Polisi Usut Perusakan Kantor KPUD Cirebon

Senin, 14 Oktober 2013 | 17.01

(SJO, CIREBON) - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon non aktif, Tasiya Soemadi Algotas diperiksa Satuan Unit Reserse Kriminal Polres Cirebon terkait insiden perusakan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon, Sabtu (12/10/2013) petang.

Polisi berjanji akan mengusut tuntas kasus yang diduga berawal dari unjuk rasa usai rapat pleno terbuka di depan asrama haji Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon itu.

Hal itu dikatakan Kapolres Cirebon, AKBP Irman Sugema, menurutnya sejauh ini pihaknya masih belum bisa memastikan siapa pelaku perusakan tersebut. Hanya saja, kasus ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian Polres Cirebon untuk mengungkapnya sekaligus mempertanggungjawabkan perbuatan tersebut.

Meskipun demikian, Irman membenarkan bahwa pihaknya telah memeriksa beberapa orang saksi, termasuk Tasiya Soemadi Algotas yang juga merupakan calon wakil bupati yang tidak puas dengan hasil sidang pleno rekapitulasi suara Pemilukada Kabupaten Cirebon putaran pertama di asrama haji Watubelah, Sabtu (12/10) lalu.

Sebelumnya, Irman menjelaskan, perusakan ruangan ketua di kantor KPU Kabupaten Cirebon terjadi pada Sabtu (12/10/2013) sekitar pukul 16.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi pegawai KPU Kabupaten Cirebon, kejadian bermula ketika sekelompok orang datang dan memaksa untuk bertemu dengan Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Iding Wahidin.

Seperti diketahui saat itu Iding sendiri masih berada di asrama haji Watubelah untuk memimpin sidang pleno rekapitulasi suara Pemilukada putaran pertama.Bersama anggota KPU lainya, dan sejumlah undangan.

“Kecewa tidak bisa bertemu Ketua KPU, mereka memaksa masuk ke ruang Ketua KPU kemudian melakukan pengrusakan,” kata Irman.

Irman menambahkan, sekelompok orang tak dikenal itu berupaya mencari sesuatu di ruang Ketua KPU, mereka tidak berhasil menemukan apa yang dicari. Akibatnya, mereka melampiaskan kekecewaan dengan melakukan perusakan ruang Ketua KPU, termasuk memecahkan kaca meja Ketua KPU dengan tempat abu rokok (asbak), merusak mesin fax serta mencabut telepone kantor, bahkan satu buah pot bungan yang berada di pintu masuk turut menjadi sasaran (dipecahkan).

Berdasarkan berita acara laporan (BAP) Nomor 829/B/X/2013/JABAR/RES CRB, yang diterima Satuan Reserse Kriminal Polres Cirebon, perusakan tersebut juga dikategorikan sebagai pencurian dengan kekerasan. Selain menyebabkan kerusakan, kelompok orang tak dikenal itu juga mengambil telefon seluler milik pelapor, AS (44 tahun), salah seorang pegawai KPU kabupaten Cirebon.

Dalam laporan tersebut, AS juga mengungkapkan bahwa para pelaku kemudian masuk ke ruang Ketua KPU dan mengacak-acak ruangan tersebut. Tidak hanya itu, salah seorang dari mereka memecahkan kaca meja Ketua KPU dengan menggunakan asbak.

Sementara itu, Ketua KPU Iding Wahidin tidak berkomentar bayak, pihaknya menyerahkan penanganan kasus tersebut pada polisi. Justru Iding mengaku tetap akan fokus untuk mempersiapkan tahapan Pemilukada Kabupaten Cirebon selanjutnya.

Berdasarkan pengamatan, pascaperusakan, puluhan anggota Polri dan TNI menjaga ketat Kantor KPU Kabupaten Cirebon. Penjagaan ketat diakui Irman sebagai langkah antisipasi agar kejadian yang sama tidak terulang.

