TMMD Disusun Dengan Sistem Bottom up planning

Senin, 14 Oktober 2013 | 17.00

(SJO, SUMEDANG) Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim selaku Penanggungjawab Kegiatan Operasi membuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-91 di wilayah Kodam III/Siliwangi bertempat di Lapangan Desa Cilengkrang Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang, Rabu (9/10).

Program TMMD ke-91 tahun 2013 di wilayah Kodam III/Siliwangi secara serentak dilaksanakan di enam wilayah yakni Kodim 0610/Sumedang dengan Inspektur Upacara pangdam III/Slw Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim, Kodim 0622/Kab. Sukabumi Inspektur Upacara Danrem 061/Suryakancana bertempat di lapangan Desa Jampang Tengah, Kodim 0612/Tasikmalaya Inspektur Upacara Danlanud Husein bertempat dilapangan Desa Cipicung Culamega, Kodim 0605/Subang bertempat di Desa Tenjolaya Kasomalang dengan Inspektur Upacara Danlanud Surya Dharma, Kodim 0617/Majalengka Inspektur Upacara Danrem 063/SGJ bertempat di Desa Wanajaya Kasokandel dan Kodim 0623/Cilegon Inspektur Upacara Danrem 064/MY bertempat di Lapangan Kel. Bulakan Kec. Cibeber kota Cilegon,  kegiatan TMMD akan berlangsung selama tiga minggu  (9 s.d. 29 Oktober 2013).

Sebelum membuka kegiatan TMMD, Pangdam III/Siliwangi menerima paparan dari Dandim 0610/Sumedang tentang kegiatan dan sasaran yang akan dilaksanakan di wilayah Kodim 0610/Sumedang. Turut hadir pada kesempatan itu Ketua DPRD Kab Sumedang, Wakil Bupati Sumedang, Ketua BPMAD, para camat di wilayah Sumedang, Kapolres Sumedang, Danrem 062/Tn, Irdam, para Asisten dan Kabalak jajaran Kodam III/Siliwangi, tokoh agama dan tokoh  masyarakat.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Budiman selaku Penanggungjawab Operasi (PJO) dalam sambutannya yang dibacakan Pangdam III/Siliwangi mengungkapkan program TMMD adalah program terpadu lintas sektoral yang melibatkan TNI, kementerian, lembaga pemerintah non kementerian dan pemerintah daerah serta segenap lapisan masyarakat.

Program TMMD menurut Kasad diharapkan dapat mewadahi aspirasi dan kepentingan masyarakat di daerah, mengingat proses perencanaannya selalu diawali dengan melibatkan berbagai instansi dan masyarakat, serta disusun dengan sistem “bottom up planning”.

Kasad menjelaskan melalui koordinasi secara intensif mulai dari musyawarah tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga tingkat pusat, berbagai sasaran fisik seperti pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana, serta sasaran non fisik yang dibutuhkan masyarakat, selanjutnya ditetapkan sebagai sasaran kegiatan TMMD. Mekanisme tersebut dilaksanakan agar program TMMD sebagai salah satu operasi bakti TNI benar-benar dapat menjawab kebutuhan masyarakat di daerah.

Kasad menegaskan bahwa peran dan kerjasama yang erat dari semua stakeholder  baik kementerian, lembaga pemerintah non kementerian, pemerintah daerah, BUMN/BUMD dan swasta yang didukung oleh partisipasi aktif seluruh masyarakat merupakan penentu keberhasilan TMMD.

Dalam pelaksanaan kegiatan TMMD, menurut Kasad sasaran fisik yang menjadi prioritas adalah daerah miskin/tertinggal, daerah terisolir/terpencil, daerah perbatasan/pulau terdepan, daerah kumuh perkotaan, daerah terkena bencana alam dan daerah rawan konflik. Penentuan sasaran tersebut, diharapkan akan dapat mempercepat pembangunan di daerah, sehingga berbagai ketertinggalan dan permasalahan yang ada dapat diselesaikan dengan sebaik mungkin.

