Kodam Siliwangi Siap Bantu Pemprov Cegah Human Trafficking

Sabtu, 19 Oktober 2013 | 20.54

(SJO, BANDUNG) - Kodam III Siliwangi siap membantu program Pemprov. Jabar, diantaranya upaya pencegahan trafficking yang akhir-akhir diakui marak terjadi. Demikian, diungkapkan Pangdam III Siliwangi, Mayjen Dedi Kusnadi Thamim dalam keterangannya kepada wartawan di Gedung Sate (18/10).

Dedi, lebih lanjut memaparkan untuk membantu tugas Pemda baik untuk menangkal terjadinya trafficking maupun kekerasan anak dan perempuan, seluruh kekuatan babinsa yang di Jabar tercatat sebanyak 5.300 orang siap dikerahkan.

Tugas tersebut, salah satu bagian dari tupoksi TNI, karena tupoksi TNI tidak hanya dalam perang saja, tetapi juga ada tupoksi untuk menjaga ketertiban dan ketentraman di masyarakat.

Untuk mencegah atau menangkal kasus trafficking atau pun kasus lainnya yang mengganggu ketertiban dan ketentraman masyarakat juga akan bekerja sama  dengan pihak Kepolisian serta aparat sampai Kecamatan.

Dedi, dalam bagian keterangannya memaparkan ada beberapa lokasi yang patut di waspadai yang disinyalir menjadi daerah rawan trafficking diantaranya terminal. Babinsa atas kondisi tersebut, patut untuk terus mewaspadai dengan tindakan preventif.

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengajak para Bintara Pembina Desa (Babinsa) Tentara Nasional Indonesia (TNI) berperan aktif memerangi tindak perdagangan manusia (human traffickhing) di Jawa Barat.

Dikatakan, operasi perdagangan manusia, terutama usia produktif dan anak belia, salah satu persoalan yang berkaitan langsung masa depan bangsa. Hal ini karena korbannya sebagian besar kaum perempuan, yang notabene ujung tombak pembinaan tunas generasi penerus bangsa.

Heryawan menyampaikan ajakannya itu pada acara Orientasi Program Kependudukan dan Keluarga Bencana dan Human Trafficking bagi Danramil dan Babinsa se-Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat, 18 Oktober 2013.

Orientasi dihadiri 160 Komandan Komando Rayon Militer (Danramil) dan 360 Babinsa. Turut hadir Panglima Kodam III/Siliwangi Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim dan Ketua Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (TP2TP2A) Netty Prasetyani Heryawan.

Gubernur Heryawan menjelaskan posisi kependudukan Jabar sebagai provinsi terpadat di Indonesia. Penduduk Jabar berdasar data Desember 2012, ungkapnya, berada di posisi 44,5 juta jiwa. Urusan kedua terpadat, yakni Jawa Timur.

"Penduduk yang besar, bagi Pemprov Jabar, adalah aset pembangunan karena ditempatkan sebagai subyek dan aset. Kita menempatkan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas karena ini syarat untuk melahirkan SDM (sumberdaya manusia) yang unggul," papar Heryawan, seraya memuji keserusan jajaran TNI selama ini dalam menyukseskan program Keluarga Berencana (KB).

Pada saat yang sama, masih ungkap Heryawan, upaya berbagai pihak memerangi tindak perdagangan manusia belum mampu menekan habis kasus human trafficking. Namun, katanya, data menunjukkan tren penurunan kasus perdagangan manusia di Jabar mulai menurun beberapa tahun terakhir.

Di lingkungan Pemprov terdapat Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Korban Pedagangan Orang pada Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB). Gugus tugas ini bersinergi dengan TP2TP2A serta unit kasus kriminal terhadap kaum perempuan dan anak kepolisian.

"Babinsa, kita pahami, penjaga kedaulatan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Dan, karena kependudukan dan human traffickhing salah satu persoalan bangsa, Babinsa tentu akan berperan aktif," ujar Heryawan.

Gubernur menambahkan juga, politik TNI adalah politik negara. TNI tidak berpihak pada satu kekuatan politik atau kelompkok tertentu. "Karena itu, Pemprov sangat pas bergandengan tangan dengan para Babinsa, termasuk dalam upaya memerangi kasus human trafficking," kata Gubernur. (don)

Unesco Tetapkan Bandung Sebagai Kota Wisata Dunia

Rabu, 16 Oktober 2013 | 22.58

(SJO, BANDUNG) - Kota Bandung yang memiliki bebagai kelebihan, mulai dari alamnya yang masih sejuk, seni dan budaya, kreativitas masyarakatnya, serta fashionnya, akhirnya ditetapkan sebagai kota wisata dunia oleh Unesco.

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Bandung, Herry Nurhayat mengatakan, penetapan Kota Bandung sebagai salah satu kota wisata dunia oleh Unesco ada tanggal 25 September 2013 lalu.

“Penetapan Kota Bandung sebagai kota wisata dunia dilakukan kota Beijing, China pada 25 September lalu,” ujar Herry.

Menurut Herry, setelah ditetapkannya Kota Bandung sebagai kota wisata dunia oleh Unesco, pihaknya harus mulai dan terus membenahi diri berbagai infrastruktur serta, keamanan dan kenyamanan berbagai tempat tujuan wisata

“Nantinya kedepan setiap wisatawan yang datang harus mengetahui wisata apa saja wisata yang ada di Kota Bandung,” ucapnya.

Selain itu menurut Herry, untuk mendongkar jumlah wisatawan yang adatang ke Bandung, semua fasilitasi hotel harus repsentatif dengan di dukung oleh transportasi yang aman dan nyaman jika wisatawan akan bepergian ke tempat wisata.

“Di beberapa tempat, harus ada penunjuk-penunjuk ke tempat dan transportasi wisata yang lebih jelas, sehingga memudahkan wisatawan untuk datang,” katanya.

