Dede Yusuf Janji Tetap Berkontribusi Bangun Jabar

Sabtu, 15 Juni 2013 | 23.46

(SJO, BANDUNG) - Pasca melepas jabatan sebagai Wakil Gubernur, Dede Yusuf mengaku tetap ingin berkontribusi untuk Jawa Barat. Bahkan dia masih ingin tetap bersinergi dengan mantan pasangannya saat menjabat kepala daerah pada lima tahun ke belakang.

"Saya tetap akan dukung kebijakan Kang Aher, dan saya akan berjuang melalui jalur legislatif menjadi anggota DPR RI dapil Jawa Barat," kata Dede Yusuf, Sabtu (15/6).

Menurutnya kontribusi tak harus selalu melekat dengan jabatan kepala daerah. Banyak cara untuk sama-sama membangun Jabar. "Mari sama-sama kita membangun Jawa Barat agar lebih baik," tandasnya.

Menurut mantan aktor laga ini, banyak kesan bersama Ahmad Heryawan saat menjabat Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013. "Banyak kenangan selama menjabat Wakil Gubernur mendampingi Kang Aher," terangnya. Itu akan menjadi sebuah pengalaman dan pembelajaran dalam kebersamaan membangun Jawa Barat.

Dede Yusuf pasca melepas jabatan Jabar 2 kepada Deddy Mizwar memang akan kembali bersaing merebutkan kursi dewan. Politisi Demokrat itu akan bersaing di Dapil II yang melingkup Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat. (r22/mdc)

Kubu Dede Yusuf-Lex Buka Posko Pengaduan Pilgub Jabar 2013

Kamis, 28 Februari 2013 | 09.07


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Ragukan netralitas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat (Jabar) di Pilgub 2013 ini, kubu cagub-cawagub nomor urut 3, resmikan Pusat Pelaporan Pengaduan Pelanggaran Pilgub Jabar 2013 (P5 Jabar 2013), bertempat di markas babarengan, Jalan Raden Patah, Rabu (27/2/2013) Sore.

Didirikannya pusat pengaduan ini berdasarkan temuan surat edaran KPU Jabar yang merugikan pihak lain, serta adanya potensi penggelembungan suara.

“Kami beritahukan juga kepada masyarakat bahwa kami membuka pusat pelaporan ini, bagi siapapun yang ingin melaporkan temuannya terkait adanya kecurangan dan lainnya silahkan datang kesini” jelas Sunatra Wakil Ketua Tim Kampanye Dede Yusuf-Lex Laksamana.

Selain itu ada pertanyaan besar tentang Pilgub Jabar 2013, “Dengan anggaran sebesar 1 Triliun, masa surat undangan ditulis tidak dicetak, ini jelas tidak beres, saat pilgub jabar 2008 lalu, dengan dana 600 miliar, surat undangan dicetak tidak ditulis” sambung Bob Soelaiman Effendi Ketua Divisi Saksi.

“Menurut kami yang melanggar ini adalah KPU sendiri dengan melanggar Undang-Undang” ujar Sunatra lagi.

Kubu pasangan nomor 3 ini juga akan melaporkan ke Dewan Kehormatan KPU, dan Panwaslu terkait KPU Jabar yang mengeluarkan surat edaran bernomor 194/KPU-Prov-011/II/2013, tertanggal 21 Februari 2013, yang isinya memperbolehkan form C6- KWK dan C1-KWK untuk di fotokopi apabila terjadi kekurangan.(Don)

Dede Yusuf dan Ahmad Heryawan Bersaing Ketat untuk Menang Satu Putaran

Rabu, 20 Februari 2013 | 14.11

(SEPUTAR JABAR COM, BANDUNG) – Makin dekat ke hari H Pilgub Jabar 2013, persaingan diantara kandidat semakin ketat. Namun hasil survei menyebutkan, pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar dan Dede Yusuf-Lex Laksamana tetap paling unggul dibandingkan tiga pasangan lainnya.

Hasil survei Lembaga Indonesia Strategic Institute (Instrat) menyimpulkan, pasangan nomor 4, Ahmad Heryawan -Deddy Mizwar, mengantongi dukungan tertinggi, yakni 37,69 persen. Sedangkan pasangan nomor urut 3, Dede Yusuf-Lex Laksamana menempati peringkat kedua dengan perolehan dukungan 30,20 persen.

Namun hasil survei sebelumnya yang dirilis Pusat Kajian dan Kepakaran Statistika (P2KS) Universitas Pasundan menyimpulkan, pasangan Dede – Laksamana berada di peringkat tertinggi dengan perolehan dukungan 32,7 persen. Sedangkan pasangan Aher-Demiz menempati posisi kedua dengan jumlah dukungan 21,6 persen.

