Dana Pilgub untuk Kecamatan Cisaga Ciamis Dirampok

Sabtu, 16 Februari 2013 | 15.28

(SEPUTAR JABAR COM, CIAMIS) – Dana operasional untuk pelaksanaan Pilgub Jabar 2013 di Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, dibawa kabur kawanan pencuri di Jalan Husen Sastranegara, Kota Banjar, Jumat.

Kasatreskrim Polres Kota Banjar AKP Kosasih, mengatakan total yang dibawa perampok sebanyak Rp 106.420.000, sebesar Rp 3,42 juta di antaranya merupakan milik Ketua PPS Cisaga, Ajat Sudrajat.

"Uang yang dibawa pelaku dari Bank Jabar itu merupakan uang PPS dan uang korban, semuanya Rp 106 jutaan lebih yang akan digunakan untuk biaya Pilkada," katanya.

Aksi perampokan terjadi usai petugas PPS Cisaga mengambil uang di Bank Jabar Banten (BJB) cabang Kota Banjar.

Ketua PPK bersama bendaharanya, Uha Nasuha mengendarai mobil Feroza dan diikuti oleh Sekretaris PPK, Tatang Sutisna menggunakan sepeda motor.

Melintasi Jalan Husen Sastranegara, Ajat diteriaki warga pengendara sepeda motor bahwa ban mobil gembos, seketika Ajat memberhentikan laju mobilnya.

Selanjutnya Ajat membongkar ban belakang yang gembos tersebut untuk ditambal, dan meninggalkan tas berisi uang yang disimpan di jok belakang mobil.

Ketika Ajat dan Uha jauh dari posisi mobil, pelaku yang diketahui dua orang mengendarai sepeda motor sejenis Yamaha Vixion langsung membawa kabur uang dalam mobil tersebut.

Aksi pencurian itu sempat diketahui warga dan rekan korban yang mengendarai sepeda motor, kemudian melakukan pengejaran, namun pelaku tidak diketahui keberadaannya.

Polisi menduga pelaku sengaja menancapkan paku pada ban mobil itu. Sementara, salah satu korban Tatang Sutisna menambahkan, kejadian perampokan begitu cepat. Selain uang PPK yang akan dibagikan ke PPS untuk honor dan tahapan pilgub, terdapat uang milik korban bernama Ajat.

Kasus ini ditangani Polresta Banjar karena lokasi kejadian berada di Kota Banjar, tepatnya di Jalan Didi Kartasasmita.(r06)

Yana Tempuh 71 Km Untuk Temui Aher

Rabu, 13 Februari 2013 | 08.48


(SEPUTARJABAR.COM, CIAMIS) Ditengah keterbatasan fisiknya Yana Turangga (24) seorang Difabel dengan mengendarai motor, tidak surut melangkah, sejauh 71 Km hanya untuk menemui Kang Aher dan istri, Netty Heryawan, di Hotel Tyara Plasa, Jalan Jenderal Sudirman, Ciamis, Selasa (12/2/2013).

Satu hal yang paling Yana kagumi dari Kang Aher adalah kepedulian Kang Aher pada kaum difabel sangat besar, terutama dalam hal pendidikan. Aher pernah memberi bantuan langsung kepada sekolahnya, saat menghadiri Hari Penyandang Cacat (Hapenca) Indonesia, di Yayasan Wyata Guna, Bandung. Menurut Yana, Kang Aher tidak pandang bulu dalam memajukan pendidikan.

“Saya sangat mencintai Kang Aher dan Teh Netty, karena jujur saja, saya lihat figur Kang Aher lebih dari pemimpin lain yang saya kenal, yang kalau sudah punya jabatan rata-rata lupa (pada masyarakat—red). Apalagi dengan kami yang dari SLB,” tutur sulung dari tiga bersaudara ini.