Herry mengatakan, anggaran yang diperlukan untuk mendukung semua fasilitas dan infrasturktur yang diperlukan untuk sector pariwisara tersebut baru bisa dilakukan dalam anggaran perubahan.

“Kita bisa kerjakan segala kebutuhan diperubahan anggaran, itu artinya bisa dilakukan secepatnya,” pungkasnya. (r22)

Pemkot Bandung Akan Perluas Sarana Membaca

Rabu, 02 Oktober 2013 | 18.13

(SJO, BANDUNG) - Pemkot Bandung, berkomitmen memperluas sarana membaca  untuk kalangan masyarakat. Dalam hitungan dua tahun ke depan, diharapkan perluasan sarana membaca baik taman bacaan maupun perpustakaan dapat dinikmati masyarakat di seluruh Kota Bandung. Hal demikian, diungkapkan Walikota Bandung, Ridwan Kamil dalam acara pembukaan pameran buku tahun 2013, bertempat di Landmark, Jalan Braga Kota Bandung (2/10).

Ridwan Kamil, lebih lanjut memapatrkan gagasan perluasan sarana membaca sudah dirintis ketika kampanye Pilwalkot beberapa bulan lalu. Kini, setelah dilantik Walikota baru program tersebut akan dilanjutkan. Program tersebut akan terus dipacu baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

Program tersebut akan diimplementasikan dalam beberapa kegiatan antara lain program gerobak buku, untuk program gerobak buku ditargetkan dapat menyentuh lokasi sampai ke gang-gang kecil sehingga masyarakat dari kalangan kurang mampu dapat mempergunakan sarana tersebut.

Kegiatan berikutnya yang disiapkan yaitu perpustakaan di taman-taman yang dilengkapi toilet dan petugas jaga. Kegiatan lainnya yaitu pembuatan taman khusus untuk membaca buku.

Taman dijadikan  icon untuk membuat lokasi sarana membaca karena cuaca di Kota Bandung aman. Untuk menyukseskan program tersebut, diharapkan para penerbit buku dapat berpartisipasi setidaknya dapat mencari lokasi yang tepat untuk mencari lokasi yang dijadikan  taman baca.

Perpustakaan Kota Bandung, ujar Ridwan  diharapkan menjadi juara dunia sehingga sarana harus disempurnakan dan referensi buku juga banyak dilengkapi digital. Melalui program yang sudah disiapkan Optimis 2016 dapat terwujud agar minat masyarakat untuk membaca meningkat.(Nur)

Air Cikapundung akan Diolah Hingga Layak Minum

Senin, 23 September 2013 | 20.28

(SJO, BANDUNG) - Sungai Cikapundung merupakan sungai yang mengalir membelah kota Bandung. Sungai ini memanjang hingga 28 kilometer, berhulu di Bukit Tunggul, Bandung Utara dan bermuara di Sungai Citarum. Kini kondisi Sungai Cikapundung begitu memprihatinkan. Banyaknya masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai Cikapundung memanfaatkan sungai sebagai tempat pembuangan, dari mulai limbah kotoran sapi, limbah rumah tangga, kotoran manusia, dan bahkan sampah pun tak bisa dielakkan lagi. Membuat aliran air sungai tidak lagi sejernih dulu.

Visag adalah perusahaan yang mengolah air limbah menjadi air layak pakai dengan teknologi Jepang, selain di Indonesia, pengolahan air dengan teknologi jepang ini telah dilakukan di Brazil, Singapore. Saat Acara West Jawa Tea Festival 2013 beberapa hari lalu, Visag memamerkan cara pengolahan air limbah menjadi air layak pakai dengan menggunakan air dari sungai Cikapundung.

Bandung Ina selaku PPIC (Production Planning & Inventory Control) di perusahaan VISAG yang ditemui pada acara tersebut, menjelaskan bagaimana proses dari penjernihan air.

Serbuk PSG (serbuk penjernih dari Jerman) dicampurkan dan diaduk dengan 30 Liter air sungai, PSG bukan serbuk seperti kaporit, tawas atau penjernih lainnya. Air yang sudah di aduk lalu di diamkan selama satu setengah jam, agar flaknya mengendap.  Setelah itu air tersebut melalui lima kali penyaringan (filter), yaitu melalui tabung 10 mikron, 5 mikron, 3 dan 1 mikron baru melalui tabung karbon sebagai finis hing hingga air sungai tersebut dapat di produksi langsung, tapi tidak untuk di konsumsi lngsung seperti air minum karena kalau untuk air minum membutuhkan satu kali lagi tahap penyaringan dengan menggunakan UV.(rls)

Riset Indie Gelar Angkot Day untuk Tertibkan Kota

Sabtu, 21 September 2013 | 22.32

(SJO, BANDUNG) – Riset indie menyelenggarakan ANGKOTDAY sebagai salah satu program mentertibkan kota. Isi acara tersebut yaitu mentertibkan jalur angkot, pembebasan pengeteman angkot dan juga menggratiskan seluruh angkot jurusan Kalapa – Dago dari jam 5 pagi sampai jam 7 malam.

Riset indie merupakan salah satu komunitas Bandung yang mengangkat topik-topik dari masyarakat. Salah satu topik masyarakat yang utama di kota Bandung sekarang ini adalah kemacetan. Jika dilihat dari kendaraan angkot penyebab kemacetannya yaitu bertumpuknya pengeteman angkot dan juga berhentian dimana saja. Oleh karena itu Riset Indie mencoba menjalankan program Angkotday ini pada hari jumat 20 September 2013.

Angkot day ini didukung penuh oleh Walikota Bandung yang baru saja dilantik Senin lalu Ridwan Kamil. Tidak hanya mendukung, Ridwan Kamil juga ikut turun serta mengendarai angkot sepanjang jalan Kalapa – Dago – Kalapa.

