berencana menambah 3.000 karyawan untuk menjawab kebutuhan transformasi menjadi menjadi BPJS Kesehatan. Saat ini perusahaan tersebut baru memiliki  pegawai sebanyak 2300 orang.

"Penambahan ini untuk melayani  tambahan peserta jaminan kesehatan dari Jamsostek awal tahun depan,  sekitar 7,7 juta peserta," kata Kepala Grup Pemasaran PT Askes Jenni Wihartini pada sosialisasi BPJS Kesehatan bersama Jamsostek dan Pemprov Jabar di Bandung, Rabu.
    
Penambahan karyawan itu, kata Jenni sebagai konsekwensi dari penambahan kantong cabang di daerah untuk menjangkau layanan kepada peserta BPJS Kesehatan.
    
Ia juga menyebutkan, kemungkinan penambahan kantor cabang hingga dua kali lipat dari kantor cabang yang ada saat ini.

Lebih lanjut Jenni Wihartini menyebutkan, saat ini jumlah peserta Askes mencapai 2,3 juta, namun dengan dibentuknya BPJS Kesehatan akan mendapat tambahan 7,7 juta peserta jaminan kesehatan yang sebelumnya ditangani Jamsostek.
     
"Bertambahnya jumlah peserta jelas harus ada penambahan kantor layanan dan personil, juga menjalin kerja sama degan bank-bank untuk pembayaran premi," katanya. (r22)

Menkum HAM Resmikan Desa Sadar Hukum

Selasa, 24 September 2013 | 19.07

(SJO, BANDUNG) - Koordinasi dan sinkronisasi pembinaan dan penyuluhan hukum ke desa/kelurahan antara Kementrian Hukum dan HAM bersama Pemerintah Daerah harus lebih ditingkatkan melalui sinergi program pemerintah daerah yaitu desa mandiri menuju desa peradaban dalam rangka pencapaian visi pembangunan Provinsi Jabar, yaitu, Jabar maju dan sejahtera untuk semua.

Hal demikian disampaikan Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin dalam sambutannya usai meresmikan 32 desa/kelurahan sadar hukum, Selasa (24/9) di Aula Barat Gedung Sate Bandung.

Hingga saat ini, jumlah desa/kelurahan yang sudah menjadi desa/kelurahan sadar hukum di Jabar yaitu sebanyak 163 desa/kel dari 5.321 desa/kelurahan di Jawa Barat atau sekitar 3,06 %. Hal ini menunjukkan perlu adanya evaluasi dan duduk bersama antara Kementrian Hukum Dan HAM bersama jajaran Pemerintah Daerah dalam rangka mengoptimalkan pembinaan dan penyuluhan hukum kepada masyarakat, ajak Amir Syamsudin.

Oleh karena itu, Menhukham Amir Syamsudin mengajak seluruh jajaran Pemerintah Jawa Barat, untuk secara bersama meningkatkan pembinaan dan peningkatan penyuluhan hukum melalui sinerjitas program seperti halnya program pembangunan desa mandiri menjadi desa peradaban dalam rangka pencapaian Visi Pemerintah Jawa Barat, "Jabar Maju dan Sejahtera Untuk Semua".

Dalam bagian lain, Menteri Hukum dan HAM secara khusus mengapresiasi terbentuknya forum pelajar sadar hukum yaitu di SMA Negeri 27 Bandung.

Ditengah kondisi pelajar saat ini yang sangat memprihatinkan, terlahir ide dan gagasan besar dari guru, dan pelajar dengan membentuk forum pelajar sadar hukum. Model pembinaan ini akan menjadi percontohan atau wadah aktifitas bagi pelajar untuk menuangkan idea dan wawasan berkesadaran hukum secara ilmiah untuk dinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari bagi pelajar. Sehingga akan menjadi bekal bila nanti terjun kemasyarakat.

Saya berharap dengan adanya Forum Pelajar Sadar Hukum SMA 27 Bandung, seyogianya tidak hanya sekedar seremonial di gedung ini saja, namun hendaknya menjadi momentum sebagai model pembinaan kesadaran hukum bagi pelajar khususnya di Kota Bandung dan umumnya di Jabar. Saya berharap model ini menjadi embrio dalam pembinaan kesadaran hukum pelajar secara nasional.

