Ribuan Pelayat Iringi Jenazah Habib Munzir Ke Peristirahatan Terakhirnya

Rabu, 18 September 2013 | 05.22

(SJO, JAKARTA) Kepergian ulama besar Habib Munzir Almusawa meninggalkan duka bagi para jemaahnya, tak ayal ribuan orang turut mengantarkan jenazahnya ke peristirahatan terakhir di TPU Pemakaman Habib Kuncung, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (16/09/2013).

Habib Munzir Al Musawa meninggal dunia di usianya yang ke 40 tahun akibat sakit asma yang dideritanya. Sebelumnya, jenazah Habib Munzir dimandikan di rumah duka dikawasan komplek Liga Mas, Pancoran. Ditempat yang sama, jenazah Habib Munzir dikafani. Setelah selesai dikafani, jenazah Habib Munzir disalatkan di Masjid Al-Munawwar.

Ribuan pelayat dan  jemaah Majelis Rasulullah tampak mengikuti salat jenazah dengan khusyuk, kebanyakan dari pelayat menumpahkan isak tangis mengenang sosok almarhum yang dikenal sangat mementingkan umat

Antrean pelayat tidak menyurutkan para jemaahnya saat jenazah selesai dishalatkan, para pelayat berebut memegang keranda jenazah Ulama besar itu. Pagi Tadi Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Ani Yudhoyono turut melayat ke kediaman almarhum, terlihat raut duka mendalam dari wajah orang nomor satu di Indonesia itu
.

Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa lahir di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, 23 Februari 1973, adalah pimpinan Majelis Rasulullah. Ia merupakan anak keempat dari empat bersaudara dari pasangan Fuad bin Abdurrahman Al-Musawa dan Rahmah binti Hasyim Al-Musawa. Ayahnya bernama Fuad yang lahir di Palembang dan dibesarkan di Mekkah.

Habib Munzir muda  mulai mendalami Ilmu Syariah Islam di Ma’had Assaqafah Al Habib Abdurrahman Assegaf di Bukit Duri Jakarta Selatan, lalu mengambil kursus bahasa arab di LPBA Assalafy Jakarta Timur.

Dia memperdalam lagi Ilmu Syari’ah Islamiyah di Ma’had Al Khairat, Bekasi Timur,yang dipimpin oleh Habib Naqib bin Muhammad bin Syehk Abu Bakar bin Salim,beliau banyak menimba ilmu di ma’had al Khairat dan disinilah beliau kenal dengan Habib Umar bin Hafidz yang kemudian diteruskan ke Ma’had Darul Musthafa di pesantren Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Syech Abubakar bin Salim di Tarim Hadhramaut Yaman pada tahun 1994 untuk mendalami bidang syari’ah selama empat tahun.
Di sana ia mendalami ilmu fiqh, ilmu tafsir Al Qur’an, ilmu hadits, ilmu sejarah, ilmu tauhid, ilmu tasawwuf, mahabbaturrasul, ilmu dakwah, dan ilmu ilmu syariah lainnya.(Bokir)

Habib Munzir Al-Musawa Meninggal Dunia

Senin, 16 September 2013 | 10.13

(SJO, JAKARTA) Pimpinan Majelis Rasulullah Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa meninggal dunia. Dia menghembuskan nafas terakhir pada pukul 15.30 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Ahad (15/9/2013).

Habib Nabil Almusawa kakak dari Habib Munzir,  mengabarkan berita duka tersebut melalui akun twitternya.“Adinda Habib Munzir meninggal, mohon maafkan kesalahannya dan mohon doanya,” tulis Habib Nabil di akun twitternya, Ahad (15/9/2013).

Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa lahir di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, 23 Februari 1973. Ia adalah pimpinan Majelis Rasulullah. Ia merupakan anak keempat dari empat bersaudara dari pasangan Fuad bin Abdurrahman Al-Musawa dan Rahmah binti Hasyim Al-Musawa. Ayahnya bernama Fuad yang lahir di Palembang dan dibesarkan di Mekkah.