Aspin (23) salah satu supir angkot Kalapa Dago mengaku bahwa acara ini menguntungkan bagi para supir angkot. Aspin juga mengaku senang karena dia tidak perlu repot-repot untuk mengetem dan bisa terhindar dari kemacetan. Selain supir angkot masyarakat juga berantusias dengan baik terhadap acara ini. Masyarakat berharap banyak kemajuan setelah diadakannya acara ini.

Salsa (18) salah satu relawan dari Riset Indie juga berharap bahwa program angkot day ini tidak hanya dilaksanakan satu hari saja.“kalau pun tidak setiap hari ya minimal acara angkot day ini dilaksanakan pada hari jumat saja misalnya.” (w22)

Bandung Jadi Tuan Rumah Festival Teh Internasional

Kamis, 19 September 2013 | 23.50

(BANDUNG, SJO) - Sejumlah ahli peracik teh dari dalam dan luar negeri dipastikan akan menghadiri Bandung Festival Teh Internasional yang akan berlangsung selama tiga hari, mulai besok hingga hari Minggu tanggal 22 September mendatang.

Ketua Bidang Promosi dan Pemasaran Dewan Teh Indonesia, Andrew T. Supit mengatakan, selain untuk memperkenalkan teh Indonesia, kegiatan ini juga sebagai ajang berbagi pengalaman antar peserta, pemerhati dan peracik teh.
“Kita lebih banyak kembali memperkenalkan bagaimana pekembangkan industri teh di Indonesia kepada peserta dari luar, begitu juga kita akan mengetahui dari mereka, jadi ini lebih kepada saring informasi,” ujarnya.

Andrew mengharapkan, festival teh kali ini dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta produsen dan lebih mempopulerkan budaya minum the kepada masyarakat Jawa Barat khususnya dan Indonesia umumnya yang saat ini semakin hilang.

“Kita mengundang Master Of Tea dari beberapa negara, untuk memperlihatkan bagaimana cara meracik dan menyuguhkan teh yang benar,” ucap Andrew, kepada wartawan pada acara Press Comference Bandung International Tea Festival 2013 di Hotel Bumi Sawunggaling, Jln. Sawunggaling, Bandung, Rabu (18/09)

Andrew menyatakan, dalam festival teh kali ini dapat  terjadi transaksi bisnis diantara peserta serta hadirnya investasi dibidang the ke Indonesia.

“Tidak menutup kemungkinan adanya deal-deal diantara peserta dalam upaya pengembangan bisnis teh.” katanya.

Kegiatan yang akan berlangsung mulai Jumat (20/09) hingga Minggu (22/09) tersebut akan digelar di beberapa tempat di Bandung, diantaranya di Jalan Braga Pendek (Area Hijau), Gedung Majestic serta Gedung Merdeka. (r22)

Walikota Ridwan Kamil: Kesejahteraan Keluarga Cermin Keberhasilan Pemerintah

Selasa, 17 September 2013 | 21.24

(SJO, BANDUNG) - Walikota Bandung, Ridwan Kamil menyatakan bahwa kesejahteraan sebuah keluarga mencerminkan harga diri dan tingkat keberhasilan pemerintahnya dalam upaya untuk mencapai tujuan pembangunan.

“Keberadaan PKK sangat berperan penting dalam membantu peningkatan kualitas sebuah keluarga,” ucap Ridwan, dalam sambutannya di acara pelantikan Atalia Praratya Ridwan Kamil, sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bandung, masa Jabatan 2013-2018, di Lantai 3 Balai Kota Bandung, Senin (16/09).

Walikota juga mengharapkan, dengan 10 programnya, PKK dapat membantu berbagai program pemerintah Kota Bandung, untuk menjadi Bandung Juara.

“Selama 5 tahun kedepan kita akan memiliki slogan baru, yaitu Bandung Juara dengan mewujudkan Kota Bandung yang unggul, nyaman dan sejahtera,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ridwan Kamil juga mengucapan terimakasihnya atas kerja keras dan bimbingan yang telah dilakukan selama kepemimpinan Dada Rosada dan Ayi Vivananda terhadap Tim Penggerak PKK Kota Bandung, hingga seperti saat ini.

“Atas bimbingan walikota dan wakil sebelumnya, keberadaan PKK mulai dari tingkat kota hingga Dasawisma, saat ini terus berkembang dan telah memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Menurutnya, kondisi ini harus terus dipertahankan dan jika perlu ditingkatkan, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bandung kearah yang lebih baik. (r22)

Ridwan dan Oded Resmi Walikota dan Wakil Walikota Bandung

Senin, 16 September 2013 | 22.37

(SJO, BANDUNG) - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atas nama Presiden Republik Indonesia  melantik Walikota Bandung M Ridwan Kamil dan Wakil Walikota Oded M Danial dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Bandung, dengan agenda tunggal Pengucapan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Bandung Masa Jabatan 2013-2018 di Gd.DPRD Kota Bandung Jl. Aceh 36 Bandung, Senin (16/9) pagi.

Dalam pengantarnya, Ketua DPRD Kota Bandung Ernawan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh warga Kota Bandung yang mensukseskan pelaksanaan Pemilihan Walikota beberapa waktu lalu. Kini, menurutnya, tidak ada lagi kubu-kubuan, karena warga Bandung dan semua elemen tim sukses pasangan calon sudah kembali menjadi satu guna mendukung Walikota dan Wakil Walikota Bandung terpilih periode 2013-2018.

