Mereka yang Tersangkut Kasus Suap Ketua MK Akil Mochtar

Jumat, 04 Oktober 2013 | 03.42

(SJO, JAKARTA) - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dua kasus sekaligus terkait suap sengketa Pilkada Gunung Mas dan Kabupaten Lebak. Selain Akil, KPK menetapkan anggota DPR RI Chairun Nisa (Golkar) menjadi tersangka.

Dalam jumpa pers yang digelar pimpinan KPK yakni Ketua KPK Abraham Samad, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, Deputi Penindakan KPK Warih Sadono dan Jubir KPK Johan Budi SP beserta Wakil Ketua MK Patrialis Akbar di gedung KPK, KPK menetapkan total enam tersangka.

"Dari 13 orang yang diperiksa, enam orang ditetapkan sebagai tersangka," tegas Abraham Samad di kantor KPK, Kamis (3/10/2013).

Keenam tersangka adalah:

1. AM adalah Ketua MK Akil Mochtar.
2. CN adalah Chairun Nisa, anggota DPR asal Fraksi Golkar.
3. HB adalah Hambit Bintih, Bupati Gunung Mas.
4. CHN adalah Chornelis Nalau seorang pengusaha.
5. STA adalah Susi Tur Andayani seorang advokat.
6. TCW adalah Tubagus Chaery Wardana alias Wawan yang tak lain suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany.

Berikut peran keenam tersangka:

*Kasus Suap Sengketa Pilkada Gunung Mas

- Akil Mochtar dan Chairun Nisa menjadi tersangka selaku penerima uang suap dalam bentuk dollar Singapura senilai Rp 3 miliar.

- Akil dan Chairun Nissa dikenakan Pasal 12 c UU Pemberantasn Korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP atau pasal 6 ayat 2 UU Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP

- Pemberi suap yakni Bupati Gunung Mas (incumbent) Hambit Binti dan Chornelis Nalau dikenakan pasal pemberi suap, Pasal 6 ayat 1 huruf a UU Pemberantasan Korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP

*Kasus Suap Pilkada Lebak

- Akil Mochtar dan Susi Tur Andayani ditetapkan sebagai penerima suap

- Akil dan Susi dikenakan Pasal 12 c UU Pemberantasan Korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP atau pasal 6 ayat 2 UU Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

- Pemberi suap yakni swasta bernama Tubagus Chaery Wardana (TCW) alias Wawan dikenakan pasal pasal 6 ayat 1 UU Pemberantasan Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP. (r21)

Golkar Yakin Pasangan Yance-Tatang Menang Satu Putaran

Minggu, 17 Februari 2013 | 11.11

(SEPUTAR JABAR COM, BANDUNG) - Partai Golkar makin optimis Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim (Intan) bakal menang di Pilgub Jabar 2013. Bahkan Ketua Tim Pemenangan Intan, Lili Asjudiredja, yakin kandidat yang diusung partai berlambang beringin itu akan mengungguli kandidat lain dalam satu putaran.

Partai Golkar beralasan, hasil survei internal menunjukkan tren positif. Pasangan kandidat Cagub-Cawagub Jabar nomor urut 2 terebut diklaim akan meraih 39 persen atau hampir 12,8 juta suara dari sekitar 32 juta pemilih. "Kita berusaha akan memenangkan suara 40 persen lebih," tegas Lili.

Sebelum masa kampanye, Intan diprediksi akan menang di delapan kabupaten/kota berdasarkan hasil survei. Setelah masa kampanye, Intan diyakini bakal menang di 11 kabupaten/kota.

Adanya 14 kader Golkar yang jadi kepala daerah di Jabar dinilai berdampak positif pada raihan itu. Sebab mereka membantu menyosialisasikan dan mengkampanyekan Intan kepada masyarakat.

Disiapkannya 100 kader per desa juga dinilai berdampak positif terhadap popularitas dan elektabilitas Intan. "Pada sisa empat hari masa kampanye nanti, kita akan terus menggalang suara untuk meraih kemenangan," jelas Lili.