Meski kedua hasil survei tersebut berbeda kesimpulan, namun tetap member gambaran bahwa pasangan Dede Yusuf-Laksamana dan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar tetap merupakan kandidat paling unggul dibandikan calon-calon lain, sebagaimna terungkap dari hasil-hasil survei sebelumnya.

Fenomena lain yang menarik adalah melesatnya elektabilitas pasangan Rieke-Teten. Meski masih dibawah pasangan Aher-Demix\z dan Dede-Lex, namun pasangan yang dicalonkan PDIP ini telah  mengungguli pasangan Yance-Tatang dan Dikdik-Toyib.

Para pengamat memprediksi, hasil-hasil survei tersebut masih memungkinkan mengalami perubahan tergantung situasi politik sampai hari H pencoblosan pada 24 Februari 2013. Namun, kemungkinan besar Pilgub Jabar akan berlangsung dua putaran. (r01)

Rachel Maryam Sampaikan Pesan Prabowo untuk Dukung Dede Yusuf - Laksamana

Selasa, 19 Februari 2013 | 17.13

(SEPUTAR JABAR COM, BANDUNG) - Setelah Ketua Dewan Pembina Partai Gerinda Prabowo Subianto tammpil mendukung pasangan Dede Yusuf - Laksamana dalam kampanye di Cirebon, giliran
anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Rachel Maryam, menjadi  juru kampanye pasangan urut nomor 3 ini di Lapangan Gading Tutuka, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (19/2/2013).

Menurut Rachel, kehadirannya itu membawa pesan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, yang menyatakan percaya bahwa pasangan Dede-Lex Laksama  merupakan pasangan bersih dan bisa bekerja dengan hati.

Rachel mengatakan, Jabar memerlukan pemimpin yang bersih, memiliki integritas dan kredibiltas. Kriteria tersebut dimiliki pasangan Dede Yusuf - Lex Laksamana.


Dalam kampanye yang sama juga hadir Wakil Sekjen DPP PAN Indriati Hamzah, yang menyampaikan pesan dari Ketua Umum PAN Hatta Rajasa, yang mengajak rakyat Jabar untuk mencoblos Dede-Lex dalam pemilihan pada 24 Februari 2013. (r03)

Survei Unpas: Dede Yusuf Diunggulkan Menang Pilgub

(SEPUTAR JABAR COM, BANDUNG) - Sepekan menjelang pencoblosan, pasangan Dede Yusuf Macan Effendi-Lex Laksamana masih diunggulkan memenangkan Pilgub Jabar 2013 berdasarkan survei Universitas Pasundan (Unpas) Bandung.

Survei yang dilakukan antara 28 Januari-14 Februari lalu dengan melibatkan 1.250 responden bermetode cluster random sampling itu dirilis Senin (18/2). Margin of error mencapai 4,9 persen.

"Pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana mendapatkan jawaban 32,7 persen ketika ditanya pasangan mana yang akan dipilih jika Pilgub dilaksanakan pada 14 Februari," tandas Ketua Tim Survei Lab Pendidikan Kewarganegaraan FKIP, Edy Kusnadi.

Survei sendiri dilakukan dua tahap. Di pekan kedua, survei berjalan berbarengan dengan masa kampanye di pekan pertama. Hasil survei tidak jauh berbeda. Dede-Lex tetap berada di posisi tertinggi.

Pencapaian mantan aktor yang masih menjabat sebagai Wagub dan mantan birokrat itu dibayangi pasangan incumbent lainnya, Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar yang berada di tempat kedua sebesar 21,6 persen.

Duet Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki berada di tempat ketiga dengan suara 15,9 persen. Irianto MS Syafiuddin-Tatang Farhanul Hakim 14,6 persen, dan pasangan jalur independen, Dikdik Muliana Arief Mansur-Cecep Toyib 9,5 persen.

Survei juga mengungkapkan bahwa masyarakat Jabar yang mengetahui pelaksanaan Pilgub mencapai 59,80 persen sedangkan yang tidak tahu 40,20 persen. Golput diprediksi mencapai 23,7 persen. (r03)

Dede Yusuf Minum Jamu di Pasar Jumat Purwakarta

Minggu, 17 Februari 2013 | 19.18

(SEPUTAR JABAR COM, PURWAKARTA) - Pasangan cagub/cawagub Jawa Barat yang diusung Koalisi Babarengan, Dede Yusuf Macan Effendi-Lex Laksamana berkampanye di Pasar Jumat, Kabupaten Purwakarta, Minggu (17/2/2013). Di sela kunjungan ke pasar tersebut, Dede Yusuf minum jamu pegal linu dari seorang pedagang.

"Bu, pesan jamu untuk pegal linunya satu ya," kata Dede Yusuf, sambil menunggu jamu disajikan.  

