Selayang Pandang Karier Calon Kapolri Sutarman

Rabu, 09 Oktober 2013 | 10.36

(SJO, JAKARTA) - Komisaris Jenderal Sutarman diperkirakan bakal mulus menduduki kursi empuk Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Sebab, jabatan orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu membutuhkan sosok yang humanis, tegas, profesional, dan mampu membenahi internal Polri.

Perjalanan karier jenderal kelahiran Sukoharjo, 5 Okotober 1957, ini dinilai sudah memenuhi syarat itu. Terlebih menjelang Pemilu 2014 bakal terjadi kegaduhan politik dan euforia massa yang sangat berpotensi mengganggu kamtibmas.

Sosok Sutarman yang tidak kontroversial dianggap dapat menciptakan suasana kondusif. Itu sebabnya, visi dan misi Kepala Badan Reserse Kriminal Polri yang hendak menjalani fit and proper test di DPR sebelum 25 Oktober 2013 ini ditunggu-tunggu seluruh masyarakat.

Rekam jejak Sutarman juga dinilai meyakinkan. Lulusan Akpol 1981 ini mengawali kariernya sebagai perwira Staf Lantas Polres Bandung Polda Jabar 1982. Jabatan komando yang pertama dipegangnya sebagai Kapolsek Dayeuh Polres Bandung.

Setelah bertugas di Bandung, suami Elly Sutarman ini berkali-kali menduduki jabatan strategis. Ia pernah menjabat Kapolsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat (1989), Kapolsek Penjaringan, Jakarta Utara (1991), Kapolres Lombok Timur Polda NTB (1996), dan Kapolres Bekasi (1999).

Jabatan tak kalah penting saat ia menjabat ajudan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (2000-2001). Sejak itu, karier perwira berzodiak Cancer ini terus melejit. Tercatat beberapa kali ia menduduki jabatan strategis, yakni Kapoltabes Palembang, Kapolwiltabes Surabaya, dan Direskrim Polda Jatim.

Yang menarik, Sutarman tiga kali menggantikan Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo di jabatan strategis, yakni saat menjabat Kepala Selapa Polri (2008), Kapolda Jawa Barat (2010), dan Kapolda Metro Jaya (2011). (dbs)

Jejak Karier Ketua MK Akil Mochtar

Jumat, 04 Oktober 2013 | 03.48

(SJO, JAKARTA) - Akil Mochtar, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Rabu malam, 2 Oktober 2013, di rumah dinasnya di Jalan Widya Chandra III Nomor 7, Jakarta Selatan. Penangkapan pria kelahiran Putussibau, Kalimantan Barat 18 Oktober 1960, ini diduga terkait pemilihan kepala daerah di Gunung Mas, Kalimantan Tengah. (Baca: KPK Tangkap Akil Mochtar dan Politikus Golkar dan Selain Akil Mochtar, KPK Tangkap 4 Orang Lagi)

Tertangkapnya Akil mengejutkan banyak pihak. Ia dikenal dengan beberapa pernyataannya soal korupsi. Siapa Akil, ini rekam jejaknya.

Lulusan Magister dan Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjajaran Bandung ini terpilih menjadi Ketua MK pada April 2013 lalu, menggantikan Mahfud Md. Masa jabatan Akil terhitung hingga 2016 mendatang. Mengenyam pendidikan hingga S3, Akil banyak menduduki jabatan sebagai ketua semasa menjadi pelajar. Beberapa di antarannya yakni, Ketua OSIS SMA Muhamadiyah Pontianak, Ketua Ikatan Pelajar Muhamadiyah Pontianak, Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Panca Bhakti Pontianak, dan Komandan Batalyon E Resimen Mahasiswa (Menwa) UPB.

Sebelum menjadi Ketua MK, Akil pernah menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Golkar. Dia memulai perjalananan kariernya sebagai pengacara pada 1984-1999. Dalam perjalanan kariernya, dia juga pernah menjadi Wakil Ketua Komisi III DPR/MPR RI (bidang Hukum, Perundang-undangan, HAM, dan Keamanan) Periode 2004-2006, Kuasa Hukum DPR RI untuk persidangan di Mahkamah Konstitusi, Anggota Panitia Ad Hoc I dan II MPR RI, dan Anggota Tim Kerja Sosialisasi Putusan MPR RI. (dbs)

Ketua PSSI Jabar Bambang Sukowiyono Meninggal Dunia.

Jumat, 02 Agustus 2013 | 00.22

(SJO, BANDUNG) - Kabar mengejutkan datang dari dunia sepakbola nasional. Ketua PSSI Jawa Barat yang juga mantan pemain Persib Bandung, Bambang Sukowiyono, meninggal dunia.

Suko, sapaan akrabnya, meninggal di RS Borromeus, Kota Bandung, Kamis (1/8/2013). Ia meninggal karena sakit dan sempat dirawat di rumah sakit.

"Iya, Pak Suko meninggal," ujar Wawan Dermawan, salah seorang pengurus PSSI Jawa Barat, melalui pesan singkatnya, Kamis (1/8/2013).

Manager Persib, Umuh Muhtar, juga sudah mendengar kabar tersebut. "Iya saya sudah dengar tadi," katanya di Graha Persib Bandung.

Pukul 19.15 WIB, jenazah almarhum sudah dibawa ke rumah duka di Jalan Libra, Kota Bandung.

Suko sendiri merupakan salah seorang legenda yang membawa Persib berjaya di era 1980-an. Suko bergabung ke persib sejak 1979 hingga 1989. Bersama Persib, ia meraih dua gelar runner-up kompetisi Perserikatan 1983 dan 1985. Suko bahkan membawa Persib juara Perserikatan pada 1986.

