Harga Daging Sapi Mencapai 120 Ribu Rupiah

Kamis, 08 Agustus 2013 | 08.02

(SJO, BANDUNG) - Sehari menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga daging sapi di beberapa pasar tradisional diKabupaten Bandung dan Kota Bandung masih mencapai di atas Rp.100.000,
per Kg. Hasil pemantauan, di Pasar Soreang, dan Pasar Banjaran Kabupaten Bandung harga daging sapi jenis khas dalam mencapai Rp. 120.000, per Kg.

Selanjutnya, untuk di pasar tradisional di Kota Bandung, antara lain :Pasar Cihaurgeulis, Pasar Simpang Dago, Pasar Sederhana dan Pasar Balubur harga daging sapi khas dalam mencapai Rp. 110.000, per Kg.

Khusus di Pasar Simpang Dago dan Pasar Cihaurgeulis untuk jenis daging sapi lamusir dan iga, harganya bervariasi dengan rentang harga berkisar Rp. 90.000, - sampai Rp.100.000,- per Kg.

Kendati harga daging sapo dalam posisi rata-rata di atas Rp.100.000,- per Kg, antusias warga untuk membeli tetap tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan habisnya stok daging sapi pada posisi siang di Pasar Balubur.

Menurut warga, Eni di posisi siang daging sapi di Pasar Balubur sudah habis sehingga untuk memenuhi keperluan daging sapiterpaksa harus mencari ke super market terdekat.

Sementara itu, warga lain, Pepen mengatakan untuk membeli daging sapi, dirinya berangkat sejak subuh karena khawatir tidak kebagian stok. Kendati harganya mencapai Rp.100.000, per Kg tetap puas karena daging sepi yang dibeli merupakan sapi lokal. (r22)

Mobil Diamankan, Pengemudi Grand Livina Tak Kunjung Datang

Selasa, 16 April 2013 | 20.35


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Pengemudi Nissan Grand Livina bernopol Z 333 RK berwarna hitam yang masuk kedalam sungai Cikapundung, Selasa (16/04/2013) Pagi, sampai saat ini belum datang melapor ke Mapolsek Cidadap.

Hal itu diutarakan Kapolsek Cidadap kepada wartawan, “Sampai saat ini belum ada yang datang, rencananya sore ini kami panggil untuk datang ke mapolsek, saya sudah perintahkan kanit untuk melakukan pemanggilan” ujar Kompol DRS Sutorih SH di ruang kerjanya.

Walaupun kejadian tersebut murni kecelakaan tunggal dan tidak memakan korban, pihak kepolisian awalnya sedikit kesulitan melacak identitas pemilik kendaraan naas tersebut. Dikarenakan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) mobil tersebut dibawa oleh pengemudi yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya.

“Kami juga tidak mengetahui nama korban, STNK dan SIM juga dibawa, karena yang bersangkutan ketakutan lalu pulang diantarkan ojeg sedangkan kedua temannya yang masih berada di tempat setelah kejadian meminta izin kepada pihak kepolisian untuk dapat pulang karena akan mengikuti Ujian Nasional (UN)” Jelasnya.

Banyaknya masyarakat yang berkumpul untuk melihat kendaraan tersebut membuat pihak kepolisian merasa perlu untuk mengamankan kendaraan tersebut guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

“Kami melayani masyarakat, banyak yang melihat sampai kebawah, jelas ini membahayakan. Jadi tadi kami Derek dan dibawa ke Mapolsek untuk diamankan dan menunggu keluarga korban untuk datang” pungkas pria berkumis tipis ini.


Kendaraan korban sampai saat ini masih terparkir di halaman Markas Kepolisian Cidadap Kota Bandung.(Don)

Jelang Weekend Tol Arah Bandung Masih Lengang

Kamis, 28 Maret 2013 | 21.54

(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) – Jelang long weekend tol arah Bandung lengang. Beredar kabar BlackBery Messenger (BBM) tol Pasteur macet selama dua jam. Namun ternyata hanya hoax saja.

Pantauan Seputar Jabar.com, jalan tol Cipularang Jakarta-Bandung tampak tidak ada kemacetan yang berarti.

