Netty Berharap Moka Jadi Duta Budaya Jabar

Rabu, 02 Oktober 2013 | 18.40

(SJO, BANDUNG) -- Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan berpesan agar Mojang Jajaka Jawa Barat 2013 mampu menjadi duta budaya dan ambasador bangsa yang dapat meningkatkan kemajuan dan perekonomian Provinsi Jawa Barat. Hal ini diamanatkannya pada para peserta Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat 2013 di Gedung Dekranasda Bandung, Selasa (2/10).

Dalam sambutanya Netty menambahkan acara Mojang Jajaka ini bukan mengikuti trend yang ada,  tetapi dimaksudkan agar mampu melahirkan pemimpin bangsa yang kelak melanjutkan tongkat estafet pembangunan. "Saya tidak ingin dengan para mojang jajaka ini hanya menonjolkan penampilan saja,  tetapi mementingkan juga aspek kecerdasan dan pengetahuan," tandasnya.

"Banyak orang mempunyai kecerdasan yang memperdaya dan menipu orang lain maka perlu adanya pengendalian dalam pengetahuan yang dimiliki. Maka dari itu sebagai seorang idola harus memiliki nilai moral dan etika yang baik karena akan menjadi teladan" ujar Netty.

Acara Mojang Jajaka ini diharapkan  lebih unggul dan lebih baik dari acara-acara yang serupa, pesan Netty pada acara yang bertepatan dengan Hari Batik Nasional di Gedung Dekranasda Bandung. Para peserta Mojang Jajaka ini memakai pakaian batik yang berasal dari daerahnya masing-masing. Motif batik yang digunakan mempunyai sejarah dan filosofi tersendiri seperti Batik kahuripan yang berasal dari kab. Purwakarta yang berwarna hitam dan putih maksudnya bahwa segala sesuatu pasti akan berpasangan seperti malam dan siang.(r22)

Netty Heryawan Buka Fashionality 2013

Minggu, 29 September 2013 | 07.56

(SJO, BANDUNG) -- Pembina Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI) Jabar Netty Heryawan membuka Fashionality 2013 dengan tema "A Touch Of Personality" di Grand Ballroom Hotel Hilton Bandung, Jumat (27/9). Didampingi Istri Wakil Gubernur Jawa Barat Giselawati Mizwar, acara dibuka ditandai dengan pemukulan gong.

Dalam sambutannya Netty mengatakan terima kasih kepada APPMI yang telah menyelenggarakan acara ini sehingga dapat mengenalkan busana muslim secara luas. " Sehelai kain bukan saja menutupi dan melindungi badan kita tetapi juga untuk menutupi aurat seperti apa yang di ajarkan dalam agama Islam," tandasnya.

"Perkembangan fashion ini harus dapat membantu perekonomian terhadap masyarakat. Selain membawa nilai tambah terhadap pemakai tetapi juga dapat mensejahterakan masyarakat Jawa Barat melalui lapangan pekerjaan yang berkaitan dengan dunia fashion," harap Netty.

Hari Ibrahim selaku perwakilan APPMI mengatakan acara ini merupakan acara tahunan sejalan dengan acuan pemerintah selain juga ingin mengenalkan fashion busana muslim. Dengan menggandeng para pengrajin Jawa Barat yang bekerja sama dengan para perancang yang dapat mengenalkan kebudayaan Jawa Barat khususnya busana muslim. Dengan demikian dapat mewujudkan Kota Bandung menjadi Kota Busana.

Acara dihadiri juga Perwakilan Bank BNI Syariah, Para Perancang Dan Pengurus dari APPMI (Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia) & IPBM (Ikatan Perancang Busana Muslim), dan
Tamu undangan.

Acara diselenggarakan selama 3 hari terhitung dari tangga 27-29 September 2013  dan menampilkan busana-busana dari APPM. (don)

Kapolda Jamin di Jabar Tak Ada Sekte Seks Bebas

Senin, 03 Juni 2013 | 05.31

(SJO, BANDUNG) - Kapolda Jawa Barat (Jabar), Irjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya, menjamin di seluruh daerah yang berada di wilayah hukum Polda Jabar tidak ada aliran maupun sekte sesat yang berkembang.

"Kami sudah tugaskan kepada seluruh anggota kepolisian mulai dari Babinkamtibmas, Polsek dan Polres sampai tingkat Polda untuk memeriksa daerahnya masing-masing, jika ada maka segera laporkan dan kami akan langsung tindak lanjuti," kata Anis, Sabtu (1/6/2013).