Turut hadir jajaran pimpinan DPR RI, Pimpinan Parpol, Ketua DPRD Jabar, Wakil Gubernur Jabar, Kapolda Jabar, Kasdam III Siliwangi, Dan Lanud, Dan Lanal, jajaran KPUD Jabar dan Kota Bandung, para Walikota/Bupati se Priangan, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Provinsi Jabar, Ketua TP PKK Jabar, dan para tokoh masyarakat Jawa Barat. Acara berlangsung lancar dan khidmat. Pada acara itu kehadiran Walikota Bandung Periode 2008-2013 Dada Rosada diwakilkan oleh Wakil Walikota

Dalam sambutannya, Heryawan menegaskan momentum pelantikan menandai peralihan kepemimpinan di Kota Bandung. Untuk itu, Walikota dan Wakil Walikota Bandung periode 2013-2018 merupakan pemimpin bagi seluruh warga Kota Bandung.  Lebih dari itu, merupakan wujud keberhasilan dalam pelaksanaan Pemilihan Walikota yang berjalan aman dan tertib. "Ini semakin menegaskan Provinsi Jawa Barat sebagai kawasan yang sangat kondusif," ujarnya.

Memasuki usia Kota Bandung yang ke-203, maka harus ada upaya perbaikan dan pembangunan yang semakin baik. Diantaranya dengan perbaikan pengelolaan lokasi parkir dan pedagang kaki lima. Selain itu harus diupayakan ruang terbuka hijau minimal 30 persen. Membangun sarana bermain dan lokasi yang memberikan rasa nyaman bagi warga kota. "Masalah kepadatan penduduk, air bersih dan lingkungan, juga harus menjadi fokus," ungkapnya.

Heryawan mengajak Pemkot Bandung untuk bersama membangun sarana dan sisten transportasi seperti monorail. Selain itu pula untuk meminimkan bencana banjir, maka perlu upaya perbaikan daerah aliran sungai. Mendorong terciptanya banyak wirausahawan baru, membuka lapangan kerja dan meningkatkan kreativitas warga kota. "Juga masalah peningkatan kualitas SDM dengan sistem dan sarana pendidikan yang memadai," tuturnya.

Kota Bandung, lanjut Heryawan harus menjadi daerah pertama yang partisipasi pendidikan tingkat lanjutan atas atau SLTA harus 100 persen. Saat ini angka partisipasi kasar (APK) SLTA tingkat provinsi baru 49 persen. "Kota Bandung harus menjadi daerah pertama yang mendeklarasikan 100 persen APK SLTA nya," tegasnya. Tentu ada dukungan program pembangunan 20.000 ruang kelas baru dan program lainnya yang digulirkan Pemprov Jabar hingga tahun 2018.

Dalam akhir sambutannya, Heryawan mengingatkan Walikota dan Walikota Bandung periode 2013-2018 agar dalam memimpin memperhatikan transparansi dan akuntabilitas. Menjaga harmonisasi kepemimpinan dan meningkatkan pelayanan publik. Dan ucapan terima kasih kepada Walikota dan Wakil Walikota Bandung periode 2008-2013 atas bakti dan kerja kerasnya dalam membangun Kota Bandung.

Bandung Dipastikan Jadi Tuan Rumah Konferensi International Design Action

Senin, 09 September 2013 | 16.14

(SJO, BANDUNG) - Kota Bandung dipastikan akan menjadi tuan rumah konferensi internasional Design Action, yang akan digelar selama tiga hari mulai tanggal 1 hingga 3 Oktober 2013 mendatang, di Balai Pertemuan Bumi Sangkuriang Jl Kiputih 12 Bandung.

Ketua Bandung Creative City Forum (BCCF), Tubagus Fiki Chikara Satari mengatakan, konferensi ini bertujuan untuk merumuskan berbagai usulan dan solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi Kota Bandung.

“Kita ingin mengetahui apa respond an yang harus dilakukan masyarakat dan Pemerintah Kota Bandung dari berbagai masukan yang dikemukakan para pembicara, setelah sebelumnya kita menyampaikan berbagai data tentang Bandung,’ ujarnya.

Menurut Fiki, permasalah yang dihadapi oleh Kota Bandung seiring dengan terus meningkatnya populasi penduduk selama ini, baik melalui kelahiran maupun para pendatang. 

“Kota Bandung dimana angka pertumbuhan ekonomi yang terus tinggi menjadikan kota ini terus diserbu oleh para pendatang untuk mengadukan nasibnya sementara kapasitas dan kemampuan kota terbatas, sehingga muncul berbagai permasalahan di berbagai bidang,” tuturnya.

Fiki mengatakan, berdasarkan hasil pengumpulan data, berbagai permasalah yang saat ini perlu segera dilakukan penyelesaiannya, diantaranya masalah trasportasi publik, kemacetan dan infrastruktur.

“Masalah trasportasi menjadi permasalah besar, ini makibat buruknya manajemen pengelolaan transportasi oleh Pemkot,” ucap Fiki kepada wartawan dalam jumpa pers yang digelar di Simpul Space, Jalan Purnawarman, akhir pekan kemarin.

Sejumlah pembicara yang akan hadir dalam konferensi ini, diantaranya Wali Kota Bandung 2013-2018 terpilih Ridwan Kamil, Director of HPI d.school Potsdam Jerman Uli Weinberg, Kees Dorst Professor at University of Technology Sydney Australia, Ashwini Deshpande Founder Director and Principal Architect at Elephant Strategy and Design India, Deborah McKoy Executive Director and Founder of the UC Berkeley Center for Cities and Schools USA dan Nicolas Buchoud sebagai Founding principal of Renaissance Urbaine, Paris, Prancis. (R22)

Bio Farma Pelopori CSR Kelas Dunia

Jumat, 06 September 2013 | 05.44

(SJO, BANDUNG) – PT Bio Farma sudah mempelopori CSR kelas dunia, dimana program CSR yang dilakukan PT Bio Farma diakui oleh beberapa badan dunia. Salah satu program CSR yang berhasil dilakukan PT Bio Farma adalah budi daya ikan Koi 3 warna di Cisaat Sukabumi. Hal itu diungkapkan Dirut PT Bio Farma, Iskandar dalam Sosialisasi Progam Jabar Caang yang dihadiri Wagub Jabar, Rabu (4/9) di Aula PT Bio Farma Bandung.

