P2TP2A Gagalkan Traficking 7 Wanita Asal Cianjur

Kamis, 15 Agustus 2013 | 00.06

(SJO, BANDUNG) - Gugus tugas penanggulangan traficking Jabar pada P2TP2A berhasil mengamankan 7 wanita asal Cianjur yang hendak menjadi korban traficking di Batam.

Kepada wartawan, istri gubernur Jabar Netty Heryawan mengatakan 7 orang itu awalnya hendak dijadikan pembantu rumah tangga di Malaysia melalui agen.

"Mereka direkrut dari Cipanas tanggal 29 Juli namun ternyata hanya akal-akalan dan akhirnya berhasil dipulangkan, kini ada di pengawasan P2TP2A," ujarnya, Rabu.

Dari kasus ini empat tersangka sudah diamankan polda yakni bernama Mimin, asal Sukabumi yang merekrut, lalu Romlah agen Malaysia, serta adi dan Farhan sebagai penampung korban di Jakarta dan Malaysia.

Satu pelaku bernama Umam masih menjadi buron. Umam menjadi salah satu pelaku karena menjadi orang yang menjemput kedatangan korban di bandara Soekarnohatta, namun ternyata malah memeras korban. Bahkan untuk mengelabuhi korban, Umam mengaku sebagai anggota polisi, wartawan bahkan mengaku sebagai adik gubernur. (r22)

Bantuan Pemerintah kepada Nelayan Sudah Signifikan

Senin, 22 Juli 2013 | 21.59

(SJO, CIANJUR) -Kadis Perikanan dan Kelautan Jabar, Ahmad Hadadi mengatakan Pemerintah sudah menunjukkan perhatian serius kepada para nelayan di Jabar dengan memberikan bantuan baik bersumber dari APBD maupun APBN. Demikian disampaikan Hadadi dalam acara pertemuan dengan pimpinan DPRD Jabar di Rancabuaya, Cianjur akhir pekan lalu.

Menurut  Hadadi, bantuan nelayan sudah diberikan di beberapa wilayah, baik di wilayah Selatan maupun utara. Untuk bantuan perahu besar dengan ukuran 30 GT  difasilitasi melalui bantuan dana dari APBN. Bantuan tersebut, diberikan kepada nelayan besar. Sementara itu, untuk nelayan kecil diberikan bantuan berupa perahu kecil dengan ukuran 2 GT.

Adapun jumlahnya di tahun ini, untuk perahu besar berjumlah 6 unit. Perahu tersebut, disebar di beberapa pelabuhan antara lain : Sukabumi dan Ciamis. Selanjutnya, untuk bantuan perahu kecil berjumlah 70 unit yang juga disebar di semua Tempat Pelelangan Ikan (TPI)  yang ada di Jabar.

Sejalan dengan dukungan untuk para nelayan dengan tujuan untuk memajukan pembangunan sector perikanan dan kelautan Pemerintah Pusat juga menyiapkan dana untuk revitalisasi tambak. Dana yang disiapkan mencapai Rp.400 miliar.

Bantuan yang sudah diberikan kepada para nelayan, dinilai sudah signifikan. Diharapkan melalui bantuan tersebut, sektor perikanan kian berkembang.Seiring dengan target perkembangan pembangunan di sektor perikanan dan kelautan, ujar Hadadi Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Daerah kini tengah berupaya, untuk Pelabuhanratu dapat ditingkatkan statusnya menjadi Pelabuhan Samudra.(r22/rls)

Sekda Dampingi Menteri PU Resmikan Jalan Lintas Cianjur

Sabtu, 06 Juli 2013 | 15.47

(SJO, CIANJUR) - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Wawan Ridwan mendampingi Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto resmikan Jembatan Lingkar Luar (lebih dikenal dengan Jalan Lingkar Timur Cianjur) yang terletak di simpang Rawa Bango Cianjur, Jumat (5/7).

Sekda Jabar atas nama Gubernur Jabar berharap keberadaan Jalan Lingkar Timur Cianjur dapat  mengakselerasi laju pertumbuhan ekonomi di wilayah Cianjur dan Jawa Barat pada umumnya. "Biasanya insfrastruktur jalan merupakan urat nadi perekonomian, kedepan menunggu ada rencana rencana besar lainnya karena Jawa Barat merupakan jalan/jalur menuju ibukota," ungkap Wawan.