Sedangkan sasaran kegiatan non fisik lanjutnya diarahkan untuk meningkatkan wawasan dan semangat kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta menumbuhkan kesadaran bela negara, sehingga terwujud masyarakat yang berkualitas dan memiliki ketahanan wilayah yang tangguh dalam menghadapi setiap permasalahan dan persoalan bangsa yang semakin kompleks dewasa ini. Sekaligus untuk mendorong tumbuhnya inovasi dan kreasi masyarakat di daerah dalam meningkatkan kualitas hidup, menumbuhkan partisipasi aktif masyarakat dan memantapkan budaya gotong-royong dalam membangun daerahnya sendiri. (Pendam III/Slw/bBN)

Tertib Administrasi Perlu Ditegakkan Dalam Penyelengaraan Latihan

Jumat, 11 Oktober 2013 | 08.03

(SJO, BANDUNG) Asisten Operasi Kasdam III/Siliwangi Kolonel Inf Gatot Sujatmiko mewakili Pangdam III/Siliwangi membuka Penataran Administrasi Penyelenggaraan Latihan (Tar Mingarlat) Tersebar di wilayah Kodam III/Siliwangi tahun 2013 bertempat di Aula Sudirman Dodik Secaba Rindam III/Siliwangi, Jalan Arcamanik Bihbul Sindanglaya Kabupaten Bandung, Rabu (9/10).

Penataran Administrasi Penyelengaraan Latihan akan berlangsung selama tiga hari (9-11 Oktober 2013), diikuti oleh 269 peserta terdiri dari para perwira dan bintara pejabat penyelenggara latihan di Satuan TNI yang ada di wilayah Kodam III/Siliwangi.
 
Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI dedi Kusnadi Thamim dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Asops Kasdam III/Siliwangi Kolonel Inf  Gatot  Sujatmiko mengatakan penataran Mingarlat  merupakan penjabaran dari penataran Mingarlat terpusat yang diselenggarakan oleh Sopsad beberapa waktu yang lalu, dengan tujuan untuk mewujudkan pemahaman dan penguasaan teknis penyusunan administrasi penyelenggaraan latihan bagi para pejabat fungsional pembuat administrasi penyelenggaraan latihan di satuan-satuan.

Pangdam menekankan agar kegiatan penataran tidak dipandang sebagai kegiatan rutin, melainkan harus dipandang sebagai kebutuhan organisasi guna mewujudkan kesamaan tekhnis pembuatan administrasi penyelenggaraan latihan (mingarlat) dalam pelaksanaan latihan, sekaligus merupakan upaya dalam kaderisasi pejabat pelaksana teknis penyusunan mingarlat di seluruh satuan TNI AD di wilayah Kodam III/Siliwangi.

Dinungkapkan Pangdam bahwa arah kebijakan pimpinan dalam mewujudkan catur tunggal pembinaan TNI AD salah satunya adalah mewujudkan prajurit TNI AD yang profesional, dengan dilandasi oleh budaya sikap perilaku tertib administrasi dalam setiap penyelenggaraan latihan di seluruh satuan jajaran TNI AD.

Untuk mendukung tugas tersebut menurut Pangdam harus dilakukan melalui kerja keras  disertai tekad yang kuat untuk mewujudkan pengelolaan program dan anggaran bidang operasi secara benar, efektif, efisien dan akuntable.

Selain itu lanjutnya, agar pelaksanaan latihan  mampu mendorong terwujudnya kesadaran yang tinggi bagi prajurit dalam upaya menumbuhkan budaya belajar dan berlatih guna memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit, maka para penyelenggara latihan harus senantiasa melakukan evaluasi dan koreksi terhadap setiap penyelenggaraan latihan, baik terkait masalah teknis administrasi maupun teknis penyelenggaraannya. (Pendam III/Slw/dN)

Pangdam III/Siliangi Pimpin Upacara Peringatan HUT TNI Ke-68 di Wilayah Gartap II Bandung

(SJO, BANDUNG) Jajaran Satuan TNI di wilayah Komando Garnisun Tetap (Kogar Tap) II Bandung melaksanakan upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-68 TNI di Lapangan Gasibu Jalan Diponegoro Bandung, hari Sabtu (5/10). Bertindak sebagai inspektur upacara Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim selaku Komandan Garnisun Tap II Bandung.

Selain melaksanakan upacara parade, Kogar Tap II Bandung bersama dengan satuan TNI melaksanakan rangkaian kegiatan Ziarah di Taman Makam Pahlawan, Bakti sosial berupa operasi katarak dan pengobatan masal, Fun Bike, Pertandingan bola voly,  menembak executive, menembak beregu,  dan lomba tari jaipong serta sepak bola usia dibawah 16 tahun.

Hadir dalam upacara tersebut Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan, Lc., Ketua DPRD Jawa Barat Irfan Suryanagara, Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Polisi Drs. Suhardi Alius, MH, Kasgartap II Bandung Marsma TNI Imron Nasution, unsur Forkopimda Jawa Barat, para pejabat TNI-Polri, pejabat sipil, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD III/Slw beserta pengurus, sesepuh Kodam III/Slw, tokoh masyarakat serta undangan lainnya.
 
Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim menekankan agar soliditas dan solidaritas antar prajurit dan satuan, serta dengan masyarakatsebagai modal dalam membina kebersamaan TNI-rakyat terus ditingkatkan, sehingga tercipta kesatuan usaha dalam mengatasi kesulitan rakyat, yang akan semakin memperkuat kecintaan rakyat kepada TNI.

Panglima TNI mengharapkan peringatan hari TNI ke-68, menjadi momentum untuk merefleksikan diri dan merevitalisasi pengabdian TNI ke depan secara kontekstual bagi kepentingan nasional, terutama yang menyangkut empat hal penting, yaitu pembangunan ekonomi nasional, memelihara kerukunan dan kesatuan bangsa, menyukseskanpenyelenggaraan pemilihan umum dan suksesi kepemimpinan nasional tahun 2014, serta mempertahankan kedaulatan dan keutuhan NKRI.

Keempat hal penting tersebut menurut Panglima TNI perlu disadari oleh segenap komponen bangsa dan segenap prajurit serta Pegawai Negeri Sipil TNI, karena di era globalisasi ini, faktor stabilitas politik dan keamanan sangat memainkan peran penting bagi perkembangan perekonomian Indonesia, dan membawa pengaruh yang begitu besar terhadap segala aspek kehidupan masyarakat.

Dalam konteks tugas-tugas TNI dalam mendukung pelaksanaan keempat hal penting tersebut, tersimpul pada implementasi motto Tentara Nasional Indonesia “Bersama Rakyat, TNI Kuat”.

Diungkapkannya bersama dan dengan dukungan rakyat, TNI akan semakin siap dan mantap melaksanakan tugas dengan langkah antisipatif serta responsif, termasuk menjaga dan mengamankan aset-aset sumber daya ekonomi nasional secara tegas, yang menjadi modal pembangunan nasional.

Selain itu menurutnya bersama rakyat, mencegah terjadinya benturan dan kekerasan komunal, yang akan mengganggu ketentraman hidup masyarakat dan kesatuan bangsa. Bersama rakyat, lanjutnya menjamin pemilu 2014 dapat berlangsung secara lancar, tertib, bebas, adil dan damai, karena pemilu adalah masa depan keberlanjutan pembangunan nasional.

Begitu pula menurut Panglima TNI bersama rakyat, dapat mempertahankan kedaulatan dan keutuhan setiap jengkal wilayah, yang secara sah merupakan bagian integral dari NKRI pendirian TNI jelas, tegas dan tidak mengenal kompromi dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI.

Panglima TNI berharap melalui kebersamaan, segenap komponen bangsa dapat berjalan seiring, selaras, serasi dan seimbang dengan dasar pandangan yang sama di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, guna membangun masa depan bersama, untuk menjadi bangsa yang besar, kuat dan bermartabat. (Pendam III/Slw)

Gubernur Jabar Minta Pengusaha Harmonis Dengan Kalangan Pekerja

Sabtu, 26 Januari 2013 | 17.04

(SEPUTARJABAR.COM, KAB.BOGOR) Pemerintah Pusat tetapkan Jawa Barat sebagai provinsi terbaik tujuan investasi. Atas prestasi ini, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan berharap, semua pihak menjaga dan mengembangkan iklim usaha yang terbina.

Gubernur tegaskan hal itu dalam sambutan peresmian PT Prokat Indonesia di Parung, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jabar, Sabtu (26/1). PT Prokat adalah produsen busa kasur (spring bed).

Heryawan yang kerap disapa Aher merinci, predikat bidang investasi kembali diraih Jabar pada 2012. Pemerintah penetapkan tujuh provinsi sebagai daerah tujuan invstasi terbaik.

"Jawa Barat ditetapkan sebagai terbaik di antara ketujuh provinsi karena mampu menyerap investasi dunia usaha terbesar dibanding daerah lain," tandas Aher di hadapan manajemen PT Prokat.

Menurut data Badan Koordinasi Promosi Penanaman Modal Daerah (BKPPMD) Jabar, nilai investasi 2012 di provinsi ini mencapai Rp 52,68 triliun. Setahun sebelumnya Rp 48,75 triliun.

Untuk menjaga iklim investasi yang baik tersebut, Heryawan menambahkan, Pemprov dengan melibatkan aparat terkait dan masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan dan membangun rasa aman di kalangan pelaku dunia usaha khususnya.

Kondisi berikut yang juga dituntut kalangan pengusaha, ulas Aher, yakni kepastian hukum. Di Pemprov, katanya lagi, proses perizinan ditetapkan maksimal delapan hari kerja harus rampung. Hanya perizinan yang menyangkut tataruang yang biasanya lebih delapan hari kerja prosesnya.