Saat aktif sebagai pesepakbola, Suko dikenal sebagai winger dengan kemampuan dribling dan kecepatan mumpuni. Ia juga pernah memperkuat timnas Indonesia. (***)

Dede Yusuf Janji Tetap Berkontribusi Bangun Jabar

Sabtu, 15 Juni 2013 | 23.46

(SJO, BANDUNG) - Pasca melepas jabatan sebagai Wakil Gubernur, Dede Yusuf mengaku tetap ingin berkontribusi untuk Jawa Barat. Bahkan dia masih ingin tetap bersinergi dengan mantan pasangannya saat menjabat kepala daerah pada lima tahun ke belakang.

"Saya tetap akan dukung kebijakan Kang Aher, dan saya akan berjuang melalui jalur legislatif menjadi anggota DPR RI dapil Jawa Barat," kata Dede Yusuf, Sabtu (15/6).

Menurutnya kontribusi tak harus selalu melekat dengan jabatan kepala daerah. Banyak cara untuk sama-sama membangun Jabar. "Mari sama-sama kita membangun Jawa Barat agar lebih baik," tandasnya.

Menurut mantan aktor laga ini, banyak kesan bersama Ahmad Heryawan saat menjabat Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013. "Banyak kenangan selama menjabat Wakil Gubernur mendampingi Kang Aher," terangnya. Itu akan menjadi sebuah pengalaman dan pembelajaran dalam kebersamaan membangun Jawa Barat.

Dede Yusuf pasca melepas jabatan Jabar 2 kepada Deddy Mizwar memang akan kembali bersaing merebutkan kursi dewan. Politisi Demokrat itu akan bersaing di Dapil II yang melingkup Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat. (r22/mdc)

Akri Patrio dan Hengky Tornando Nyalon Wakil Bupati Bogor

Senin, 03 Juni 2013 | 02.01

(SJO, BOGOR) - Dua artis, Akri Patrio dan Hengky Tornando, bakal bersaing mempebutkan posisi Wakil Bupati Bogor dalam Pemilukada Bupati Bogor yang digelar September 2013. Kedua artis itu maju lewat jalur independen.

Akri maju berpasangan dengan Gunawan Hasan, sedangkan Hengky Tornando dengan Alex Sandi Ridwan. Kedua pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati itu sudah mendaftarkan diri ke KPUD Kabupaten Bogor.
Sementara itu, dari jalur Partai Politik, kedua calon incumbent yaitu H Rachmat Yasin dan Karyawan Faturahman maju lewat parpolnya masing-masing.

Rachmat Yasin (RY) yang berpasangan dengan Sekda Kabupaten Bogor Nuhyanti didukung koalisi 9 Parpol yaitu PPP, Demokrat, Golkar, PKS, Nasdem, Hanura, PKPI, PAN, PKB dan 12 parpol nonparlemen lainnya.

Sedangkan Karyawan Faturahman (Karfat) yang menggandeng Adrian Arya Kusuman didukung PDIP dan PBB. Dengan demikian, sudah empat pasangan yang memastikan diri maju dalam Pemilukada Bupati Bogor.
"Hingga hari ini (Kamis), yang merupakan hari terakhir pendaftaran peserta Pilkada Bupati Bogor 8 September mendatang, dipastikan hanya 4 pasangan bakal calon yang mendaftar," ujar Ketua KPUD Kabupaten Bogor, Achmad Fauzi kepada wartawan, Kamis (30/5).

Menurutnya, empat pasangan calon yang nanti bertarung, masing-masing berasal dari unsur Parpol dua pasang calon dan dua dari jalur independen."Empat pasang calon tersebut akan kita verifikasi dan kita tetapkan pada tanggal 14 Juni. Kemudian 15 Juni, digelar pengundian nomor urut," kata Achmad Fauzi.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 9 parpol koalisi yang mengusung calon incumbent Rachmat Yasin (RY) yang berpasangan dengan Nurhayanti,Sekda Kabupaten Bogor. Pasangan tersebut mendaftar pada 26 Mei lalu.

Di hari yang sama pasangan cabup independen Gunawan Hasan (mantan anggota DPRD Kabupaten Bogor) dan Akri Patrio (artis) juga mendaftarkan diri. Sedangkan Alex Sandi Ridwan (mantan Kepala Desa Sentul) yang berpasangan dengan Hengky Tornando (artis) baru mendaftar Rabu (29/5/2013).(tbn/ant/r22))

Charli Setia Band 'Nyalon" Wakil Bupati Garut

Kamis, 09 Mei 2013 | 19.15

(SJO, GARUT) - Semakin banyak artis yang mencoba masuk dunia politik. Kali ini Deddy Dores dan Charly Setia Band mencalonkan sebagai wakil bupati (wabup) Garut dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang akan digelar pada 8 September 2013.

Menurut Ketua KPU) Garut, Aja Rowikarim mengatakan, pasangan calon yang berdampingan dengan Deddy Dores dan Charly sudah mendaftarkan diri dan menyerahkan berkas dukungan masyarakat berupa foto copy kartu tanda penduduk (KTP) ke KPU.

Deddy Dores mendampingi Dedi Suryadi calon Bupati Garut dari jalur perseorangan yang menyerahkan berkas dukungan sebanyak 120 ribu lembar KTP.  Sedangkan Charly mendampingi Muhtarom calon Bupati Garut dari jalur perseorangan, yang sudah menyerahkan berkas dukungan ke KPU sebanyak 156.503 lembar KTP.

"Hingga hari ini (Kamis) sudah ada 11 pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Garut dari jalur perseorangan yang menyerahkan berkas kepada kami KPU," kata Aja jepada para wartawan, Kamis (9/5/13)

Aja menjelaskan, batas minimal dukungan untuk calon perseorangan adalah 89.783  atau sekitar 3 persen.
Berkas dukungan pasangan calon perseorangan akan diverifikasi terlebih dahulu untuk memeriksa kebenaran administrasi dengan mendatangi langsung masyarakat yang tercatat dalam dukungan itu.
"Batas penyerahan berkas dukungan sampai 10 Mei, selanjutnya kami lakukan verifikasi keabsahan data itu," katanya.