“Dalam konsep di Bio Farma, CSR itu harus sudah dianggarkan di awal tahun penganggaran. Artinya, Bio Farma sudah menganggarkan dana CSR sebelum mendapat untung. Filosofinya adalah, kalau mau sedekah, jangan menunggu kaya dulu” ujar Iskandar.

Menurut Iskandar salah satu program SCR yang cukup berhasil adalah budidaya ikan Koi di Cisaat Sukabumi.

“Ikan Koi yang dikembangkan di Cisaat itu adalah jenis Koi yang mahal, yaitu Koi yang memiliki 3 warna. Satu ekornya bisa mencapai harga 500 ribu rupiah. Kami tidak menjajakan ikan Koi itu ke mana-mana, malah orang-orang yang datang membeli ke tempat kami” paparnya.

Menurut Iskandar, program CSR Bio Farma sudah mendapat penghargaan dari badang dunia dengan ISO 2200.(R22)

Dor! Ternyata Lokalisasi Saritem Masih Buka

Minggu, 01 September 2013 | 23.41

(SJO, BANDUNG) - Seorang polisi anggota Quick Response Satuan Sabhara Polrestabes Bandung, Briptu JS (24) terpaksa harus menjalani pemeriksaan oleh Propam karena menembak seseorang yang berusaha mengeroyoknya. Penembakan terjadi saat pelaku berusaha melerai sebuah perkelahian di lokalisasi prostitusi Saritem, Kecamatan Andir, Bandung, Sabtu (31/8).

Akibat penembakan tersebut, korban yang bernama Arif Tampubolon (34) mengalami luka tembak di bagian kaki. Korban dibawa ke unit gawat darurat ke Rumah Sakit Kebon Jati, kemudian dirujuk ke RS Hasan Sadikirn Bandung.

Menurut Kepala Kepolisian Sektor Andir, Komisaris Janter Nainggolan, anggota Polrestabes Bandung itu terpaksa melepaskan tembakan karena dipukuli. Kejadian bermula saat seorang pendatang cekcok dan baku hantam dengan beberapa warga setempat. Seorang polisi tanpa seragam, yang kebetulan tengah berada di lokasi, lalu datang dan mencoba melerai.

"Namun dia (polisi) malah dipukuli oleh para pelaku dan terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan, dan mengenai kaki salah satu pelaku yang berbadan besar," kata Janter. 

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Martinus Sitompul menjelaskan pemeriksaan terhadap Briptu JS terus dilakukan meski telah ada perdamaian antara pelaku dan korban. Hingga Minggu (1/9/13)  sudah tujuh saksi yang diperiksa. Lima orang dari pelaku, satu orang dari korban, dan seorang warga yang merupakan anggota Linmas.

"Dia (JS) diduga melanggar, ada apa malam-malam dia ke sana," kata Martinus.

Martinus tidak merinci keperluan JS di lokasi kejadian. Termasuk saat disinggung apakah JS dan korban adalah 'tamu' di lokasi tersebut atau tengah bertugas.

Menurut keterangan pelaku dari hasil pemeriksaan, saat itu korban yang bekerja sebagai sopir angkot dan tiga rekannya dalam kondisi mabuk sempat berbuat keributan. Namun kejadian itu berhasil dilerai. Tetapi, korban kembali lagi karena helmnya tertinggal di lokalisasi.

Saat itu korban mendengar ada semacam kalimat umpatan dari rekan pelaku dan menghampirinya. Keributan pun kembali terjadi. Korban selanjutnya melihat beberapa rekannya berkelahi dengan rekan pelaku. Saat hendak melerai, JS (pelaku) malah terkena tinju korban dan akhirnya mencabut pistol dan mengeluarkan tembakan peringatan ke udara dan satu tembakan yang mengenai lutut kiri korban.

Lokalisasi Saritem, terletak di antara Jalan Astana Anyar dan Gardu Jati. Kawasan lokalisasi bahkan letaknya tak jauh dari Mapolsek Andir. Hanya sekitar 100 meter. Setelah beberapa kali janji akan menutup Lokalisasi Saritem, akhirnya pada 17 April 2007 silam, tepat pukul 24.00 WIB, Walikota Bandung Dada Rosada menutup secara resmi aktivitas prostitusi di sana.

Setelah resmi ditutup, seringkali muncul selentingan jika aktivitas prostitusi di sana masih berjalan. Namun beberapa kali ini dibantah oleh pajabat terkait. Peristiwa penembakan yang diawali keributan itu seolah membuka tabir yang selama ini disembunyikan.Padahal di lokolisasi itu juga saat ini berdiri sebuah pesantren yang dimaksudkan untuk mendukung langkah penutupan prostitusi(tim)

YKP Sosialisasikan Kangker Payudara

Jumat, 30 Agustus 2013 | 23.57

(SJO, BANDUNG) - Yayasan Kesehatan Payudara atau YKP Jawa Barat,  Jumat (30/08) melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Rumah Sakit (RS) yang ada di Kota Bandung.

Ketua YKP Jabar, Shendy Dede Yusuf mengatakan, kunjungan ke sejumlah rumah sakit di Kota Bandung dilakukan, dalam rangka untuk sosialisasi mengenai Kangker Payudara secara luas kepada masyarakat.
“Kunjungan ke RS untuk bekerjasama dalam menyampaikan informasi-informasi mengenai kangker payudara kepada pasien maupun keluarga pasien,” ujar Shendy, kepada wartawan, usai memberikan pemaparan tentang penyakit kangker payudara kepada sejumlah dokter beserta staf Rumah Sakit Ibu dan Anak atau RSIA Melinda, Jumat (30/08).

