Arus Kendaraan di Tol Cipularang Arah Jakarta Padat Merayap

Sabtu, 10 Agustus 2013 | 20.44

(SJO, BANDUNG) -Lima mobil tabrakan beruntun  di kilometer 100 Tol Cipularang mengakibatkan arus lalu lintas menuju Jakarta macet total pada Sabtu (10/8/13) malam. Kemacetan paling parah terjadi di kilometer 104.

Belum ada laporan korban jiwa atas kecelakaan tersebut. Kasusnya sedang ditangani aparat Polres Purwakarta dan Polda Jabar.

Anrrean di tol Cipularang terjadi sejak Sabtu sore. Kendaraan mulai merayap padat di kilometer 64 menuju arah Jakarta. Kendaraan rata-rata hanya bisa melaju dengan kecepatan maksimum 20 kilometer per jam.

Diperkirakan arus kendaraan di tol Cipularang akan smakin padat pada Sabtu malam sampai Minggu pagi. Hal ini disebabkan kendaraan dari arah timur Jawa Barat seperti Tasikmalaya, Garut dan Ciamis sudah mulai memadati ruas jalan antar kota tersebuy sejak Sabtu sore. (don)

Mudik 2013 Hampir 5 Juta Kendaraan Lintasi Jabar



(SJO, BANDUNG) - Selama arus mudik lebaran 2013, terhitung sejak tanggal 2 Agustus hingga 7 Agustus, Polda Jabar mencatat setidaknya 4.828.197 kendaraan melintasi area Jawa Barat. Namun menurut Kabid Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul, jumlah tersebut turun 11 persen dibandingkan data arus mudik tahun lalu yang mencapai 5.462.229 kendaraan.

Selain itu, angka kecelakaan lalu lintas turut menurun sekitar 52 persen dibandingkan dengan arus mudik lebaran 2012. Disinggung perihal arus balik, Martinus menjelaskan, sampai hari ini belum terjadi peningkatan kendaraan. Pihaknya memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H+3 dan H+4 pasca lebaran atau 11 Agustus 2013 dan 12 Agustus 2013.

Martinus menjelaskan, arus kendaraan yang paling banyak melalui pantura. Bahkan untuk catatan pada H-1 atau sehari menjelang lebaran itu ada 343.825 kendaraan yang melakukan arus mudik.

Inilah perbandingan arus mudik tahun ini dengan tahun lalu. Selama arus mudik 2012 terjadi 120 laka lantas, yakni korban meninggal dunia (MD) 29 orang, luka berat (lb) 42 orang, dan luka ringan (lr) 86 orang. Sedangkan pada 2013, jumlah kecelakaan 58 kejadian, korban md 10 orang, lb 12 orang, lr 43 orang.

Pada H-1 atau menjelang Lebaran Idul FItri jumlah laka lantas hanya ada satu kejadian, dan turun 95 persen dengan tahun sebelumnya dengan luka berat dua orang. Sedangkan pada H-1 tahun sebelumnya terjadi 22 laka lantas, dengan korban meninggal dunia 6 orang, luka berat 6 orang, dan luka ringan 23 orang. (tim)

Pemudik dan Kecelakaan Tahun 2013 Turun Drastis

Kamis, 08 Agustus 2013 | 07.53

(SJO, BANDUNG) - Mudik masih menjadi tradisi kebanyakan masyarakat Indonesia menjelang hari raya Lebaran. Namun, untuk tahun ini, arus mudik menurun dibanding tahun sebelumnya.

Data Polda Jabar menunjukkan, sejak H-6 sampai H-2, Selasa (6/8) kemarin, terdapat 4.154.716 kendaraan mudik, turun 15 persen dari tahun sebelumnya, yakni 4.918.827.

Jumlah kecelakaan per H-2 kemarin juga menurun. Jika pada mudik 2012 terjadi 98 kecelakaan dengan korban tewas 23 orang, pada tahun ini terdapat 57 kecelakaan dengan 10 korban jiwa. Penurunan jumlah kecelakaan 42 persen.

Sementara itu, khusus pada H-2 kemarin, data hasil Operasi Ketupat Lodaya menunjukkan arus mudik turun 22 persen menjadi 1.046.607 kendaraan, yang terdiri dari 759.951 roda empat dan 286.658 roda dua. (r22)

LEN Pantau Lima Titik Jalur Mudik di Jabar

Rabu, 07 Agustus 2013 | 17.05

(SJO, JAKARTA) -  PT Len Industri (Persero) meninjau langsung aplikasi Len ATCS (Automatic Traffic Counting System) yang terpasang di Pos Pospam Ketupat Lodaya 2013 Cikopo Polda Jabar. Pemasangan tersebut dapat membantu secara langsung pemantauan arus mudik tahun 2013 di lima titik yang ada di Jawa Barat.

"Hasil nyata itu sudah dapat dilihat, bisa membantu Kapolda Jabar sebagai acuan menghitung arus mudik lebaran tahun ini di lima titik utama yaitu Tanjung Pura-Kerawang, KM66-Cikampek, KM66-Cipularang, Sadang-Purwakarta dan Rancaekek," ujar Direktur Utama PT Len Industri Abraham Mose dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/8/2013).