Dengan adanya forum pelajar ini Kementrian Hukum dan Ham akan membuat agenda tetap bagi lomba pelajar sadar hukum dan akan mensinerjikan dengan Kementrian Pendidikan untuk memberi penghargaan kepada sekolah yang menerapkan mengimplementasikan kesadarn hukum di sekolah, demikian Amir Syamsudin.

Peresmian Desa/Kelurahan Sadar Hukum, ditandai dengan penandatanganan prasasti sebanyak 32desa/kelurahan oleh Menteri Hukum dan HAm Amir Syamsudin dan disaksikan Gubernur, Wakil Gubernur dan jajarfan Kementrian Hukum dan HAM RI.

Pada kesempatan itu, Kementrian Hukum dan HAM RI memberikan penghargaan kepada Gubernur Jabar "Anubhawa Sasana Desa", Pemerintah Daerah Kab/Ko, Kecamatan dan desa/kelurahan yang berhasil melakukan pembinaan kesadaran hukum didaerah masing-masing.

Secara khusus, dilakukan pula MOU antara Kementrian Hukum dan HAM bersama beberapa perguruan tinggi di Jabar dalam hal penelitian bidang hukum. (don)

Daerah Harus Siap Hadapi Perdagangan Bebas ASEAN

Senin, 23 September 2013 | 20.13

(SJO, BANDUNG) - Kementerian Luar Negeri harapkan Pemerintah Daerah harus siap dalam menghadapi perdagangan bebas ASEAN yang akan mulai pada 2015 mendatang. Demikian dikemukakan Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri, I Gusti Agung Wesaka Puja.

Karena menurut Agung Wesaka, daerah nantinya akan menjadi ujung tombak dan pasar dalam menghadapi komunitas ASEAN.

”Seluruh Penda harus siap, karena nantinya pasar itu akan terjadi di daerah bukan di Jakarta saja, kalau Pemda tidak siap akan menjadi tantangan tersendiri,” ujarnya.

Agung Wesaka menghimbau, Pemda untuk mempersiapkan diri dari sekarang dengan meningkatkan daya saing hasil produk unggulan yang ada di masing-masing tempat melalui UMKM yang ada.
    
“Bagaimana kita meningkatkan daya saing, kwalitas produksi agar bisa masuk ke pasar-pasar ASEAN,” ucap Agung Wesaka, dalam sebuah seminar bertema “Menuju Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 Peluang dan Tantangan Bagi Komoditas Teh Indonesia”, di Gedung Merdeka, Sabtu (21/09).

Agung Wesaka mengatakan,  pihaknya sudah melakukan berbagai perubahan dalam menghadapi perdagangan bebas ASEAN 2015, diantaranya pemerintah sudah mulai melakukan berbagai perbaikan infrastruktur untuk meningkatkan daya saing kita sertadalam konteks aturan,  pemerintah sudah mulai menyelaraskan berbagai aturan-aturan yang  ada untuk mampu berkompetisi dengan Negara-negara ASEAN.

Selain itu menurutnya, para pelaku ekonomi juga sudah mulai menyiapkan diri mereka untuk bisa juga masuk ke pasar-pasar ASEAN yang lainnya.

“Bukan hanya Indonesia sebagai pasar, tapi kita melihat peluang pasar ASEAN yang jumlahnya mencapai 360 juta. Ini bisa dimanfaatkan oleh produk-produk Indonesia untuk masuk ke sana,” ucapnya.
Menurut Agung Wesaka, ada bebrapa komoditi yang bisa bersaing di pasar ASEAN, diantaranya produk-produk Farmasi, Fashion termasuk agro.

“Kita memiliki beberapa persamaan di negara ASEAN, tetapi kita lihat produk unggulan yang harus kita bisa masuk ke pasar yang memiliki daya saing tinggi,” katanya.

