Daging Sapi Impor Didistribusikan di Halaman Gedung Sate

Kamis, 25 Juli 2013 | 16.37

(SJO, BANDUNG) -Daging Sapi impor, mulai didistribusikan. Pendistribusian dilaksanakan pada kegiatan Pasar Ramadhan yang berlangsung di Halaman Gedung Sate (25/7).

Dalam pemantauan atas kegiatan tersebut, masyarakat membeli daging sapi dengan harga dibawah pasar. Sebagai gambaran untuk daging sapi jenis paha, masyarakat bisa membeli seharga Rp.90.000,- per Kg sementara di pasar harga daging sapi jenis tersebut sebesar Rp.95.000,- per Kg.

Terkait dengan pendistribusian daging sapi impor, Kepala Divre Bulog Jabar, Usep Karyana dalam keterangannya kepada wartawan di sela-sela kegiatan Pasar Ramadhan mengatakan pendistribusian kali ini disebabkan sudah ada usulan diantaranya dari APDASI.

Setiap usulan akan diakomodir termasuk usulan dari aparat pemerintah mulai Pemda sampai pemerintah di tingkat Kecamatan dan Kelurahan. Selama usulan pengajuan untuk pendistribusian daging sapi impor pihak Bulog siap memfasilitasi.

Usulan distribusi sapi impor berpeluang banyak mulai H-10. Agar tepat sasaran pendistribusian  harus melibatkan pihak Kecamatan dan Kelurahan. Jika ada usulan distribusi daging sapi impor bisa dilaksanakan di pasar-pasar tradisional. Dalam teknis pelaksanannya daging tersebut disebar kepada pedagang pengecer tetapi dikoordinasikan melalui APDASI.

Soal harga bervariasi tergantung jenis daging sapi, untuk jenis paha menempati harga tertinggi. Melalui pasar murah harga daging sapi yang jatuh kepada konsumen, ujar Usep  sesuai dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah. (r22)

Pasar Baru Jadi Pusat Buruan Busana Muslim

Minggu, 21 Juli 2013 | 17.37

(SJO, BANDUNG) - Menjelang bulan suci Ramadhan, kaum muslimin mulai disibukan dengan mencari pakaian muslim, mulai dari kerudung, hingga aksesoris kerudungnya, seperti jepit, bros dan lainnya. Tak hanya kerudung yang menjadi incaran kaum muslim, mukena untuk sholat tarawih dan shulat sunnat iedul fitri pun  dicari.

Hal ini kemudian dilirik oleh sebagian pedagang kecil baru yang kemudian bermunculan memanfaatkan bulan suci ramadhan ini dengan ikut menjadi penjual pakaian muslim, seperti yang banyak dijajakan di sepanjang jalan Pasar Baru, kawasan Pertokoan Pasar Baru.

“Bulan suci ramadhan ini, saya memang sengaja memanfaatkannya untuk berjualan kerudung. Dihari biasa, saya berjualan baju.

Banyak kaum muslim yang sengaja membeli kerudung, baik kerudung pasmina, kerudung KCB, dan kerudung katun paris. Namun saat ini pembelian kerudung pasmina dan KCB lebih banyak digemari dibandingkan dengan kerudung katun paris, mungkin karena kerudung pasmina lebih mudah untuk dimodifikasikan menjadi bermacam-macam bentuk, seperti yang digunakan para hijabers. Kadang kerudung pasmina pun dinamai kerudung hijab,” ujar Utang, pedagang kerudung di kawasan Pasar Baru.(prv)
Diberdayakan oleh Blogger.