Ahli Forensi Mun'im Idris Meninggal karena Kanker Pankreas

Sabtu, 28 September 2013 | 08.57

(SJO, JAKARTA) - Pakar forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Abdul Mun'im Idris, meninggal dunia pada usia 66 tahun, Jumat (27/9/2013) dini hari.. Jenazah almarhum dimakamkan di Pemakaman Menteng Pulo, Jakarta Pusat, selepas salat jumat, setelah disalatkan di Masjid Arief Rahman Hakim di Kompleks Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba.

Almarhum Mun'im Idries meninggal dunia karena menderita kanker pankreas. Ia mengembuskan napas terakhirnya di ruang perawatan intensif (ICU) RSCM, Jumat (27/9/2013) sekitar pukul 02.30 WIB.

"Sebelumnya, kami pikir sakit kuning aja," kata istri almarhum, Kiswati. Menurut Kiswati, kepastian bahwa sakit yang diderita Mun'im adalah kanker pankreas baru diketahui pada 7 September 2013.

Sebelumnya, saat Mun'im menjalani perawatan intensif sejak 7 September itu, keluarga masih mengira Mun'im hanya terkena Hepatitis C. Menurut Kiswati, almarhum baru pada Selasa (24/9/2013) menjalani operasi untuk kankernya itu.

Riwayat panjang dokter yang menamatkan pendidikan kedokteran umumnya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 1971 ini tercatat rapi dalam blog pribadinya di http://abdulmunimidries.blogspot.com.

Beragam kasus forensik besar pernah ditangani Mun'im Idris. Dia merupakan salah satu dokter yang turun menyelidiki kematian Presiden Soekarno, aktivis Munir, dan aktivis buruh Marsinah.

Terkait kasus kriminal, peran Mun'im Idris sudah tak terkatakan. Di antara kasus besar yang dia tangani adalah pembunuhan artis cantik era 1980-an, Ditje Budimulyono, hingga kasus sodomi massal yang dilakukan oleh Robot Gedhek. (r21/bokir)

Ribuan Pelayat Iringi Jenazah Habib Munzir Ke Peristirahatan Terakhirnya

Rabu, 18 September 2013 | 05.22

(SJO, JAKARTA) Kepergian ulama besar Habib Munzir Almusawa meninggalkan duka bagi para jemaahnya, tak ayal ribuan orang turut mengantarkan jenazahnya ke peristirahatan terakhir di TPU Pemakaman Habib Kuncung, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (16/09/2013).

Habib Munzir Al Musawa meninggal dunia di usianya yang ke 40 tahun akibat sakit asma yang dideritanya. Sebelumnya, jenazah Habib Munzir dimandikan di rumah duka dikawasan komplek Liga Mas, Pancoran. Ditempat yang sama, jenazah Habib Munzir dikafani. Setelah selesai dikafani, jenazah Habib Munzir disalatkan di Masjid Al-Munawwar.

Ribuan pelayat dan  jemaah Majelis Rasulullah tampak mengikuti salat jenazah dengan khusyuk, kebanyakan dari pelayat menumpahkan isak tangis mengenang sosok almarhum yang dikenal sangat mementingkan umat

Antrean pelayat tidak menyurutkan para jemaahnya saat jenazah selesai dishalatkan, para pelayat berebut memegang keranda jenazah Ulama besar itu. Pagi Tadi Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Ani Yudhoyono turut melayat ke kediaman almarhum, terlihat raut duka mendalam dari wajah orang nomor satu di Indonesia itu
.

Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa lahir di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, 23 Februari 1973, adalah pimpinan Majelis Rasulullah. Ia merupakan anak keempat dari empat bersaudara dari pasangan Fuad bin Abdurrahman Al-Musawa dan Rahmah binti Hasyim Al-Musawa. Ayahnya bernama Fuad yang lahir di Palembang dan dibesarkan di Mekkah.

Habib Munzir muda  mulai mendalami Ilmu Syariah Islam di Ma’had Assaqafah Al Habib Abdurrahman Assegaf di Bukit Duri Jakarta Selatan, lalu mengambil kursus bahasa arab di LPBA Assalafy Jakarta Timur.