“Sampai saat ini tidak ada kemacetan yang berarti. Arah Bandung lancar, seperti terlihat di monitor,” ujar Jeje Zaenudin petugas sentra komunikasi tol Purbaleunyi, di kantor Jasa Marga tol Purbaleunyi, Jalan Djundjunan 267, Kamis (28/3/2013) sore.

Diperkirakan lonjakan pengguna jalan tol dari arah Jakarta menuju kota Bandung baru akan terjadi hari Jumat besok.

Sebelumnya beredar kabar melalui BBM yang menyebutkan gate Pasteur macet sampai dua jam. Justeru kemacetan terjadi di kilometer 80 arah Jakarta, yang diakibatkan terjadi kecelakaan tabrakan antara Mitsubishi Pajero dengan Mitsubishi Fuso yang mengangkut material batu dan kerikil. Akibat kecelakaan ini dua korban meninggal di tempat. (don)

Polrestabes Bandung Uji Coba 4 in 1 di Gerbang Tol Pasteur

Jumat, 18 Januari 2013 | 20.49


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Satlantas Polrestabes Bandung mulai hari ini sosialisasikan 4 in 1 (Four in One) di Gerbang pintu Tol Pasteur, Bandung, Jum’at (18/1) Sore.

Sosialisasi ini dilakukan Satlantas Polrestabes Bandung untuk memecah konsentrasi kemacetan di kota bandung, terutama di Gerbang Tol Pasteur.

“Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari sosialisasi ini, kami melakukan uji coba di gerbang tol ini, dengan membagikan Leaflet kepada pengemudi yang memasuki gerbang tol Pasteur” ujar AKBP Yully Kurniawan SIK, Kasatlantas Polrestabes Bandung kepada seputarjabar.com.

Gerbang tol pasteur menjadi pintu masuk dari luar, jakarta ke kota bandung terutama saat akhir pekan.

“Berdasarkan analisa situasi setiap akhir pekan, volume kendaraan yang masuk melalui gerbang pintu tol pasteur meningkat atau padat, jadi kita harapkan dengan adanya sosialisasi ini akan berkurang”

Sasarannya adalah kendaraan yang keluar dari gerbang pintu tol pasteur, dan bila terjadi kelancaran berarti uji coba ini berhasil.

“ini adalah gerbang pertama masuk kota bandung, dari gerbang awal di jakarta arah ke bandung sudah dituliskan pengumuman board di pasteur diberlakukan 4 in 1, kita  bisa tahu ada pengurangan atau tidaknya, sehingga pengendara mengetahui” jelas Kasatlantas.

Dalam uji coba dan sosialisasi ini Satlantas Polrestabes Bandung akan memberikan teguran simpati kepada pengemudi.

Tamtam warga bandung yang tinggal di jakarta yang akan kembali ke kota bandung mengatakan program seperti ini mubazir.

“Jarak jalan di bandung khan relatif pendek, solusi bukan seperti ini, harusnya armada kendaraan dibuat nyaman, jadi orang-orang akan tertarik untuk menggunakan angkutan daripada mobil pribadi, bukan pemberlakuan seperti ini, mubazir”

Setiap akhir pekannya gerbang pintu tol dan jalan pasteur kota bandung selalu menjadi  titik kemacetan, karena meningkatnya volume kendaraan dari luar Kota Bandung.(Don)

300 Personil Gabungan di Turunkan Amankan Car Free Night Dago

Minggu, 30 Desember 2012 | 19.23


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Besok malam jalan Ir H Juanda akan diberlakukan “Car Free Night” rencananya besok, Senin (31/12) jam.18.00 Wib akan mulai dilakukan penutupan, tapi secara situasional.

“Sesuai rencana pukul 18.00 Wib - 06.00 Wib, tapi itu situasional. Kalau misal jam 18.00 masih landai (Arus Lalu lintas Lancar) Kita buka, tapi kalau arus padat jelas ditutup sekitar pukul 21.00 WIB, karena pasti pada jam tersebut sudah padat sekali jadi kita lakukan penutupan. Pada tanggal 1 Januari 2013 kita buka kembali, jamnya situasional misalkan jam.02.00 pagi sudah lancar ya kita buka” jelas Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Drs Imam Pramukarno SH MH kepada Seputarjabar.com via telepon seluler, Minggu (30/12) Malam.