Agung Wesaka juga mengharapkan, komoditi agro seperti teh, bisa menjadi icon karena produk teh bukan hanya dari ASEAN saja tetapi juga datang dari Negara di Asia, seperti dari Cina dan Jepang.
“Kalau kita melihat peluang ini dengan pasar di luar Indonesia yang jumlahnya 360 jt, kita memiliki optimism e dan peluang untuk masuk ke pasar Asia,” pungkasnya. ()

Pemanggilan Jurnalis Oleh Polisi Mengundang Reaksi Keprihatinan Teman Sejawat

Kamis, 19 September 2013 | 22.37

(SJO, BANDUNG) Pemanggilan Hasan Zaelani atau jay jurnalis Harian Umum (HU) Fakta Karawang untuk diperiksa oleh Polres Karawang kemarin, Kamis (19/09) berbuntut reaksi keprihatinan rekan-rekan

sejawat jurnalis Karawang dan Bandung. Beberapa diantaranya memberikan pesan moral dan komentar di jejaring sosial.

Reaksi keras datang dari jurnalis senior dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Zainal Muttaqien, terkait kejadian pemanggilan tersebut. Setiap masalah yang timbul akibat pemberitaan semestinya menempuh dulu mekanisme sebagaimana diatur oleh Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Pihak yang merasa dirugikan tidak bisa begitu saja menempuh jalur hukum lewat kepolisian.  Sebab UU pers merupakan lex specialis atau acuan hukum yang lebih khusus baik terhadap Kitab Undang-undang Hukum Pidana maupun KUHPerdata” tegasnya.

Zainal menjelaskan mekanisme yang tertuang dalam UU Pers ”UU Pers merupakan payung hukum yang mengatur pelaksanaan kegiatan jurnalistik mulai dari proses pengumpulan bahan berita, penulisan hasil liputan, dan publikasinya di media massa. Juga termasuk mekanisme penyelesaian masalah yang timbul akibat pemberitaan pers. Karena itu, jurnalis tidak bisa dihukum dengan KUHPidana sepanjang kesalahannya terkait dengan pemberitaan yang merupakan tugas jurnalistik” jelas pria yang sudah malang melintang di dunia jurnalistik itu.

Terkait dengan pengaduan anak bupati Karawang yang merasa dicemarkan nama baiknya karena pemberitaan di Harian Fakta Karawang 28 Maret 2013, Zainal menjelaskan kenapa tidak digunakan hak jawab sesuai aturan UU.

“Sebaiknya pihak yang merasa dirugikan terlebih dahulu menggunakan Hak Jawab seperti diatur Pasal 5 ayat 2 UU Pers dan Hak Koreksi sebagaimana disebutkan pasal undang-undang tersebut pada ayat ke-3. Hak jawab adalah hak seseorang atau sekelompok orang untuk memberikan tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan. Sedangkan Hak Koreksi adalah hak pihak yang merasa dirugikan untuk mengoreksi atau membetulkan kekeliruan informasi yang diberitakan oleh Pers” sambungnya.

Zainal menuturkan, pengajuan Hak Jawab dan Hak Koreksi bisa dilakukan langsung ke Redaksi yang memberitakan atau kepada Dewan Pers sebagaimana diatur pasal 15 ayat 2 (d) UU Pers. Dalam hal ini Dewan Pers yang meminta Redaksi segera meralat berita yang diadukan pihak dirugikan. “Tetapi, pihak yang merasa dirugikan pun harus menyertakan fakta sebagai bukti bahwa pemberitaan tersebut salah. Jadi bukan asal menyanggah,” katanya.

Zainal kembali menegaskan, kesalahan pemberitaan (kalau terbukti) merupakan pelanggaran Kode Etik Jurnalistik. Penilaian akhir terhadap masalah tersebut merupakan kewenangan Dewan Pers, dan sanksinya dilakukan oleh Perusahaan Pers bersangkutan atau organisasi kewartawanan.

Zainal juga mengatakan,  bila pihak yang dirugikan pemberitaan Pers tetap mengajukan masalah yang dianggap merugikan dirinya langsung melalui jalur hukum, maka  dalam perkara pidana menyangkut Pers, Hakim yang memeriksa perkara tersebut harus menghadirkan saksi ahli sebagaimana disebutkan Surat Edaran Mahkamah Agung nomor 13 tahun 2008.