“Kami menempatkan anggota di kantor KPU untuk berjaga 24 jam sampai suasana benar-benar tenang dan kondusif. Selain itu, kami juga memberikan penjagaan untuk ketua, anggota dan pegawai KPU,” tutur Irman. (crb)

Wagub Deddy Mizwar Serahkan Bantuan Sarana Keagamaan di Cirebon

Selasa, 30 Juli 2013 | 17.55

(SJO, CIREBON) -Untuk kesekian kalinya, Wagub demiz lakukan  safari ramadhan dengan mengadakan silaturahmi ke berbagai ponpes se-Jawa Barat. Pada Senin (29/7) malam, Wagub bertemu dan bersilaturahmi dengan jamaah Kota Cirebon, bertempat di Masjid at-Taqwa, Jl. Siliwangi Kota Cirebon. Tiba di lokasi silaturahmi, Wagub disambut Walikota Cirebon Ano Sutrisno.

Walikota Ano Sutrisno dalam sambutan menyambut kedatangan wagub Demiz menyatakan rasa bangganya atas kedatangan wagub ke Kota Cirebon. Ano pun melaporkan berbagai hal seputar kondisi Kota Cirebon terutama selama bulan Ramadhan dan menjelang perayaan idul fitri mendatang.

Menurut Ano Sutrisno, Kota Cirebon saat ini dalam keadaan aman dan kondusif. Persediaan bahan pokok terbilang aman dan mencukupi. Hal demikian, lanjut Ano Sutrisno berkat adanya koordinasi yang baik dengan Bulog Cirebon sehingga persediaan bahan pokok aman untuk lima bulan kedepan, demikian Ano Sutrisno.

Wagub Deddy Mizwar dalam pertamuan silaturahminya tersebut tidak banyak mengungkapkan sambutannya. Wagub hanya bercerita tentang perjalanan keluarganya. Lebih mengenalkan keluarganya kepada masyarakat Kota Cirebon.

Di akhir silaturahmi dengan warga Kota Cirebon, Wagub menyerahkan bantuan berupa sarana dan prasarana keagamaan kepada ponpes di Kota cirebon yang disaksikan pula oleh para ulama, pimpinan OPD Kota Cirebon dan beberapa pimpinan OPD Prov. Jabar. (rls)

Wagub Deddy Mizwar Minta Pedagang Kecil Tak Ragu Datang ke Bank

Selasa, 09 Juli 2013 | 19.50

(SJO, CIREBON) - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meminta para pelaku usaha mikro dan kecil untuk tidak ragu datang ke bank. Untuk meningkatkan usahanya, para pelaku usaha mikro dan kecil sangat membutuhkan bimbingan sekaligus permodalan melalui kredit cinta rakyat atau KCR.

“Jangan ragu datang ke bank. Ke pegadaian aja mau, masa untuk datang ke bank tidak mau. Padahal pemerintah sudah menyediakan kredit yang terjangkau dengan sejumlah kemudahan,” tandasnya.

Menurutnya, untuk menjamin pinjaman para pelaku usaha, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah menghadirkan badan usaha milik daerah (BUMD) Jamkrida yang tugasnya menyediakan atau memberikan jaminan kredit.

“Bunga pinjaman KCR sangat lunak dan untuk menghilangkan kendala masalah jaminan pinjaman, maka Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah membentuk Jamkrida yang tugasnya memberikan kemudahan jaminan bagi para pelaku usaha dalam mendapatkan pinjaman modal ke bank. Jadi mau apalagi, semua kemudahan sudah diberikan. Saya berharap para pelaku usaha mikro dan kecil mampu berkembang menjadi usaha menengah dan seterusnya,” ujar Deddy bersemangat dalam acara Grebeg Pasar di sebuah pasar tradisional di Kota Cirebon, Jumat (5/7) usai melakukan sholat Jumat berjamaah di Masjid Attaqwa, Kota Cirebon.

Dalam kunjungan kerjanya di Kota Cirebon, Deddy menyempatkan diri berdialog dan menyapa sejumlah pedagang di Pasar Pagi Kota Cirebon. Saat berdialog, Deddy mengingatkan para pedagang untuk menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya,  kondisi pasar yang bersih dan sehat, akan menarik minat pembeli untuk datang dan berbelanja lebih lama. Selain itu, dirinya mendorong agar para pedagang terus mengembangkan usahanya lebih baik lagi.

“Hari ini mungkin hanya sebagai pelaku usaha mikro dan kecil, namun beberapa tahun ke depan harus mampu menjadi pelaku usaha menengah dan bahkan besar. Tentu bimbingan dan bantuan pemerintah akan terus digelontorkan dalam bentuk program dan kebijakan,” ungkap Wagub.(Asyr/rl).