Sistem penutupan jalan ini situasional atau tergantung dari situasi lancar atau tidaknya lalu lintas pada saaat itu dan juga untuk kenyamanan masyarakat yang ingin menikmati perayaan malam pergatian tahun 2012-2013.

“Yang terpenting kita tujuannya memfasilitasi masyarakat supaya berbagi kebahagiaan, berbagi suka cita, artinya jangan seperti yang lalu menjadi stagnan di koridor jalan juanda itu sehingga tidak bisa menikmati secara enak dan nyaman, disitu pejalan kaki saja terganggu oleh parkir dan pedagang  kaki lima” ujar Dirlantas.

Ruas jalan yang ditutup meliputi jalan Juanda (Kimia Farma)-Sulanjana, dan Cikapayang- Simpang Dago. Sebanyak 300 personil gabungan diturunkan untuk pengamanan “Car Free Night Dago” besok.(Don)









Liburan Panjang Plat B dan F Dominasi Jalanan Kota Bandung


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Momen liburan panjang Tahun Baru 2013 digunakan pelancong dari luar daerah untuk berlibur sekaligus berbelanja, jalanan kota Bandung di Dominasi plat B (Jakarta) dan F (Bogor), Minggu (30/12).

Kawasan wisata belanja Factory Outlet (FO) menjadi sasaran tujuan pengunjung dari luar bandung, terlihat kemacetan  di jalan Ir H Juanda (Dago), jalan RE Martadinata (Riau), dan jalan Cihampelas kota Bandung.

Selain padatnya kawasan wisata belanja, tingkat hunian Hotel nyaris penuh baik bintang dan melati, sejak Sabtu kemarin.(Don) 

Sambut Tahun Baru 2013 Cileunyi - Nagrek 3 Jam


(SEPUTARJABAR.COM, NAGREK) Liburan panjang jelang pergantian Tahun 2012 ke 2013 beberapa titik kemacetan mulai terlihat sejak di daerah Cileunyi, Nagrek (Jalur Selatan) Kabupaten Bandung, Minggu (30/12) Siang.

Penumpukan kendaraan terjadi mulai pukul 08.00 Wib pagi tadi, kebanyakan kendaraan ini akan menuju pangandaran, ciamis.

Untuk menempuh perjalanan dari cileunyi ke nagrek saja dengan menggunakan kendaraan roda dua harus memakan waktu sampai 3 jam.

Kebanyakan dari pengendara mobil ini akan berlibur ke pantai pangandaran untuk melewati tahun baru 2013.

“Saya dari bandung mau ke pangandaran melewati akhir tahun bersama keluarga, biar macet begini mau gimana lagi, khan kita sudah booking hotel sejak 1 bulan yang lalu” ujar Indra warga bandung kepada seputarjabar.com.

Sebelumnya Polda Jabar telah menetapkan lima titik daerah rawan kemacetan di Jawa Barat. Daerah tersebut terdiri dari Bogor Puncak Cianjur (Bopucu), Cikopo-Pamanukan (Pantura), Subang-Bandung (jalur tengah), Nagreg (jalur selatan), dan terakhir Kota Bandung.(Don)

Pasar Tumpah Perparah Kemacetan

Minggu, 05 Agustus 2012 | 02.00

(SJ) - Sejumlah pasar tumpah di daerah Pantura Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, perlu dibenahi guna mengatasi kemacetan arus mudik lebaran. Pasar-pasar itu antara lain di Losarang, Eretan, Sukra, Jatibarang, dan Karang Ampel.

"Sejumlah pasar tumpah di daerah Pantura Kabupaten Indramayu, Subang, Cirebon, perlu dibenahi karena setiap arus mudik Lebaran, menjadi pemicu kemacetan," kata Kadinas Koperasi dan UKM Indramayu, Warjo, Sabtu (4/8).

