Komunitas Backsilmove Nyalakan Lilin Simbol Selamatkan Hutan

Sabtu, 23 Maret 2013 | 13.20


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) – Dalam acara puncak ORATORIUM BABAKAN SILIWANGI “The Arct Journey Of Silence For Saving Our forest” METAFORA (Mime Time and Forest action Day) pada tanggal 22 Maret 2013, yang kali ini acara di gelar di Cikapayang tepatnya di bawah flyover Pasopati. Jum’at (22/03/2013) malam.

Kali ini komunitas Backsilmove berkolaborasi dengan beberapa komunitas, ada 10 komunitas yang terlibat pada acara puncak ini dengan menampilkan seni lukis, seni tari, pantomime, music, dan teater. Komunitas yang terlibat diantaranya : Teater Nusantara 32, Mixi, Imajimimetheatre Indonesia, Teater Tjerobong Paberik, Teater Dupa, Semut Hitam, juga menampilkan Astina Big Band, Ruang Temu, Wajiwa dan tentunya komunitas Backsilmove.

Berkumpulnya komunitas – komunitas ini dan berkolaborasi dengan satu tujuan yaitu menolak Hutan Kota Babakan Siliwangi di jadikan sebagai tempat komersil, dan mengajak masyarakat untuk peduli dan ikut menjaga serta melestarikan akan kebeadaan Hutan Kota Babakan Siliwangi.

Untuk kali ini acara di mulai dengan penyalaan lilin yang berjumlah 80 lilin dengan membentuk pohon yang melambangkan hutan, lalu seluruh komunitas berkumpul dengan membentuk sebuah lingkaran. Kolaborasi ini sangatlah unik, karena dari berbagai macam komunitas dan aliran, mereka berbaur menjadi satu melakukan aksi dalam waktu yang bersamaan menyuarakan isi hati mereka dengan cara yang berbeda – beda.

Menurut kang Alfiyanto dari komunitas seni tari Wajiwa dan salah satu dosen di STSI Bandung, Hutan Kota Babakan Siliwangi tidak seharusnya di jadikan sebagai tempat komersil, tetapi biarkanlah hutan apa adanya karena hutan Kota Babakan Siliwangi ini telah di tetapkan oleh PBB dan di resmikan langsung oleh Wakil Presiden Bapak. Budiono.

Dalam pementasan seni tari ini, menggunakan Tali sebagai symbol dari keterbatasan hutan, kawat duri yang melambangkan kepedihan dari hutan, dan dari inti dari jalan cerita seni tari ini menurut kang Alfiyanto, apabila hutan ini bisa menjerit, pastilah dia sudah menjerit, apabila hutan ini bisa menangis, pastilah dia sudah menangis, apabila hutan ini bisa berbicara, maka dia akan mengatakan jagalah aku, jangan rusak aku, Kita butuh alam, dan alam pun membutuhkan kita untuk menjaga dan melestarikannya. ( sayahandi )

Pyrate Punx Datangkan Band Amrik Ramaikan Baksil


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) – Bertepatan dengan “World Forest Day” yang jatuh pada tanggal 21 maret 2013, komunitas Pyrate Punx menggelar acara di Sanggar Olah dan Seni Babakan Siliwangi. Kamis (21/03/2013) malam

Acara ini di gelar dalam rangka penolakan akan dibangunnya babakan siliwangi sebagai tempat komersil dengan melakukan kegiatan di babakan siliwangi yang menggelar acara musik. Kali ini komunitas Pyrate Punx mendatangkan band asal Amerika TRAGEDY dengan genre Modern Hardcore Punk

Kali ini pembukaan band asal amerika ini di buka odengan kesenian sunda yaitu kacapi  di iringi lantunan dari sinden yang begitu merdu. Setelah itu baru lah band yang dinanti – nanti oleh para penonton yang telah memadati Sanggar Olah dan Seni Babakan Siliwangi, band asal amerika Tragedy.

Penonton sangat antusias dengan band asal amerika ini dengan bergoyang bersama dan ada juga yang melakukan pogo. Walaupun di tengah jalan ada sedikit kendala karena listriknya padam, tp acara tetap berjalan dengan tertib. ( sayahandi )

Backsilmove Tolak Pembangunan Tempat Komersial di Babakan Siliwangi

Sabtu, 09 Maret 2013 | 17.56

(SEPUTAR JABAR ONLINE, BANDUNG) - Dalam rangka penyelamatan Hutan Kota Babakan Siliwangi, komunitas “Back to Babakan Siliwangi Movement” atau “Backsilmove” menolak pembangunan tempat komersial di hutan kota babakan siliwangi. Mereka menyampaikan aspirasi tersebut seraya Long March, Sabtu ( 09/03/13 ) pagi.

Aksi diikuti sekitar 40 orang dari berbagai elemen masyarakat. Long March dimulai dari hutan kota Babakan Siliwangi menuju Gedung Sate. Para pengunjuk rasa  membawa bola dunia besar bertuliskan pertanyaan: “Mau dibawa kemana Hutan Kota Babakan Siliwangi ini?”.

Hutan kota Babakan Siliwangi telah diakui oleh PBB dan diresmikan  oleh Wakil Presiden Budiono pada tahun 2011 sebagai Hutan Kota.

Menurut Canny selaku koordinator Grass Root Backsilmove, aksi ini untuk mempertanyakan kepada pemerintah, terkait kabar  bahwa di Babakan Siliwangi akan dibangun tempat komersil. Kalau benar, harus jelas AMDAL nya, dan dipertimbangkan akibatnya. “Kami pertanyakan dasar pertimbangan pemerintah mengijinkan pembangunan yang bersifat komersil di hutan kota babakan siliwangi,” katanya.

Para pengunjuk rasa menginginkan agar pemerintah lebih tegas dalam penataan dan pengelolaan Ruang Terbuka Hijau ( RTH ). Apabila pembangunan tempat komersil di hutan kota babakan siliwangi itu terjadi, maka akan mengurangi Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung.

Selain melakukan Long March, komunitas Backsilmove juga berencana  menggelar berbagai kegiatan di hutan kota babakan siliwangi. ( Sayah Andi )
Diberdayakan oleh Blogger.