Pasangan calon perseorangan yang sudah mendaftar ke KPU Garut yakni pasangan Dedi-Deddy Dores, Yamin-Dadan, Dede Kusdinar-Endang Suryana, Nurdin-Irwan, Dikdik Darmika-Iwan Ridwan, Deden Suparman-Yana Sofyana, Yaya Sumarya-Apjat Nataatmadja, Uus Kudus-Abdul Rohman, Sirojulmunir-Iwan Suwarsa, Asep Badruzzaman-Tutang Wirachman dan pasangan Muhtarom-Charly. (R22/Ali )

Mantan Pangab Jenderal TNI (Purn) Feisal Tanjung Meninggal Dunia

Senin, 18 Februari 2013 | 09.38

(SEPUTARJABAR.COM, JAKARTA) Mantan Panglima ABRI Jenderal TNI (Purn) Feisal Tanjung,  pagi tadi meninggal dunia di di RS Siloam, Jakarta. Rencananya, mantan Menteri Polhukam era Presiden BJ Habibie ini akan dimakamkan di TMP Kalibata, Senin (18/2/2013) Pagi.

Menurut sumber di Polhukam apabila tidak berhalangan rencananya akan bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Menkopolhukam Marsekal TNI (Purn) Djoko Santoso.

Jenderal TNI (Purn) Feisal Tanjung lahir di Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, 17 Juni 1939. Almarhum memiliki seorang isteri bernama Masrowida Lubis dan dikarunia 3 orang anak.
(Don/Bokir)


Militer yang Juga Kyai Itu Telah Tiada

Selasa, 12 Februari 2013 | 13.12


(SEPUTARJABAR.COM, JAKARTA) Inna lillahi Wainna Ilaihi Roji’un, telah kembali ke rahmatullah  mantan Menteri Agama, Laksamana Muda TNI (Purn) Dr.KH. Tarmizi Taher, dalam usia 76 tahun, pada Selasa (12/2/2013) pukul 04.15 pagi di RS Cipto Mangun Kusumo (RSCM) Jakarta Pusat.

Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka Jalan Merbau No 1, Kompleks Angkatan Laut (AL), Pangkalan Jati, Pondok Labu,Jakarta Selatan. Rencananya jenazah akan dimakamkan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, ba’da Salat Zuhur, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Menteri Agama Suryadharma Ali.

KH Tarmizi Taher adalah mantan Menteri Agama pada tahun 1993-1998, sebelumnya menjabat sebagai Sekjen Kementerian Agama dan Kapusbintal TNI pada era Presiden Soeharto. Almarhum juga Pernah menjadi Dubes RI untuk Norwegia.

Tarmizi Taher terlahir di Padang, Sumatera Barat, 7 Oktober 1936. Setelah menyelesaikan pendidikan dokter di Universitas Airlangga Surabaya, dia melanjutkan kariernya di kedinasan TNI AL dan pensiun dengan pangkat Laksamana Muda.

Dari pernikahan dengan dengan Hj.Djusma, Tarmizi Taher dikarunai 4 orang anak, 3 orang pria dan 1 orang wanita. Afghan, Sakina, Halbana, dan Dirgantoro.(Bokir)

Sule Tak Berminat Jadi Calon Wagub Jabar

Sabtu, 27 Oktober 2012 | 17.54

JAKARTA--Tak cuma Ahmad Dhani, pentolan grup band Dewa 19, yang disebut-sebut dipinang untuk meramaikan Pilgub Jawa Barat 2013 mendatang, sejumlah nama artis pun banyak yang dilirik sebagai pemanis untuk mendulang suara calon gubernur.

Komedian terkenal Sule pun ikut disebut-sebut akan meramaikan bakal calon wakil gubernur (cawagub). Benarkah?

Pemilik nama asli Entis Sutisna ini dengan tegas menjawab tak berminat menjadi bakal cawagub meski banyak yang telah mencoba meminangnya.

"Memang ada beberapa pihak yang menawari saya menjadi bakal cawagub, tetapi saya nggak berminat sebab tugas gubernur dan wakil gubernur itu berat. Dia harus orang yang cerdas dan mampu," kata Sule melalui ponselnya, Senin (22/10/2012).

Menurut Sule, karena tugasnya berat, ia cukup tahu diri untuk tidak menjadi bakal cawagub Jabar. Lebih baik, kata Sule, ia tetap seperti sekarang menjadi seorang seniman yang menghibur hati rakyat.
"Jadi jelema teh kudu ngukur ka kujur nimbang ka awak, artinya harus mengukur kemampuan diri sendiri," kata Sule.

Menurut Sule, ia akan mendukung siapa pun gubernur dan wakil gubernur yang dipilih oleh rakyat. Namun, tentunya, lanjut Sule, sang pemimpin tersebut harus bisa bersikap adil dan lebih memperhatikan kesejahteraan rakyat kecil, seniman, dan budayawan.

Meski bisa bersikap serius, komedian yang namanya semakin terkenal lewat program televisi Opera Van Java ini tetap tak bisa melepaskan candaannya. Dengan nada bercanda, Sule mengaku lebih minat jadi presiden ketimbang menjadi wakil gubernur.

"Asa kagok jadi wakil gubernur atawa gubernur mah (perasaan tanggung kalau hanya jadi wakil gubernur atau gubernur). Saya mah pantesna jadi presiden," ujar Sule sambil tertawa lebar.