Gubernur Jabar Yakin RSUD Waled Akan Jadi RS Terbesar di Kawasan Timur

Jumat, 05 Juli 2013 | 14.38

(SJO, CIREBON) - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyakini RSUD Waled, Cirebon akan menjadi rumah sakit rujukan masyarakat di Kabupaten Cirebon juga warga lintas batas Jabar-Jawa Tengah.
Keyakinan ini disampaikan Gubernur saat meresmikan fasilitas Intensive Care Unit (ICU), Central Sterile Supply Departemen (CSSD) dan Asrama RSUD Waled di RSUD.  Jalan Kesehatan,Waled, Kabupaten Cirebon, Kamis (4/7/13).

Hadir dalam peresmian tersebut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr. Alma Lucyati, Kepala  OPD provinsi, Bupati Cirebon Deddy Supardi, para Direktur RSUD dan RSU di Wilayah Cirebon, Pengurus IDI Kabupaten Cirebon.

Heryawan memaparkan pembangunan fisik RSUD Waled beserta peralatannya dibiayai dari APBD Provinsi Jawa Barat, APBD Kabupaten Cirebon, APBN. Komposisi pembiayaan ini membuat RSUD Waled kedepan akan menjadi RSUD terbesar di kawasan Timur Utara Jabar.

"Rumah sakit ini  akan melayani rujukan bukan hanya untuk masyarakat Cirebon dan sekitarnya, tapi juga kawasanan perbatasan seperti Brebes, Tegal, sampai Kuningan," kata Gubernur Ahmad Heryawan.

Gubernur berpesan agar pihak pengelola RSUD dalam memberikan pelayanan mengutamakan segi kemanusiaan dan tidak boleh ada masyarakat miskin yang ditolak untuk berobat.

Gubernur menjamin masyarakat miskin tidak akan ditolak karena sudah memiliki fasilitas Jamkesmas dan sudah pasti akan  dilayani RSUD.

"Bila pihak rumah sakit tidak  melayani masyarakat miskin maka akan kena sanksi tegas," tegas Heryawan.

Secara rinci pembangunan RSUD Waled pada 2013 mendapat bantuan Provinsi sebesar Rp.62.681.902.875. Anggaran ini digunakan untuk Alat kesehatan sebesar Rp.22.7476.1777. 875. Dan untuk pembangunan IGD sebesar Rp.39.935..725.000.

Sedangkan bantuan dari Pusat mencapai sebesar Rp.17.942.859, untuk pembangunan fisik Gedung Perinalogi. Sementara APBD Kab. Cirebon memasok sebesar Rp 6,5 118,5 Milyar.

Dalam laporannya, Plt.Direktur RSUD dr.Agus Sulaeman mengatakan bahwa pembangunan RSUD tersebut dikerjakan secara bertahap karena pelayanan kepada pasien tidak boleh berhenti.

Saat ini pembangunan asrama sudah selesai dan digunakan untuk pelayanan. Dimana lantai 1 digunakan untuk poliklinik, lantai 2 ruang jaga, NiCU, lalu lantai 3 Rawat Inap Anak,dan ICU. "Sedangkan bangunan yang masih dalam tahap pengerjaan adalah poliklinik 5 lantai, serta masjid," katanya.

Agus merinci bantuan pembangunan RSUD Waled sudah dimulai sejak tahun 2011 dimana porsi APBN mencapai sebesar Rp.12,5 milyar, APBD Provinsi dan bantuan Gubernur sebesar Rp.11 milyar, APBD Kab. Cirebon sebesar Rp. 6 milyar.Sedangkan pada Tahun Anggaran 2012 APBD Provinsi menyumbang sebesar Rp.6,3 milyar, APBD kab Cirebon Rp.6,3 milyar.

Pada kesempatan tersebut jajaran RSUD Waled menyampaikan permintaan agar Gubernur memberikan bantuan keuangan tambahan sebesar Rp. 5 milyar untuk menuntaskan Poliklinik Ibu dan anak di RSUD Waled. (rls)

PLTU Cirebon Berpotensi Hemat BBM

Senin, 22 Oktober 2012 | 02.02

CIREBON--Mega projek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara Cirebon di Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon akan diresmikan Menteri Energi dan Sumber Dayaa Mineral (ESDM), Jero Wacik, Kamis (18/10).