Abraham menjelaskan, adapun lima titik yang terpasang adalah titik utama arus mudik lebaran. Dari total titik pantau arus mudik yang dimiliki oleh RTMC Pold Jabar sekitar 70 titik yang tersebar dari Bekasi-Cirebon.

Untuk itu diharapkan kedepan bisa lebih banyak lagi lokasi yang dilengkapi dengan ATCS, sehingga bisa lebih akurat dan bisa bermanfaat bagi orang banyak, khususnya dalam mengetahui perhitungan arus mudik lebaran tiap tahunnya.

Abraham berharap agar mudik lebaran tahun depan Len ATCS sudah bisa menjadi tool utama pemantauan arus mudik di Pospam Cikopo. Untuk itu, pemasangan Len ATCS ini harus dimanfaatkan dengan baik, sehingga hasilnya bisa lebih maksimal.

"Sistem Len ATCS juga bisa membantu Polri dalam menghitung jumlah pemudik secara online," tutur dia. (r21)

Puncak Mudik di Terminal Leuwi Panjang Terlewati

(SJO, BANDUNG) - Situasi mudik Lebaran akan segera berakhir. Untuk puncak
mudik di Terminal Leuwi Panjang terjadi pada H-4. Demikian, diungkapkan Kepala Terminal Leuwi Panjang Dishub Kota Bandung, Erick Sudjana.

Erick memaparkan dari data yang sudah dihimpun, terhitung dari H-7 sampai H-4, jumlah penumpang tertinggi yang berangkat melalui Terminal Leuwipanjang terjadi di H-4, dengan jumlah pemudik sebanyak 14.877 penumpang.

Sementara itu, di H-7 jumlah penumpang sebanyak 10.420 penumpang, di H-6 sebanyak 10.630 penumpang, dan di H-5 sebanyak 12. 397. Dari jumlah penumpang yang berangkat, didominasi oleh AKDP dengan beberapa tujuan antara lain : Sukabumi, Cianjur dan Bogor.

Kendati. Jalur masih didominasi AKDP untuk memberikan kenyamanan pelayanan bus disiapkan di seluruh jalur yang berjumlah 19 jalur, termasuk didalamnya bus AKAP baik tujuan Jakarta maupun Serang.

Untuk kondisi mudik Lebaran, jumlah penumpang di Terminal Leuwipanjang akan lebih banyak lagi pada situasi arus balik. Puncak Àrus balik iperkirakan akan terjadi pada H+1 atau H+2 mengingat tanggal 12 Agustus 2013 instansi pemerintah kembali masuk kerja. (pro)

Telkomsel Jabar Buka 2.607 Posko Siaga

(SJO, BANDUNG) - Telkomsel Jawa Barat mempersiapkan sebanyak 2.607 Posko Siaga yang tersebar di wilayah Jawa Barat. Posko ini terdiri dari Posko Mudik Lebaran, Posko Outlet Siaga dan Mobile GraPARI Indonesia.

Posko Siaga Telkomsel dihadirkan untuk memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat yang melakukan mudik pada H-7 hingga H+7 Hari Raya Idul Fitri 1434 H. Adapun lokasi Posko tersebut tersebar di beberapa lokasi, diantaranya rest area, tempat wisata, outlet-outlet penjualan, kantor layanan dan mobil graPARI.

Rizkan Chandra, Direktur Network and IT Solution Telkom saat meninjau kesiapan posko di Nagreg mengatakan, Telkomgroup siap melayani masyarakat yang melakukan aktivitas mudik.

"Beberapa fasilitas Telkomgroup mulai dari Wi-fi, Speedy dan mobile wi-fi seamless dihadirkan di posko-posko siaga,” kata dia, Senin (5/8).

Di tempat yang sama, Erick Noviantoro selaku GM Sales and Customer Care Regional Jawa Barat menyampaikan, pihaknya berharap Tim Posko Telkomsel Siaga yang akan mulai bertugas hari ini hingga H+7 Lebaran dapat memberikan layanan terbaik kepada seluruh anggota masyarakat, khususnya pelanggan Telkomsel.

"Kami ucapkan selamat mudik dan selamat menikmati layanan dari Telkomsel, semoga layanan ini memberikan nilai tambah kemudahan dan manfaat bagi para pelanggan, khususnya yang sedang berada di jalur mudik," ujar dia.

Demi mensukseskan musim mudik dan Lebaran tahun ini, Telkomsel juga memberikan dukungan kepada pihak-pihak  yang sudah bekerjasama sehingga berdirinya posko-posko siaga.

Dukungan tersebut diberikan dalam program Corporate Social Responsiblity (CSR) diantaranya diberikan  kepada mitra kepolisian, petugas lapangan dan fasilitas fasilitas umum lainnya. (rol)

Pemudik Gunakan Kereta Api Meningkat Lebih dari 13 Persen

Selasa, 06 Agustus 2013 | 02.16

(SJO, BANDUNG) - Moda trasportasi kereta api masih menjadi moda favorit bagi masyaralat yang akan mudik ke kampung halamannya. Demikian dikemukakan Kepala Humas PTKA Daop II Bandung, Jaka Djarkasih, di Kantor Daops II Bandung, Jalan Stasiun Selatan, Senin (05/08).