Menteri PU Djoko Kirmanto pada kesempatan itu menyebutkan pembangunan ini guna mendukung pembangunan infrastruktur transportasi pada lintas nasional/koridor/kota utama melalui penanganan pembangunan jalan baru. "Ini adalah salah satu proyek  yang sebagian dibiayai dengan bantuan Bank Dunia dan dimaksudkan untuk mendukung peningkatan jaringan nasional," paparnya. "Karena jalan merupakan 90 % jalur utama lalu lintas perekonomian di Indonesia, jadi hampir setiap provinsi selalu mengajukan pembangunan jalan." 

Djoko juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah merelakan tanahnya dibebaskan untuk pembangunan jalan. "Tinggal kita pelihara fasilitas insfrastruktur jalan ini sebaik baiknya," himbaunya seraya secara bersama-sama menekan tombol sirine tanda diresmikannya penggunaan Jalan Lingkar Cianjur.

Jalan Ring Road Timur Cianjur  yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional IV sepanjang 7,45 KM ini membentang disambung 3 buah jembatan, 1 lintasan Kereta Api. Dilaksanakan secara bertahap  selesai dalam waktu 820 hari kalender, menghabiskan dana biaya sebesar Rp.92.812.563.027,- Kontraktor pelaksana PT.Yasa Patria Perkasa dan konsultan supervisi CCECI JVdengan PT.Cipta Strada  dibiayai dari sumber dana APBN dan dana loan (pinjaman) IBRD, Dimulai DIPA 2009 dengan kontrak pelaksanaan 2010 s/d 2012. Pembangunan jalan Lingkar Cianjur diharapkan dapat memfasilitasi arus kendaraan langsung dari cianjur menuju Sukabumi sehingga tidak perlu melalui jalur dalam kota.

Hadir pada peresmian tersebut Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat Guntoro, Kepala Dinas PU Bina Marga Cianjur Atte Adha Kusdinan, anggota DPRD RI komisi V DPRD Cianjur serta OPD terkait lainnya.(Udn/Rls)

Temuan Situs Gunung Padang Bisa Ubah Peta Peradaban Dunia

Senin, 03 Juni 2013 | 01.37

(SJO, CIANJUR) - Penemuan Situs Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, cukup mengejutkan berbagai kalangan masyarakat, khususnya para peneliti arkeologi. Pasalnya, berdasarkan penelitian, situs ini diperkirakan berusia lebih dari 13 ribu tahun Sebelum Masehi.

Itu artinya, peradaban di Situs Gunung Padang lebih tua dari peradaban Mesopotamia dan Pyramid Giza di Mesir, yang selama ini dipercaya sebagai peradaban tertua di dunia. Sehingga temuan Situs Gunung Padang yang hingga saat ini masih dalam proses penelitian tersebut, bisa mengubah peta peradaban dunia.

Penelitian mengenai Situs Gunung Padang dilakukan sejak November 2011. Setelah diteliti selama hampir dua tahun hingga sekarang, diketahui bahwa Situs Gunung Padang bukanlah sebuah situs yang sederhana, melainkan sebuah monumen yang sangat besar. Situs ini diperkirakan luasnya mencapai 10 kali luas Candi Borobudur di Jawa Tengah.

Koordinator Tim Peneliti Mandiri Terpadu Gunung Padang, Prof. Danny Hilman Natawidjaja mengatakan, berdasarkan penelitian yang dilakukan selama ini terlihat bahwa susunan batu pada Situs Gunung Padang sudah cukup maju.

Susunan batu tersebut mirip dengan teknologi Situs Machu Pichu di Peru. Menurut Danny, yang lebih mengejutkan dari penemuan Situs Gunung Padang ini yaitu umur susunan batu yang berbeda-beda dari setiap lapisannya. Lapisan teratas berumur lebih muda, yaitu 500 tahun Sebelum Masehi, ada pula lapisan yang berumur 7000 tahun Sebelum Masehi. Bahkan, jika dihitung hingga lapisan terbawah, Situs Gunung
Padang diperkirakan usianya lebih dari 13 ribu tahun Sebelum Masehi.

“Gunung Padang itu suatu monumen yang besar. Punden berundaknya yang lapisan pertamanya itu tingginya sampai 100 meteran, jadi luasnya 150 hektar, yang jelas 10 kali lebih besar dari bangunan (Candi) Borobudur. Dibilang menunjukkan umurnya lebih dari 13 ribu tahun (Sebelum Masehi) itu sudah ada sekitar 3 atau 4 carbon dating (pengukuran umur lapisan berdasarkan kandungan unsur karbon di lapisan
tersebut—red) yang kita lakukan di peta analisis,” papar Danny Natawidjaja.