Siswa kelas 1 SMU SLB C Sindangsari, Cikoneng ini menuturkan “Ibarat arit mah, sadaya diarit. Rek nu SLB, rek nu kumaha, diarit sadaya. Jadi kalau kepemimpinan Kang Aher mah A sampai Z digarap. Nah, misalnya kan aku di Z, pemimpin yang dulu mah hanya menggarap A sampai F aja, jadi kami (kaum difabel—red) gak ketauan,”

Yana memang terlihat cerdas. Tutur katanya terstruktur dan sistematis. Sebabnya tentu saja karena Yana berpendidikan, matanya yang terganggu, dan fisiknya tidak seperti orang kebanyakan.

“Dulu sebelum masuk SLB, saya selalu dicemooh dan dipandang sebelah mata. Tapi setelah masuk (sekolah), nggak begitu lagi,” kisah Yana.

Aher dan istri, yang begitu peduli memajukan pendidikan di Jawa Barat, tanpa terkecuali. Kesempatan bersekolah ini ibarat tiket emas Yana untuk memeroleh kehidupan yang lebih baik, demi kedua adik kembar dan keluarganya.

“Untuk itu, saya ingin bertemu Kang Aher. Saya hanya ingin mendoakan beliau, agar bisa memimpin Jawa Barat kembali, dan didoakan beliau, agar perjuangan hidup saya tidak sia-sia” pungkas Yana dengan menahan tangis.(Don/Galih/Pris)

Aher Blepotan Tanah Benah Desa, Warga Semangat


(SEPUTARJABAR.COM, CIAMIS) Memasuki masa kampanye simpatik hari ke-5, Calon Gubernur (Cagub) Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) berada di Kabupaten Ciamis, pada Selasa (12/2/2013).

Aher dengan pasukan Kancing Merahnya lakukan aksi 'benah-benah infrastruktur desa'.
Meski berbeda tema dibanding hari sebelumnya, sang cagub periode 2013-2018 kali ini harus bermandi keringat dan blepotan tanah saat menggelar agendanya.

Usai menyapa warga yang menyambutnya di pinggir jalan, Aher langsung bergabung dengan pekerja. Di desa ini warga tengah bergotong-royong membenahi got.

Tanpa dikomando, Aher langsung mengambil peran sendiri dengan mengambil arit. Tanganpun mengayun dan rumput dalam waktu singkat menumpuk di sisinya.

"Biar saya yang beresin. Ini bukan kegiatan baru. Saya ini anak petani," tukas Aher, tampak terbiasa.
Aher yang memang lahir dan besar di kampung petani di Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, sudah biasa hidup mandiri sejak kecil.

H. Nondi Hidayat, tokoh Desa Jalatrang, Cipaku, mengaku kaget menyaksikan sosok yang hampir lima tahun memimpin Pemprov Jabar sama sekali tak canggung bermain tanah.

"Semua pemimpin harusnya menyatu dengan warga," tutur Nondi.Soal baju kotor tentu bukan masalah sedikitpun.

Upaya pemimpin terjun langsung untuk merawat semangat gotong-royong masyarakat, sangat berarti bagi pembangunan Jawa Barat ke depan.(Don/Galih/Pris)

Berani Korupsi, Netty Siapkan Peti Mati Untuk Aher

(SEPUTARJABAR.COM, CIAMIS) Netty Heryawan istri Calon Gubernur (Cagub) Jawa Barat (Jabar) 2013 dari nomor urut ‘4’ dihadapan sekitar 2.000 warga Ciamis, dengan tegas menyatakan dirinya tidak akan diam bila Ahmad Heryawan (Aher) korupsi, alias akan mengambil sikap keras untuk.

"Saya akan menyiapkan peti mati bila Kang Aher pulang dengan membawa hasil korupsi," tandas Netty Prasetiyani saat mendampingi Cagub Heryawan atau Aher berkampanye di lapangan Kawali, alun-alun Kabupaten Ciamis, pada Selasa (12/2/2013).