Rencananya besok Zainal dan beberapa teman sejawat jurnalis akan mendatangi Polda Jabar. (Don)

Ribuan Pelayat Iringi Jenazah Habib Munzir Ke Peristirahatan Terakhirnya

Rabu, 18 September 2013 | 05.22

(SJO, JAKARTA) Kepergian ulama besar Habib Munzir Almusawa meninggalkan duka bagi para jemaahnya, tak ayal ribuan orang turut mengantarkan jenazahnya ke peristirahatan terakhir di TPU Pemakaman Habib Kuncung, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (16/09/2013).

Habib Munzir Al Musawa meninggal dunia di usianya yang ke 40 tahun akibat sakit asma yang dideritanya. Sebelumnya, jenazah Habib Munzir dimandikan di rumah duka dikawasan komplek Liga Mas, Pancoran. Ditempat yang sama, jenazah Habib Munzir dikafani. Setelah selesai dikafani, jenazah Habib Munzir disalatkan di Masjid Al-Munawwar.

Ribuan pelayat dan  jemaah Majelis Rasulullah tampak mengikuti salat jenazah dengan khusyuk, kebanyakan dari pelayat menumpahkan isak tangis mengenang sosok almarhum yang dikenal sangat mementingkan umat

Antrean pelayat tidak menyurutkan para jemaahnya saat jenazah selesai dishalatkan, para pelayat berebut memegang keranda jenazah Ulama besar itu. Pagi Tadi Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Ani Yudhoyono turut melayat ke kediaman almarhum, terlihat raut duka mendalam dari wajah orang nomor satu di Indonesia itu
.

Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa lahir di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, 23 Februari 1973, adalah pimpinan Majelis Rasulullah. Ia merupakan anak keempat dari empat bersaudara dari pasangan Fuad bin Abdurrahman Al-Musawa dan Rahmah binti Hasyim Al-Musawa. Ayahnya bernama Fuad yang lahir di Palembang dan dibesarkan di Mekkah.

Habib Munzir muda  mulai mendalami Ilmu Syariah Islam di Ma’had Assaqafah Al Habib Abdurrahman Assegaf di Bukit Duri Jakarta Selatan, lalu mengambil kursus bahasa arab di LPBA Assalafy Jakarta Timur.

Dia memperdalam lagi Ilmu Syari’ah Islamiyah di Ma’had Al Khairat, Bekasi Timur,yang dipimpin oleh Habib Naqib bin Muhammad bin Syehk Abu Bakar bin Salim,beliau banyak menimba ilmu di ma’had al Khairat dan disinilah beliau kenal dengan Habib Umar bin Hafidz yang kemudian diteruskan ke Ma’had Darul Musthafa di pesantren Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Syech Abubakar bin Salim di Tarim Hadhramaut Yaman pada tahun 1994 untuk mendalami bidang syari’ah selama empat tahun.
Di sana ia mendalami ilmu fiqh, ilmu tafsir Al Qur’an, ilmu hadits, ilmu sejarah, ilmu tauhid, ilmu tasawwuf, mahabbaturrasul, ilmu dakwah, dan ilmu ilmu syariah lainnya.(Bokir)

Dahlan Iskan Setuju Ibukota Negara Dipindahkan

Senin, 16 September 2013 | 22.18

(SJO, BANDUNG)- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan setuju jika Ibukota negara yang saat ini berada di Jakarta di pindahkan ke provinsi lain.

Namun menurutnya, untuk memastikan tempat yang layak dan cocok untuk dijadikan sebuah Ibukota Negara harus di bahas secara serius oleh para ahli yang kompeten dalam bidang Planologi.

“Saya termasuk yang setuju pindah, tapi dimana saya tidak ahli Planlogi, ini harus ahli yang menentukan jangan satu orang,” ujar Dahlan, usai menerima penghargaan 'Anugerah Padjadjaran Utama' dari Universitas Padjadjaran (Unpad) dalam acara puncak rangkaian Dies Natalis Unpad ke-56 di Graha Sanusi, Jalan Dipati Ukur, Rabu (11/09).

Sementara itu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyatakan kesiapannya apabila salahsatu daerah di Jabar menjadi alternatif untuk lokasi pemindahan ibukota negara dari Jakarta.