Selain Sule, ada sederet nama artis yang juga disebut-sebut akan meramaikan pesta demokrasi di Jabar. Ada nama Dede Yusuf yang sudah dicalonkan menjadi bakal cagub oleh Partai Demokrat,  Rieke Diah Pitaloka, Deddy Mizwar, Ahmad Dhani, Desy Ratnasari, hingga Evi Tamala. (kpo)

Dede Yusuf Calon Paling Populer Versi Survei

Rabu, 24 Oktober 2012 | 16.35

Yusuf Macan Effendi (lahir di Jakarta, 14 September 1966; umur 46 tahun) atau lebih dikenal dengan nama Dede Yusuf adalah seorang aktor Indonesia yang terkenal akan film-film laganya. Dia juga adalah salah seorang anggota DPR dari PAN periode 2004-2009, dan saat ini merupakan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat periode 2008-2013.

Dede Yusuf merupakan anak kedua dari pasangan (alm) Ir. Tammy Effendi asal Minangkabau dan Rahayu Effendi (Sunda). Kakaknya adalah Bob Soelaiman Effendi. Ayahnya bekerja sebagai Direktur di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta. Sementara Ibunya seorang penari di Istana Bogor dan Pramugari Garuda yang beralih profesi menjadi bintang film pada awal tahun 1965. Saat Dede lahir, salah satu film ibundanya, Macan Kemayoran menuai sukses. Sehingga ayahnya menamakan “Macan”. Agar tidak terkesan galak, kakek Dede menambahkan nama “Yusuf”.

Awalnya keluarga Dede masih menumpang di rumah sang kakek Roestam Effendi (pujangga prosa angkatan 1945). Saat Dede berusia 8 tahun, orang tuanya berpisah. Dede dan kakaknya selalu berganti-ganti rumah, kadang di rumah ayah, kadang di rumah ibu. Kondisi tersebut membentuk karakter Dede menjadi agak badung dan nakal. Untuk meredam hobi berkelahinya, ayahnya mengikutkan Dede dalam kegiatan silat. Dede juga mempunyai hobi membaca komik. Hobi ini begitu mempengaruhinya sehingga Dede bercita-cita menjadi manusia super seperti Batman atau Superman dan astronot.

Peristiwa perceraian orang tua Dede tidak hanya berdampak negatif. Akibat perpisahan itu, Dede menjadi sosok yang mandiri. Bahkan pada usia 10 tahun Dede sudah menjalankan bisnis penyewaan komik kepada teman-teman di sekolahnya.
Sejak SMP Dede sudah mengikuti program weight training ala idolanya, Arnold Schwarzenegger. Sehingga tubuh Dede menjadi lebih kekar daripada teman seusianya saat itu. Dede pun tidak hanya mempelajari silat. Berbagai jenis olah raga bela diri dicobanya, seperti Karate, Kungfu, Kempo, Jujitsu, dan Taekwondo yang telah sampai pada tingkat DAN-IV Kukkiwon (fourth Dan).

Tak hanya berlatih, Dede juga mengikuti kompetisi bela diri, mulai dari kejuaraan cabang hingga tingkat nasional dari tahun 1982 hingga 1990. Dede pernah meraih gelar Juara Nasional Taekwondo kelas ringan tahun 1984 dan kelas ringan berat 1988. Dia pun terdaftar sebagai team nasional Indonesia selama beberapa tahun berturut turut. Sampai akhirnya dia berhenti bertanding dan konsentrasi melatih murid-muridnya di DOJO / DOJANG (sebutan untuk club bela diri). Termasuk mendirikan perguruan Taekwondo seperti Sembrani Club, BRI club, SMA 6 club, Pangudi Luhur Club, dll
Kesukaan Dede pada beladiri, membuatnya berkeinginan menjadi bintang laga seperti Bruce Lee atau Chuck Norris. Dede pun rela mengikuti berbagai macam casting. Dia juga sering menjadi pemain figuran yang mendampingi bintang laga kala itu seperti Barry Prima, George Rudy, dan Advent Bangun. Dede juga menerima tawaran sebagai model di majalah-majalah ibukota. Dengan tekad untuk memasuki dunia showbiz sepenuhnya, Dede rela meninggalkan kuliah pada tahun keempatnya di Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti.

Kesempatan datang pada tahun 1986 dengan debut pertamanya sebagai peran pembantu di film Catatan Si Boy besutan sutradara Nasri Cheppy. Setelah itu, Dede semakin sering bermain film dan (juga) serial televisi. Serial televisi yang melambungkan namanya adalah Jendela Rumah Kita di TVRI dengan peran sebagai Jojo yang mampu bertahan selama 4 tahun (1989-1992).

Pada tahun 1992, Dede diajak oleh Ani Sumadi untuk memandu kuis Tak Tik Boom yang bertahan di papan atas rating televisi selama 6 tahun (1992-1998). Dede juga menjadi bintang iklan beberapa produk, di antaranya Tira Jeans, Homy Ped, Bosowa Motor, dan Green Sands, serta Bodrex. Bahkan Dede telah menjadi bintang iklan Bodrex selama 14 tahun.

Setelah meninggalnya sang ayah di penghujung tahun 1993, peran Dede berubah dari drama menjadi action. Serial action yang pernah dibintangi Dede adalah Jalan Makin Membara yang masuk nominasi Award Televisi. Dede juga membintangi dan menyutradarai film Reinkarnasi (2000) yang berhasil meraih pernghargaan sebagai Film Laga Terpuji Festival Film Bandung 2000.

Selain dikenal sebagai aktor, mantan foto model ini juga dikenal sebagai presenter, produser dan sutradara handal. Bahkan Piala Vidia Madya-FFI 1994 pernah dikoleksinya dari cerita serial Sepeda Anak Pak Uztad yang disutradarainya.