Dede mengatakan, harus ada penataan ulang mengenai konsep pasar tradisional dan modern. Ia menilai, lokasi pasar tradisional yang ada di Provinsi Jabar untuk ke depannya, jaraknya tidak boleh berdekatan dengan pasar modern.

Sehingga, lanjut dia, para pedagang kaki lima bisa semakin jelas dan nyaman berjualannya. Ini artinya, menurut Dede, perlu ada pengaturan dan pengawasan yang baik oleh pemerintah.

"Saya ingin membuat konsep pasar modern dan tradisional dikemas dengan baik. Artinya, untuk pasar modern dan tradisional itu tidak bersatu. Saya kasihan pedagang yang jualan di kaki lima. Mereka itu sangat perlu diperhatikan oleh pemerintah," kata dia.

Dede mengaku senang ketika di pasar tradisional sudah dibangun kios-kios yang ditata rapi untuk berjualan.

"Kalau bangunan pasar tradisional dibuat banyak seperti kios-kios, secara otomatis akan mendorong para pedagang di kaki lima semakin tertib," ujarnya.

Sebelum ke Kabupaten Purwakarta, terlebih dulu Dede mengunjungi Kabupaten Karawang. Di sana cagub yang diusung Demokrat, Gerindra, PAN dan PKB ini melakukan senam bersama warga di lapangan Karang Pawitan.

Lalu berkunjung ke pasar tumpah Galuh Mas, Teluk Jambe, menghadiri Maulid Nabi di lapangan Kopel, Klari dan mancing babarengan di Ciseureuh. (r07)

Dede Yusuf Janjikan Pemerintahan Bersih untuk Menyejahterakan Rakyat Jabar

(SEPUTAR JABAR COM, BANDUNG) -- Calon Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf menggelar kampanye akbar di Lapangan Imbanagara, Ciamis, Sabtu. Di bawah guyuran hujan, Dede Yusuf menemui ribuan pendukungnya yang hadir.

Dalam orasinya, calon gubernur yang diusung oleh Koalisi Babarengan ini (Partai Demokrat, PAN, Partai Gerindra dan PKB) memberikan semangat kepada masyarakat yang hadir supaya tidak salah memilih pemimpin yang akan jadi Gubernur Jawa Barat periode 2013-2018.

"Tentunya kita ingin pemerintahan bersih yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat Jabar," kata Dede Yusuf dalam siaran persnya.

Dirinya dan Lex Laksamana, kata Dede Yusuf, merupakan pasangan yang paling ideal karena pendampingnya di Pilgub Jabar ini seorang yang memiliki pengalaman di birokrat.

"Wakil saya, Bapak Lex Laksamana sudah tujuh tahun menjabat sebagai Sekda Provinsi Jabar. Jadi sudah tidak diragukan lagi kemampuannya membina birokrasi dalam reformasi kepegawaian," ujar Dede.

Ia berjanji, dengan program unggulannya bisa menyelesaikan masalah di Jabar diantaranya dengan program unggulan pemberian kartu Tri Bakti untuk warga miskin.

Pemegang kartu Tri Bakti akan mendapatkan pelayanan prioritas yakni pendidikan gratis, kesehatan, bebas biaya sekolah sampai SMA, biaya jaminan kartu kredit, bebas biaya sertifikasi lahan produktif bagi petani miskin.

Dalam kampanye tersebut pasangan Dede Yusuf-Laksamana di dampingi oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan), Azwar Abu Bakar dan Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Iwan Sulanjana. (r04)

Dede Yusuf Nonton Bareng Tiga Sekawan di BIP

Kamis, 24 Januari 2013 | 08.54


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Dede Yusuf hadiri pemutaran dan nonton bareng film Indonesia terbaru berjudul “Tiga Sekawan” di bioskop 21 Bandung Indah Plaza (BIP), Selasa (22/1). 

Dede Yusuf dalam film tersebut berperan sebaga ketua Pramuka Kwarcab Bandung.

Film yang menceritakan persahabatan 3 orang anak SD yang merupakan anggota pramuka ini diperankan oleh Rizky Black, Stephanie Husen, dan Dandy Rainaldy. Dimeriahkan juga oleh artis-artis senior seperti Rizki Hanggono, Virnie Ismail, Monica Oemardi, dan Tieke Priatnakusumah.

Film yang sebagian besar mengambil setting di daerah Jawa Barat seperti di daerah gunung Puntang, Banjaran,dan Puncak Bogor.(Beno)

Kemenkop RI dan UKM 2013 Jawa Barat Prioritas Utama Penyaluran Dana Bergulir

Rabu, 16 Januari 2013 | 07.06


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Kementerian Koperasi dan UKM RI melalui Lembaga Penyaluran Dana Bergulir (LPDB) menggelar sosialisasi bertajuk “Sosialisasi Program Penyaluran Dana Bergulir” bertempat di Gedung Senbik, Jalan Soekarno Hatta No.729 C, Selasa (15/1).

