Kapolda Jabar Irje Pol. Suhardi Alius Langsung Pindah ke Bandung

Rabu, 12 Juni 2013 | 22.10

(SJO, JAKARTA) - Irjen Pol. Suhardi Alius resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat, menggantikan Irjen Pol. Tubagus Anis Angkawidaja, setelah dilantik Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Timur Pradopo, di Jakarta, Rabu (12/6/2013).

Mantan Kepala Divisi Humas Mabes Polri ini mengatakan pengangkatannya sebagai Kapolda Jawa Barat merupakan tongkat estafet dari senior kepada juniornya. Dia berharap dapat meneruskan mengelola tugas barunya sesuai amanat Kapolri Jenderal Timur Pradopo, saat melantiknya dan 10 kapolda lainnya.

Usai pisah sambut di Divisi Humas Polri dengan sejumlah staf dan anggota polisi serta wartawan di Mabes Polri, Suhardi pun pamit kepada orang-orang yang berada di lingkungan Divisi Humas Polri termasuk Kepala Divisi Humas Polri yang baru Brigjen Pol Ronny Franky Sompie dan langsung menuju Bandung Jawa Barat bersama sang istri. Suhardi diantar mobil dinas Polda Jawa Barat dengan seorang ajudan dan satu sopir dari Polda Jawa Barat.

Irje Pol. Suhardi mengatakan akan melakukan identifikasi dan konsolidasi untuk mencari jalan terbaik dalam memimpin kesatuannya nanti. Sebagai perwira tinggi yang pernah bertugas selama hampir enam tahun di Polda Jawa Barat, Suhardi sedikit banyaknya mengetahui karakter masyarakatnya, dan mengaku sudah memetakan sejumlah kerawanan yang ada di Jawa Barat.
Namun Kapolda belum mau memaparkan secara gamblang apa terobosan-terobosan yang akan dibuatnya di Polda Jawa Barat. Tetapi yang terdekat, dirinya akan mempersiapkan jajarannya dalam menghadapi arus mudik lebaran.

Sementara itu, terkait pesan Kapolri untuk pengamanan Pemilu 2014, Suhardi menyatakan siap menjalankan format pengamanan yang sudah berjalan. "Sudah ada dan harus kita kelola pengamanan pemilu 2014 ini," sambungnya. (r21)

Suhardi akan Petakan Konflik Keberagaman Beragama

Senin, 10 Juni 2013 | 01.42

(SJO, JAKARTA) - Inspektur Jenderal Suhardi Alius akan resmi menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat pada Rabu (12/1/2013). Sebagai orang nomor satu di Jawa Barat, Suhardi pun mengaku akan menelaah lebih jauh tentang konflik keagamaan yang banyak terjadi di kawasan itu.

Jenderal bintang dua itu menuturkan, dirinya akan melakukan pemetaan terlebih dulu terkait konflik keagamaan di Jawa Barat. Setelah dipetakan, Suhardi menjabarkan langkah-langkah penyelesaian masalah. Selain persoalan konflik keagamaan, Suhardi juga akan memprioritaskan masalah pengamanan pemilu hingga antisipasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Suhardi menjelaskan, dirinya akan meneruskan tongkat komando Kapolda sebelumnya, Irjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya. Ia mengaku, jabatan barunya merupakan tantangan. Sejumlah langkah pengamanan dipersiapkan dalam mengemban tugas baru tersebut. Di antaranya pengamanan dalam persiapan Pemilu 2014 dan pengamanan jelang arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. (r21)

Irjen Suhardi Alius Jadi Kapolda Jabar

Minggu, 09 Juni 2013 | 06.33



(SJO, JAKARTA) - Polda Jawa Barat berganti tongkat komando dari Inspektur Jenderal Polisi Tubagus Anis Angkawijaya kepada Inspektur Jenderal Polisi Suhardi Alius. Kepastian mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Mabes Polri bernomor ST/1194/VI/2013.  Tubagus Anis dipromosikan menjabat Kepala Divisi Teknologi Informasi Mabes Polri, sedangkan Suhardi Alius sebelumnya menjabat Kepala Divisi Humas Mabes Polri.

Juru bicara Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Martinus Sitompul, membenarkan bahwa surat telegram rahasia Kepala Polri tentang pergantian pucuk pimpinan di Markas Polda tersebut sudah terbit. Karopenmas Polri Brigjen Boy Rafli Amar mengatakan mutasi tersebut merupakan kebutuhan setiap manajemen institusi untuk penyegaran dan promosi.