Menurut Jaka, hingga siang ini H-3 Lebaran sudah sekitar 303.448 pemudik yang menggunakan kereta api, baik yang menuju Timur maupun Barat, untuk semua kelas baik kelas Ekonomi, Bisnis maupun kelas Eksekutif.

“Dibanding tahun lalu, untuk waktu yang sama jumlah tersebut mengalami kenaikan hingga 13 persen,” ujarnya.

Jaka mengatakan, jumlah penumpang yang menggunakan kereta api masih di dominasi oleh penumpang kelas ekonomi, meski mengalami penurunan.

“Meski penumpang ekonomi dominan, namun dibanding tahun lalu ini mengalami penurunan, dari tahun lalu mencapai 19.996 tahun ini hanya 15.198 atau menurun 17 persen,” ucapnya

Jaka beralasan, adanya perubahan prilaku masyarakat yang menghendaki mudik lebih nyaman, menjadikan banyaknya penumpang ekonomi yang beralih ke kelas bisnis maupun eksekutif.

“Demi kenyamanan mereka rela mengeluarkan uang lebih untuk mudik menggunakan kereta api kelas bisnis maupun eksekutif.

Jaka memprediksikan, puncak arus mudik penumpang kereta api akan terjadi pada H-2 Lebaran dan H+2 Lebaran untuk arus balik. (r22)

Pemudik Tujuan Merak Dominasi Terminal Leuwi Panjang

Senin, 05 Agustus 2013 | 22.58

(SJO, BANDUNG) - Penumpang tujuan Merak mendominasi keberangkatan atau arus mudik dari Terminal Leuwipanjang selama tiga berturut-turut. Dari 3.980 penumpang keberangkatan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) pada H -7 Idul Fitri 1434 Hijriyah atau Rabu (1/8), 1.271 penumpang diantaranya tujuan Merak, Provinsi Banten.

“Pada H -6 Idul Fitri 1434 Hijriyah atau Kamis (2/8), penumpang bus tujuan Merak lebih banyak dari H -7, yaitu sebanyak 1.556 orang, terdiri dari 1.256 penumpang bus non ekonomi dengan 40 bus dan 300 penumpang bus ekonomi dengan 16 bus,” kata Dinas Pradina, Kepala TU UPTD Terminal Leuwipanjang dan Cicaheum, Dinas Perhubungan Kota Bandung kepada jabarprov.go.id, Senin (5/8).

Pada H -5 Idul Fitri 1434 Hijriyah, lanjut Dina, penumpang tujuan Merak lebih banyak lagi, yaitu mencapai 2.151 penumpang, teridiri dari 1.860 penumpang non ekonomi dengan 49 bus dan 291 penumpang ekonomi dengan 15 bus.

Sedangkan bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), didominasi oleh penumpang tujuan Sukabumi. Pada H -7, penumpang dari Terminal Bus Leuwipanjang tujuan Sukabumi mencapai 2.080 penumpang, terdiri dari 1.160 penumpang dengan 41 bus non ekonomi dan 920 penumpang dengan 49 bus ekonomi. Pada H -6, penumpang bus tujuan Sukabumi mencapai 2.398 orang, terdiri dari 1.351 penumpang bus non ekonomi dengan 45 bus dan 1.047 penumpang bus ekonomi dengan 57 bus. Pada H -5, jumlah penumpang tujuan Sukabumi lebih banyak lagi, yaitu mencapai 3.046 penumpang, terdiri dari 1.646 penumpang dengan bus non ekonomi 49 bus dan 1.400 penumpang bus ekonomi dengan 70 bus.

Sementara itu, penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari Terminal Cicaheum, menurut Dina, didominasi oleh penumpang tujuan Banjar-Purwokerto. Pada H -7 berjumlah 550 penumpang dengan 26 bus, pada H -6 sebanyak 752 penumpang dengan 28 bus dan pada H -5 sebanyak 1.061 penumpang dengan 23 unit bus. (r22)

PT KAI Libatkan Brimob Amankan Perjalanan

(SJO, BANDUNG) - Guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menggunakan moda trasportasi kereta api saat mudik Lebaran, PT Kereta Api Indonesia (KAI) melibatkan aparat kepolisian. Demikian dikemukakan Kepala PT KAI Daerah Operasional 2 Bandung, Pudjo Leksono.

Menurut Pujo, selain melibatkan Polisi Khusus kereta Api (Polsuska) dan Petugas Pengamanan (Satpam) untuk pengamanan mudik lebaran 2013, pihaknya juga bekerjasama 216 personel Brimob.

"Di samping pengamanan di lingkungan stasiun, petugas dari Brimob juga melakukan pengawalan perjalanan KA hingga tempat tujuan,” ujarnya.

Pudjo mengatakan, untuk mengantisipasi aksi copet yang kerap terjadi di keramaian, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, diantaranya dengan melakukan sterilisasi kawasan stasiun.