Agus Muharram mengatakan Jawa Barat menjadi prioritas utama dalam peningkatan program Usaha Kecil Mikro.

“Jawa Barat menjadi prioritas utama Kemenkop dan Ukm RI dalam program ini, tahun ini kita fokuskan sebesar 300 Miliar untuk jawa barat” ujar Agus Muharram mewakili Menteri Koperasi dan UKM.

Dalam program ini Kemenkop dan UKM RI menggandeng Lembaga Penyaluran Dana Bergulir (LPBD)untuk penyaluran dana bergulir Tahun 2013 sebesar 300 Miliar.

“Untuk tahun ini kita keluarkan sebesar 300 Miliar dana APBN untuk Jawa Barat, mudah-mudahan tahun depan akan kita tingkatkan sampai 600 Miliar”.

Menurut Kemas Daniel yang juga Direktur LPDB dana tersebut akan digulirkan melalui LPBD untuk disalurkan ke Koperasi-koperasi di Jawa barat melalui Channel Link.

“Kita akan salurkan dana ini melalui Channel Link, ataupun mayarakat dapat langsung mendatangi koperasi-koperasi yang menjadi Channel Link. Tentunya dengan persyaratan yang sudah lengkap, proses mudah, tidak rumit seperti ke bank” ujarnya.

Kemenkop dan UKM RI menargetkan 300 Miliar dapat terserap dengan baik di Jawa Barat dengan program ini.(Don)

Wagub Jabar Sosialisasikan Program Penyaluran Dana Bergulir 300 Miliar


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Dede Yusuf hadiri  “Sosialisasi Program Penyaluran Dana Bergulir” Kementerian Koperasi (Kemenkop RI) oleh Lembaga Penyaluran Dana Bergulir (LPDB) – Kredit Usaha Kecil Mikro (KUKM), di Gedung Senbik, Jalan Soekarno Hatta No.729 C, Bandung, Selasa (15/1).

Wagub Jabar mengatakan pentingnya perbaikan ekonomi rakyat jawa barat diantaranya dengan mempermudah masyarakat untk mengakses permodalan.

“Perbaikan ekonomi di jawa barat harus kita lakukan melalui penguatan Usaha Kecil  Mikro disamping itu adanya kemudahan masyarakat untuk mengakses permodalan, saat ini yang terjadi masyarakat sulit untuk mengajukan pinjaman modal, contohnya pinjaman ke bank” ujarnya.

Dengan adanya program pemerintah seperti Penyaluran Dana Bergulir oleh Kemenkop RI dan UKM oleh LPDB ini, sangat baik sekali karena mudah di akses dan syaratnya tidak terlalu rumit.

“Dengan masyarakat mengajukan pinjaman modal ke LPDB  hanya membutuhkan waktu yang singkat kemudian modal didapat dengan tentunya dibawah bunga bank”

Selain itu Wagub menekankan pentingnya penguatan di sentra Usaha Kecil Mikro karena selain dengan hanya menggunakan modal kecil juga dapat menyerap Tenaga Kerja yang lebih banyak.

“Tingkat pengangguran di Jawa Barat hampir 10,5 persen, dengan adanya masyarakat pelaku usaha kecil dan bantuan modal dari LPDB, tentunya dapat menyerap tenaga kerja lebih besar dan dapat menekan angka pengangguran”

Pemerintah berharap agar kedepannya program ini dapat menarik minat masyarakat tentunya untuk menggiatkan Usaha Kecil Menengah.

Tahun 2013 ini Kemenkop RI melalui LPDB menggulirkan dana sebesar 300 Miliar yang akan disalurkan melalui Channel Link, Koperasi-koperasi di Jawa Barat.(Don)

Wagub Jabar Dede Yusuf Resmikan Lingkungan Harmoni Sentra Pengrajin Tahu Cibuntu

Kamis, 20 Desember 2012 | 15.05


(SJO, BANDUNG) Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Dede Yusuf siang tadi meresmikan  Lingkungan Harmoni Sentra Pengrajin Tahu Cibuntu, Kamis (20/12) siang.

Peresmian Lingkungan Harmoni Sentra Pengrajin Tahu ini untuk mengakomodir usaha para pengrajin tahu cibuntu.

Selain itu Wagub Jabar Dede Yusuf dalam kunjungannya sempat meninjau sekolah dasar (SD) yang terletak tidak jauh dari lokasi Lingkungan Harmoni Sentra Tahu Cibuntu.

Dalam kesempatan ini diserahkan bantuan kepada kelompok pembuat tahu berupa tempat penampungan air/ toren dengan kapasitas penampungan  5000 liter sebanyak 2 buah.