Ia bahkan makin optimistis setelah Luthfi Hasan Ishaaq, bekas presiden PKS, ditetapkan tersangka oleh KPK. Kasus yang jadi sorotan publik itu dinilai berdampak signifikan pada pilgub. Begitu juga dengan kisruh Partai Demokrat.

"Kasus sapi dan kisruh Demokrat secara tidak langsung juga menguntungkan kami," pungkas Lili.(r01)

Kejutan Golkar di Ajang Pilgub Jabar 2013

Rabu, 07 November 2012 | 12.01

BANDUNG--Partai Golkar Jabar akan memberikan kejutan saat mendaftarkan bakal cagub dan cawagub yang akan diusungnya pada 10 November 2012 atau hari terakhir masa pendaftarann bakal cagub dan cawagub Jabar.

"Lihat saja nanti. Akan ada sebuah kejutan saat pendaftaran bakal cagub dan cawagub pada 10 November mendatang," kata Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar, Pulihono, di Bandung, Selasa (6/11/2012).

Hingga kemarin, Partai Golkar belum memutuskan siapa pasangan yang akan diusung pada Pilgub Jabar 2013. Bakal Cagub dari Partai Golkar Irianto MS Syafiuddin alias Yance masih mencari-cari pasangannya yang pas.

Menurut Pulihono, sesungguhnya Golkar sangat menginginkan untuk berkoalisi dengan PDIP pada Pilgub Jabar mendatang. Sebab, kata Pulihono, mayoritas bupati/wali kota di Jabar berasal dari Golkar dan PDIP. Jika pucuk pimpinann provinsi dipegang Golkar dan PDIP, diharapkan pemerintahan bisa lebih solid.

"Golkar dan PDIP punya visi dan misi yang sama, yaitu memperjuangkan rakyat Jawa Barat. Saya kira ini koalisi ideal. Pemerintahan akan lebih solid karena bupati/wali kota banyak dari Golkar dan PDIP," kata Pulihono.

Meski ngebet berkoalisi dengan PDIP, kata Pulihono, Golkar juga membuka ruang untuk berkoalisi dengan parpol lainnya. Ia mengatakan, membangun Jabar sebaiknya dilakukan bersama-sama.
Teka-teki siapa yang bakal menjadi pasangan bakal cagub dan cawagub Jabar dari Partai Demokrat juga masih misteri.

"Sampai sekarang kan Pak SBY masih di Inggris. Kami masih menunggu kepulangan beliau. Kemungkinan bakal cagub dan cawagub yang akan diusung diputuskan antara Kamis atau Jumat," kata Ketua DPD Partai Demokrat Jabar Iwan Sulandjana melalui ponselnya, kemarin siang.

Iwan mengatakan, lembaga yang menetapkan siapa pasangan yang akan diusung adalah Majelis Tinggi Partai Demokrat. Hingga kemarin, institusi itu belum memutuskan siapa pasangan yang akan diusung.
Mengenai nama Dede Yusuf sebagai bakal cagub dari Partai Demokrat, kata Iwan, baru sebatas pernyataan lisan yang disampaikan anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua kepada pers. Iwan mengaku belum menerima SK penetapan dari DPP Partai Demokrat.

Menurut Iwan, kemungkinan SK penetapan Dede Yusuf sebagai bakal cagub akan bersamaan dengan SK untuk pasangannya. Dan sampai kemarin siapa cawagub yang akan mendampingi Dede Yusuf pun belum diketahui.

Mengenai koalisi, kata Iwan, Partai Demokrat kemungkinan besar akan berkoalisi dengan PAN dan PKB. Komunikasi politik dengan kedua parpol itu terus dijalin secara intensif. "Ya, kita sudah fix dengan PAN dan PKB. Secara visi kami sudah oke. Sekarang saya tinggal siapkan pemenangannya dengan membentuk tim sukses bersama," kata Iwan.

Iwan tidak menampik jika beberapa nama seperti Ketua DPW PAN Jabar Irjen Pol Purn Edi Darnadi dan mantan Sekda Jabar Lex Laksamana masuk dalam bursa cawagub untuk mendampingi Dede Yusuf. (tbo)
Diberdayakan oleh Blogger.