Danny mengatakan, dengan usia yang sedemikian tua, maka Situs Gunung Padang dapat dikatakan sebagai situs peradaban tertua di dunia, melebihi Pyramid Giza di Mesir, peradaban Mesopotamia, dan peradaban bangsa Arya, yang usianya antara 2.500 hingga 4.000 tahun Sebelum Masehi. Sehingga dengan demikian, keberadaan Situs Gunung Padang secara otomatis bisa mengubah peta peradaban dunia.

Danny Natawidjaja menambahkan, “Peradaban dunia yang dikenal manusia itu kan yang majunya baru sekitar 6.000 tahun, Mesopotamia, kemudian kan yang di Mesir, (Pyramid) Giza itu, yang 2.500-2.800 tahun Sebelum Masehi. Itu yang dianggap sebagai peradaban tertua di dunia. Kalau kita bilang Gunung Padang usianya 13 ribu tahun (Sebelum Masehi), tumbang semua. Dan itu tentunya akan menjadikan kita (Indonesia) yang menjadi pusat peradaban di masa lalu.”

Situs Gunung Padang yang terletak di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur ini telah dibuka untuk kunjungan wisatawan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat, Nunung Sobari mengatakan, Situs Gunung Padang merupakan aset kebudayaan tak ternilai yang dimiliki oleh Indonesia.

“Gunung Padang kan itu situs cagar budaya yang sangat sangat hebat, tapi harus berdasarkan penelitian yang lebih komprehensif. Secara kunjungan (wisatawan di hari libur, red.) bagus, tapi harus ada juga usaha-usaha untuk memelihara kondisi (situs tersebut),” ujar Nunung Sobari.

Hingga saat ini, para peneliti yang tergabung dalam Tim Peneliti Mandiri Terpadu Gunung Padang masih melakukan penelitian dan ekskavasi atau penggalian terhadap Situs Gunung Padang. Pengelolaan Situs Gunung Padang saat ini berada di bawah Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala  atau BP3, Unit Pelaksana Teknis dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia yang berada di daerah.(voa)

Pendapatan Pajak Cianjur Lampaui Target

Rabu, 30 Januari 2013 | 16.39


(SEPUTAR JABAR COM, CIANJUR)--Berkat kerja keras dan tumbuhnya kesadaran wajib pajak (WP) dalam membayar pajak, realisasi pajak daerah pada tahun 2012 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, over target. Begitu juga untuk tahun 2013 optimistis akan mengalami hal yang sama.

"Kerja keras jajaran dinas perpajakan, dan kesadaran para WP dalam membayar pajak merupakan kunci utama sehingga pemasukan pajak daerah melampaui (over) target," kata Kepala Dinas Perpajakan Daerah (Disperda) Kabupaten Cianjur, Dadan Harmilan, di ruang kerjanya, Senin (28/1).

Menurutnya kerja keras jajaran Disperda dalam menggenjot pemasukan pajak aderah, tidak sia-sia. "Berbagai pendekatan yang kami lakukan. Alhamdulillah membuahkan hasil, sehingga target pajak daerah tahun 2012 lalu mengalami over target," tegasnya.

Hingga akhir Desember 2012 lalu, penerimaan pajak daerah mencapai sebesar Rp 58.309.950.449 dari target sebesar Rp. 49.087.046.674. Sehingga mengalami over target sebesar Rp 9. 150. 385. 249.

Realisasi penerimaan pajak sebesar itu, diperoleh dari 10 obyek pajak yang ditetapkan. "Walaupun secara spesifik terdapat dua obyek pajak yang tidak memenuhi target, yaitu pajak parker, dan pajak sarang burung walet," ungkapnya.

Dalam penerimaan pajak pada tahun 2012 lalu yang cukup mencolok karena mengalami lonjakan penerimaan, yaitu penerimaan pajak dari sektor pajak mineral bukan logam dan batuan atau pajak sektor pertambangan pasir.

Realisasi penerimaan pajak daerah tahun 2012 meliputi pajak hotel sebesar Rp 6.929.718, 576, pajak restoran Rp 3.361.768.015, pajak hiburan Rp 820.901.589, pajak reklame Rp 2.905.327.839, pajak penerangan jalan Rp 19.744.877. 368.

Kemudian pajak mineral bukan logam dan batuan Rp 2.047.492.741, pajak parkir Rp 229.698. 785, pajak air tanah Rp 1.395.924. 084, pajak pengusahaan sarang burung walet Rp 17.130. 000, pajak BPHTB Rp 20.784. 592. 926, dan pendapatan dari denda pajak Rp 72.518.526. (red5)
Diberdayakan oleh Blogger.