Pasangan Dikdik-Thoyib Yakin Bisa Meraup Suara dari Pemilih Mengambang

Minggu, 17 Februari 2013 | 11.33

(SEPUTAR JABAR COM, BANDUNG) - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat Dikdik Mulyana Arief dan Cecep Nana Suryana Toyib merasa diremehkan karena berbagai survei menempatkan pasangan ini pada urutan terakhir dalam popularitas dan tingkat keterpilihan. Namun, mereka meyakini bisa meraup suara dari pemilih mengambang dan kelompok masyarakat yang kecewa pada partai politik.

Menurut pasangan dari jalur perseorangan ini,  berbagai survei itu menunjukkan ada 80 persen massa di Jabar yang belum menentukan pilihan atau masih mengambang. Selain itu, berbagai kasus korupsi yang menerpa kader parpol, juga menjadi salah satu pemicu kekecewaan masyarakat terhadap calon dari parpol. ”Pimpinan dari parpol sudah diberi kesempatan oleh rakyat dan ternyata banyak kasus yang menimpa mereka. Sekarang yang belum diberi giliran itu calon perseorangan,” kata Dikdik.

Dikdik sebelumnya juga pernah mengungkapkan tidak akan menggelar kampanye terbuka, karena memelukan biaya besar tapi mubazir. Kandidat jalur independen ini lebih memilih gaya blusukan mendatangi pusat kegiatan warga seperti pasar tradisional.

Gaya blusukan itu, kata Dikdik, lebih efektif untuk mendengar langsung keluhan rakyat. Seperti misalnya keluhan para pedagang menolak rencana Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, untuk memindahkan pasar ke Desa Citeko. Alasannya, lokasinya terlalu jauh dari pemukiman sehingga dikhawatirkan mengganggu omset para pedagang. (r03)

Pasangan Dikdik-Cecep Deklarasikan Slogan Tawadu

Rabu, 07 November 2012 | 12.15

BANDUNG--Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat dari jalur perseorangan Dikdik Mulyana Arif Mansur-Cecep NS Toyib mengusung jargon 'Tawadu' untuk strategi pemenangan Pilgub Jabar 2013.

Tawadu menurut mantan Kapolda Sumatera Selatan itu artinya Tertib, Aman, Wibawa, Asri, Dinamis dan Unggul.

"Kita harapkan dengan cara itu dapat membawa perubahan untuk Jabar yang lebih baik," kata Dikdik, di KPU Jabar, Selasa (6/11).

Dia mengatakan, visi Tawadu akan terus diusung dalam strategi pemenangan Pilgub Jabar, bahkan jika nanti terpilih. "Dengan Tawadu, mudah-mudahan Jabar lebih baik," ujarnya.

Jika terpilih, kata Dikdik, pihaknya juga akan mengusung enam misi dalam memimpin Jabar nanti. Salah satu fokus visi tersebut adalah peningkatan pelayanan kesehatan, pendidikan hingga membentuk sumber daya manusia yang agamis dan cerdas.

"Kami juga meminta doa agar bisa menjalankan amanah itu," tandasnya.

Dia saat ini tak ambil pusing soal peta persaingan yang cukup ketat dalam Pilgub Jabar 2013. Menurutnya, fokus terhadap apa yang bisa dilakukan adalah hal terpenting.

"Saya tidak mau mengistilahkan melawan. Kita ga mau. Kalau mereka menempatkan itu ga masalah. Karena orang yang mau menjadi calon itu ibarat jihad. Kita serahkan semua jiwa raga untuk masyarakat," tuturnya.

Pasangan ini pun kini tinggal menunggu hasil verifikasi faktual dari KPU Jabar. Meski sudah melewati tahap awal, namun dalam penghitungan berkas dukungan dari 1,8 juta menyusut hampir 50 persennya. Sebagai syarat, pasangan ini kembali mengumpulkan berkas dukungan dikali dua. KPU pun memberi waktu hingga 8 Desember 2012. (mdo)
Diberdayakan oleh Blogger.