Dia memperdalam lagi Ilmu Syari’ah Islamiyah di Ma’had Al Khairat, Bekasi Timur,yang dipimpin oleh Habib Naqib bin Muhammad bin Syehk Abu Bakar bin Salim,beliau banyak menimba ilmu di ma’had al Khairat dan disinilah beliau kenal dengan Habib Umar bin Hafidz yang kemudian diteruskan ke Ma’had Darul Musthafa di pesantren Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Syech Abubakar bin Salim di Tarim Hadhramaut Yaman pada tahun 1994 untuk mendalami bidang syari’ah selama empat tahun.
Di sana ia mendalami ilmu fiqh, ilmu tafsir Al Qur’an, ilmu hadits, ilmu sejarah, ilmu tauhid, ilmu tasawwuf, mahabbaturrasul, ilmu dakwah, dan ilmu ilmu syariah lainnya.(Bokir)

Habib Munzir Al-Musawa Meninggal Dunia

Senin, 16 September 2013 | 10.13

(SJO, JAKARTA) Pimpinan Majelis Rasulullah Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa meninggal dunia. Dia menghembuskan nafas terakhir pada pukul 15.30 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Ahad (15/9/2013).

Habib Nabil Almusawa kakak dari Habib Munzir,  mengabarkan berita duka tersebut melalui akun twitternya.“Adinda Habib Munzir meninggal, mohon maafkan kesalahannya dan mohon doanya,” tulis Habib Nabil di akun twitternya, Ahad (15/9/2013).

Habib Munzir bin Fuad Al-Musawa lahir di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, 23 Februari 1973. Ia adalah pimpinan Majelis Rasulullah. Ia merupakan anak keempat dari empat bersaudara dari pasangan Fuad bin Abdurrahman Al-Musawa dan Rahmah binti Hasyim Al-Musawa. Ayahnya bernama Fuad yang lahir di Palembang dan dibesarkan di Mekkah.

Habib Munzir muda  mulai mendalami Ilmu Syariah Islam di Ma’had Assaqafah Al Habib Abdurrahman Assegaf di Bukit Duri Jakarta Selatan, lalu mengambil kursus bahasa arab di LPBA Assalafy Jakarta Timur.

Dia memperdalam lagi Ilmu Syari’ah Islamiyah di Ma’had Al Khairat, Bekasi Timur,yang dipimpin oleh Habib Naqib bin Muhammad bin Syehk Abu Bakar bin Salim,beliau banyak menimba ilmu di ma’had al Khairat dan disinilah beliau kenal dengan Habib Umar bin Hafidz yang kemudian diteruskan ke Ma’had Darul Musthafa di pesantren Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Syech Abubakar bin Salim di Tarim Hadhramaut Yaman pada tahun 1994 untuk mendalami bidang syari’ah selama empat tahun.
Di sana ia mendalami ilmu fiqh, ilmu tafsir Al Qur’an, ilmu hadits, ilmu sejarah, ilmu tauhid, ilmu tasawwuf, mahabbaturrasul, ilmu dakwah, dan ilmu ilmu syariah lainnya.(Bokir/Armh)

Legenda Dangdut A Rafiq Telah Tiada

Minggu, 20 Januari 2013 | 16.46


(SEPUTARJABAR.COM, JAKARTA) Jagat musik dangdut kehilangan salah satu artis senior legenda dangdut A Rafiq meninggal dunia, A Rafiq yang juga legenda dangdut papan atas dan terkenal sekitar tahun ’70 an ini, meninggal karena sakit, di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jalan S.Parman, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (19/1) Pukul 18.00 Wib.

A Rafiq meroket lewat hits dangdut Pandangan Pertama dan sempat membintangi fil layar lebar itu, meninggal karena sakit.

Sejumlah musisi dan selebriti juga turut mengucapkan turut berduka cita melalui media sosial Twitter. Vokalis band Gigi, Armand Maulana, melalui akun @armandmaulana menulis, “Innalillahi Wa’innailahi Roji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah seniman penyanyi besar A. RAFIQ.”

Pria berdarah India-Pakistan tersebut meninggalkan beberapa anaknya yang juga mengikuti jejaknya di dunia hiburan Indonesia, antara lain Fadila A Rafiq, Farhad A Rafiq dan Fairuz A Rafiq.(Kontri Pudel)

Diberdayakan oleh Blogger.