“Kalau ibukota Negara pindah ke Jabar, ya kita siap. Namun untuk pilihan daerah yang sekiranya laik kita tidak bisa menyebutkan, karena akan berdampak terhadap mahalnya harga jual tanah di daerah tersebut,” ucapnya.

Yang pasti menurut Gubernur, Jabar memiliki banyak daerah yang laik dan representative untuk dijadikan sebuah ibukota Negara, tanpa harus mengurangi lahan pertanian.

“Kita siap menerima secara penuh jika nantinya ibukota Negara pindah ke Jabar, tanpa harus mengganggu yang lain, khususnya lahan pertanian,” katanya. (R22)

Habib Munzir Al-Musawa Meninggal Dunia

(SJO, JAKARTA) Pimpinan Majelis Rasulullah Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa meninggal dunia. Dia menghembuskan nafas terakhir pada pukul 15.30 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Ahad (15/9/2013).

Habib Nabil Almusawa kakak dari Habib Munzir,  mengabarkan berita duka tersebut melalui akun twitternya.“Adinda Habib Munzir meninggal, mohon maafkan kesalahannya dan mohon doanya,” tulis Habib Nabil di akun twitternya, Ahad (15/9/2013).

Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa lahir di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, 23 Februari 1973. Ia adalah pimpinan Majelis Rasulullah. Ia merupakan anak keempat dari empat bersaudara dari pasangan Fuad bin Abdurrahman Al-Musawa dan Rahmah binti Hasyim Al-Musawa. Ayahnya bernama Fuad yang lahir di Palembang dan dibesarkan di Mekkah.

Habib Munzir muda  mulai mendalami Ilmu Syariah Islam di Ma’had Assaqafah Al Habib Abdurrahman Assegaf di Bukit Duri Jakarta Selatan, lalu mengambil kursus bahasa arab di LPBA Assalafy Jakarta Timur.

Dia memperdalam lagi Ilmu Syari’ah Islamiyah di Ma’had Al Khairat, Bekasi Timur,yang dipimpin oleh Habib Naqib bin Muhammad bin Syehk Abu Bakar bin Salim,beliau banyak menimba ilmu di ma’had al Khairat dan disinilah beliau kenal dengan Habib Umar bin Hafidz yang kemudian diteruskan ke Ma’had Darul Musthafa di pesantren Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Syech Abubakar bin Salim di Tarim Hadhramaut Yaman pada tahun 1994 untuk mendalami bidang syari’ah selama empat tahun.
Di sana ia mendalami ilmu fiqh, ilmu tafsir Al Qur’an, ilmu hadits, ilmu sejarah, ilmu tauhid, ilmu tasawwuf, mahabbaturrasul, ilmu dakwah, dan ilmu ilmu syariah lainnya.(Bokir/Armh)

Aher Belum Pikirkan Soal Capres

Sabtu, 14 September 2013 | 23.29

(SJO, BOGOR) - Gubernur Jawa Barat  Ahmad Heryawan enggan menanggapi banyak seputar penyebutan dirinya sebagai Calon Presiden (Capres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Menurutnya itu hanyalah dinamika normal dalam kehidupan politik tanah air. Hal itu diungkapkannya saat menjawab cecaran belasan awak media dengan pertanyaan seputar pencapresan namanya.

Lebih lanjut Gubernur yang akrab disapa Kang Aher itu menyatakan, bahwa dirinya sekarang fokus memikirkan tugas dan tanggungjawabnya sebagai Gubernur. "Belum memikirkan itu. Sekarang kan masih Gubernur Jabar," ujarnya saat berkunjung ke Kota Bogor, Jumat (13/9) sore.

Heryawan menambahkan, PKS belum membahas khusus soal tersebut. Partai bernomor pilih '3' ini, katanya, fokus pada upaya meraih suara semaksimal mungkin di ajang Pemilihan Legislatif (Pileg). "Saya memang mendengar kalkulasi dipasangkan dengan beberapa nama calon yang selama ini sudah ramai dibicarakan. Saya mengalir saja," tukasnya.

Dijelaskan lebih lanjut, kalkulasi yang dimaksud adalah penyandingan dirinya dengan sejumlah nama, antara lain; Jokowi. Selain itu, bersama Soekarwo (Gubernur Jawa Timur) dan tokoh Partai Demokrat berlatarbelakang militer Pramono Edhie Wibowo, serta dengan Dahlan Iskan (Menteri BUMN).