Habib Munzir muda  mulai mendalami Ilmu Syariah Islam di Ma’had Assaqafah Al Habib Abdurrahman Assegaf di Bukit Duri Jakarta Selatan, lalu mengambil kursus bahasa arab di LPBA Assalafy Jakarta Timur.

Dia memperdalam lagi Ilmu Syari’ah Islamiyah di Ma’had Al Khairat, Bekasi Timur,yang dipimpin oleh Habib Naqib bin Muhammad bin Syehk Abu Bakar bin Salim,beliau banyak menimba ilmu di ma’had al Khairat dan disinilah beliau kenal dengan Habib Umar bin Hafidz yang kemudian diteruskan ke Ma’had Darul Musthafa di pesantren Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Syech Abubakar bin Salim di Tarim Hadhramaut Yaman pada tahun 1994 untuk mendalami bidang syari’ah selama empat tahun.
Di sana ia mendalami ilmu fiqh, ilmu tafsir Al Qur’an, ilmu hadits, ilmu sejarah, ilmu tauhid, ilmu tasawwuf, mahabbaturrasul, ilmu dakwah, dan ilmu ilmu syariah lainnya.(Bokir/Armh)

Wagub Deddy Mizwar Lepas Petugas Kloter Haji

Minggu, 08 September 2013 | 23.04

(SJO, BANDUNG) -Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar memberikan Pembekalan dan Pelepasan kepada 505 Petugas Kloter Haji (TPHI,TPIHI,TKHI&TPHD) Embarkasi Jakarta Bekasi Tahun 1434 H/2013 M. Acara ini digelar di Gedung Bale Asri Pusdai Bandung, Jumat (6/9). Pelepasan ditandai dengan pemakaian jaket resmi petugas hajiS

Sambutan Gubernur Jabar yang dibacakannya, Deddy mengungkapkan dalam rangka mendukung penyelenggaraan haji pemerintah melalui Kementerian Agama RI setiap tahunnya membentuk Panitia Penyelenggara Haji(PPHI). Tim ini terdiri dari TPHI sebagai Ketua Kloter,TPIHI sebagai pembimbing ibadah, TKHI sebgai petugas kesehatan dan TPHD dibentuk oleh Pemerintah Provinsi sebagai petugas pembantu dan pemantau Jemaah Haji.

Disebutkan Wagub, sebagai bagian dari pemangku kepentingan dalam pelaksanaan ibadah haji, tentunya pemerintah provinsi beserta Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat turut memiliki tanggung jawab dalam membantu kelancaran para jemaah haji, khususnya asal Jawa Barat. "Dengan alasan inilah setiap tahun kami menetapkan  Petugas Kloter Haji, baik dari TPHI, TPIHI, TKHI dan anggota TPHD Provinsi Jawa Barat dengan kualifikasi yang telah ditentukan, yang difungsikan untuk membimbing, melayani dan melindungi para jemaah haji dalam bentuk pelayanan umum seperti : administrasi, transportasi, akomodasi, konsumsi serta pelayanan kesehatan," pungkasnya.

Melihat peran strategis yang dimiliki petugas kloter haji tersebut, maka dipandang perlu adanya wahana peningkatan pengetahunan serta kemampuan Petugas Kloter Haji agar benar-benar dapat menjalankan tugas pokoknya selama di tanah suci. "Terkait dengan itu, saya tekankan kepada para Petugas Kloter Haji, baik dari TPHI, TPIHI, TKHI dan TPHD Provinsi Jawa Barat agar dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, agar pada saatnya nanti mampu menunaikan tugas optimal," pesan Deddy.

Pembekalan Petugas Kloter Haji, baik dari TPHI, TPIHI, TKHI dan TPHD Provinsi Jawa Barat ini, akan benar-benar mampu memberikan kontribusi positif dalam upaya peningkatan pelayanan kepada para jemaah haji asal Jawa Barat.

Diungkap Wagub, Indonesia di tahun 2012 mendapatkan penghargaan sebagai penyelenggara haji terbaik dunia dalam ajang Konferensi Misi Haji dan Umroh se-Dunia(World Hajj and Umroh Convention) yang diadakan di London Inggris. "Penghargaan ini berarti apresiasi akan komitmen tinggi pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada Jemaah Haji," tandasnya.