Banyak penelitian menyimpulkan, tindak pidana korupsi dipicu disharmonis moral keluarga dan Netty sebagai istri tidak akan menolerir praktik korupsi bagi Aher. Sikap moral ini ditancapkannya sebelum, selama, dan bila Heryawan kembali mendapat amanah rakyat memimpin Jabar.

"Saya tidak akan membukakan pintu (rumah) bila Kang Aher pulang dengan (harta) hasil korupsi," Netty kembali menegaskan sikapnya.

Netty menambahkan, warga Jabar juga jangan sampai terlena oleh sosok kandidat Pilgub 2013 yang disebut-sebut antikorupsi. Pasalnya, Heryawan selama 56 bulan memimpin Jabar telah membuktikan diri jauh dari upaya memperkaya diri dan keluarga melalui tindak korupsi.

"Tokoh antikorupsi sudah di hadapan kita. Buktinya, Jabar untuk pertama kalinya memperoleh penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Pemerintah Pusat, atas laporan keuangannya," jelas Netty, seraya menambahkan, WTP merupakan penilaian atas perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan program pembangunan yang bebas penyimpangan --khususnya korupsi.

Netty juga menegaskan, warga Jabar jangan sampai tersesatkan oleh pencitraan kandidat Gubernur seolah-olah telah berbuat banyak dalam memberantas kemiskinan. Padahal, kenyataannya, belum tentu seperti yang dicitrakan. "Kang Aher ini bukan tipe pemimpin yang mendramatisir kemiskinan," ujar Netty.

Agenda Cagub Ahmad Heryawan di lapangan Kawali bukan cuma diisi sosialisasi visi-misi pasangan berlogo kancing Beureum. Kegiatan Aher, sama dengan agenda sebelumnya, berupa kampanye simpatik. Kampanye kali ini diisi bakti sosial berupa pengobatan gratis dan bazar murah.

Kampanye ditutup deklarasi dukungan sejumlah tokoh masyarakat setempat dan perwakilan sejumlah organisasi masyarakat.(Don/Galih/Pris)

4.050 PNS Ciamis Mutasi ke Pangandaran

Minggu, 10 Februari 2013 | 03.02

(SEPUTARJABAR.COM, PANGANDARAN) Sebanyak 4.050 pegawai negeri sipil di Kabupaten Ciamis diproyeksikan bekerja di Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Pangandaran. Mereka terdiri dari  PNS yang sudah bekerja di wilayah DOB Pangandaran sebanyak 3.911 dan tambahan dari kabupaten induk sebanyak 139 pegawai.

“Pegawai di Kabupaten Ciamis saat ini berjumlah 17.294, sementara yang bekerja di wilayah DOB sebanyak 3.911. Kami sudah melakukan penghitungan ideal, masih ada kekosongan SOTK sehingga kita tambah dari kabupaten induk,” tutur Mahmud, kepala Inspektorat Kabupaten Ciamis saat Rakor Persiapan Peresmian dan Pelantikan Pejabat Bupati Pangandaran bersama tim Pansus Percepatan DOB Pangandaran di Ruang Pertemuan Hotel Malabar, kemarin (5/2/2013).

Hadir dalam kegiatan tersebut Presidium Pembentukan Kabupaten Pangandaran, para camat, kepala desa dan BPD di wilayah DOB Pangandaran.
Mahmud mengatakan pengisian personel pada perangkat daerah di DOB Pangandaran diprioritaskan dari PNS daerah induk yang mempunyai kompetensi sesuai perundang-undangan.

“Pengisian personel merupakan tanggung jawab pejabat bupati yang difasilitasi pemerintah provinsi, namun pemerintah kabupaten induk mengusulkan. Pengalaman kita seperti pada saat Kota Banjar menjadi daerah otonom baru, biasanya tidak jauh dari yang diusulkan. Bahkan Kota Banjar saat itu menerapkan semua rekomendasi dari Pemkab Ciamis,” tuturnya.

