Hasil Survei: Rieke-Teten Berpeluang Jadi Kuda Hitam

Selasa, 19 Februari 2013 | 17.26

(SEPUTAR JABAR COM, BANDUNG) – Mendekati hari H pencoblosan, elektabilitas Pasangan Rieke-Teten makin melesat. Kandidat yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini bahkan berpeluang menjadi kuda hitam diantara persaingan ketat pasangan Dede Yusuf- Laksamana dan Ahmad Heryawan – Dedy Mizwar.

Berdasarkan hasil survei Pusat Kajian dan Kepakaran Statistika (P2KS) Jurusan Statistika Universitas Padjadjaran (Unpad), pasangan nomor urut 5 ini berada di peringkat ke-3 setelah Dede-Laksamana dan Aher-Demiz.

Menurut hasil survet tersebut, elektabilitas Rieke-Teten mencapai 22,81%, bersaing dengan pasangan Aher-Demiz dengan pencapaian elektabilitas 29,30 % dan Dede-Laksamana yang berada di urutan teratas dengan tingkat elektabilitas 22,44 persen. Sementara pasangan Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim berada di urutan ke-4 dengan peroleh 13,36 persen, dan Dikdik Mulyana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib 1,09 persen.

Tetap Kampanye

Meningkatnya elektabilitas Rieke-Teten diduga dipengaruhi strategi kampanye yang melibatkan Gubernur DKI Joko Widodo dan Wakil Gubernur Banten Rano Karno. Taktik itu pula yang kemudian membuat Panwaslu mengancam larangan kampanye kepada pasangan yang bersemboyan Jabar Baru Jabar Bersih itu.

Tetapi, pasangan Rieke-Teten tak menghiraukan rekomendasi Panwaslu Provinsi Jawa Barat tersebut. Keduanya tetap melakukan kampanye seusai jadwal. Bahkan  pada kampanye hari terakhir di Cirebon, Rabu, 20 Februari 2013, berencana akan menghadirkan Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

“Kami tak salah. Jadi, show must go on,” kata wakil koordinator tim kampanye Rieke-Teten, Waras Wasisto, di Bandung, Selasa (19/2/2013).

Waras juga menegaskan,  pihaknya belum mendapat pemberitahuan dari KPU Jabar perihal larangan kampanye. (r01)

PDIP: Jokowi dan Rano Karno Jadi Jurkam Rieke-Teten, Kemendagri Tak Perlu Gusar

(SEPUTAR JABAR COM- JAKARTA) - Kementerian Dalam Negeri menilai Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur Banten Rano Karno melanggar aturan cuti karena jadi juru kampanye pasangan Rieke-Teten dalam kampanye di Pilgub Jabar.

Pernyataan pihak Kemendagri yang dinilai kebakaran jenggot tersebut, sangat disayangkan anggota DP Fraksi PDI Perjuangan Arief Budimanto yang menilainya sebagai tindakan represif.

“Kampanye yang dilakukan Jokowi dan Rano untuk mendukung Rieke danTeten dilakukan pada hari libur. Hal ini sebagai komitmen perjuangan terhadap pemimpin yang merakyat yang merepresentasikan ke tokoh Rieke serta tokoh antikorupsi terhadap saudara Teten,” tegas Arief Budimanta dari fraksi PDIP DPR Dapil Jawa Barat, Senin (18/2).

Menurut Arif, dengan demikian seharusnya apa yang dilakukan Jokowi dan Rano Karno pada hari libur tersebut tidak perlu membuat Mendagri kebakaran jenggot.

” Tak usah kebakaran jenggot seharusnya Mendagri, karena apa yang dilakukan Jokowi dan Rano merupakan tanggung jawab kerakyatan untuk mendukung Rieke-Teten yang masih bersih dan jujur,” paparnya.

Arief menambahkan, pasangan Cagub yang dikenal dengan sebutan Paten ini, berbeda dengan pasangan lain yang bisa beriklan secara masif di televisi.

” Rieke dan Teten tidak memiliki dana untuk beriklan, karena itulah Jokowi dan Rano hadir, mereka berdua konsisten dengan gerakan perubahan menuju Jabar Baru dan Bersih”, katanya. (r11)

Jokowi Jadi Jurkam Pasangan Rieke-Teten di Depok

Minggu, 17 Februari 2013 | 19.29

(SEPUTAR JABAR COM, DEPOK) -- Kampanye Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Rieke-Teten, turut dihadiri Jokowi.

Jokowi yang menjadi juru kampanye disebut-sebut memiliki kesamaan dengan Rieke, yaitu minimnya dana untuk kampanye.

"Mas Jokowi waktu di Jakarta bagi-bagi sembako gak? Enggak, gak punya duit. Tapi tetep maju kan? Itu karena masyarakat cerdas, masyarakat pintar. Kalau di Jakarta bisa begitu, Depok bisa gak? Ambil duitnya jangan ambil orangnya," kata Rieke di Depok, Minggu (17/2).