“Biasanya masyarakat khawatir dengan adanya aksi copet saat mudik lebaran. Namun itu biasanya hanya ada di kereta api jurusan local, untuk antisipasi itu beberapa sedang dan kecil sudah kita sterilkan,” ucapnya.
Jadi menurut Pudjo, mereka yang akan masuk lingkungan stasiun harus memiliki tiket kereta atau tiket peron dan melakukan pengawasan lingkungan stasiun oleh petugas.

“Untuk stasiun kecil memang belum benar-benar steril sehingga para pencopet kemungkinan masih bisa masuk, tapi kita tetap berupaya melakukan pengamanan kepada para penumpang,” kata Pudjo, kepada wartawan akhir pekan kemarin. (r22)

Telkom dan Astra Group Dirikan Posko Mudik

(SJO, BANDUNG) - Untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pemudik, PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) pada 2 s.d 11 Agustus 2013 menggelar Posko Siaga Telkom Group yang digelar di jalur mudik di Pulau Jawa hingga Bali. Posko layanan bagi para pemudik tersebut merupakan sinergi Telkom dengan Astra Group.

Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Muhammad Awaluddin mengatakan pelaksanaan Posko Siaga Telkom Group pada tahun ini merupakan hasil kerjasama dengan Astra Group. 

Bersama Astra Group, Posko Siaga Telkom Group digelar di lima titik sepanjang jalur mudik Pulau Jawa dan Bali, yakni Rest Area km 45 Jalan Tol Merak, Rest Area km 57 Jalan Tol Cikampek, Jalan Raya Nagrek km 39 Jawa Barat, Palikanci km 226A Jawa Barat, dan RM. Sardan Asri Caruban Jawa Timur.

“Tahun ini Telkom Group bersama Astra Group siap meningkatkan layananannya, dimana dalam posko mudik tersebut tidak hanya layanan komunikasi para pemudik juga juga akan mendapatkan layanan bengkel siaga dan ganti oli gratis yang disediakan Astra Group,” ujar Awaluddin.

Pemilik kendaraan produksi Astra Group dipersilakan mampir di posko jika kendaraannya mendapatkan masalah. Dikatakan Awaluddin, sebagai perusahaan yang konsisten memberikan kemudahan dan kenyamanan berkomunikasi, Posko Siaga  menjadi salah satu bentuk apresiasi kepada seluruh pelanggan yang telah setia menggunakan produk-produk Telkom Group. 

Posko Siaga Telkom Group menyediakan berbagai fasilitas, antara lain tempat beristirahat yang dilengkapi dengan air conditioner (AC), ruang duduk dan informasi jalur mudik. Para pemudik juga dapat menikmati hiburan melalui pesawat televisi, tersedia juga fasilitas pijat refleksi
 dan akses internet gratis melalui Indonesia Wifi dan Speedy. Posko Siaga Telkom Group buka selama 24 jam.

Posko Siaga merupakan agenda tahunan Telkom Group sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Telkom mempersilakan kepada pelanggan atau siapa pun yang sedang dalam perjalanan mudik untuk mampir dan beristirahat sejenak di Posko Siaga Telkom Group. (rls)

Kondisi Lalin Rancaekek-Nagreg Mulai Lancar

(SJO, BANDUNG) - Situasi arus mudik Lebaran 1434 H pada Minggu (4/8) di daerah keluar tol Cileunyi, Jl. Raya Rancaekek hingga Jl. Parakanmuncang pada pukul 20.30 Wib terhitung lancar. Belum ada penumpukan kendaraan sehingga lalulintas sangat lancar dan kondusif.

Kandatipun demikian ketika memasuki kawasan Nagreg, terjadi kepadatan kendaraan, namun masih terhitung lancar. Pihak petugas tidak begitu sibuk mengatur lalin, karena arus kendaraan masih normal.

Para pemudik yang akan ke kota-kota Jabar seperti Ciamis, Tasik atau Garut harus waspada karena sepanjang Jl. Raya Rancaekek hingga Jl. Parakanmuncang kondisi jalan gelap karena tidak adanya lampu penerang jalan. Ditambah seringnya warga menyebrang, baik yang jalan kaki maupun menggunakan speda motor. Jadi pemudik harus hati-hati dan tidak memacu kencang kendaraannya. Para petugas kepolisianpun senantiasa berjaga di titik-titik kerawanan macet.(r22)

Kendaraan Pemudik Makin Padati Tol Cipularang

Minggu, 04 Agustus 2013 | 04.55

(SJO, KARAWANG) – Kepadatan arus mudik di ruas tol Cipularang arah Bandung tampak sejak Minggu (4/8/13) dinihari. Kendaraan terpaksa merayap seperti terjadi di KM 53 Karawang Timur. Pemudik umumnya didominasi kendaraan berplat nomor B dan E, yang rata-rata membawa barang di kap mobilnya.


Sejak tengah malam, kendaraan di Tol Cipularang arah Bandung merayap nyaris tak bergerak. Kemacetan terjadi sejak Km 14. Menjelang gerbang Tol Cikarang Utama, kemacetan. Selama dua jam, rata-rata kendaraan cuma bisa mencapai jarak 20 km. Banyak pengemudi yang memilih beristirahat sejenak di rest area atau di pinggir jalan.

