Ase Cabe Pak Uha Mantab !!

Selasa, 12 Februari 2013 | 09.38


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Ragam kuliner tersaji di Kota Bandung atau Parijs Van Java, mulai dari makanan kelas Resto sampai rogoh kocek kaki lima, Pojok AMiGoS kali ini mengangkat tema makanan rumah ala Baheula rasa Mantab,harga Pas, maka pilihannya jatuh pada ‘Warung Nasi Pak Uha’ yang terletak di halaman parkir Bank Mandiri, Jalan Banceuy, Bandung.

Di usia senjanya pak uha tetap setia menekuni usaha warung makannya, Bapak 6 orang anak ini mengawali usahanya sejak tahun 1970, “Awalnya tahun 1970 bapak masih jualan di Blok Factory Banceuy, 90’an bapak pindah kesini” ujarnya.

Bermacam makanan rumahan tersaji disini, mulai dari perkedel, sayur lodeh, urap, dan yang spesial rekomendasi Pojok AmiGoS  adalah ‘Ase Cabe’ (Cabe Hijau dan Cabe Gendot (Jalapenos-Red) dimasak dengan bumbu rempah dengan kuah yang sedikit pedas).

Sekarang urusan masak memasak dibantu anak-anaknya, “Dahulu masih si bapak yang memasak, sekarang dibantu anak-anaknya, tapi masih dipantau langsung” kata Dadeng.

Walaupun harus berdesakan dan sedikit antri, tim kuliner akhirnya dapat mencoba 1 porsi Ase Cabe dan nasi, dengan rasa sedikit pedas dan rempahnya yang terasa, sungguh luar biasa. Apalagi ditambah sambalnya luar biasa, perkedel, dan urap. Rasa penasaran tim kuliner terbayar sudah.

Saya paling suka ‘Ase Cabenya’ dengan sabar menunggu antrian, “Gak apa – apa ngantri dikit, abis makanan disini obat kangen sama masakan rumah” terang Lina salah satu pengunjung yang juga manager di salah satu perusahaan Investasi.

Warung pak uha yang buka dari hari Senin – Jum’at ini dapat dijadikan referensi makan siang anda, jangan malu-malu silahkan mencoba.(Don)

AMIGOS (Agak MInggir GOt Sedikit) : Nasi Goreng ANGLO Pak Suyud Andalkan Arang Jaga Cita Rasa

Selasa, 18 Desember 2012 | 11.33


(SJO, POJOK AMIGOS, BANDUNG) Siapa yang tidak mengenal nasi goreng ? Hampir semua orang di negeri ini pasti pernah mencicipinya.

Tapi nasi goreng yang satu ini sangat berbeda dari biasanya terutama dalam proses memasak dan peralatan untuk mengolahnya benar-benar antik.

Penasaran mendengar nama Nasi Goreng ANGLO Pak Suyud rasa keingintahuan saya semakin kuat, akhirnya saya bertanya langsung kepada pemiliknya.

Pemiliknya kemudian menceritakan, ANGLO itu adalah sebuah kompor hasil kreasi ayahnya, Pak Suyud pedagang nasi goreng sekaligus menjadi brand warungnya yang telah merintis usahanya sejak tahun 60’an, sepeninggal pak suyud pada tahun 1991 kini anak-anaknya yang mengelola usaha tersebut.

“ANGLO ini nama kompornya dengan menggunakan Arang, pembakaran arang sendiri tidak dengan dikipas tapi menggunakan ANGLO ini, caranya satu orang memasak dan satu orang lagi memutar ANGLO (Sejenis kompor yang menggunakan arang, untuk pembakaran arang tersebut agar membara, digunakan tenaga manusia untuk memutar tuas agar tali yang memutarkan roda sehingga menghasilkan tenaga angin dan mendorongkan kedalam kompor arang tersebut, sehingga besar kecilnya api tersebut tergantung dari putaran tuas tadi.Red)”.

“Pak Suyud sendiri awalnya hanya pedagang nasi goreng pikul keliling di sekitar jalan mangga, kota bandung, diawal tahun 70’an pak suyud memutuskan untuk berjualan di halaman toko cairo dan ber Kreasi membuat Anglo ini untuk mempermudah proses memasaknya dan menjaga cita rasa dari makanan itu sendiri” ujar salah satu anaknya kepada seputarjabar.com.

“Penasaran sama ANGLO nih, dari tadi saya memperhatikan yang masak. Hasil pembakaran dari arang sendiri memberikan rasa yang khas dan tradisional di masakan ini sehingga rasanya sangat terasa di lidah” jelas Rustam salah satu penikmat kuliner yang rela antri untuk menikmati sepiring nasi goreng Anglo pak suyud ini.

Tidaklah heran antrian penikmat kuliner memadati tempat ini mulai dari jam buka pukul 15.00 wib, walau tempatnya hanya warung tenda biasa, tapi untuk rasa tidak kalah dengan restoran.(Joe)

Diberdayakan oleh Blogger.