Bantuan juga diberikan untuk SD berupa buku dan peralatan olah raga mulai dari tenis meja, bola, dan raket.(Sayah Andi) 

Kunjungan Ke Cirebon Wagub Jabar Menginap di Rumah Warga

Jumat, 14 Desember 2012 | 06.16


(SJO, CIREBON) Dalam kunjungan yang kesekian kali ke Cirebon kali ini Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf kembali menginap di salah satu rumah warga miskin, nenek Minta (83).

Nenek Minta warga Jagapura Lor ini merasa bangga bercampur haru rumahnya dikunjungi pejabat.

Sejak dilantik menjadi Wagub Jabar 2008 lalu, Dede Yusuf lebih memilih untuk menginap di rumah warga dimana acara kunjungan tersebut dilakukan.

Sebagai artis yang terjun ke politik, sosok ke artisannya tetap melekat kental, meski hampir satu periode menjadi Wagub, tetap saja masyarakat mengenal dirinya sebagai artis

“Priben kita ngertine dede yusup iku artis jeh” ujar Asyhari warga Klayan yang sedang menjajakan kue Intip khas cirebon  di Trusmi Sentra Kerajinan Batik Cirebon, Kamis (13/12).

Sebelumnya Wagub Jabar tersebut berkeliling ke tiga wilayah di daerah pantai utara Jawa (Pantura)  Jawa Barat, Subang, Indramayu, dan terakhir Cirebon kemudian kembali ke Bandung.(Kontri Atep)

Dede Yusuf Kemudikan Bus Damri, Pengawal Panik

Selasa, 11 Desember 2012 | 13.44


(SJO, BANDUNG) Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf mengemudikan Bus Damri  di Terminal Ledeng, sontak mengejutkan orang-orang yang berada di sekitar Terminal.

Secara tiba-tiba Dede Yusuf  menaiki Bus dan menyalakan mesin , lampu dan menjalankan beberapa meter .

Tentunya hal itu membuat panik para pengawalnya, maklum itu khan mobil tua, jelas salah satu orang yang turut mengawal kedatangan Wakil Gubernur Jawa Barat tersebut.

Dede sempat bertanya kepada salah satu penumpang yang sedang menunggu angkutan untuk pulang ke subang.

“Bapak bade kamana, Kumaha pak nyaman terminalnya ?” tanya Dede di Jalan Dr Setiabudi, Terminal Ledeng, Selasa (11/12) Siang.

Beberapa orang melambaikan tangan ke Dede Yusuf dari rumah-rumah tingkat disekitar Terminal Ledeng.(Don)
   

Dede Yusuf Datangi Warung Pedagang Sekitar Terminal Ledeng


(SJO, BANDUNG)  Dede Yusuf  (DY) bersama anggota Dprd Propinsi Jawa Barat Sugianto Nangolah sambangi warung pedagang kecil di Terminal Ledeng.

Dalam kesempatan ini Dede menyempatkan ber dialog bersama pedagang kecil,

“Kumaha dagangna rame, kengeng sabaraha sa dinteun aya Satu juta Sa Dinteun” tanya Dede kepada salah satu pedagang kecil yang berjualan di sekitar Terminal Ledeng, yang kemudian disambut riuhan dari pedagang, Selasa, (11/12) Siang.

Salah satu warung yang mendapatkan perhatian serius ketika Dede Yusuf masuk ke dalam warung potong rambut, sontak membuat orang-orang terkejut.

“Sugan teh aya naon, kirain mau dipotong rambut pak Wagub teh”  ujar wawan salah satu pengunjung tempat potong rambut tersebut.(Don)

Dede Yusuf Meninjau Kondisi Terminal Ledeng


(SJO, BANDUNG) Kedatangan Dede Yusuf ke Terminal Ledeng  untuk melihat kondisi terminal dan berdialog bersama Kepala Terminal Ledeng, mengenai prasarana yang ada.

Dalam kunjungan ini Dede Yusuf sempat menanyakan luas areal Terminal Ledeng yang menurutnya luas terminal itu kurang ideal atau terlalu kecil.

“Perlunya area hijau atau open space dan perluasan teminal, Dinas Perhubungan harus mulai lakukan studi untuk memecahkan solusi kemacetan dalam hal ini termasuk titik penyebab kemacetan” ungkapnya saat berkunjung ke Terminal Ledeng, Jalan Dr Setabudi, Kota Bandung, Selasa (11/12) Siang.

Seperti diketahui terminal ledeng menjadi titik kemacetan letaknya yang kecil tidak cukup menampung jumlah angkutan yang masuk ke dalam terminal, sehingga banyak angkutan umum yang lebih memilih untuk berhenti di badan jalan.(Don)

PAN Dukung Duet Dede Yusuf-Lex Laksamana

Kamis, 08 November 2012 | 14.11

BANDUNG--Pemilihan gubernur (pilgub) Jabar bertabur bintang. Setelah PDIP resmi mengusung Rieke Diah Pitaloka, Partai Amanat Nasional (PAN) menyampaikan secara resmi mengusung pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana di Pemilihan Gubernur Jabar 2013.

