Kematian Bayi di Kabupaten Bogor Tertinggi di Jabar

Minggu, 06 Oktober 2013 | 23.01

(SJO, BOGOR) – Angka kematian bayi di Kabupaten Bogor peringkat lima tertinggi dari 27 kabupaten/kota di Provinsi Jabar. Sebab itu, Kabupaten Bogor menjadi salah satu daerah yang memperoleh program dari  Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika  (USAID).

“Program ini ditujukan menurunkan angka kematian bayi,”  ujar Asisten Kesejahteraan Rakya Pemkab Bogor Dadang Irfan, Minggu.

Penyebab tingginya angka kematian bayi,  di antaranya karena  telatnya penanganan saat proses bersalin dan tingkat kesadaran masyarakat yang  rendah tentang ibu hamil hingga melahirkan dan merawat bayi. “Salah satu penanggulangannya, kita akan pantau lewat Puskesmas dan Posyandu dengan memberikan tindakan medis  ke rumah sakit terdekat,” katanya.

Selain itu, sejak September lalu pihaknya gencar memberika vaksin  pentavalen yang  merupakan program imunisasi dasar 2013. Vaksin pentavalen  ini mampu mencegah  penyakit, seperti difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, serta Hib (haemophylus influenza type B).

”Pemberian vaksin  ini sudah ada di 101 puskesmas atau di posyandu  di seluruh Kabupaten Bogor,” katanya.

Sementara Kabid Pemberantasan Penyakit Menular dan Kesehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr Eulis Wulantari menhelaskan, vaksin ini  berupa cairan dan diberikan dalam bentuk suntikan. Vaksin ini  diperuntukkan  bayi berusia dua bulan dan diberikan tiga dosis, sehingga bayi hanya disuntik tiga kali dengan interval waktu minimal satu bulan

“Pengenalan vaksin baru ini dalam upaya  mempercepat penurunan angka kematian bayi dan ibu untuk pencapaian  Millennium Development Goals (MDG) atau tujuan pembangunan millenium,” ujaranya seraya menyebutkan vaksin  ini  harganya Rp350.000 di rumah sakit swasta  dan baru disebarkan di empat provinsi, yaitu Jawa Barat, Bali, Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Barat. (bgr)

Polda Jabar Ungkap Penimbunan BBM di Bogor dan Sukabumi

Rabu, 19 Juni 2013 | 23.05

(SJO, BOGOR) - Polda Jawa Barat berhasil mengungkap kasus penimbunan BBM, dan mengamankan 1 ton BBM di lokasi proses pembangunan mal di Jalan Soleh Iskandar, Kecamatan Sereal, Kota Bogor, Rabu (19/6/2013).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Martinus Sitompul mengatakan, Polda Jabar akan terus menggelar operasi 'Dian Lodaya' hingga 9 Juli 2013.Sebelumnya, polisi juga mengamankan dan menyita 5,2 ton BBM di Sukabumi.

Penggerebekan dilakukan setelah pihaknya mendapatkan informasi adanya indikasi penimbunan BBM oleh PT Alam Dunia dan PT. Estetika. Selain menyita satu ton solar, kata Martinus, petugas juga mengamankan dua pelaku penimbunan berinisial DI dan AG. Beberapa saksi telah diperiksa terkait aksi penimbunan ini. Dari keterangan yang diperoleh, BBM yang disita itu digunakan untuk pengisian genset dan alat berat pembangunan mal yang tengah dilakukan.
Perbuatan pelaku terancam terjerat pasal 55 dan pasal 56 (1) tentang migas dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dengan denda sebesar Rp 60 Miliar. Berdasarkan informasi yang dihimpun, para penimbun BBM membeli solar dari berbagai SPBU di Kota Bogor dengan harga subsidi, yakni Rp4.500 per liternya. Padahal harga untuk proyek atau industri solar dipatok Rp9.000 per liternya. (r22/ino)

Keluarga Besar Pedagang Ciawi Bogor Nyatakan Dukungan kepada Pasangan 'Nomor Opat"

Sabtu, 16 Februari 2013 | 17.27

(SEPUTAR JABAR COM,  BOGOR) - Ribuan keluarga besar pedagang Pasar Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjatuhkan pilihannya kepada pasangan 'nomor opat' pada Pilgub 2013. Kandidat Gubernur-Wakil Gubernur 2013-2018 dimaksud yakni Ahmad Heryawan (Aher)-Deddy Mizwar.

Dukungan tersebut dideklarasikan oleh Forum Silaturahim Pedagang Pasar Ciawi (FSPPC) dan Paguyuban Keluarga Pasar Ciawi (PKPC) saat menerima Cagub Ahmad Heryawan di pelataran Pasar Ciawi, Sabtu (16/2). Saat menggelar kampanye menyapa di pasar ini, Heryawan didampingi istri Netty Prasetiyani.

H. Nana, wakil pedagang, saat orasi menyatakan, FSPPC dan PKPC memilih 'Nomor Opat' karena Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar adalah pasangan terbaik di antara kandidat lain. Aher, kata Nana, telah membuktikan kepemimpinan hampir lima tahun memimpin Jabar sebagai Gubernur.

"Aher menjadi Gubernur yang terbanyak mengantongi penghargaan selama menjabat, yakni 92. Beliau juga telah membuktikan diri sebagai pemimpin yang amanah dan antikorupsi," teriak lantang H. Nana.