Hadir pada acara tersebut Kementerian Agama Wilayah Jabar,Assisten III Kesra Setda Jabar ,Kadis Kesehatan Prov. Jabar. (RLS)

Perusakan Masjid Ahmadiyah Nodai Idul Adha

Sabtu, 27 Oktober 2012 | 17.48

BANDUNG--Menjelang Idul Adha, perusakan masjid Ahmadiyah terjadi di Bandung, Jawa Barat oleh FPI pada Kamis (25/10) malam.

Perusakan kaca di kompleks Masjid An Nasir, Kelurahan Cibadak Bandung oleh FPI terjadi pada Kamis hampir tengah malam, ketika jemaah Ahmadiyah melakukan persiapan peringatan hari raya Idul Adha.

Akibat serangan itu, jemaat Ahmadiyah melakukan sholat Idul Adha dan penyembelihan hewan qurban di lokasi lain yang dianggap aman.

Wakil kepala Polrestabes Bandung AKBP Dadang Hartanto mengatakan, sampai saat ini kepolisian telah memeriksa empat orang saksi mata dan pelapor, dari aparat polisi dan Ahmadiyah. Dadang mengatakan kasus ini akan diproses secara hukum.

“Untuk proses perusakan terhadap satu jendela kantor.. masjid ini kita periksa anggota kita yang jaga, kemudian dari Ahmadiyah selaku saksi pelapor kita minta keterangan, nanti kita ke depan akan memeriksa FPI tetapi alat bukti kita perkuat dulu," jelas Dadang.

Dadang mengatakan pelaku akan dikenakan pasal 170 KUHP tentang perusakan.

Menurut Dadang, pemecahan kaca itu awalnya terjadi karena sekitar 25 orang anggota FPI keberatan dengan aktivitas yang terjadi di masjid Ahmadiyah.

"Jadi kami polisi tengah negosiasi dengan Ahmadiyah dan FPI tentang aktivitas itu, dan kemudian ada yang dari FPI memukul kaca jendela," jelas Dadang.

Dia menjelaskan sekitar 15 aparat kepolisian tiba di kompleks masjid Ahmadiyah setelah mendengar adanya massa FPI mendatangi masjid tersebut.

"Tapi kami juga sudah mengantisipasi sebelumnya dan merupakan lokasi yang dijaga dalam rangka pengamanan hari Raya Idul Adha ini," tambah Dadang.
Peraturan gubernur

Sebelumnya, Maret tahun lalu pemerintah provinsi Jawa Barat mengeluarkan Pergub Nomor 12/2011 yang melarang aktivitas jemaah Ahmadiyah di daerah tersebut.

Menurut peneliti dari Setara Institute Ismail Hasani, peraturan gubernur dan minimnya penegakan hukum menjadi faktor utama masih terjadinya kekerasan terhadap jemaah Ahmadiyah.

“Dua hal itu yang menjadi faktor utama, pertama adanya peraturan yang memang di lapangan menjadi instrumen justifikasi bagi tindakan kekerasan, penutupan rumah ibadah, penyerangan Ahmadiyah bagi kelompok intoleran ini sebagai partisipasi dalam penegakan hukum dalam hal ini pergub, tetapi dari sisi KUHP ini merupakan tindakan kriminal dan bisa dimintai pertanggungjawaban," jelas Ismail.

Setara mencatat sepanjang Januari-Juni 2012, terjadi 129 kasus kekerasan terhadap peristiwa pelanggaran kebebasan beragama/ berkeyakinan di 22 propinsi. Terdapat 5 propinsi dengan tingkat pelanggaran paling tinggi yaitu, Jawa Barat (36) peristiwa, Jawa Timur (20), Jawa Tengah (17), Aceh (12), Sulawesi Selatan (8) peristiwa.

Jemaah Ahmadiyah adalah salah satu yang sering menjadi korban dalam pelanggaran kebebasan beragama ini. (bbc)
Diberdayakan oleh Blogger.