Ketua Tim Pilgub PAN Jawa Barat, Sukmana,mengatakan PAN secara resmi mengusung pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana untuk berlaga dalam Pilgub Jabar 2013. Partai yang dipimpin Hatta Rajasa ini berencana segera mendaftarkan pasangan tersebut ke KPU Jabar.

Sukmana mengatakan duet mantan artis dan mantan Sekda Jabar ini sudah dibicarakan secara intens dengan DPP Demokrat. Dari sekian nama yang diusulkan PAN pada Demokrat, akhirnya Lex terpilih karena dianggap layak.

Pasangan ini direncanakan akan dideklarasikan ke publik pada Kamis ini atau Jumat (9/11/2012) besok.
“Setelah dideklarasikan, keduanya akan didaftarkan ke KPUD,” katanya.

Pasangan ini selain diusung oleh Demokrat dan PAN menurut Sukmana kemungkinan besar akan didukung oleh Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa.

Pihak Demokrat sendiri belum memberikan konfirmasi terkait pengusungan pasangan ini. Dari informasi yang diperoleh bisnis-jabar, pasangan ini menunggu kepulangan SBY dari Laos hari ini.

Lex Laksamana sendiri selama ini sudah masuk dalam daftar figur yang disusun tim sukses Dede Yusuf Macan Center. Dalam beberapa survei yang digelar, pasangan ini mengungguli pasangan dari partai lain.(spo)

Popularitas Dede Yusuf Masih Tertinggi

Selasa, 30 Oktober 2012 | 18.56


BANDUNG--Yusuf Macan Effendy masih menjadi calon gubernur yang paling berpeluang memenangkan Pilgub 2013. Popularitas dan elektabilitasnya belum tergoyahkan merujuk hasil survei terbaru yang dilakukan pada pertengahan Oktober lalu.

Lingkar Studi Informasi & Demokrasi (eLSID) melakukan survei terhadap 610 responden yang mempunyai hak pilih. Berdasarkan jumlah sample ini diperkirakan margin of error-nya sekitar 4,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan antara 11-17 Oktober 2012.

Menurut Direktur  eLSID, Dedi Barnadi, popularitas Dede Yusuf mencapai 92,4 persen sedangkan elektabilitas sekitar 17,2 persen. Dipasangkan dengan calon lainnya, pamor Wagub Jabar itu juga terjaga terlebih dengan kader PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka.

"Elektabilitas pasangan tersebut mengungguli pasangan lainnya dalam simulasi yang dilakukan kepada responden hingga 49,8 persen," tandasnya di Bandung, Senin (29/10).

Saingan Dede Yusuf, Gubernur Ahmad Heryawan meningkat secara popularitas 72,5 persen. Elektabilitasnya naik sedikit hanya 0,2 menjadi 15,4 persen. Rieke begitu mengumumkan kesiapannya turun di Pilgub, popularitasnya melejit 75,9 persen kendati tingkat keterpilihan sekitar 11,8 persen.

"Terjadi peningkatan elektabilitas yang cukup signifikan DY dan RDP dibanding survei Januari 2012, DY naik sebesar 10.2 persen sementara RDP naik sebesar 9 persen," katanya.

Tiga nama itu disebutnya merupakan figur yang paling didukung. Kendati pun banyak nama meramaikan seperti kader Golkar, Irianto MS Syafiuddin alias Yance, aktivis antikorupsi Teten Masduki, dan calon independen Kapolda Sumsel Irjen Pol Dikdik Mulyana Arief Mansyur, ketiganya masih unggul.

Khusus Dede Yusuf, Dedi menilai pencapaiannya sejauh ini bukan jaminan memenangkan pemilihan. Sisa waktu selama 4 bulan akan menentukan. Karena anomali masih bisa terjadi terlebih 47,8 persen responden menyatakan bisa berbalik pilihan karena menunggu perkembangan.(red)

Dede Yusuf Calon Paling Populer Versi Survei

Rabu, 24 Oktober 2012 | 16.35

Yusuf Macan Effendi (lahir di Jakarta, 14 September 1966; umur 46 tahun) atau lebih dikenal dengan nama Dede Yusuf adalah seorang aktor Indonesia yang terkenal akan film-film laganya. Dia juga adalah salah seorang anggota DPR dari PAN periode 2004-2009, dan saat ini merupakan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat periode 2008-2013.