Dengan nada bercanda, Rieke mengatakan sesama calon memang seharusnya saling bantu-membantu. Ia mengatakan dalam kampanye Jokowi beberapa bulan yang lalu, ia juga turut membantu Jokowi sebagai juru kampanye.

"Saya juga dulu jurkamnya Pak Jokowi," katanya.

Jokowi yang mengambil cuti selama dua hari tersebut mendampingi pasangan Cagub dan Cawagub untuk melakukan kampanye. (r09)

Jokowi Ajak Warga Jabar Pilih Pasangan Rieke-Teten

(SEPUTAR JABAR COM, BANDUNG) - Gubernur DKI Joko Widodo atau yang akrab dipanggil Jokowi mengajak masyarakat Jawa Barat untuk memilih pasangan Rieke Diah Pitaloka – Teten Masduki pada pemilihan gubernur Jawa Barat yang akan berlangsung Minggu 24 Februari mendatang. Ajakan ini disampaikan Jokowi saat menemani pasangan ini kampanye di  Lapangan Tarikolot Desa Nanjung Mekar Kecamatan Rancaekek, Sabtu (16/2/2013).

Ajakan ini juga disampaikan Jokowi sepanjang perjalanan Jakarta – Bandung. Bersama Rieke – Teten dan rombongan yang turut serta naik ereta api dari Stasiun Gambir, Jokowi mengajak warga Jawa Barat memilih pasangan Rieke – Teten. Saat berhenti di Stasiun Bekasi, Karawang, dan Cikampek, Jokowi, Rieke, dan Teten sempat turun dan menyapa warga yang ada di stasiun.

“Bantu ya, bantu,” kata Jokowi kepada warga, sembari meladeni masyarakat yang berebut ingin menyalami pria asal Solo ini. Tak lupa kesempatan itu juga digunakan untuk membagikan kartu Jabar Bangkit.

Jokowi datang ke Bandung untuk menjadi juru kampanye pasangan Rieke-Teten. Bersama Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, Jokowi mengajak warga Jawa Barat untuk mencoblos pasangan nomor urut 5

Selain Jokowi, hadir pula sejumlah artis yang sekarang menjadi kader PDI Perjuangan yaitu Wakil Gubernur Banten Rano Karno, Miing Bagito, dan Edo Kondologit.

Selain menjadi juru kampanye, Jokowi juga menyumbangkan seribu kaos bagi para pendukung pasangan cagub dan cawagub Jawa Barat Rieke-Teten. Kaos tersebut merupakan bentuk dukungan dari Jokowi untuk upaya memenangkan Rieke-Teten, yang pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013 ini bernomor urut 5.

Di bagian depan kaos itu bertuliskan,”Sayah sih pilih Rieke dan Teten sajah…”. Sedangkan di bagian belakang kaos terdapat gambar cetakan telapak tangan berwarna merah, dengan angka 5 berwarna putih di tengah sebagai simbol nomor urut Rieke-Teten dalam Pilgub Jabar 2013. (rls)

Teten Hadiri Peringatan Sumpah Pemuda di Bandung

Minggu, 28 Oktober 2012 | 13.17

BANDUNG--Peringatan Hari Sumpah Pemuda bertema 'Saatnya Jawa Barat Bersih' digelar di halaman Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Jalan Perintis Kemerdekaan, Minggu (28/10/2012). Pegiat antikorupsi Teten Masduki hadir dalam kegiatan itu.

Teten tampak mengenakan kemeja putih dan celana coklat. Ia duduk di barisan paling depan. Selain Teten, Rieke Dyah Pitaloka dijadwalkan hadir. Namun Rieke tidak bisa ke lokasi karena ada acara mendadak di Bogor.

Dalam kegiatan itu, hadir sejumlah perwakilan elemen guru, buruh, hingga kalangan pengusaha dan seniman. Peringatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Setelah itu, Sumpah Pemuda dibacakan seniman yang diwakili Hermana. Pembacaan juga diikuti sekitar 50 tamu undangan yang ada di lokasi.(dtb)

Teten Masduki Digadang-gadang ke Dunia Politik

Rabu, 24 Oktober 2012 | 16.33

Teten Masduki (lahir di Garut, Jawa Barat, 6 Mei 1963; umur 49 tahun) adalah seorang aktivis Indonesia.

Secara fisik, penampilan Teten Masduki biasa saja. Namun ia mudah dikenali karena kepalanya yang botak. Meski “kumis jenderal” menempel di atas bibirnya, tidak ada kesan galak pada dirinya. Tapi kalau “berhadapan” dengan tindak penyelewengan uang rakyat dan negaranya, ia sangat garang. Jenderal pun dilibasnya.