Beberapa kalangan menilai mutasi ini cukup istimewa sehubungan dengan semakin dekatnya masa pensiun Kapolri Jenderal Timur Pradopo. Pergantian Kapolda Jabar terbilang mengejutkan karena Irjen Pol Tubagus Angkawijaya baru sekitar tujuh bulan menjadi Kapolda, yakni sejak akhir Oktober 2012. Namun beredar rumor kalau Tubagus Anis disebut-sebut sebagai salah satu calon Kapolri.

Selama menjabat orang nomor 1 di Polda Jawa Barat, Anis antara lain berhasil mengamankan kelancaran pelaksanaan pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013-2018. Alumnus Akademi Kepolisian 1981 ini juga sempat memberikan perlindungan saat Komisaris Jenderal (Purn) Susno Duadji hendak dieksekusi Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta terkait pelaksanaan putusan kasasi Mahkamah Agung di rumah mantan Kepala Bareskrim itu, di Bandung, April lalu.

Indonesia Police Watch (IPW) menilai ada poin menarik dari mutasi di lingkungan Polri kali ini, diantaranyadimunculkannya perwira-perwira muda untuk memegang wilayah. "Kapolri seperti ingin mempersiapkan perwira-perwira muda untuk mengantisipasi pemilu dan pemilihan presiden 2014," kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane.

Selain itu, dimunculkannya perwira-perwira dari lembaga pendidikan Polri untuk memegang wilayah. Kapolri seperti ingin balas jasa kepada perwira-perwira yang sudah sekian lama mengabdi di lembaga pendidikan, dengan memberi kesempatan untuk memegang jabatan strategis seperti kapolda. "Strategi ini juga untuk menepis asumsi bahwa lembaga pendidikan adalah "tempat pembuangan"," kata Neta. (r22)

Polda Jabar Gelar Sarasehan Cegah Terorisme dan Radikalisme

Selasa, 04 Juni 2013 | 11.37

(SJO, BANDUNG) – Polda Jabar menggelar sarasehan Kamtibmas bertajuk "Mencegah dan Menanggulangi Radikalisme atau Terorisme di Jawa Barat". Acara berlangsung di Hotel Horison Bandung, Selasa (4/6/13) siang.

Sarasehan yang diikuti perwakilan dari ormas Islam dan LSM se-Jabar ini menghadirkan beberapa pembicara, diantaranya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjend Pol. Purnawirawan Arsyaad Mbai, Psikolog Sosial dari Universitas Indonesia Profesor Sarlito Wirawan, Wakapolda Jabar, Kasdam III Siliwangi, Ketua MUI Jabar Hafidz Usman, pengamat politik sosial Muradi.dan mantan Panglima Jihad, Abu.

Kapolda Jabar Irjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya mengakui bahwa Jabar memiliki pengalaman buruk atas aksi terorisme, sehingga mengharuskan aparat meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, untuk menangkal terorisme akan lebih baik dengan adanya keterlibatan langsung masyarakat.

Kapolda menambahkan,  terorisme adalah musuh bersama. Dengan keterlibatan masyarakat secara bersama-sama Jabar tetap aman tentram dan damai. "Mudah-mudahan bisa tercapai dengan sarasehan ini. Kita dapatkan solusi terbaik, menanggulangi terorisme di Jabar," katanya.

Dalam acara saresehan ini Kapolda Jabar Irjen Pol Tubagus Anis Angka Wijaya juga meluncurkan buku 'Islam Anti Terorisme', Pandangan para Ahli tentang Jihad dan Peran Polri dalam Menangani Teroris di Indonesia.. Buku yang dibuat dalam waktu 2 pekan tersebut dibagikan kepada undangan.

"Buku ini sederhana. Isinya pandangan para ahli tentang jihad,  peran Polri dalam pemberantasan teroris, serta informasi beberapa kasus teroris," kata Kapolda kepada para wartawan.

Menurut Anis, pelaku teroris saat ini banyak dari kalangan muda Islam. "Ini tidak menguntungkan umat Islam. Kesucian Islam seakan dipertanyakan sebagai agama penuh kedamaian. Apa betul terorisme ada kaitannya dengan semangat jihad seperti yang diyakini para pelaku bom bunuh diri itu?", katanya.(don)
Diberdayakan oleh Blogger.