Dede Yusuf merupakan anak kedua dari pasangan (alm) Ir. Tammy Effendi asal Minangkabau dan Rahayu Effendi (Sunda). Kakaknya adalah Bob Soelaiman Effendi. Ayahnya bekerja sebagai Direktur di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Sementara Ibunya seorang penari di Istana Bogor dan Pramugari Garuda yang beralih profesi menjadi bintang film pada awal tahun 1965. Saat Dede lahir, salah satu film ibundanya, Macan Kemayoran menuai sukses. Sehingga ayahnya menamakan “Macan”. Agar tidak terkesan galak, kakek Dede menambahkan nama “Yusuf”.

Awalnya keluarga Dede masih menumpang di rumah sang kakek Roestam Effendi (pujangga prosa angkatan 1945). Saat Dede berusia 8 tahun, orang tuanya berpisah. Dede dan kakaknya selalu berganti-ganti rumah, kadang di rumah ayah, kadang di rumah ibu. Kondisi tersebut membentuk karakter Dede menjadi agak badung dan nakal. Untuk meredam hobi berkelahinya, ayahnya mengikutkan Dede dalam kegiatan silat. Dede juga mempunyai hobi membaca komik. Hobi ini begitu mempengaruhinya sehingga Dede bercita-cita menjadi manusia super seperti Batman atau Superman dan astronot.

Peristiwa perceraian orang tua Dede tidak hanya berdampak negatif. Akibat perpisahan itu, Dede menjadi sosok yang mandiri. Bahkan pada usia 10 tahun Dede sudah menjalankan bisnis penyewaan komik kepada teman-teman di sekolahnya.
Sejak SMP Dede sudah mengikuti program weight training ala idolanya, Arnold Schwarzenegger. Sehingga tubuh Dede menjadi lebih kekar daripada teman seusianya saat itu. Dede pun tidak hanya mempelajari silat. Berbagai jenis olah raga bela diri dicobanya, seperti Karate, Kungfu, Kempo, Jujitsu, dan Taekwondo yang telah sampai pada tingkat DAN-IV Kukkiwon (fourth Dan).

Tak hanya berlatih, Dede juga mengikuti kompetisi bela diri, mulai dari kejuaraan cabang hingga tingkat nasional dari tahun 1982 hingga 1990. Dede pernah meraih gelar Juara Nasional Taekwondo kelas ringan tahun 1984 dan kelas ringan berat 1988. Dia pun terdaftar sebagai team nasional Indonesia selama beberapa tahun berturut turut. Sampai akhirnya dia berhenti bertanding dan konsentrasi melatih murid-muridnya di DOJO / DOJANG (sebutan untuk club bela diri). Termasuk mendirikan perguruan Taekwondo seperti Sembrani Club, BRI club, SMA 6 club, Pangudi Luhur Club, dll
Kesukaan Dede pada beladiri, membuatnya berkeinginan menjadi bintang laga seperti Bruce Lee atau Chuck Norris. Dede pun rela mengikuti berbagai macam casting. Dia juga sering menjadi pemain figuran yang mendampingi bintang laga kala itu seperti Barry Prima, George Rudy, dan Advent Bangun. Dede juga menerima tawaran sebagai model di majalah-majalah ibukota. Dengan tekad untuk memasuki dunia showbiz sepenuhnya, Dede rela meninggalkan kuliah pada tahun keempatnya di Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti.

Kesempatan datang pada tahun 1986 dengan debut pertamanya sebagai peran pembantu di film Catatan Si Boy besutan sutradara Nasri Cheppy. Setelah itu, Dede semakin sering bermain film dan (juga) serial televisi. Serial televisi yang melambungkan namanya adalah Jendela Rumah Kita di TVRI dengan peran sebagai Jojo yang mampu bertahan selama 4 tahun (1989-1992).

Pada tahun 1992, Dede diajak oleh Ani Sumadi untuk memandu kuis Tak Tik Boom yang bertahan di papan atas rating televisi selama 6 tahun (1992-1998). Dede juga menjadi bintang iklan beberapa produk, di antaranya Tira Jeans, Homy Ped, Bosowa Motor, dan Green Sands, serta Bodrex. Bahkan Dede telah menjadi bintang iklan Bodrex selama 14 tahun.

Setelah meninggalnya sang ayah di penghujung tahun 1993, peran Dede berubah dari drama menjadi action. Serial action yang pernah dibintangi Dede adalah Jalan Makin Membara yang masuk nominasi Award Televisi. Dede juga membintangi dan menyutradarai film Reinkarnasi (2000) yang berhasil meraih pernghargaan sebagai Film Laga Terpuji Festival Film Bandung 2000.

Selain dikenal sebagai aktor, mantan foto model ini juga dikenal sebagai presenter, produser dan sutradara handal. Bahkan Piala Vidia Madya-FFI 1994 pernah dikoleksinya dari cerita serial Sepeda Anak Pak Uztad yang disutradarainya.

