Banjir Masih Ancam Bandung Sampai Ahir April

Selasa, 23 April 2013 | 23.21


(SJO, BANDUNG) - Berdasar prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mulai selasa (23/4) hingga Ahad (28/4), Kabupaten Bandung akan diguyur hujan malam hari. Sementara suhu udara malam hari diperkirakan berkisar antara 19 hingga 21 derajat celcius sedangkan siang hari antara 27 sampai 29 derajat celcius.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Marlan  rumah yang terendam akibat banjir selama April 2013 sebanyak 20.459 unit, yang dihuni 50.589 jiwa. Dari jumlah rumah terendam tersebut, 11 di antaranya rusak berat, 26 rusak sedang, dan 33 rusak ringan.

Selama April 2013, banjir di Kabupaten Bandung melanda14 kecamatan yakni Baleendah, Bojongsoang, Dayeuhkolot, Cangkuang, Banjaran, Majalaya, Cicalengka, Arjasari, Rancaekek Ibun, Katapang, Ciparay, dan Pameungpeuk.

Bupati Bandung Dadang Naser  mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada karena curah hujan akan masih cukup tinggi sepekan ke depan, dan kemungkinan dapat berdampak terjadinya banjir di beberapa tempat.

Bupati juga meminta masyarakat mewaspadai penyakit pasca banjir seperti Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) dan gatal-gatal. Dia mengimbau agar masyarakat segera memeriksakan ke puskesmas terdekat atau posko kesehatan di lokasi banjir. Pemeriksaan tersebut tidak dipungut biaya.  (R03)

Jabar Darurat Bencana Hingga Medio April

Rabu, 10 April 2013 | 13.01

(SJO, GARUT) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menetapkan siaga darurat bencana hingga 16 April 2013. Kebijakan itu dilakukan menyusul tingginya curah hujan di wilayah Jawa Barat.

"Potensi bencana yang mengepung daerahnya, yakni banjir, longsor, dan banjir bandang," kata  Kepala BPBD Jawa Barat, Udjwalaprana Sigit, di Pos Pengamatan Gunung Guntur, Garut, Selasa, 9 April 2013.

Menurut dia, daerah yang memiliki risiko bencana paling tinggi berada di wilayah Priangan Timur, yakni Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis. Potensi bencana yang ditimbulkan di antaranya, banjir bandang, longsor, gempa bumi, gunung meletus, dan tsunami.

Jika bencana terjadi, pihaknya telah menyiapkan berbagai upaya, di antaranya menyiapkan sarana dan prasarana tanggap darurat serta sumber daya manusia yang siap diterjunkan ke lapangan untuk membantu korban bencana.

Selain itu, BPBD terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di daerah rawan bencana. "Upaya itu kami lakukan untuk mencegah terjadinya korban jiwa," ujar Sigit.

Adapun logistik yang disiapkan adalah  beras sebanyak 500 ton dan dana on call sebesar Rp 100 miliar. "Kami harap jangan ada pengungsi yang sakit, apalagi sampai kelaparan di pengungsian," ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut, Zatzat Munazat, mengatakan  telah melakukan berbagai sosialisasi tanggap darurat kepada warga yang tinggal di daerah rawan bencana. "Kami harap masyarakat tidak panik, apalagi dengan kondisi seperti Gunung Guntur saat ini. Kami harap warga mengikuti arahan kami," ujarnya. (tpo)

Gunung Tangkuban Parahu Meletus Semburkan Pasir Dan Abu Vulkanik

Kamis, 07 Maret 2013 | 01.32


(SEPUTARJABAR.COM, BANDUNG) Status Tangkuban Parahu naik dari Normal menjadi Waspada level 2 pada 21 Februari 2013 lalu, Gunung Tangkuban Parahu akhirnya meletus sejak Senin (4/3/2013) hingga Rabu (6/3/2013) ini.

Tipe letusan bersifat freatik, yakni mengeluarkan abu dan pasir vulkanik dari dalam kawah pusat..

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono mengatakan, letusan yang terekam itu menandakan aktivitas vulkanik naik setiap harinya. Tidak hanya Senin (4/3/2013) lalu, letusan kembali terjadi pada Rabu (6/3/2013) pagi, yaitu pukul 05.59 WIB.

Sama seperti letusan dua hari lalu, letusan ini juga mengeluarkan abu dan material vulkanik lainnya.

"Kekuatan letusan ini lebih besar dari tanggal 21 Februari. Walaupun letusannya kecil-kecil, tapi dipastikan ada peningkatan setiap harinya," jelas Surono melalui rilis PVMBG, Rabu (6/3/2013).

PVMBG memprediksi ketinggian semburan pasir dan abu vulkanik letusan pada Senin lalu mencapai 500 meter dari pusat kawah.

Sementara pada Rabu pagi tadi letusan berlangsung sekitar 8 menit dengan ketinggian abu vulkanik sekitar 30 meter di atas lembah maut, Kawah Ratu. Untuk tekanan cenderung ke arah Subang dengan kedalaman tekanan 1.000 meter, lebih dalam dari 2012 kemarin sekitar 300 meter.(R01)

Pemkab Indramayu Siapkan Dana Darurat Bencana Rp.2 Miliar

Rabu, 30 Januari 2013 | 17.20

(SEPUTARJABAR.COM, INDRAMAYU) Pemerintah Kabupaten Indramayu menganggarkan dana tanggap darurat bencana alam sebesar Rp 2 miliar pada 2013.

''Dana cadangan tersebut disiapkan untuk menghadapi ancaman bencana seperti banjir, gelombang pasang, maupun kekeringan,'' ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Ahmad Bachtiar.

Bachtiar mengatakan dana tersebut disalurkan kepada warga yang menjadi korban bencana melalui kecamatan masing-masing. Sedangkan, penyalurannya akan diberikan dalam bentuk sembako atau kebutuhan pokok sesuai dengan kebutuhan warga.

Dana tersebut akan langsung dikucurkan saat bencana terjadi. Dia berharap dana itu dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terkena dampak bencana alam.

''Penyaluran bantuan untuk korban bencana alam ini telah diatur secara teknis,'' tutur Bachtiar. (rol)
Diberdayakan oleh Blogger.