"Bagi pengusaha mudah saja. Mereka pada dasarnya hanya menuntut dua hal, yakni rasa aman dan kepastian hukum. Di Jabar, kedua menjadi perhatian serius pemerintah daerah, provinsi maupun kabupaten/kota," tandas Aher.

Pada kesempatan yang sama, Heryawan mengimbau pengusaha dan kalangan pekerja agar membangun hubungan yang harmonis. Pasalnya, keduanya tidak mungkin dipisahkan satu dengan yang lain.

Gubernur Heryawan menyatakan, hubungan pengusaha-butuh tentu dalam perjalanannya akan menghadapi masalah. Namun, bila penyelesaiannya mengedepankan musyawarah, maka hasil akhir akan lebih baik dibanding menempuh tindak anarkhis.(Dabes)

Pemakzulan Bupati Garut, Gubernur Jabar Tunggu Surat DPRD

Jumat, 25 Januari 2013 | 22.09


(SEPUTARJABAR.COM,BANDUNG) Menanggapi berita pemakzulan yang dilakukan DPRD Garut terhadap Bupati Garut HM Aceng Fikri, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengikuti proses yang sedang berjalan.

“Kita sebagai provinsi, ikut proses apa yang sedang terjadi dan apa yang sedang berlangsung. Prosesnya DPRD mengusulkan pemberhentian ke Mahkamah Agung (MA) yang kemudian diajukan ke Presiden via  mendagri” ujar Gubernur seusai Raker Bank Jawa Barat (BJB) di Bandung, Jum’at (25/1) Sore.

Setelah bersidang DPRD  akan menyampaikan surat ke Gubernur Jabar dan tentunya itu ada proses dalam mekanisme pemberhentian nanti, sampai sekarang dia masih Bupati.

“Sampai sekarang masih bupati belum ada resmi keputusan DPRD sampai Presiden sehingga ada pemberhentian, ada proses selama 30 hari penyampaian surat  sebelum ada pemberhentian”

Mengenai keputusan nantinya ketika proses sudah berjalan, bahwa keputusan MA harus dilaksanakan

“Sebagaiman keputusan MA ya harus dilaksanakan” jelasnya kepada seputarjabar.com.
Mengenai rencana HM Aceng Fikri yang akan menggugat balik MA, dirinya mengatakan.

“Keputusan dia gugat balik harus dihormati tapi, itu urusan penegak hukum”. (Don)

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan Apresiasi Bank Jawa Barat


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan apresiasi performa Bank Jabar Banten (BJB). Sebagai pemegang saham mewakili Pemprov Jabar, Heryawan mendorong agar BJB terus meningkatkan prestasi.

BJB telah sebagai bank yang berpusat di Bandung ini mampu tampil sebagai bank daerah terbaik.

"Kita diamanatkan menjadikan BJB sebagai jagoannya bank daerah. Kita sudah buktikan kini BJB menjadi bank daerah terbesar," jelas Aher kepada wartawan, di Bandung, Jumat (25/1). Raker dihadiri jajaran Direksi, Kepada Cabang, dan Kepala Divisi BJB.

BJB adalah bank daerah yang pertama mencatat profit di angka Rp 1 triliun lebih. BJB sendiri menjadi bank daerah yang pertama kali masuk ke lantai bursa.

"Tentu ke depan kita dorong lagi agar BJB masuk 10 besar. Bisa di urutan sembilan, delapan, atau bahkan lebih baik lagi. BJB harus terus memperbaiki performa," terang Aher.(Don)

Gubernur Jabar Tertib Administrasi Hibahkan Aset Tanah ke Pemkot Bandung

Kamis, 24 Januari 2013 | 07.48


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Gubernur Jabar Ahmad Heryawan hibahkan aset properti kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, bertempat di balaikota Bandung, Selasa (22/1).

Aset berupa properti tanah dan bangunan tersebut antara lain, tanah seluas 3.000 meter persegi  di Jalan Soekarno Hatta KM 12,5, lahan seluas 2.000 meter terletak di jalan laswi, dan tanah bangunan seluas 1.640 meter di Jalan Aceh  Kota Bandung.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menjelaskan, saling memberi hibah  untuk tertib administrasi karena di ada lahan milik Pemkot tapi digunakan Pemprov begitu juga sebaliknya.

"Selain itu, untuk melakukan efisiensi dan pendayagunaan lahan tersebut supaya lebih baik lagi," terang  Gubernur.(Don) 

Diberdayakan oleh Blogger.