Arus kendaraan yang melalui Tol Cikampek menuju Simpang Jomin pun terus mengalami kepadatan. Menurut catatan kepolisian, sebanyak 85.190 kendaraan bermotor pribadi, baik roda dua maupun empat, meninggalkan DKI Jakarta.  Hasil data tersebut diperoleh dari pemantauan yang dilakukan oleh perhitungan lalu lintas terklasifikasi (Traffic counting) yang terdapat di enam titik. Keenam titik itu adalah Ciasem, Sadang, Ciamis, Merak, Cisarua, Cicurug.

Sejak Sabtu malam sebanyak 34 ribu motor tercatat meninggalkan Jakarta. Sedangkan mobil pribadi sekitar 26 ribu lebih. Distribusi sebaran lalu lintas pada periode mudik H-7 Lebaran ini didominasi oleh pergerakan lalu lintas ke timur atau arah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Prosentase untuk pergerakan tersebut sebesar 48,34 persen.  Pergerakan ke timur pulau Jawa ini didominasi oleh jalur Pantai Selatan melalui Cileunyi. Prosentase untuk arus ini adalah 60,16 persen.

Humas PT Jasa Marga Wasta Gunadi mengatakan bahwa pucak arus mudik yang akan meninggalkan Jakarta akan terjadi pada hari Minggu, 4 Agustus 2013. Transaksi yang terjadi di gerbang tol diperdiksi naik sebesar 300 persen dibandingkan pada hari biasanya. Kenaikan terbesar pada hari itu ada di tol Ciperna Utama di Jalan Tol Palimanan-Kanci (Cirebon) yang mencapai 344 persen.

Untuk di Gerbang Tol Cikampek akan terjadi kenaikan 119 persen. Jumlah itu setara dari 14 ribu menjadi 32 ribu. Sedang untuk gerbang tol lainnya, juga mengalami kenaikan, seperti Ciluenyi sebesar 83 persen; Cikarang Utama sebesar 76 persen; Ciawi sebesar 19 persen, dan Karang Tengah sebesar 9 persen.

Pihak kepolisian mengimbau pemudik harus berhati-hati. Jangan meninggalkan barang-barang berharga di mobil atau sepeda motor, seperti dompet, handphone, dan laptop meski hanya sebentar meninggalkan kendaraan.  Kelengahan pemudik menjadi incaran tepat bagi pelaku kejahatan. Mereka bisa saja mencongkel pintu mobil untuk mencuri barang-barang berharga tersebut. (don)

Arus Kendaraan Masuk Garut Terus Meningkat

(SJO, GARUT) - Memasuki H-5 lebaran, lonjakan kendaraan di jalur selatan Jawa Barat, mulai Sabtu (3/8/13) terus meningkat. Antrean kendaraan terus bertambah di seputaran Limbangan, Garut dan Nagreg, Kabupaten Bandung. Rekayasa lalulintas mulai diterapkan jajaran kepolisian untuk mengurai kemacetan.

Untuk mengurai kemacetan di jalur utama, polisi menerapkan sistem one way atau buka tutup jalur. Rekayasa lalulintas ini sudah dilakukan sebanyak empat kali di kawasan Limbangan, Garut dengan durasi masing-masing sekitar 30 menit. Soalnya ekor kendaraan telah mencapai wilayah turunan Nagreg, Kabupaten Bandung.

Untuk mengurangi antrian kendaraan, kepolisian juga mengalihkan sebagian kendaraan dari Barat (Bandung-Jakarata) menuju Timur (Tasikmalaya-Jawa Tengah) melalui jalur Garut kota. Kendaraan dipecah dari turunan Nagreg, yakni Cikaledong kemudian diarahkan menuju Kadungora-Leles.

Petugas memperkirakan volume kendaraan dari arah barat Garut akan terus mengalami peningkatan hingga hari Minggu (4/8/13) pagi. Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kendaraan, kepolisian melakukan rekayasa lalulintas, yakni buka tutup jalur atau one way seperti di wilayah Limbangan, Malangbong dan Nagreg.

Selain itu, untuk memecah antrian juga, sebagaian kendaraan akan diarahkan menuju jalur alternatif seperti Bandung-Cijapati-Kadungora, Wado-Malangbong dan Bandrek-Wanaraja-Singaparna.

Kepolisian mencatat rata-rata 200 kendaraan bermotor pemudik melewati Kota Garut dari arah Bandung menuju Jawa Tengah. Petugas mengimbau pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan Tutugan Leles sebab terdapat tikungan tajam dan bekas pelebaran jalan yang belum selesai. Pengguna jalan sebaiknya antre, tidak saling mendahului memasuki jalan raya Bandung-Garut yang memiliki badan jalan hanya lajur berlawanan arah. (don/tim)


Polda Siapkan Aparat Amankan Rumah Pemudik

Jumat, 02 Agustus 2013 | 21.54


(SJO, BANDUNG) - Menyambut Idul Fitri tahun ini, Polda Jabar tak hanya menerjunkan personel untuk mengamankan jalur mudik, tetapi juga akan memusatkan pengamanan dengan menjaga rumah-rumah warga yang kosong ditinggal penghuninya. Untuk melakukannya, Polda Jabar akan mengerahkan sepertiga kekuatannya untuk mengawasi area perumahan guna menghindari tindak kejahatan.