Dede berkenalan dengan dunia politik sejak bergabung dengan Kosgoro tahun 1992 sebagai salah satu pengurus pusat. Namun akhirnya dunia perfilman lebih menarik. Dede pun maju sebagai kandidat Ketua Umum PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia) yang akhirnya dimenangkan Sys NS, sedang Dede menempati posisi sebagai Sekjen PARFI. Seiring kesibukannya untuk syuting, Dede akhirnya meletakkan jabatan itu. Akhirnya dunia politik praktis menariknya kembali. Dede mendaftar sebagai calon legislatif dari PAN untuk daerah pemilihan Jabar IX (Kuningan-Ciamis-Banjar). Dede pun terpilih sebagai Anggota Legislatif untuk masa jabatan 2004-2009 dan duduk di Komisi VII yg membidangi Energi, lingkungan Hidup, Minyak dan Gas serta Ristek.

Dede menikah dengan Ir.Sendy Ramania Wurandani pada awal tahun 1999 setelah berpacaran selama 7 tahun. Mereka berkenalan saat Dede menjadi pelatih Tae Kwon Do di SMA Tarakanita. Saat itu Sendy menjadi seorang Mayorette/Field commander dari Drum Band Tarakanita. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai dua orang anak, Alifiya Arkana Paramita (Lifi) dan Kaneishia Lathifa Zahra (Neishia). (sumber: wikipedia)

Teten Masduki Digadang-gadang ke Dunia Politik

Teten Masduki (lahir di Garut, Jawa Barat, 6 Mei 1963; umur 49 tahun) adalah seorang aktivis Indonesia.

Secara fisik, penampilan Teten Masduki biasa saja. Namun ia mudah dikenali karena kepalanya yang botak. Meski “kumis jenderal” menempel di atas bibirnya, tidak ada kesan galak pada dirinya. Tapi kalau “berhadapan” dengan tindak penyelewengan uang rakyat dan negaranya, ia sangat garang. Jenderal pun dilibasnya.

Nama Teten mencuat ketika Indonesia Corruption Watch (ICW), yang dipimpinnya, membongkar kasus suap yang melibatkan Jaksa Agung (saat itu) Andi M. Ghalib pada masa pemerintahan B.J. Habibie. Inilah pertama kalinya dalam sejarah sebuah lembaga seperti ICW bisa memaksa seorang pejabat tinggi negara turun dari jabatannya. Berkat kegigihannya mengungkap kasus tersebut, Teten dianugerahi Suardi Tasrif Award 1999.

Terlahir dari keluarga petani, masa kecil Teten dihabiskan di Kecamatan Limbangan, Garut, Jawa Barat. Tidak pernah terbayang ia akan menjadi aktivis antikorupsi, bahkan jenis “profesi” ini tak dikenalnya. Meski kurang memperhatikan pendidikan anak-anaknya, Masduki, ayah Teten, berpesan agar ia jangan sampai jadi pegawai negeri atau tentara. Teten sendiri ingin menjadi insinyur pertanian.

Tapi setamat dari SMA, ia kuliah di IKIP Bandung, mengambil jurusan kimia. Kesadaran terhadap masalah-masalah sosial sudah tumbuh sejak SMA. Saat kuliah ia sering ikut kelompok diskusi, mempelajari teori-teori dari yang kiri sampai yang kanan. Sekitar 1985, Teten ikut aksi demontrasi membela petani di Garut, yang tanahnya dirampas. “Mulai saat itu saya terjun di dunia aktivis. Setelah lulus saya direkrut LSM informasi dan studi hak asasi manusia,” tuturnya.

Ketika bekerja di divisi perburuhan YLBHI, ia berkawan dengan buruh. Hal yang sangat mengesankannya. “Luar biasa dan berkesan, perlawanan yang mereka lakukan tidak pernah henti,” ujarnya.

Kalau akhirnya Teten aktif di Indonesia Corruption Watch sebagai ketua badan pekerja, itu karena “Saya geram saja melihat korupsi yang ada. Padahal, kita ini kaya raya tapi hutan kita habis, sumber daya alam kita habis, utang kita menumpuk tapi enggak menyisakan apa-apa selain rakyatnya yang miskin,” ucapnya. Sudah puluhan kasus ikut dia tangani, antara lain kasus korupsi di Bank Dunia, Pertamina, Bulog, lalu PU, jalan tol, pajak.

Sebagai aktivis yang kerap berhadapan orang-orang yang diduga terlibat kasus korupsi, Teten kerap mendapat tekanan. Bahkan, pernah diancam akan diburu sampai ke liang kubur sekalipun. Ketika berhadapan dengan Andi M. Ghalib, ia mendapat tuduhan mencemarkan nama baik. “Ya, ini dagelan saja,” komentarnya, ringan.

Ada pula pengusaha, yang datanya masuk dalam daftar ICW, menawarkan fasilitas kendaraan dan lain-lain, asalkan datanya tidak diumumkan. Tentu saja ICW menolak.

Teten suka humor. Ketika ribut-ribut soal fasilitas mesin cuci untuk anggota DPR, di zaman pemerintahan Abdurrahman Wahid, Teten bersama staf ICW menghadiahkan lima papan penggilas cucian kepada DPR.

Teten tetap bertahan hidup di jalur ini. “Saya tetap dapat bertahan hidup dengan istri dan anak saya, dan bisa survive dengan hidup yang layak,” kata suami Suzana Ramadhani ini.