Menurut Warjo, pemerintah Kabupaten Indramayu tidak mampu membenahi pasar tumpah tersebut harus mendapatkan perhatian dan bantuan dari pusat karena butuh anggaran cukup tinggi untuk mengatasi kemacetan rutin tahunan.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Putu Bayu Seno, kepada wartawan di Cirebon sebelumnya menuturkan, sejumlah pasar tumpah sepanjang jalur utama Pantura dari Karawang, Indramayu, Subang, Cirebon masih menjadi penghambat arus mudik lebaran.

Pihaknya, meminta kepada semua anggota di lapangan bekerja keras mengatur dan mengamankan sejumlah titik simpul kemacetan dipasar tumpah tersebut.

Di perbatasan Kabupaten Indramayu dengan Cirebon, pemudik akan terhambat di pasar Tegal Gubug, Kecamatan Arjawinangun. Sedangkan dari arah alternatif Karang Ampel kepadatan arus terjadi di pasar Celancang.(rol)

Polda Petakan Daerah Rawan Macet di Jabar

(SJ) - Kepolisian Daerah Jawa Barat memetakan titik rawan macet di jalur-jalur mudik utama tahun 2012.
Inilah 15 lokasi di jalur utama pantai utara, jalur tengah, dan selatan yang dinilai rawan.



Pertama, Kawasan Cikopo-Simpang Jomin. Selain penyempitan jalan di ruas Cikopo-Mutiara-Simpang Jomin, ruas penghubung Tol Jakarta-Cikampek dan jalur pantai utara di daerah ini menjadi titik pertemuan arus kendaraan dari tol dan jalur utara Jakarta-Bekasi-Karawang. Kawasan ini juga menjadi titik krusial pengaturan arus kendaraan dari Jakarta menuju ke timur, baik melalui jalur utara, tengah, maupun selatan.

Kedua, Jembatan Gamon di perbatasan Kabupaten Karawang dan Subang. Titik ini menjadi lokasi pertemuan arus dari jalur utama pantai utara dengan kendaraan dari jalur alternatif Lamaran-Telagasari-Lemahabang-Cikalongsari.

Ketiga, pasar dan pusat perbelanjaan di jalur utara Eretan dan Patrol, Kabupaten Indramayu. Aktivitas pasar dan penyeberang jalan kerap menghambat arus hingga memicu penumpukan kendaraan. Aparat terkait menyatakan akan memagari pasar dan menerapkan sistem penyeberangan yang lebih efektif untuk menghindari kemacetan.

Keempat hingga ketujuh adalah empat titik rawan macet lain di ruas Lohbener-Tegalkarang di Kabupaten Indramayu. Kerawanan di ruas ini antara lain akibat adanya pertemuan arus, penyeberang jalan, serta aktivitas pasar seperti di Tegalgubug dan aktivitas pengisian bahan bakar saat arus balik.

Kedelapan, kepadatan kendaraan di sekitar gerbang tol Pejagan akibat pertemuan arus dan penyempitan jalan.

Kesembilan, persimpangan di Sadang, Kabupaten Purwakarta. Aktivitas di pusat perbelanjaan, titik pertemuan arus, serta penyempitan jalan menjadi pemicu utama kemacetan di daerah ini. Terlebih ketika volume kendaraan melonjak menjelang hari raya Idul Fitri.

Kesepuluh dan Kesebelas adalah dua titik rawan di jalur tengah, yakni di Kalijati di Kabupaten Subang, serta di Cijelag, Kabupaten Sumedang. Kedua lokasi rawan macet karena menjadi titik pertemuan arus.

Keduabelas hingga kelimabeas adalah empat titik lain berada di jalur selatan Jabar, yakni di sekitar pabrik Kahatex, Nagreg, Limbangan, dan Gentong.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Inspektur Jenderal Putut Eko Bayuseno, seusai meninjau jalur-jalur mudik di Jabar, Jumat (3/8/2012) sore, mengatakan, titik-titik rawan kemacetan akan menjadi fokus pengaturan lalu lintas selama arus mudik dan balik tahun ini. Dengan mengerahkan kekuatan personel dan peralatan penuh serta sejumlah skenario pengalihan arus, pihaknya berharap kemacetan bisa teratasi. (kpo)
Diberdayakan oleh Blogger.