Menurutnya, munculnya isu adanya sekte sesat yang melakukan seks bebas PNS yang disebabkan oleh tersangka Gilang di Bandung ternyata surat keputusan tersebut adalah palsu, tapi pihaknya masih terus melakukan penyelidikan. Bahkan sampai ada laporan bahwa sekte tersebut berkembang di Bogor juga itu tidak benar.

Lanjut dia, selain menyebar anggotanya di lapangan untuk antisipasi berkembangnya aliran sesat di wilayah hukumnya, pihaknya juga meningkatkan fungsi intelejen serta berkoordinasi dengan masyarakat dan aparat keamanan dan pemerintahan.

"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya isu sekte atau aliran sesat di Jabar, karena kami menjamin aliran yang seperti itu tidak akan ada dan kami pun tidak segan memberikan tindakan tegas sesuai undang-undang dan peraturan yang berlaku," tambahnya.

Anis mengatakan, untuk kasus pemalsuan surat perintah ritual seks bebas PNS yang diedarkan oleh Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung ternyata hasil penyelidikan pihaknya adalah palsu. Selain itu petugasnya juga sudah diperintahkan ke Bogor untuk menyelidiki rumah yang informasinya digunakan untuk ritual seks bebas pun sudah dilakukan dan hasilnya ternyata tidak benar.

Bahkan petugas kepolisian pun memeriksa arsip hotel yang juga dilaporkan pernah dijadikan tempat untuk melakukan ritual tersebut oleh PNS ternyata dari buku tamu yang tidak ada."Kami sudah menahan tersangka atas nama Gilang, kami menduga orang ini terganggu kejiwaannya," kata Anis. (ant)

Mabes Polri Yakin Isu Sekte Seks Bebas Bisa Ditangani Polda Jabar

Sabtu, 01 Juni 2013 | 17.15

(SJO, JAKARTA) - Warga Bandung geger dengan adanya surat ritual seks bebas yang disinyalir dari aliran dari sekte sesat. Meski sudah menarik perhatian publik nasional Polri tetap mempercayai Polda Jawa Barat untuk mengusutnya sampai tuntas.

"Polda Jabar mampu mengurus kasus itu. Polsek setempat saya rasa juga mampu. Polri di sini belum turun," kata Kepala Biro Penerangan Umum Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Lapangan Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (1/6/2013).

Menurutnya, tak semua kasus harus ditangani Mabes Polri. "Jajaran yang lain juga mampu," jelas Boy.

Sebelumnya surat perintah bernomor No :41/019-C-Kapuserda Kota Bandung beredar. Surat itu berisi beberapa poin yang menginstruksikan kepada beberapa nama yang tercantum dalam surat tersebut untuk mengikuti ritual seks bebas di tempat yang telah ditentukan.

Bahkan dalam surat perintah itu juga disebutkan kegiatan tersebut sudah dianggarkan dalam Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA Keperpusda No DPA: 1.24. 01.01.03.52 tanggal 1 Januari 2013. Bagi yang telah melakukan ritual tersebut juga diharuskan melaporkan hasilnya kepada kepala kantor dan pemimpin jemaah terkait.

Surat perintah tersebut ditandatangani Kaperpusda di atas materai Rp 6.000 lengkap dengan stampel Pemkot Bandung. Selain itu, di dalam lampiran surat itu tercantum 10 nama PNS, di antaranya 5 laki-laki dan 5 perempuan. Namun Kepala Perpusda Kota Bandung Anwar membantah telah mengeluarkan surat itu. Dia bahkan telah melaporkan surat itu ke polisi.

Rumah Gurita

Aparat kepolisian pun mendatangi sebuah rumah di kawasan Suka Mulya, Sukajadi, Kota Bandung yang diduga kerap dijadikan tempat ritual seks bebas oleh sebuah sekte. Polisi ingin memastikan apakah kabar yang beredar itu benar atau tidak.

Sejumlah petugas kepolisian berpakaian preman serta berseragam tampak ke luar dari rumah yang beralamat di kawasan Jalan Suka Mulya, Sukajadi, Kota Bandung itu. Rumah itu tampak sudah tua.

Dari luar, sejumlah patung terlihat di atas bangunan itu. Yang paling mencolok adalah patung gurita besar berwarna hitam. Tentakel atau lengan-lengan gurita itu menjulur panjang ke bawah. Memang, gedung ini juga sohor dengan sebutan 'rumah gurita'.

Namun dari hasil pemeriksaan sementara, polisi mengaku tidak menemukan indikasi yang menunjukkan rumah tersebut digunakan untuk ritual seks bebas. Keterangan dari penghuni dan sejumlah tetangga rumah itu telah didapatkan. (r21/r22)
Diberdayakan oleh Blogger.