Biodata Teten Masduki

    Nama:Teten Masduki
    Lahir:Garut, Jawa Barat, 6 Mei 1963
    Agama:Islam
    Istri:Suzana Ramadhani
    Anak:Nisrina
    Ayah:Masduki
    Ibu:Ena Hindasyah

Pendidikan:

    Jurusan Matematika dan Ilmu Kimia, IKIP Bandung (1987)
    Kursus selama tiga bulan tentang kepemimpinan LSM di El Taller, Tunisa(1989)

Karier:

    Staf peneliti pada Institut Studi dan Informasi Hak Asasi Manusia (1978-1989)
    Kepala Litbang Serikat Buruh Merdeka Setiakawan (1989-1990)
    Kepala Divisi Perburuhan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI; 1990-2000)
    Koordinator Forum Solidaritas Buruh (1992-1993)
    Koordinator Konsorsium Pembaruan Hukum Perburuhan (1996-1998)
    Ketua Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (1998-2008)
    Anggota Ombudsman Nasional (2000 – sekarang)
    Sekretaris Jenderal Transparency International chapter Indonesia (2009-sekarang)

Penghargaan:

    Suardi Tasrif Award 1999
    Alumni Berprestasi IKIP Bandung 2000
    Penghargaan Ramon Magsaysay, 2005 (sumber: wikipedia)

Yance : Besar dan Membesarkan Indramayu

DR. H. Irianto Mahfudz Sidik Alias YANCE lahir di Ambon 27 Oktober 1955 dari pasangan H. Mursyid Ibnu Syafiuddin (Alm) dan Hj. Iyeng (Alm) sebagai anak bungsu dari 14 bersaudara. Yance menikahi Hj. Anna Sophannah, dari perkawinannya dikaruniai tiga anak : Dinny, SE, Daniel, ST dan Deani.

Sekalipun lahir di Kota Ambon, Yance tak memiliki darah Nyong Ambon. Ia hanya “nunut” lahir dikota tersebut. Dalam darahnya mengalir keturunan Dermayu, sebutan Indramayu. Baik H. Mursyid maupun Hj. Nyi Iyeng merupakan keturunan asli orang Indramayu. Mereka tumbuh dan besar di kawasan pantura Jawa Barat yang berhadapan langsung dengan laut Jawa.

Bapak H. Mursyid Ibnu Syafiuddin mengakhiri masa pengabdiannya kepada negara tercinta ini sebagai Dirjen Urusan Haji Departemen Agama Republik Indonesia. Beliau dikaruniai putra dan putri yang mewarisi sifat beliau. Sifat seorang pengabdi negara.

Kang Yance merupakan anak bungsu dari 14 bersaudara. Ia menikahi Hj. Anna Sophanah yang kini mendapat amanah sebagai Bupati Indramayu periode 2010-2015. Pernikahannya dikarunai tiga orang anak : Dinny Yuniarti Syafiyana, S.E., Daniel Muttaqien Syafiuddin, S.T., dan Deani Iyeng Syafiyana.

Pendidikan

SD : SDN Paoman VI Indramayu 1968

SMP : SMP Negeri 1 Sindang Indramayu 1971

SMA : SMA Negeri 1 Sindang Indramayu 1974


Perguruan Tinggi

S-1  Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cianjur.

S-2 Magister Managemen Sekolah Tinggi Manageman Labora Jakarta.

S-2 Magister Managemen STIAMI Jakarta

S-3 Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung th 2009


Pengalaman

    Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat tahun 2009-sekarang
    Bupati Indramayu dua periode 2000-2005 dan 2005-2010
    Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Indramayu 2004-2009
    Ketua PWI Kabupaten Indramayu
    Ketua FKDPM (Forum Komunikasi Daerah Penghasil Migas)
    Wakil Ketua Partai Golkar tahun 1998
    Ketua Pembina DPC KWRI Kabupaten Indramayu tahun 1998
    Ketua I Perbasi dan Ketua Bidang Pengadaan Dana KONI Indramayu tahun 1998
    Ketua KADINDA tahun 1998
    Ketua BPC GAPENSI Kabupaten Indramayu tahun 1997
    Ketua DPD Organda Kabupaten Indramayu tahun 1997
    Ketua BPC HIPMI tahun 1990-1993
    Ketua Pemuda Pancasila Indramayu tahun 1987 (3 periode)


Penghargaan

    Anugerah lencana dari menteri Agama atas perhatiannya terhadap Pengembangan Tilawah Al-Qur´an dan Dakwah Islamiyah Tahun 2004.
    Anugerah Peniti Emas dan Piagam Penghargaan Bidang Pendidikan Keagamaan dari Menteri Agama Tahun 2009.
    Penghargaan Bidang Ketahanan Pangan Tingkat Nasional Tahun 2010 oleh Presiden SBY
    Penghargaan Pelaksana Terbaik Program Kompetisi Indeks Pembangunan Manusia (PPK-IPM) tingkat Provinsi Jawa Barat
    Penghargaan Peniti Emas dari Deperteman Agama RI
    Piala Citra Bhakti Abdi Negara dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono ( SBY ), diberikan kepada Bupati H. Irianto MS Syafiuddin ( Yance ) di Jakarta.
    Anugerah Bintang Keteladanan Akhlak Mulia dari Gerakan Masyarakat Peduli Akhlak Mulia (GMP-AM) kepada Bupati Yance tanggal 25 Mei 2007.
    Piala Adipura tahun 2007 untuk Kabupaten Indramayu sebagai kota kecil terbaik dalam pengelolahan lingkungan perkotaan dari presiden SBY tanggal 6 Juni 2007 pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Se-dunia di Istana Negara Jakarta.
    Anugerah BMG Award tahun 2007 dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG ) pada tanggal 4 Juli 2007 kepada Bupati Irianto MS Syafiuddin yang dianggap telah memanfaatkan informasi BMG untuk kepentingan masyarakatnya dan membantu program BMG di daerah.
    Anugerah Aksara Tingkat Pertama Dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono (SBY) Kepada Bupati Indramayu H. Irianto MS Syafiuddin, pada peringatan Hari Aksara Internasional ke 42 tahun 2007 di Mataram, Nusa tenggara Barat (NTB) tanggal 8 September 2007
    Anugerah Aksara Tingkat Madya, dari Presiden SBY, September 2008.
    Penghargaan sebagai daerah penyelenggaraan Pelayanan Perijinan Satu Pintu (PPSP) terbaik tahun 2007 dari Presiden SBY tanggal 18 Desember 2007.
    Wajardikdas Award tahun 2007 dan Rintisan Wajardikdas 12 tahun dari Gubernur Jabar, Danny Setiawan tanggal 18 Desember 2007.
    Leadership Award kepada Bupati Indramayu H. Irianto MS Syafiuddin dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara ( Menpan ) tanggal 22 Desember 2007.
    Pelaksana terbaik Program Kompetisi Indek Pembangunan Manusia (PPK-IPM) Provinsi Jabar dari Gubernur H. Danny Setiawan, tanggal 27 Desember 2007.
    Anugerah lencana dari menteri Agama atas perhatiannya terhadap Pengembangan Tilawah Al-Qur´an dan Dakwah Islamiyah Tahun 2004.
    Anugerah Peniti Emas dan Piagam Penghargaan Bidang Pendidikan Keagamaan dari Menteri Agama Tahun 2009.
    Penghargaan Ketahanan Pangan, dari Presiden Megawati, Th 2002.
    Bupati terbaik pemerhati dan pejuang anak bangsa melalui pendidikan, dari PGRI, Th 2004
    Penghargaan Karya Utama Mina Bahari, dari Presiden RI, Th 2004
    Penghargaan Atas Apaya pengembangan Masyarakat Pesisir, dari Menteri Kelautan RI
    Prestasi Peningkatan Minat Baca Masyarakat, dari Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS), April 2005
    Piala Adipura kategori kota kecil utk ke-2 kalinya, Juni 2007.
    Piala Adipura kategori kota kecil utk ke-3 kalinya, dari Presiden SBY, Th 2008, bersama 25 daerah lainnya di Jawa
    Piala Adipura (Kencana) untuk ke tiga kalinya, tapi kali ini untuk kategori kota sedang, dari Presiden SBY, Juni 2009.
    Satya Lencana Wira Karya – penghargaan atas keberhasilan program KB, dari Presiden SBY, Juni 2007
    Anugerah Aksara Tingkat Utama, dari Presiden SBY, September 2009. (dbs)