"Saya sampaikan kita sudah menggunakan dua pertiga (untuk menjaga jalur mudik di Jabar) sedangkan satu pertiganya untuk melayani masyarakat dan menjaga rumah-rumah yang ditinggal mudik itu," kata Kapolda Jabar, Irjen Pol Suhardi Alius usai Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya 2013 di Mapolda Jabar, Bandung, Kamis (1/8).

Pihaknya mengaku saat ini telah intensif berkoordinasi dengan keamanan di perumahan untuk lebih meningkatkan pengawalan. "Kita sudah kerjasama dengan satpam, dan keamanan lingkungan setempat untuk aktif menjaga rumah yang ditinggalkan," tandasnya.

Dia berpesan kepada pemudik untuk aktif menyampaikan kepada tetangga sekitar bahwa rumahnya akan ditinggal mudik. "Tolong kepada pemudik juga titipkan rumah kepada tetangga yang tidak mudik untuk turut memantau," terangnya.

Sebanyak 42.118 aparat gabungan TNI-Polri diterjunkan selama Operasi Ketupat 2013. Jumlah itu belum termasuk unsur lainnya ikut mengawal mudik lebaran tahun ini.

"Total yang dikerahkan 42118 personel yang terdiri dari TNI-Polri, BKO dari mabes sebanyak 6.500 personel," paparnya.

Operasi ketupat ini akan berlangsung pada 2 hingga 16 Agustus mendatang. "Dengan personel lengkap. Kita berharap maksimal, mudah-mudahan bisa berjalan dengan lancar sebagaimana kita harapkan," katanya. (r22)

Polda Jabar Siapkan Dua Helikopter Pantau Arus Mudik

(SJO, BANDUNG) - Polda Jawa Barat mengerahkan dua helikopter untuk memantau arus mudik dan balik Lebaran 2013 di wilayah provinsi itu.

"Helikopter akan mengawal situasi arus lalu lintas dari pantauan udara di jalur utara, tengah, dan selatan," kata Kabid Humas Polda Jawa Barat (Jabar) Komisaris Besar Martinus Sitompul.

Ditemui seusai gelar pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2013 di halaman Mapolda Jabar, Kota Bandung, Martinus menjelaskan dua helikopter yang digunakan untuk memantau itu satu di antaranya berasal dari Mabes Polri dan satu lagi milik Polda Jabar.

Kedua helikopter itu bersiap mulai H-7 (Kamis, 1/8) hingga H+7 (15/8) Lebaran di kawasan Cikopo, Kabupaten Purwakarta dan Mapolda Jabar.

Hasil pantauan situasi lalu lintas dari udara itu, kata Martinus, akan diinformasikan kepada pusat pengendali lalu lintas nasional atau National Traffic Management Centre (NTMC). "Selain itu, akan juga kami sampaikan ke RTMC Polda Jabar," ujarnya.

Menurutnya, NTMC dan RTMC selanjutnya akan mengabarkan situasi arus lalu lintas di wilayah Jabar ke posko-posko pengamanan di sepanjang jalur mudik. "Petugas di lapangan bisa langsung bergerak ke titik-titik yang terjadi kepadatan atau kemacetan untuk mengatur arus lalu lintas," kata Martinus.

Ia menambahkan, empat helikopter dari Palang Marah Indonesia (PMI) juga disiapkan selama arus mudik dan balik Lebaran. (r22/don)

Mabes Polri Bantu 6 Ribu Personel untuk Pengamanan Mudik di Jabar

Kamis, 01 Agustus 2013 | 00.12

(SJO, JAKARTA) - Mabes Polri menaruh perhatian tinggi pada daerah Jawa Barat (Jabar) dalam operasi ketupat tahun ini. Kepolisian mengatakan, jalur di provinsi Jabar merupakan jantung utama lalu lintas mudik selama di Indonesia.

Untuk itu, Mabes Polri akan khusus memberikan bantuan pasukan ke Polda Jabar. Polri berujar, sedikitnya 6 ribu pasukan Mabes Polri akan membantu penggalangan mudik di wilayah paling padat intensitas pemudiknya. "Jalur dari Cikopo, hingga losari Jawa Barat kami berikan penebalan untuk meminimalisir kerawanan," kata Kabag Penum Polri Kombes Agus Rianto di Mabes Polri, Selasa (30/7).

Agus berujar, seluruh pasukan ini akan berjaga di sepanjang jalur tersebut mulai dari H-7 hingga H+7 lebaran. "Kami kawal selalu, karena jalur itu memang ingkat aktivitasnya tinggi di momen mudik," kata dia.

Wakapolri Komjen Nanan Soekarna menambahkan, sebanyak 6.200 pasukan Polri yang bersiaga akan berjaga dalam radius setiap 200 meter. Tak hanya jalur Cikopo-Losari, rute Pantura juga dikatakannya akan menjadi perhatian khusu Polri tahun ini.