Dede berkenalan dengan dunia politik sejak bergabung dengan Kosgoro tahun 1992 sebagai salah satu pengurus pusat. Namun akhirnya dunia perfilman lebih menarik. Dede pun maju sebagai kandidat Ketua Umum PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia) yang akhirnya dimenangkan Sys NS, sedang Dede menempati posisi sebagai Sekjen PARFI. Seiring kesibukannya untuk syuting, Dede akhirnya meletakkan jabatan itu. Akhirnya dunia politik praktis menariknya kembali. Dede mendaftar sebagai calon legislatif dari PAN untuk daerah pemilihan Jabar IX (Kuningan-Ciamis-Banjar). Dede pun terpilih sebagai Anggota Legislatif untuk masa jabatan 2004-2009 dan duduk di Komisi VII yg membidangi Energi, lingkungan Hidup, Minyak dan Gas serta Ristek.

Dede menikah dengan Ir.Sendy Ramania Wurandani pada awal tahun 1999 setelah berpacaran selama 7 tahun. Mereka berkenalan saat Dede menjadi pelatih Tae Kwon Do di SMA Tarakanita. Saat itu Sendy menjadi seorang Mayorette/Field commander dari Drum Band Tarakanita. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai dua orang anak, Alifiya Arkana Paramita (Lifi) dan Kaneishia Lathifa Zahra (Neishia). (sumber: wikipedia)

Dede Yusuf Safari Ramadan di Depok

Jumat, 10 Agustus 2012 | 22.02

(SJ) - Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Jabar) 2013 memang sebentar lagi, salah seorang bakal calon gubernur Jabar Dede Yusuf mulai gencar melakukan "kampanye" di wilayah Jabar.

Seperti di Depok, Dede bersama Ketua DPRD Jawa Barat Irfan Suryanegara yang berasal dari Partai Demokrat menggelar safari Ramadan dengan melaksanakan bakti sosial, Jumat (10/8).

Dalam orasinya, Dede mengklaim bahwa Jabar sudah menyalurkan banyak anggaran untuk 26 kabupaten kota, seperti anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp90 miliar dan anggaran untuk perbaikan jalan di Depok sebanyak Rp40 miliar.

"Tugas kami untuk saling berbagi, lewat baksos. Ini diharapkan dapat menyentuh warga dengan langsung untuk 2.000 warga. Selaku wagub, saya setiap ada kegiatan seperti ini akan ikut serta, apalagi dari Partai Demokrat tempat saya bernaung," tuturnya dalam pidatonya.

Pada kesempatan yang sama, Dede juga berdialog dengan sejumlah ibu rumah tangga yang mengeluhkan permasalahan di Depok, salah satunya jalan rusak, macet, kesehatan, dan pendidikan. Dede pun mengkritik wali kota Depok Nur Mahmudi Ismail yang belum bisa menyerap anggaran secara optimal.

"Padahal sudah banyak anggaran yang digelontorkan untuk Depok tapi mengapa sampai saat ini masih banyak keluhan. Ini PR bagi wali kota Depok, kalau ibu-ibu perlu dan butuh apa-apa, nanti ya tunggu saya di 2013 untuk maju lagi," tegasnya.

Mendengar hal tersebut, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail justeru balik menyentil kedua pejabat.

"Saya sudah sering minta agar anggaran ditambah dari Jawa Barat, tapi oleh Pak Irfan malah enggak dikasih-kasih. Jangan sampai nanti malah enggak kepilih lagi lho dari dapil Depok," kelakarnya.(wpo)

Dede Yusuf Sebar Kartu Lebaran

(SJ) - Wagub Jabar Dede Yusuf mengaku kembali membuat kartu ucapan selamat Lebaran untuk tahun ini. Namun dananya dari kocek sendiri. Kartu itu akan dikirim ke rekan-rekannya dan tokoh masyarakat.

"Saya bikin (kartu Lebaran), tapi pribadi ya. Kalau pribadi saya bikin," ujar Dede saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Jumat (10/8/2012).

Ia menegaskan, tahun ini ia tidak membuat kartu serupa dari dana APBD seperti tahun lalu. "Sudah ada surat kan dari Mendagri waktu itu bahwa kartu Lebaran sebaiknya bikin pribadi, tidak menggunakan uang negara," tuturnya.

Ditanya soal alasan membuat kartu ucapan selamat Lebaran, ia kemudian memaparkannya. "Bagaimanapun kita punya kolega, mitra, dan lain sebagainya, termasuk tokoh masyarakat. Itu bagian dari silaturahmi saja," jelas Dede.

Namun ketika ditanya apakah di kartu Lebaran ia berperan sebagai wagub atau cagub, ia menjawab singkat. "Sebagai Dede Yusuf saja," tandasnya.

Sementara itu sebelumnya Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengaku tak membuat kartu lebaran untuk tahun ini. "Kagak, kagak bikin," elaknya.(dtb)
Diberdayakan oleh Blogger.