Menurut Shendy, dalam pelaksanaan sosialisasi nanti, pihak RS bisa menanyakan informasi melalui media TV maupun brosur di ruang tunggu pasien.

“Informasi dalam bentuk tayangan, pentingnya dalam mendeteksi kangker payudara. Digambarkan dalam tayangan tersebut kalau ini terjadi pada ibu semua keluarga bisa ikut sakit,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Khusus Bedah, Melinda 2, dr.Hendra Rini Darsono, menyambut baik apa yang dilakukan Yayasan Kesehatan Payudara atau YKP Jawa Barat, dengan mengadakan sosialisasi tersebut.
Karena menurut Rini, pasien yang datang ke RS Ibu dan Anak Melinda ini mayoritas ibu-ibu yang nota bene rentan teradap penyakit kangker payudara.

“Kita sangat mendukung program sosialisasi ini, dan kita akan langsung melakukannya kepada pasien maupun keluarga pasien melalui tayangan TV,” ucapnya.

Apalagi menurutnya, pasien RS Melinda mayoritas kaum perempuan yang sangat penting mendapat informasi tersebut. (W22)

306 Mahasiswa Universitas Sangga Buana Diwisuda

Minggu, 25 Agustus 2013 | 00.03

(SJO, BANDUNG) - Sebanyak 306 mahasiswa Universitas Sangga Buana (USB) YPKP, Bandung yang lulus dan berhasil mempertahankan tugas akhir akademiknya, mengikuti wisuda ke-7 pada Sabtu (24/08/13) pagi.

Rektor Universitas Sangga Buana YPKP Bandung, Asep Effendi mengatakan, berdasarkan hasil nilai yang diraih oleh para mahasiswa, para lulusannya terus membaik dari tahun ketahun.

“Kualitas lulusan terus mengalami peningkatan. Tidak hanya dari sisi akademik mereka juga mampu dalam mengembangkan dan mengimplementasikan ilmu yang mereka dapat di dunia kerja,” ujarnya.

Menurut Asep, selain akan mewisuda mahasiswa dari lulusan Diploma 3 dan Strata 1, untuk tahun ke-7 ini USB YPKP juga akan mewisuda lulusan Magister Management (MM) untuk pertamakalinya.

“Untuk Mahasiswa MM atas nama Louisiani Mansoni Isnajati denhan IPK 3,93 predikat “Dengan Pujian”, ujar Asep, kepada wartawan di Kampus USB YPKP Bandung.

Selain Louisiani, USB juga akan mewisuda 305 mahasiswa lainnya yang berhasil mempertahankan tugas akhir akademiknya, masing-masing 198 dari Fakultas Ekonomi, 79 dari Fakultas Teknik dan 29 orang dari Fakultas IKA. (r22)

Meski Dada Ditahan, Pelayanan Publik Tak Terganggu

Jumat, 23 Agustus 2013 | 15.02

(SJO, BANDUNG) - Pelayanan publik kepada masyarakat diyakini tidak akan terganggu, menyusul penahanan Walikota Bandung, Dada Rosada oleh Komisi Pemberantasan Korumsi (KPK). Demikian ditegaskan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

“Saya yakin penahanan Wali Kota Bandung Dada Rosada tidak akan mempengaruhi pelayanan publik,” ujar Gubernur, kepada wartawan di acara peringatan satu abad Paguyuban Pasundan, di Sasana Budaya Ganesha Jalan Taman Sari, Kota Bandung, Selasa (20/08)

Menurut Heryawan, pelayanan publik yang diberikan Pemerintah Kota Bandung kepada mayarakat yang membutuhkan akan tetap optimal, karena masih ada Wakil Walikota Bandung.

“Pa Ayi Vivananda yang saat ini masih menjabat Wakil Walikota, akan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bandung,” ucapnya.

Oleh karenanya menurut Gubernur, masyarakat Bandung tidak perlu khawatir akan pelayanan yang diberikan oleh jajaran dipemerintahan Kota Bandung, mulai dari tingkat RW hingga dinas.

“Masarakat jangan terlalu gusar, kita optimistis pelayanan publik di Pemkot Bandung akan seperti biasa dan tidak mengalami gangguan. Karena tugas walikota otomatis akan dieban wakilnya,” kata Gubernur. (don)

Korban Kebakaran di Belakang Pasar Baru Bandung Harapkan Bantuan Pemerintah

Senin, 19 Agustus 2013 | 16.19

(SJO, BANDUNG) – Dalam sepekan, dua kebakaran hebat melanda Kota Bandung. Terahir, terjadi di kawasan permukiman belakang Pasar Baru, yang menghanguskan 15 rumah penduduk. Akibat musibah ini, 25 kepala keluarga terpaksa bermukim sementara di Masjid Al Hikmah, tak jauh dari lokasi kebakaran, di Jalan Durman, Gang Juardi RT 06/05 Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Bandung.

Menurut Kapolsek Andir, Kompol Janter Nainggolan, kebakaran bermula dari kediaman warga bernama Iyay. "Diduga dari hubungan arus pendek listrik," ujar Kapolsek.

Api baru bisa dipadamkan sekitar 3 jam kemudian. Warga berjibaku bergotong royong dengan alat sederhana untuk memadamkan api. Kobaran api baru benar-benar padam  setelah dijinakkan petugas pemadam kebakaran yang mengerahkan10 unit mobil pemadam kebakaran dari Pemkot Bandung, 1 unit dari Pemprov, dan 2 unit dari Pemkab Bandung.

Musibah ini menyisakan kebingungan bagi sejumlah warga pemilik rumah yang terbakar. Banyak di antara mereka yang telantar karena tidak bisa menyelamatkan barang-barang berharga. Kini mereka menunggu uluran tangan pemerintah agar bisa beraktifitas normal seperti semula. (don)

Kebakaran Melanda Kawasan Fly Over Pasopati-Cihampelas

Sabtu, 17 Agustus 2013 | 13.19

(SJO, BANDUNG) - Diduga akibat hubungan pendek arus listrik, sebuah rumah makan di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (16/8) malam ludes terbakar. Api juga menghanguskan dua rumah warga, satu toko kelontong dan satu tempat tambal ban.