"Kami siap melayani, ribuan anggota tidak akan cuti khusus menjaga keamanan mudik demi kelancaran bagi masyarakat," kata dia saat memimpin gelar pasukan operasi ketupat di Monas, Jakarta. (r21)

PT KAI Siapkan Angkutan Lebaran Terpadu

(SJO, BANDUNG) - Mempersiapkan kegiatan arus mudik Lebaran Idul Fitri yang jatuh pada hari Kamis-Jumat, 8-9 Agustus 2013, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan penyusunan Rencana Operasi Angkutan KA yang terpadu, dengan memfokuskan diri pada tiga poin penting, yaitu kelancaran, keamanan dan keselamatan.

Untuk wilayah Jawa, PT KAI menyiapkan 265 rangkaian KA Regular, 22 KA Tambahan Komersial serta 18 KA Ekonomi. Selain itu, ada tambahan KA Krakatau Ekspress lintas Madiun-Merak yang mulai dijalankan sejak tanggal 24 Juli 2013 lalu. Armada lokomotif yang disiapkan naik cukup signifikan dibanding lebaran tahun lalu, sehingga total armada kereta yang disiapkan berjumlah 1580 unit.

Dari sisi keamanan dan prasarana, PT KAI menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) pada daerah yang dianggap rawan banjir dan longsor. “Selain itu, kami juga masih berusaha keras menertibkan pedagang-pedagang yang masuk ke gerbong kereta. Sehingga kenyamanan dan keamanan penumpang tetap terjaga,” ujar Suprapto, Junior Manager Eksternal Humas PT KAI.

Saat ini, penjualan tiket (reservasi) bisa dilakukan di pusat reservasi stasiun, kantor pos, agen tiket KA, Indomaret, Alfamart, dan melalui Railcard dan Railbox, CIMB Clicks, Fastpay, dan Contact Center 121. Sedangkan masa angkutan lebaran ditetapkan selama 18 hari, dimulai Pra Lebaran (1-7 Agustus 2013), masa Lebaran selama 2 hari (8-9 Agustus 2013) serta Purna Lebaran selama 9 hari (10-18 Agustus 2013).

Puncak arus mudik diperkirakan pada Selasa, 6 Agustus 2013 dan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Minggu, 11 Agustus 2013. (rls)

Polda Jabar Lakukan Pagar Betis untuk Kelancaran Arus Mudik

(SJO, BANDUNG) - Lebaran tahun ini jumlah pemudik yang melalui wilayah Jawa Barat diperkirakan mengalami peningkatan. Tahun lalu, jumlah pemudik yang melalui wilayah Jabar sebanyak 6,2 juta kendaraan. Sementara tahun ini, tahun ini diprediksi naik menjadi 7 juta.

‘’Kenaikkan kendaraan tahun ini signfikan sekali diprediksi mencapai 7 juta. Makanya, kami buat pagar betis,’’ ujar Kapolda Jabar, Irjen Pol Suhardi Alius, usai Rapat Koordinasi Persiapan Lebaran 2013 di Gedung Sate, Bandung.

Untuk mengantisipasi kemacetan yang kerap terjadi selama arus mudik lebaran, Kepolisian Daerah Jawa Barat telah mengerahkan sejumlah langkah antisipasi dengan sejumlah pihak terkait. Antisipasi itu mulai melakukan pagar betis di pasar tumpah, rekayasa jalan, hingga posko-posko rest area yang akan disiapkan di sejumlah Polsek di Jawa Barat.

Suhardi mengatakan, pagar betis di pasar tumpah dilakukan karena  selama bertahun-tahun, pasar tumpah menjadi penghambat jalur mudik. Polda, berkoordinasi dengan Pemda karena pasar tumpah ini jumlahnya cukup signifikan di setiap jalur.

‘’Tak ada (cara) lain, upayanya adalah pagar betis dengan merangkul potensi masyarakat yang ada. Kami libatkan agar tidak memakan badan jalan," kata Suhardi.

Bahkan, kata dia, untuk sepanjang jalur Kahatex- Rancaekek, selain menertibkan pasar tumpah yang kerap ada,  kepolisian juga menawarkan kepada Kahatex untuk mulai libur sejak H-10. Langkah ini dlakukan, untuk menekan kemacetan yang sering terjadi di ruas kawasan industri tersebut.

Selain pasar tumpah, Suhardi juga mengaku akan melakukan rekayasa jalan dan menutup sejumlah titik putar balik yang ada di setiap 193 KM sepanjang jalur Pantura.

Untuk memberi kenyamanan kepada para pemudik pihaknya mengaku telah menyiapkan sejumlah rest area di setiap Polsek dan beberapa titik lainnya. "Dalam penutupan titik putaran tentu kami lihat kondisinya,’’ katanya.

Khusus penanganan arus mudik dan balik, seluruh jajaran berupaya agar lalulintas lancar dan para pemudik selamat tiba di tempat tujuan," ujar Kapolda Jabar.

Sebagai gambaran permasalahan utama lalulintas Lebaran, Suhardi mengungkapkan data tahun lalu (2012). Jumlah kendaraan mobil dan sepedamotor yang mudik sejak H-7 di jalur Pantai Utara (Pantura) kawasan Tengah dan Selatan Jawa Barat mencapai 6,2 juta unit. Angka ini naik 37 persen dibanding 2011.