Ahmad Heryawan: Politisi Mubaligh

H. Ahmad Heryawan, Lc. (lahir di Sukabumi, Jawa Barat, 19 Juni 1966; umur 46 tahun) adalah seorang politikus Indonesia. Ia adalah Gubernur Jawa Barat terpilih untuk periode 2008-2013 sebagai calon yang diusung Partai Keadilan Sejahtera bersama dengan wakilnya Dede Yusuf, pemeran Indonesia dan anggota DPR dari PAN, yang diusung oleh partainya sendiri. Selain menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Umat Islam (PUI) (2004-sekarang), Heryawan menjabat Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta periode 2004-2009. Pendidikan dari tingkat SD sampai dengan SMA diselesaikan di Sukabumi, sedangkan tingkat sarjana diselesaikan di Fakultas Syariah LIPIA Jakarta pada tahun 1992.

Selain sebagai politikus dan muballigh, Heryawan pernah aktif mengajar di beberapa perguruan tinggi (sebelum menjadi anggota DPRD DKI Jakarta tahun 1999). Saat ini ia juga aktif membina di beberapa yayasan yang bergerak di bidang sosial, pemberdayaan masyarakat dan lingkungan.

Pendidikan
- SDN Selaawi 1 Tahun Lulus 1980
- SMPN Sukaraja Tahun Lulus 1983
- SMAN 3 Sukabumi Tahun Lulus 1986
- LIPIA Fakultas Syariah (S1) Tahun Lulus 1992

Karier
- Anggota Panitia Anggaran DPRD DKI 1999-01-01 s/d 2004-01-01
- Anggota Komisi C Bidang Anggaran DPRD DKI 1999-01-01 s/d 2002-01-01
- Anggota Komisi E Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD DKI 1999-01-01 s/d 2004-01-01
- Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta 2004-01-01 s/d 2009-01-01
- 1 2010-01-01 s/d 2010-01-01

Penghargaan
- Penghargaan Departemen Pekerjaan Umum atas pencapaian kinerja terbaik peringkat pertama Bidang Jasa Tahun 2008
- Penghargaan Departemen Pendidikan Nasional, atas kepedulian dan kinerja yang tinggi dalam percepatan Tahun 2008
- Penghargaan Departeman Sosial, atas kepedulian dan keberpihakan dalam mewujudkan kesamaan kesempatan Tahun 2008
- Penghargaan Kementerian Perumahan Rakyat, meraih Adi Upaya Puritama, atas kontribusi yang signifika Tahun 2008
- Hasil Survey KPK RI terbaik ketiga dalam hal integritas pelayanan publik Tahun 2009
- Penghargaan Kadin Pusat atas terjalinnya kemitraan dan kerjasama ekonomi di Jabar Tahun 2009
- Penghargaan Menteri Keuangan, sebagai daerah berprestasi berdasarkan kinerja keuangan, kinerja ekono Tahun 2009
- Penghargaan Departemen Pertanian, meraih Agro Inovasi 2009, atas dukungan, kerjasama penelitian, ino Tahun 2009
- Regional Champion dari BKPM RI, salah satu dari 7 Provinsi Unggulan dengan iklim investasi terbaik Tahun 2010
- Penghargaan Kemenakertrans sebagai Gubernur Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tahun 2010 Tahun 2010
- Juara umum pada penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXIII Tahun 2010 d Tahun 2010 (dbs)

Rieke: Dari Panggung Hiburan ke Panggung Politik

RIEKE Diah Pitaloka Intan Purnamasari (lahir di Garut, Jawa Barat, 8 Januari 1974; umur 38 tahun) adalah seorang penulis buku, pembawa acara, pemain sinetron Indonesia, dan anggota DPR periode 2009-2014 dari PDI-P.