Dalam pemberitaan sebelumnya, Aher ramai disebut beberapa kalangan --khususnya di Jabar-- karena PKS belum memiliki sosok kuat. Selain itu, Jabar yang penduduknya terbesar Nasional dan sebagian besar beretnis Sunda, dipandang pantas mewakili di  pentas kepemimpinan Nasional.

Bahkan sejumlah elemen seperti; Paguyuban Pasundan dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jabar, misalnya, berpendapat bahwa Gubernur Heryawan yang kini memimpin Jabar periode kedua pantas ke pentas Pilpres 2014 karena sukses sebagai birokrat. Banyak  meraih penghargaan tingkat nasional dan internasional.

"Kita lihat saja. Saya pribadi mengalir saja, sama seperti ketika pertama kali ikut pemilihan gubernur. Waktu itu ya... mengalir saja," jawab Aher lagi ketika didesak wartawan,menjawab  apakah dirinya siap bila benar-benar diusung ikut Pilpres 2014.(Bbn/bgr)

Jabar Raih Prestasi WTP

Jumat, 13 September 2013 | 23.34

(SJO, JAKARTA) - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk kesekian kalinya menerima Penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia yang langsung diserahkan oleh Wakil Presiden RI Boediono. Penghargaan diberikan karena Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai  berhasil menyusun dan menyajikan Laporan keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2012 dengan capaian tertinggi dalam akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah, di Gedung Dhanapala Kementrian Keuangan  RI, Jl.Senen Raya No 1, Jakarta Pusat, Kamis (12/9) pagi.

Menanggapi penghargaan yang ke-116 tersebut, Heryawan menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas penghargaan tersebut. Menurutnya, capaian prestasi berupa opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama 2 tahun berturut-turut, yang diikuti dengan penghargaan dari Pemerintah RI adalah bukti pengakuan publik atas kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Selama 2 tahun berturut-turut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapat opini WTP dari BPK RI, untuk tahun anggaran 2011 dan 2012. Semuanya itu merupakan bukti keseriusan kita dalam mengelola keuangan secara transparan, akuntabel dan tersaji dengan baik. Semua prestasi itu berkat dukungan semua pihak. Untuk itu saya ucapkan terima kasih," ujar Heryawan usai menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2013.

Dalam arahannya Wakil Presiden Boediono menegaskan bahwa reformasi bidang keuangan tingkat keberhasilannya tergantung pada bagaimana kebijakan pimpinan lembaga atau kepala daerah yang bersangkutan. Hal itu penting karena terkait dengan pengelolaan keuangan, penatausahaan asset dan manajemen sumberdaya manusia. "Setelah dikaji lebih dalam bahwa tingkat keberhasilan itu tergantung pada kemampuan dan gaya kepemimpinan," ujarnya.

Sementara Menteri Keuangan Chatib Basri dalam laporannya kepada Wakil Presiden, menyatakan acara ini merupakan agenda tahunan. Dan untuk tahun ini mengambil tema "Membangun Sinergi Menuju WTP". Reformasi bidang keuangan yang sudah dilaksanakan mampu meraih kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara. "Meningkatnya raihan opini WTP dan menurunnya opini disclaimer atas semua lembaga/kementrian dan pemerintah daerah adalah bukti membaiknya laporan keuangan dan akuntasi," ungkapnya.

Acara Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2013 yang berlangsung satu hari  ini dihadiri sejumlah pimpinan lembaga tinggi, Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, anggota DPR RI, Gubernur/Bupati/Walikota seluruh Indonesia, pejabat eselon 1-3 kementrian dan daerah. Selain acara pembukaan dan pemberian penghargaan, juga ada presentasi dari sejumlah pemakalah.

Pada kesempatan itu, Wakil Presiden didampingi Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan memberikan penghargaan kepada lembaga Dewan Perwakilan Daerah, Komisi Yudisial, Mahkamah Agung, Kementrian Dalam Negeri, Luar Negeri, Perdagangan, Hukum dan Ham, ESDM, Kehutanan, PU, Agama, LH, KUKM, PPA, BUMN, PDT, Keuangan, Sosial, Ristek, BPK, Pertahanan, Industri, Kesehatan, Polri, PPATK, Menkopolhukham, Menko Perekonomian, Menko Kesra, LAN, Lemhanas, dan BIN.