Kencangnya tiupan angin membuat api dengan mudah menghanguskan seluruh bangunan. Akibat kejadian ini, ruas Jalan Cihampelas sempat macet total. Mobil pemadam sempat kesulitan mencapai lokasi. Api hampir merembek ke bangunan di sampingnya.

Selang setengah jam, pemadam kebakaran dibantu warga sekitar berhasil memadamkan api. Meski tidak menelan korban jiwa, insiden ini menelan kerugian hingga ratusan juta Rupiah.

Kendati, tidak terlalu banyak menghanguskan rumah warga, api yang berkobar termasuk dalam kategori besar, dan memakan waktu selama dua jam baru bisa dikuasai petugas. (antar)

Pembunuhan Sisca Berlatar Dendam Orang Dekat?

Sabtu, 10 Agustus 2013 | 11.55

(SJO, BANUDNG) -  Kematian Sisca Yofie (34) masih menyisakan misteri dan teka-teki. Sampai Sabtu (10/8/13) siang, kepolisian belum menemukan pelaku pembunuhan sadis yang terjadi di kawasan Cipedes, Bandung pada Senin (5/8/13). Dugaan sementara, pembunuhan berlatar dendam, dan bisa jadi dilakukan orang dekat korban.

Mengemuka dua versi pembantaian gadis cantik yang menjabat Branch Manager PT Verena Multi Finance itu. Versi pertama, Sisca dibunuh terlebih dahulu, lalu jasadnya diseret hingga 500 meter. Sedang versi kedua, Sisca dihabisi nyawanya oleh dua pelaku menggunakan sepeda motor diseret dan dibacok kepalanya.

Dari CCTV yang diperoleh pihak kepolisian dan sudah menyebar luas ke publik melalui media massa terlihat kedua pelaku menyeret tubuh korban. Tetapi, anehnya korban tak terlihat meronta-ronta saat diseret. Dalam CCTV, jasad Sisca terlihat kaku dan tidak bergerak saat diseret kedua pelaku. Bahkan, ada beberapa saksi yang mengaku melihat kedua pelaku menyeret sebuah benda yang dikiranya sebuah boneka.

Polisi memang sudah menyimpulkan bahwa motif pelaku menghabisi nyawa Sisca adalah dendam. Itu terlihat dari tidak adanya barang-barang Sisca yang raib diambil sang pembunuh.

"Motifnya diduga dendam. Tapi perlu ditelusuri lagi apakah pemicunya karena asmara, pekerjaan, keluarga atau lainnya. Ini akan terjawab dan terungkap setelah pelakunya ditangkap," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul beberapa waktu lalu.

Satreskrim Polrestabes Bandung juga sudah meminta keterangan 10 orang saksi di antaranya pihak keluarga dan rekan kerja Sisca.

Lokasi tempat pembunuhan Sisca Yofie juga dikenal warga sebagai tempat yang seram dan rawan tindak kejahatan. Hal itu dibenarkan oleh salah seorang warga bernama Fernandes. Lokasi pembunuhan Sisca Yofie memang dikenal sebagai kawasan elit. Di tempat tersebut banyak berdiri kos-kosan karena berdekatan dengan kampus Maranatha. Hanya saja daerah tersebut memang sepi dan rawan kejahatan.

Daerah yang sepi itulah kemudian memunculkan dugaan pelaku memang mengenali betul detil lokasi pembunuhan Sisca Yofie. Bahkan,karena sepi dan gelap lokasi tersebut, CCTV yang diperoleh pihak kepolisian tidak begitu menjelaskan mengenai berapa nomor plat motor yang digunakan pelaku termasuk jenis kendaraannya.

Motif sementara pembunuhan sadis ini berlatar dendam. Benarkah pelaku itu eksekutor bayaran? Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul menegaskan pihaknya enggan terburu-buru menyimpulkan siapa sebenarnya pelaku tanpa merujuk fakta dan bukti kuat. Tim khusus Polrestabes Bandung masih menyelidiki kasus yang menjadi sorotan masyarakat lantaran aksi sadis pelaku membantai wanita berparas cantik ini.

"Tentunya hal-hal berkaitan dengan kasus ini, kami tidak tinggal diam. Mengenai apakah ada aktor intelektualnya dan dugaan keterlibatan orang bayaran, kami akan mendalami penyelidikan," kata Martin kepada wartawan di Bandung, Jumat (9/8/2013).

Satreskrim Polrestabes Bandung sudah meminta keterangan 10 orang saksi di antaranya pihak keluarga dan rekan kerja Sisca. Polisi pun terus mengumpulkan bukti-bukti serta mengembangkan keterangan para saksi. Selain itu, pelacakan histori komunikasi wanita berparas cantik itu turut menjadi bagian investigasi.

Personel Ditreskrium Polda Jabar dan Cyber Crime Mabes Polri turut terlibat mengusut kasus pembunuhan yang menjadi sorotan publik ini. Menurut Martinus, Tim Cyber Crime Mabes Polri turun tangan untuk melacak tiga telepon genggam milik Sisca.

"Tim Cyber Crime datang ke Bandung. Mereka 'membedah' tiga handphone punya korban (Sisca). Tim ini akan mengurai jejak komunikasi korban seperti percakapan, SMS, dan MMS. Setelah itu tim menganalisisnya," tutur Martinus.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno sebelumnya menyebut tak menutup mata jika pelaku pembunuhan terhadap Sisca diduga orang yang mengenal serta dekat.