Setelah menyelesaikan pendidikan S-1 di Fakultas Sastra Belanda Universitas Indonesia dan S-1 Filsafat STF Driyakara, Jakarta , Rieke pun meneruskan pendidikannya. Meski sibuk dengan segala kegiatan 'keartisan', Rieke berhasil menyelesaikan pendidikan S-2nya di jurusan Filsafat Universitas Indonesia (UI). Bahkan tesisnya yang berjudul Banalitas Kejahatan: Aku yang tak Mengenal Diriku, Telaah Hannah Arendt Perihal Kekerasan Negara dijadikan buku dengan judul Kekerasan Negara Menular ke Masyarakat diterbitkan oleh Galang Press.

Rieke mulai dikenal publik lewat iklan Kondom Sutra dengan ucapan Meong. Selain itu ia juga dikenal lewat perannya sebagai Oneng yang "o'on" lewat sitkom Bajaj Bajuri. Selain itu Rieke juga dikenal sebagai pembawa acara dalam acara Good Morning dan penulis buku. Salah satu judul bukunya adalah Renungan Kloset.

Selain sinetron, Rieke juga menjajal teater. Rieke ikut pementasan teater yang berjudul 'Cipoa' garapan Putu Wijaya. Ingin mencoba hal baru, Rieke pun merambah ke layar lebar. Rieke memulai debutnya di layar lebar sebagai Dwi, perempuan yang dipoligami dalam film Berbagi Suami. Ketagihan main film, Rieke bermain dalam film antologi karya empat sutradara perempuan berjudul Lotus Requiem yang kemudian judulnya diubah menjadi Perempuan Punya Cerita.

Rieke aktif dalam kegiatan politik, bahkan pernah menduduki jabatan wakil sekretaris jendral DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pimpinan Muhaimin Iskandar. Rieke kemudian mengundurkan diri dari partai berbasis massa Islam tersebut untuk bergabung ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) pimpinan Megawati Soekarnoputri.
Rieke adalah anggota DPR periode 2009-2014 dari PDI-P untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat II. Di Dewan Perwakilan Rakyat, Rieke merupakan salah satu anggota dari Komisi IX. Bidang yang sangat Ia perhatikan adalah bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia merupakan salah satu anggota Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Rieke Dyah Pitaloka juga mendirikan sebuah yayasan yang diberi nama "Yayasan Pitaloka" yang bergerak di bidang sastra dan sosial kemasyarakatan.

Rieke Diah Pitaloka menikah dengan dosen filsafat Universitas Indonesia, Donny Gahral Adian pada hari Sabtu, 23 Juli 2005, di kediaman orangtua Rieke di Garut, Jawa Barat. Pernikahan ini menimbulkan kontroversi karena tunangan Rieke sejak 11 Januari 2002, sutradara Exel J Permadi merasa dirinya dan Rieke belum resmi putus.

Tanggal 9 Januari 2011, tepat sehari setelah ulang tahun Rieke yang ke 38, ia melahirkan kembar laki-lakinya yaitu Misesa Adiansyah dan Jalumanon Badrika melalui operasi Caesar. Sebelumnya pasangan ini telah memiliki seorang anak laki-laki yang lahir tahun 2009, Sagara Kawani Hadiasyah.[12][13][14]

Anggota Komisi IX DPR, Rieke Diah Pitaloka, mendapatkan pelecehan seksual dari seorang dokter saat melakukan kunjungan kerja ke RSUD Labuang Baji, Sulawesi Selatan pada hari Senin (8 Maret 2010). Tidak terima dengan hal itu, politisi PDIP yang juga artis ini melapor ke polisi.

Rieke melaporkan kasus tersebut ke Ditreskrim Polda Sulawesi Selatan dan Barat, Makassar pada hari Selasa (9 Maret 2010). Rieke diterima Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), Kompol Jamilah Nompo.

Menurut pemeran Oneng dalam sinetron Bajaj Bajuri ini, dalam kunjungan ke RSUD Labuang Baji, Komisi IX DPR melakukan pertemuan dengan sejumlah dokter dan tenaga medis Rumah Sakit tersebut. Usai pertemuan, sejumlah dokter mengajaknya berfoto bersama. Sebagai orang yang juga terjun di dunia hiburan, Rieke pun maklum dan memenuhi ajakan berfoto bersama itu.

"Tapi usai foto bersama, tiba-tiba ada seorang dokter memeluk saya dari belakang. Saya marah dan berontak," ungkap Rieke.

Namun, sambung Rieke, dokter tersebut bukannya meminta maaf malah mengulangi perbuatannya. Bahkan kali ini lebih parah. Dokter bernama Rasyidin itu malah berusaha mencium Rieke.

"Saya marah, tapi dia malah bilang Anda kan publik figur," ungkap Rieke.

Rieke menegaskan, tindakan dokter tersebut tidak bisa ditolerir lagi. Karena itu dia kemudian memutuskan melaporkan tindakan pelecehan seksual tersebut.

"Ini bentruk pelecehan dan diskriminasi terhadap perempuan. Harus ada proses hukum agar pelaku jera," tukas Rieke.

Dalam kesempatan itu, Rieke didampingi kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PDIP Makassar, Ais Amin. Selain ke polisi, Rieke juga akan melaporkan dr Rasyidin ke Dewan Etik Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Kanit PPA Ditreskrim Polda Sulselbar, Kompol Jamilah, mengatakan dr Rasyidin dibidik dengan sejumlah pasal, di antaranya pasal 315 KUHP tentang Penghinaan di Muka Umum dan pasal 281 Tentang Kesusilaan.

Belum ada keterangan resmi dari pihak RSUD Labuang Baji mengenai kejadian ini. Sejumlah pejabat RSUD tersebut belum bisa dihubungi. (sumber: wikipedia)
Diberdayakan oleh Blogger.