Sementara kecelakaan pada 2012 yang mencapai 347 kasus menyebabkan 70 orang meninggal dunia. Jumlah korban tewas ini naik 43 persen dibanding 2011. "Sebagian besar korban meninggal dunia adalah pemudik yang memakai sepedamotor," ungkap Suhardi.

Beberapa faktor yang menyulitkan upaya mengurangi kasus kecelakaan lalulintas Lebaran. Hal terberat yakni lonjakan jumlah kendaraan yang sangat sulit diikuti penambahan panjang dan kualitas jalan raya.

Karenanya, Kapolda Irjen Suhardi, kepolisian Jawa Barat melakukan "pagar betis". Aparat berwajib berusaha keras mencegah adanya pengguna jalan yang berputar arah di tempat yang tidak diperkenankan.

"Setiap 200 meter ada enam orang polisi. Pagar betis ini kita terapkan di sepanjang 186 kilometer dari Cikopo hingga Cirebon. Mudah-mudahan dengan pengaturan dan penjagaan ketat, masyarakat atau pemudik tidak melanggar," jelas Kapolda. (r22)

Dishub Jabar Tempat 3 RIbu Personel di 56 Titik Rawan Kemacetan

(SJO, BANDUNG) - Dinas Perhubungan Jawa Barat (Jabar) memperkirakan puncak titik arus mudik akan terjadi pada Sabtu (3/8) dan (4/8) mendatang. Untuk mengantisipasi kemacetan, Dishub akan mengerahkan 3.000 personel yang akan ditempatkan di 56 titik rawan kemacetan.

Kepala Dishub Jabar, Dedi Taufik, mengatakan selain di daerah rawan macet, pihaknya akan menempatkan petugas di daerah tujuan wisata. Misalnya, di puncak, Kabupaten Bandung dan Kota Bandung.

"Kami, tidak hanya mengontrol jalur utama tapi jalur biasa juga diawasi, khususnya yang ke wisata," kata dia, Rabu (31/7).

Arus mudik sendiri diprediksi akan terjadi mulai tanggal 2 Agustus 2013. Dishub Jabar juga sudah menyiapkan sarana transportasi, yakni sebanyak 6.605 bus.

"Sesuai surat edaran dari kementerian dan Dirjen, bus yang beroperasi harus ada stiker laik jalanya," sebut dia.

Pemeriksaan bus laik jalan, kata dia, sudah dilakukan dari beberapa pekan lalu. Terakhir, penempelan stiker tersebut akan dilakukan pada H-7. Hingga kini jumlah bus yang sudah ditempel stiker sekitar 4 ribu lebih.

"Jadi, tinggal sedikit lagi yang belum dipasang stiker laik jalan. Ini dilakukan agar pengguna transportasi bisa nyaman dan aman, diperkirakan H-7 penempelan stiker sudah selesai,'' katanya.

Untuk tuslah, kata dia, Dishub Jabar masih menyesuaikan dengan tarif pasca kenaikan BBM. Tarif yang berlaku saat ini jangan sampai kurang dari 20 persen dan melebihi 30 persen.

"Kalau ada yang memberlakukan lebih dari 30 persen, silahkan ada pengaduan, kami siap menindak. Sanksi yang melanggar, bisa pencabutan izin asal ada bukti,'' kata Dedi. (r22)

Gubernur Instruksikan Penanganan Tuntas Penyebab Kemacetan Arus Mudik

Rabu, 31 Juli 2013 | 16.24

(SJO, BANDUNG) - Gubernur Heryawan menginstruksikan penanganan tuntas beberapa penyebab kemacetan arus lalulintas Lebaran. Antara lain, penutupan pasar di pinggir jalan-biasa disebut "pasar tumpah" mulai H-7 Lebaran dan sepekan setelahnya. Demikian disampaikan Gubernur Haeryawan saat memimpin Rakor Kesiapan jelang Lebaran 2013 di Gedung Sate, Selasa (30/1).

Gubernur juga meminta Dinas pada Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar menyiapkan lokasi pasar pengganti bagi pedagang yang tetap menjajakan jualannya seminggu dan sesudah Idul Fitri, pinta Heryawan.

"Bukan menghalangi pedagang mencari rezeki. Namun tentu memprihatinkan bila karena segelintir pedagang di pasar tumpah membuat jutaan pemudik terganggu penjalananya. Belum lagi bila terjadi kecelakaan," papar Heryawan.

Heryawan juga meminta kepada Pemerintah kabupaten/kota Cirebon memfasilitasi penarik becak di wilayahnya segera mudik kekampung halaman masing-masing sebelum arus mudik dan balik memuncak.

Instruksi tersebut disambut baik Kapolda Jawa Barat. Pasalnya, becak yang lalu lang di Cirebon menjadi salah satu pemicu kemacetan arus lalulintas Lebaran selama ini. "Terimakasih Pak Gubernur atas instruksinya itu," tutur Kapolda. (don)
Diberdayakan oleh Blogger.