Dioperasikannya PLTU yang dibangun dengan skema Independent Power Producer (IPP)/listrik swasta oleh konsorsium Indika Energy Tbk asal Indonesia, Marubeni Corpotartion-Jepang, Korea Midland Power Company dan Samtan Co. Ltd tersebut mampu memasok 660 Mega Watt (MW) ke PLN jaringan Jawa-Bali selama 30 tahun ke depan.

"Keberadaan listrik swasta yang menelan investasi 850 juta dollar Amerika ini sudah memberikan lapangan kerja pada saat konstruksi yang mencapai lebih dari 2000 tenaga kerja maupun pada saat sekarang setelah beroperasi yang mengutamakan tenaga kerja dari sekitar PLTU. Lebih jauh, PLTU diharapkan dapat menumbuhkan industri di Cirebon," kata Edi Junaedi Danu, Wakil Presiden Direktur PT. Cirebon Elektric Power (CEP) yang juga Direktur Utama PT. Indika Energy Tbk kepada wartawan di area projek PLTU, Rabu (17/10).

Diakui Edi, PLTU Cirebon secara nyata akan meningkatkan kendala sistem kelistrikan Jawa-Bali dan akan menambah pasokan listrik sampai sebesar 5.500 GWh setiap tahunnya hingga dapat meningkatkan keyakinan investor untuk menanamkan investasinya lebih banyak di Jawa-Bali yang pada gilirannya dapat meningkatkan pertumbuhan industri dan ekonomi daerah.

Disebutkan, PLTU Cirebon dibangun di atas lahan seluas 150 hektare. Dari sisi teknologi, projek ini juga merupakan pioner dalam penggunaan supercritial boiler technology yang mengolah batubara kalori rendah yang banyak tersebar di Indonesia secara efisien.

Bahkan, hasil test dari pihak independen menunjukkan bahwa emisi gas buang yang dihasilkan PLTU Cirebon jauh di bawah ambang batas.

Wakil Presdir PT. CEP tersebut mengklaim, deioperasikannya PLTU Cirebon banyak hal yang positif. Di antaranya untuk meningkatkan daya yang selama ini dihadapi PLN, meningkatkan tegangan transmisi, karena, semakin jauh dari pusat pembangkit, tegangan listrik akan berkurang.

Dengan menggunakan batu bara, PLN bisa menghemat BBM. "Kita bisa memanfaatkan batu bara kalori rendah sekitar 4.500 kilo kalori/kg. Yang tidak bisa diekspor, ini sangat penting untuk ketahanan energi," kata Edi Danu.

Dia menambahkan, sesuai tender, projek PLTU seharusnya bisa diselesaikan sampai dengan Maret 2013, namun, dalam kenyataannya, bisa delapan bulan lebih cepat dari rencana semula. Bahkan, sudah sejak 27 Juli 2012 lalu sudah selesai dan mampu memasok listrik ke PLN Sunyaragi Kota Cirebon dan Brebes, Jateng.

Diakatakan, PLTU Cirebon juga merupakan pembangkit pertama di Indonesia yang menggunakan sistem pendingin untuk boiler dengan menggunakan cooling tower sehingga sisa air pendingin yang dibuang ke laut tidak berbeda temperaturnya dengan temperatur laut. Sistem sirkulasi air yang jauh lebih ramah lingkungan.

Untuk unloading batu bara, PLTU dilengkapi dengan jetty sepanjang 2 KM, dua unloading crane dan conveyer yang mampu mengangkat batu bara sampai 1.300 ton per jam.

Setelah beroperasi PLTU Cirebon akan memerlukan pasokan batubara kalori rendah sekitar sebesar 2,8 juta ton per tahun. Dengan konsumsi batubara sebesar itu, maka akan mengurangi potensi pengurangan penggunaan BBM sebesar 950 juta liter/tahun. "Dengan demikian terdapat potensi penghematan biaya bahan bakar sebesar Rp. 5,7 triliun per tahun," katanya.(pro)
Diberdayakan oleh Blogger.