Selain menyiapkan pegawai, kata dia, Tim Panitia Persiapan Peresmian dan Pelantikan Pejabat Bupati Pangandaran juga telah menyiapkan susunan organisasi perangkat daerah DOB Pangandaran yakni Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, 10 dinas daerah, lima lembaga teknis daerah, kecamatan, Satpol PP, Badan Palayanan Perizinan terpadu, staf ahli serta UPTD dan sekolah. Dikatakannya, sebanyak 475 pegawai dipersiapkan untuk menempati jabatan struktural.

Kapan Peresmian DOB Pangandaran" Mahmud menuturkan pemekaran Kabupaten Pangandaran yang disetujui DPR RI dan pemerintah pusat 25 Oktober 2012 sudah ditetapkan dalam undang-undang pada tanggal 17 November 2012 yakni UU Nomor 21 Tahun 2012 tentang Pembentukan Kabupaten Pangandaran.

Dikatakannya, peresmian DOB Pangandaran direncanakan dilaksanakan pemerintah Provinsi Jabar pada bulan Maret 2013. “Apabila kabupaten induk maupun DOB Pangandaran bersedia, provinsi akan memfasilitasi pelaksanaannya peresmiannya di provinsi seperti halnya Kabupaten Bandung Barat,” tuturnya.

Ia mengatakan penunjukkan pejabat bupati sendiri merupakan kewenangan pemerintah provinsi. “Bisa saja peresmian bersamaan dengan pelantikan pejabat bupati,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut Ketua Presidium Pembentukan Kabupaten Pangandaran H Supratman mengatakan sebagain besar masyarat DOB Pangandaran mengharapkan peresmian DOB Pangandaran dilakukan di Pangandaran.

“Harapan kita bisa dilakukan di Pangandaran, namun yang terpenting kita menginginkan agar secepatnya DOB Pangandaran segera terbentuk bukan hanya secara hukum, namun secara faktual,” pintanya.

Sementara itu Ketua Pansus (DPRD) Percepatan Peresmian DOB Pangandaran Iwan M Ridwan mengatakan pihaknya bertugas mengawal dan menampung aspirasi masyarakat agar DOB Pangandaran secepatnya terbentuk. (r05)

Bupati Ciamis Minta Warga Waspada Bencana

Senin, 22 Oktober 2012 | 01.52

CIAMIS--Bupati Ciamis Engkon Komara berharap bersamaan dengan datangnya musim hujan, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana seperti tanah longsor, banjir lebih meningkatkan kewaspadaan. Hal itu dikatakannya di Ciamis, Kamis.

Seperti diketahui tiga rumah di Dusun Cipari, Desa Bojongsari, Kecamatan Padaherang tertimpa longsor setelah hujan deras, Kamis. di Dusun Babakan, tebing jalan dengan ketinggian sekitar tiga meter juga longsor hingga menutup jalan

Hal itu disebabkan karena sebagian besar kawasan tatar Galuh Ciamis baik ciamis bagian selatan maupun utara rawan bencana. Umumnya di Ciamis utara rawan tanah longsor, karena kontur alamnya yang berbukit. Sedangkan untuk wilayah Ciamis selatan patut diwaspadai bencana banjir dan longsor.

"Saya sudah perintahkan kepada seluruh instansi terkait agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Bagaimana pun juga sebagian besar wilayah Ciamis rawan bencana, baik longsor maupun banjir," tuturnya.

Untuk memudahkan koordinasi, ia menambahkan sebaiknya camat dan pimpinan yang ada di wilayah tersebut juga lebih banyak menyerap infromasi tentang kondisi yang ada di lingkungannya.

Dengan demikian apabila sewaktu-waktu terjadi bencana, tutur Engkon, lebih mudah penanganannya.

"Saya kira sebaiknya camat lebih banyak di daerah. Serap sebanyk mungkin infromasi tenbtanbg kondisi wilayah, dengan demikian dapat segera megambil tindakan," jelasnya.(pro)
Diberdayakan oleh Blogger.