"Kemungkinannya memang orang yang sudah kenal. Enggak mungkin dendam kalau enggak kenal. Apakah itu hubungan lama, apakah keluarga, teman lama atau rekan kerja," ujar Sutarno. (tim) 

Polsekta Andir Blokir Konvoi Takbir dari Luar Kota Bandung

Kamis, 08 Agustus 2013 | 12.34

(SJO, BANDUNG) - Polsekta Andir blokir masuknya pawai takbir dari daerah luar kota bandung, hal dilakukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan.

"Agar mereka tidak melakukan pawai di kotamadya, kami imbau agar mereka tidak masuk ke kota bandung, biar merayakan takbir di wilayah masing masing" jelas Kapolsekta Andir Kompol Janter Nainggolan kepada seputarjabar.com, Rabu (7/8/13) malam.

Untuk antisipasi di wilayah hukum polsekta andir pihaknya menyiagakan unit patroli di daerah yang berbatasan langsung dengan kota maupun kabupaten tetangga."Kami menyiagakan anggota di batas kota, dimana masuknya pawai dari daerah lain" ujarnya lagi.

Pihaknya akan menertibkan iring iringan pawai yang dianggap membahayakan pengguna jalan lainnya maupun peserta pawai itu sendiri.

"Kami akan memberikan anjuran secara persuasif agar masyarakat yang mengikuti pawai dapat tertib dalam melaksanakan pawai takbir, jangan sampai membahayakan dirinya sendiri ataupun orang lain"

Polsekta Astana Anyar

Polsekta Astana Anyar siagakan anggotanya antisipasi pawai takbir tegal lega, sebanyak 65 anggota kepolisian diturunkan untuk patroli di wilayah, terutama tegallega karena sering terjadi penumpukan.

"Kami siagakan 65 anggota untuk berjaga jaga di wilayah hukum agar situasi di daerah tetap kondusif" jelas kompol Drs Sutorih Sh MSi via seluler.(Don)


Sisca Pernah Mengaku Pusing Berurusan dengan Debt Collector

Rabu, 07 Agustus 2013 | 17.39

(SJO, BANDUNG) – Sampai Rabu (7/8/13) sore Polisi telah memeriksa sembilan orang saksi terkait kasus pembunuhan Fransisca Yofie (30), gadis berparas cantik yang dibantai secara sadis oleh dua pria tak dikenal di Jalan Cipedes Tengah, Kecamatan Sukajadi, Bandung, Jawa Barat, Senin (5/8/2013)petang sekitar pukul 18.15 WIB.

Menurut Kapolsek Sukajadi Ajun Komisaris Polisi Suminem, Sembilan saksi tersebut terdiri dua rekan kerja korban, dan tujuh saksi dari kalangan warga sekitar tempat kejadian perkara.  Kasus pembunuhan yang tergolong cukup menonjol ini masih diusut tim penyidik Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung.

Berdasarkan keterangan para saksi diketahui, Sisca pernah mengeluhkan pekerjaannya karena berurusan dengan para debt collector. Namun belum diketahui pasti lebih jauh urusan dimaksud yang pernah diakui korban sebagai pekerjaan yang memusingkan dirinya.

Sisca selama ini bekerja di PT Venera Multi Finance Bandung. Ia dikenal sebagai sosok yang ramah dan baik hati. Selama sekitar satu setengah tahun tinggal di tempat kos, Sisca juga tidak pernah terlihat membawa atau menerima tamu laki-laki ke dalam kamarnya.  Korban juga dikenal tidak pernah membuat masalah dengan orang lain.

Sisca tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit setelah ditemukan dalam keadaan kritis pada Senin petang sekitar pukul 18.15 WIB. Saksi menyebutkan, pelaku menjambak dan menyeret dengan motor sebelum membacok korban. Saksi lain mengatakan, dua pelaku berkendaraan motor Suzuki Satria R, kemudian membuang tubuh Sisca  di dekat Lapangan Abra, Jalan Cipedes Tengah. (tim)

Polisi Masih Memburu Dua Terduga Pembunuh Sisca

(SJO, BANDUNG) - Aparat gabungan Polrestabes Bandung dan Polda Jabar masih memburu dua pria misterius yang diduga membunuh Sisca Yofie, karyawati PT Verena Multi Finance. Kasus pembunuhan ini termasuk kategori menonjol di wilayah hukum Polda Jabar dalam bulan Ramadan 2013. Kondisi korban tak berdaya tidak saja diseret dengan sepeda motor, tetapi kepala wanita cantik itu juga dibacok.

Jenazah korban ditemukan warga di dekat Lapangan Abra, Jalan Cipedes Tengah, Kecamatan Sukajadi, Bandung, Senin sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, sedang jam berbuka puasa, dan warga terkejut menemukan korban kala itu masih sempat bernafas, namun korban meninggal dunia dalam perjalanan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

Sisca, sebagai Branch Manager di PT Verena Multi Finance, Jl Pungkur, Bandung, sejak setahun lalu tinggal di rumah kos di Jalan Setra Indah Utara, Bandung.

Sebelum ditemukan tewas, Sisca Yofie diketahui pulang ke kamar indekosnya. Tapi pemilik indekos hanya mendapati mobil Livina X-Gear milik korban dengan kondisi pintu kanan terbuka dan mesin menyala.

"Mesin dan lampunya masih menyala, tapi saya lihat Sisca tidak ada," kata Rudi (30), anak pemilik indekos.
Satu gembok di pintu gerbang kos juga sudah terbuka. "Sepertinya dia mau masuk, tapi ada kejadian di sini," imbuhnya.

Rudi kemudian memarkirkan mobil Sisca berwarna abu-abu ke halaman rumah. Setelah itu, dia pergi mencari karyawan perusahaan finance tersebut. Sekitar 500 meter dari indekos, warga menemukan Sisca bersimbah darah di Jalan Cipedes Tengah. (bst)
Diberdayakan oleh Blogger.