Nama Teten mencuat ketika Indonesia Corruption Watch (ICW), yang dipimpinnya, membongkar kasus suap yang melibatkan Jaksa Agung (saat itu) Andi M. Ghalib pada masa pemerintahan B.J. Habibie. Inilah pertama kalinya dalam sejarah sebuah lembaga seperti ICW bisa memaksa seorang pejabat tinggi negara turun dari jabatannya. Berkat kegigihannya mengungkap kasus tersebut, Teten dianugerahi Suardi Tasrif Award 1999.

Terlahir dari keluarga petani, masa kecil Teten dihabiskan di Kecamatan Limbangan, Garut, Jawa Barat. Tidak pernah terbayang ia akan menjadi aktivis antikorupsi, bahkan jenis “profesi” ini tak dikenalnya. Meski kurang memperhatikan pendidikan anak-anaknya, Masduki, ayah Teten, berpesan agar ia jangan sampai jadi pegawai negeri atau tentara. Teten sendiri ingin menjadi insinyur pertanian.

Tapi setamat dari SMA, ia kuliah di IKIP Bandung, mengambil jurusan kimia. Kesadaran terhadap masalah-masalah sosial sudah tumbuh sejak SMA. Saat kuliah ia sering ikut kelompok diskusi, mempelajari teori-teori dari yang kiri sampai yang kanan. Sekitar 1985, Teten ikut aksi demontrasi membela petani di Garut, yang tanahnya dirampas. “Mulai saat itu saya terjun di dunia aktivis. Setelah lulus saya direkrut LSM informasi dan studi hak asasi manusia,” tuturnya.

Ketika bekerja di divisi perburuhan YLBHI, ia berkawan dengan buruh. Hal yang sangat mengesankannya. “Luar biasa dan berkesan, perlawanan yang mereka lakukan tidak pernah henti,” ujarnya.

Kalau akhirnya Teten aktif di Indonesia Corruption Watch sebagai ketua badan pekerja, itu karena “Saya geram saja melihat korupsi yang ada. Padahal, kita ini kaya raya tapi hutan kita habis, sumber daya alam kita habis, utang kita menumpuk tapi enggak menyisakan apa-apa selain rakyatnya yang miskin,” ucapnya. Sudah puluhan kasus ikut dia tangani, antara lain kasus korupsi di Bank Dunia, Pertamina, Bulog, lalu PU, jalan tol, pajak.

Sebagai aktivis yang kerap berhadapan orang-orang yang diduga terlibat kasus korupsi, Teten kerap mendapat tekanan. Bahkan, pernah diancam akan diburu sampai ke liang kubur sekalipun. Ketika berhadapan dengan Andi M. Ghalib, ia mendapat tuduhan mencemarkan nama baik. “Ya, ini dagelan saja,” komentarnya, ringan.

Ada pula pengusaha, yang datanya masuk dalam daftar ICW, menawarkan fasilitas kendaraan dan lain-lain, asalkan datanya tidak diumumkan. Tentu saja ICW menolak.

Teten suka humor. Ketika ribut-ribut soal fasilitas mesin cuci untuk anggota DPR, di zaman pemerintahan Abdurrahman Wahid, Teten bersama staf ICW menghadiahkan lima papan penggilas cucian kepada DPR.

Teten tetap bertahan hidup di jalur ini. “Saya tetap dapat bertahan hidup dengan istri dan anak saya, dan bisa survive dengan hidup yang layak,” kata suami Suzana Ramadhani ini.

Biodata Teten Masduki

    Nama:Teten Masduki
    Lahir:Garut, Jawa Barat, 6 Mei 1963
    Agama:Islam
    Istri:Suzana Ramadhani
    Anak:Nisrina
    Ayah:Masduki
    Ibu:Ena Hindasyah

Pendidikan:

    Jurusan Matematika dan Ilmu Kimia, IKIP Bandung (1987)
    Kursus selama tiga bulan tentang kepemimpinan LSM di El Taller, Tunisa(1989)

Karier:

    Staf peneliti pada Institut Studi dan Informasi Hak Asasi Manusia (1978-1989)
    Kepala Litbang Serikat Buruh Merdeka Setiakawan (1989-1990)
    Kepala Divisi Perburuhan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI; 1990-2000)
    Koordinator Forum Solidaritas Buruh (1992-1993)
    Koordinator Konsorsium Pembaruan Hukum Perburuhan (1996-1998)
    Ketua Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (1998-2008)
    Anggota Ombudsman Nasional (2000 – sekarang)
    Sekretaris Jenderal Transparency International chapter Indonesia (2009-sekarang)

Penghargaan:

    Suardi Tasrif Award 1999
    Alumni Berprestasi IKIP Bandung 2000
    Penghargaan Ramon Magsaysay, 2005 (sumber: wikipedia)
Diberdayakan oleh Blogger.