Sementara sosok Deddy Mizwar adalah budayawan agamis yang juga sarat prestasi di bidang seni. Sederet prestasi Deddy yang lekat dengan julukan 'Jenderal Nagabonar', kata H. Nana lagi, bukti yang bersangkutan salah seorang putra terbaik Jabar.

Mendapat dukungan para pedagang, Aher menyatakan, Pasar Ciawi telah dikenalnya lama. Sebagai Gubernur Jabar periode 2008-2013, ia terlibat dalam perkembangan pasar tradisional yang tertata dengan bangunan permanen ini. "Ini bukan kunjungan saya yang pertama," tutur Aher.

Usai menghaturkan terimakasih atas dukungan keluarga besar pedagang pasar Ciawi, Aher menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pasar tradisional bila kembali memimpin provinsi terpadat ini. Pasalnya, pasar tradional menghidupi dan dimiliki banyak orang.

"Kalau pasar modern dimiliki satu orang, pasar tradisional dipunyai banyak orang. Karenanya wajib terus kita kembangkan," tandas Aher, yang disambut meriah para pedagang. (rls)

Disdik Diminta Segera Pulihkan SDN Banar Pascaambruk

Rabu, 09 Januari 2013 | 20.51

(SEPUTARJABAR.COM, BOGOR)Runtuhnya atap ruang kelas SDN 01 Banar, Sukajaya, Kabupaten Bogor, kemarin, Selasa (8/1) pagi, yang menyebabkan 18 murid beberapa lain luka-luka dan lecet akibat tertimpa runtuhan eternit ruang kelas.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan,Rabu (9/1) di Bogor menyatakan bahwa pihaknya prihatin atas peristiwa tersebut. Pasalnya, ambruknya atap satu ruang guru dan tiga di antara enam ruang kelas terjadi ketika sekolah ini sudah direnovasi (2008).


"Siapapun, tentu prihatin. Bukan cuma karena adanya kerusakan fisik, namun kejadian ini menyebabkan ada murid dan guru terluka, serta mengganggu proses belajar-mengajar," ujar Heryawan yang prioritas program kerjanya hingga tahun kelima menjabat menempatkan sektor pendidikan di urutan pertama, dalam rilis Humas Pemprov kepada seputarjabar.com melalui surel, Rabu (9/1)Sore.

Atap SDN Banar 1 rubuh pada sekitar pukul 07:55 WIB saat murid sedang belajar. Atap tiba-tiba ambruk, padahal tidak ada angin kencang maupun faktor alam lain yang bisa jadi pemicu.

Atas kejadian ini, Heryawan langsung memerintahkan agar jajaran Dinas Pendidikan segera turun tangan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Rustandi pun berada di SDN Banar 1 beberapa jam setelah peristiwa. Rustandi diperintahkan untuk mengambil berbagai langkah yang dibutuhkan.

"Disdik sudah bergerak cepat melakukan tindakan yang memungkinkan proses belajar-mengajar pulih seperti sedia kala. Jangan sampai berlarut-larut. Tentu perbaikan secepat mungkin dilakukan," papar Heryawan.

Heryawan juga memerintahkan jajaran Disdik memberi perharian pada enam murid dan seorang guru yang mengalami luka. Meski, para korban cukup dirawat di rumah.

Untuk mencegah kejadian serupa, Gubernur juga menandaskan, pihaknya segera menurunkan tim terkait yang akan mengecek kondisi seluruh bangunan sekolah. Bagian prioritas yang harus diperiksa yakni konstruksi dinding dan atap. "Intinya, jangan sampai kejadian di SDN Banar 1 terulang lagi," tegasnya.

Hari ini, Rabu (9/1), semua murid diliburkan, termasuk yang duduk di kelas I, II, dan III yang ruang kelasnya tak mengalami apa-apa. Pihak sekolah berencana mencari tempat, seperti masjid, untuk dijadikan ruang belajar darurat selama perbaikan dilakukan.(Edit : Rinto)

Atap Ruang Kelas SDN 01 Banar Runtuh Timpa Murid


(SEPUTARJABAR.COM, BOGOR)  Akibat atap runtuh 18 murid SDN 01 Banar Desa Harkat Jaya, Kabupaten Bogor mendapatkan luka-luka karena tertimpa runtuhan atap yang runtuh.

Kejadian itu terjadi ketika para murid SDN 01 Banar sedang mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan tiba-tiba atap kelas yang berada di ruang kelas 4, 5 dan 6 runtuh dan menimpa murid yang sedang belajar, Selasa (8/1) pagi.

Ke 18 murid yang tertimpa reruntuhan atap kemudian dilarikan ke Puskesmas Sukajaya untuk mendapatkan perawatan diakibatkan luka yang didapat.

Setelah mendapatkan perawatan dari Puskesmas beberapa murid SDN 01 yang tertimpa runtuhan atap ruang kelas tersebut diperbolehkan pulang ke rumahnya.

Sungguh tragis memang sekolahan yang masih tampak baru tersebut baru selesai direnovasi sekitar tahun 2008 lalu dan sekarang atapnya runtuh.

“Kami mengharapkan agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan juga harus mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah dan dinas terkait, masa gedung sekolah baru 4 tahun berdiri  atapnya sudah runtuh” jelas Bachtiar Pengamat Pendidikan kepada Seputarjabar.com melalui ponselnya.

Pengawasan dari Pemerintah dan dinas terkait agar betul-betul selektif dalam penunjukan proyek renovasi sekolah.(Beben)  
Diberdayakan oleh Blogger.