Berdasarkan laporan panitia, ada 15 Gubernur yang mendapatkan penghargaan karena mencapai opini WTP. Selain Provinsi Jawa Barat, antara lain; Sumbar, Jambi, Bengkulu, Jateng, Jatim, Sulsel, Sulut, Sulteng, Riau, Kepri, Kalbar, DIY, NTB, dan Lampung. Selain itu ada sejumlah Kabupaten/Kota yang juga mendapatkan penghargaan. Diantaranya Kota Banda Aceh, Kota dan Kabupaten Tangerang, Kabupaten Muko-Muko serta Kota Jogjakarta. (r21)

Pemerintah Hanya Izinkan Missword Digelar di Bali

Senin, 09 September 2013 | 03.47

(SJO, JAKARTA) - Setelah heboh kontroversi penyelenggaraan Miss World, akhirnya pemerintah mengambil jalan tengah. Pelaksanaan gelaran Miss World pertama di Indonesia ini diberikan hanya di Pulau Bali. Sebelumnya, rangkaian kegiatan Miss World 2013 di Indonesia itu akan berlangsung di Jakarta, Bogor, dan Bali.

"Kami melakukan revisi terhadap izin keamanan, disesuaikan, yaitu di Bali. Dengan demikian maka acara Miss World itu diadakan perubahan-perubahan sesuai dengan aspirasi masyarakat dan kepentingan kemajuan dunia pariwisata Indonesia," kata Menko Kesra Agung Laksono di kediaman Wapres Boediono di Jakarta, Sabtu seperti dikutip Antara.

Selain itu, penyelenggaraaan yang dilakukan disesuaikan sedemikian rupa dengan norma-norma, kebudayaan dan adat istiadat ketimuran bangsa Indonesia, sehingga dalam penyelenggaraan Miss World ini, acara-acara yang dipandang tidak sesuai dengan norma-norma ketimuran seperti acara yang menggunakan bikini atau pakaian renang itu ditiadakan.

Bahkan, panitia diminta untuk mewajibkan peserta mengenakan pakaian daerah Indonesia sebagai ajang pengenalan budaya Indonesia. "Yang selalu jadi persoalan adalah baju renang yang `two pieces` atau bikini yang disyaratkan di negara-negara lain tapi sekarang terbalik, panitianya mensyaratkan tidak ada itu. Malah peserta akan diminta untuk menggunakan baju daerah," kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar.

Sapta mendampingi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono bersama Kepala Kepolisian RI Jenderal (Pol) Timur Pradopo menggelar jumpa pers terkait penyelenggaraan Miss World 2013 di Indonesia. Dalam jumpa pers tersebut, Agung mengatakan bahwa pemerintah mendukung penyelenggaran Miss World 2013. Hanya saja, pemerintah menekankan agar pelaksanaan Miss World 2013 dipusatkan di Bali.

Keputusan ini diambil setelah Pemerintah mempertimbangkan aspirasi masyarakat yang berkembang selama ini. Pemerintah juga meminta agar peserta Miss World nantinya tidak mengenakan bikini atau pakaian lain yang dianggap tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Sebagai gantinya, para peserta akan mengenakan pakaian nasional Indonesia.

Penyelenggaraan Miss World 2013 di Indonesia menuai penolakan dari sejumlah kalangan. Mereka yang menolak kontes ratu ayu sejagat itu rata-rata mempermasalahkan pakaian yang akan digunakan para peserta. Majelis Ulama Indonesia, misalnya, mengkhawatirkan para peserta kontes kecantikan itu akan mengumbar aurat.

Selain itu, penolakan datang dari sejumlah elemen masyarakat di Jawa Barat ketika mendengar rencana malam puncak final Miss World akan digelar di Sentul Convention Center, Sentul, Bogor, Jawa Barat. Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar bahkan menyarankan agar Miss World 2013 tidak digelar di wilayahnya.(R21)
Diberdayakan oleh Blogger.